Grade 2-2 Part 4

Image

Title : Grade 2-2 / Love Love Love

Rating : PG-15

Genre : Romance School

Author : jaebyeong

Main Cast :

Nana After School

Nichkhun 2PM

Minho SHINee

Victoria f(x)

Jiyeon T-Ara

Yoo Seung Ho

Suzy Miss A

Wooyoung 2PM

Other Cast

-cari sendiri ajah yaa… hehe banyak banget-

enggak banyak ngomong deh author. eh, comment like oxygen buat author loh yah. butuh oxygen nih, patah atiii *hikz. terima kasih untuk pixlr.com buat poster nya. gue sendiri sih yang ngeoperasiin. tapi yah emang harus berterima kasih soalnya udah menyediakan media yang berguna banget buat dakuuh.

selamat membacaa….. ^,^

Nichkhun POV

Aku melihat Tae Sung memanggil Qian. Tetapi, bodohnya Qian meladeni setan yang satu itu. Qian terlihat berusaha sangar. Ini membuat Tae Sung penasaran. Dan yang lebih parah lagi, aku melihatnya berciuman dengan Tae Sung! Tanpa perlawanan yang pasti. Setelah dicium pun dia tidak segera lari atau menampar.

Ayah masuk mobil dan menoleh ke arahku yang sedang memandang ke luar dan mengepalkan tangan sekuat tenaga. Lalu dia menjalankan mobil.

Aku benar-benar tidak menyangka Qian mau dicium oleh setan Tae Sung! Ini salahku. Salahku memilih pacar yang seperti Qian. Yang tidak ada perlawanan sama sekali. Mungkin Lee Tae Sung benar. Aku harus berganti pacar. Pacar yang agak dewasa.

Malamnya…

Aku sekarang berada di kamar. Tidak belajar, tetapi memandangi layar handphone. Tepatnya memandangi nama kontak Song Qian.

Aku berencana memutuskan hubunganku dengan Qian. Lebih baik aku memutuskannya dari pada Qian menjadi boneka setan jelek Tae Sung. aku mulai mengetik pesan text untuk Qian :

Ke taman.

Tidak lama dia membalas text ku

Mm.

Hanya itu yang dia kirim. Mungkin dia tahu hal yang dia tidak bayangkan akan terjadi nanti. Aku segera keluar rumah , dan menuju taman perumahan.

Setelah aku keluar rumah, aku langsung melihat ke arah taman perumahan. Aku melihat siluet yang aku yakin itu Qian. Dia menunduk dan menggoyang-goyangkan kakinya ke depan ke belakang. Sesekali dia melihat ke atas, ke langit yang agak mendung. Aku sengaja tidak langsung kesana. Aku belum bisa memutuskannya. Aku khawatir dia akan sakit hati dan — terluka.

Aku mulai berjalan kesana. Berjalan dengan perlahan. Aku menahan nafasku karena takut kalau-kalau dia tahu aku memperhatikannya dari tadi.

Sampai di taman, aku langsung duduk di sampingnya dan menoleh ke arahnya. Dia juga menoleh ke arahku dan tersenyum, lalu tertunduk lagi.

“Qian-aa, aku—“ kataku tercekat.

“Em?” Qian sama sekali tidak menoleh ke arahku.

“Kau sangat bodoh tadi,” aku langsung mengucapkan kata-kata pedas kepadanya.

“Ne—aku memang pabo,” katanya masih tertunduk.

“Apa kau sudah marah kepadaku? Harusnya aku yang marah—“

“Kamu lakukan apa yang bersalah kepadaku? Aniyya. Tidak ada.”

“Qian-aa—“

“Nichkhun-aa. Memang, aku ini gadis yang terlalu polos untukmu. Gadis yang terlalu kekanak-kanakkan untukmu. Gadis yang—“

“Gadis yang mau dicium oleh Tae Sung tanpa perlawanan apapun.”

“Aku sudah melawan, Khun!” dia tidak lagi memanggilku dengan ‘Khunnie’.

“Nah, itu dia. Satu lagi. Kau tidak bisa melawan. Hanya—“

“Hanya bergantung denganmu. Aku gadis yang hanya bisa mengandalkanmu, Khun. Aku tau.”

Aku melihat langit malam ini memang mendung. Sesuai dengan suasana hatiku yang lebur.

“Nichkhun-aa. Lebih baik kita putus,” kata Qian tiba-tiba.

Dia berdiri. Aku ikut berdiri, “MWO?!”.

“Wae? Bukankah ini jawaban yang jelas untuk kita, Khun?” katanya sambil menatap mataku dalam-dalam.

Aku kaku. Gugup. Takut. Matanya benar-benar berasa mengancamku. Benar-benar menuduhku.

Qian meninggalkanku sendirian di taman ini. Dengan langkahnya yang kecil-kecil, lambat tapi pasti. Aku kaget dengan barusan yang dilontarkan Qian.

Nichkhun POV end

Eun Jung POV

Malam ini, aku sudah sampai di bandara di Seoul. Banyak orang dengan kertas nama menunggu disini. Aku segera mencari namaku di sekitar sana.

“Ham Eun Jung eonni!” seseorang memanggilku dan sepertinya aku kenal suara ini.

Aku menoleh ke samping, dan menemukan siluet yang membuatku lega. Park Ji Yeon. Sobat lamaku yang lebih muda 1 tahun dariku. Dia yang menyelamatkanku sekarang. Fuuh sangat lega. Dia tampak datang dengan ayah ibunya.

Segera aku mendekat ke arah mereka yang tersenyum kepadaku. Mereka menyambutku dengan hangat dan langsung membawaku ke parkiran mobil.

“Eun Jung eonni. Aku seneng banget kamu bakal nginep dirumahkuu!” kata Ji Yeon.

“Wae? Haha—“ aku tertawa kecil melihat tingkahnya.

“Ya, kamu bakal mengajariku pelajaran SMA yang sekarang susah-susah. Aku masuk Daebak, lho!”

“Hoho.. Daebak yang mendunia itu? Wuaa.. tidak menyangka.”

“Aku juga tidak menyangkanya. Eonni, aku menemukan pangeran yang cocok untukmu.”

“Hah?” aku benar-benar kaget, “..maksudnya?”

“Aku punya temen, namanya Nichkhun Buck Horvejkul. Thai Prince loh. Dan eonni kan Japan Princess.”

“Fuh! Kalo kamu.. Choi Min Woo, ya?” aku menebak-nebak siapa yang ditaksir Ji Yeon.

“MWO? Eon—eonni tau dari mana?” Ji Yeon membulatkan matanya.

“Tweet!”

“Hehe—tapi sebenernya bukan Min Woo. Tapi Minho..”

“Eih?” ternyata aku salah sebut.

Eun Jung POV end

___

Esoknyaa….

Author POV

Ham Eun Jung sudah mendaftar Daebak 3 hari yang lalu. Dan dua sudah dipesankan seragam untuk kelas 2 oleh orang tua Ji Yeon. Sekarang dia sudah ada di perjalanan bersama Ji Yeon yang adalah adik kelasnya. Ji Yeon kelas 1-8.

Park Ji Yeon dan Ham Eun Jung sudah seperti saudara. Ayah Eun Jung adalah karibnya ayah Ji Yeon. Ayah mereka sama-sama masuk militer. Sama-sama bertugas di tempat, waktu yang sama. Maka dari itu, Ji Yeon dan Eun Jung bersama dari kecil.

Di mata Ji Yeon, Eun Jung adalah kakaknya yang dapat menjadi teladan yang baik. Menurutnya, Eun Jung itu gadis yang tidak banyak bicara, namun suka bergaul. Gampang dekat dengan orang-orang.

Di mata Eun Jung, Ji Yeon adalah adiknya yang lucu dan asyik. Ji Yeon adalah anak yang suka bergantung, namun jujur dan apa adanya. Ji Yeon selalu membutuhkan bantuan orang lain. Karena Ji Yeon terus berpikir bahwa pekerjaan yang dia lakukan sendiri pasti tidak beres.

Mereka sudah sampai di Daebak sekarang. Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam kelas masing-masing.

Eun Jung masuk kelas 2-4. Kelas istimewa, tempatnya anak-anak cerdas dan berpengetahuan luas. Di kelas 2-4 banyak anak-anak luar negeri, seperti Australia, Amerika, dan Jepang. Salah satunya Eun Jung sendiri.

Author POV end

Eun Jung POV

Aku masuk ke kelasku, kelas 2-4. Aku menemukan banyak manusia-manusia berambut pirang dan bermata biru disini. Hanya beberapa biji yang berambut hitam, bermata hitam atau cokelat. Setelah melihat ke sekitar kelas, aku duduk di bangku yang paling belakang.

Saat aku duduk, tiba-tiba 2 orang anak mendekatiku. Anak Jepang asli kurasa.

“Hello! Kamu orang Korea asli, ya?” tanya salah satu gadis.

“Ne—wae?” aku merasa sedang diinterogasi.

Mereka tertawa keras. Sejenak kelas yang tadinya ricuh menjadi sepi. Mata-mata semua tertuju kepadaku yang duduk tegak.

Agak lama duo heboh tertawa. Mungkin mereka menertawakan logat Jepangku yang sedikit logat desa? Atau menertawakanku karena aku orang Korea asli?

“Hey! Sepertinya kau sudah lama berada di Jepang, ya?” tanya yang satunya lagi.

“Emm..,” aku memperhatikan duo heboh ini.

Duo heboh ini terdiri dari dua anak perempuan yang sangat berbeda. Yang pertama kukira dia adalah orang Perancis. Karena bahasa koreanya belum terlalu fasih dan terdengar seperti bahasa Perancis. Rambutnya cokelat, sebahu dan keriting. Wajahnya penuh bintik-bintik merah. Matanya biru asli dan hidungnya mancung.

Yang kedua mungkin asli Jepang. Karena matanya yang terlihat sipit dan ujung matanya sedikit ke atas. Kulitnya putih. Matanya mengenakan soft lense berwarna abu-abu. Yah, walaupun tidak terlihat saking sipitnya. Rambutnya panjang, bergelombang dan tergerai.

“Perkenalkan, I am Lisa. Lisa Jours. Asli Perancis,” kata yang bermata biru. Tebakanku benar.

“Perkenalkan, aku Kayo. Kayo Hirogawa. Blasteran Jepang-Cina,” kata yang ber-soft lens abu-abu. Tebakanku sedikit meleset.

“Ne, aku Ham Eun Jung asli Korea. Tapi aku sudah lama di Jepang,” aku berusha seramah mungkin.

Suasana kelas kembali ribut dan duo heboh ini mulai menjadi teman baruku.

Eun Jung POV

Minho POV

Aku masuk ke kelas dan mendapati Qian sedang dikerumuni beberapa anak perempuan. Aku meletakkan tas di tempat duduk di sebelah Qian karena itu tempat dudukku setelah diatur.

“… kamu mutusiin Thai Prince?’ teriak salah satu dari anak perempuan di kerumunan.

“Nichkhun maksudmu?” tanya yang lain.

“Ya. Memang kenapa? Sudah jalannya,” kata Qian lemas.

Aku bingung. Qian dan Nichkhun putus? Padahal mereka adalah pasngan yang sangat cocok dan romantis. Aku segera menuju kelas Nichkhun.

Setelah berada di depan kelas 1-6, aku mendengar Jin AH dan You Jin sedang membicarakan Nickhun dan Qian. Aku mendekati mereka berdua. Dan mereka berdua tampak kaget dengan kedatanganku.

“Minho-yya? Hehe… kenapa? Mencariku?” tanya You Jin.

“Aniyya. Aku mau tanya sesuatu,” kataku.

You Jin tampak kecewa. Dia merengut. Sementara itu Jin Ah berdiri dan tersenyum manis kepadaku.

“Wae?” katanya sambil masih tersenyum.

“Kau sudah tau tentang—“ aku mendelik ke arah Nichkhun yang kebetulan mengacuhkanku. Barusan lewat.

“Ne! Aku tauuu! Aku tauuu! Ini emas!” kata Jin Ah kegirangan.

You Jin dan aku menatap Jin Ah aneh. Dia memang kembali seperti dulu. Tapi—ini berlebihan.

“Kamu.. kamu sangat mengharapkan Nichkhun putus ya?” tanya You Jin.

Jin Ah dengan pedenya manggut-manggut.

“Wa—wae?” You Jin penasaran.

“Aku jatuh cintaaa pada Khyeowo!” Jin Ah lompat-lompat.

“EIH?” You Jin kaget.

“Wae? Dia ‘kan sangat imut dan cool. Kamu enggak normal kalo enggak suka sama diaa.”

“Tapi ‘kan enggak segitunya kali.”

Aku hanya melihat secara langsung perdebatan kedua karib ini. Di sela-sela perdebatan, Nichkhun lewat dengan kunci motor yang berputar-putar di jarinya. Dia lewat bersama dengan iblisnya anak bejad, Lee Tae Sung. benar-benar beda dengan Nichkhun yang disebut ‘imut’ oleh Jin Ah.

“Kau lihat? Dia imut apanya? Dia berteman dengan—“ kata You Jin yang langsung terputus setelah ku tarik lengannya.

“Orang jatuh cinta terkadang memang gila sepertinya,” aku berkata sambil melirik ke arah Jin AH yang memandangi Nichkhun sampai masuk kelas.

Sebenarnya aku keberatan Nichkhun putus dengan Qian, karena bisa saja Nichkhun memilih Jin Ah sebagai gantinya Qian. Dan bisa saja, aku tidak berkesempatan memiliki Jin Ah.

Minho POV

Author POV

Lusanya…

Nichkhun tampak memarkirkan motornya di rumah di depan SMA Daebak. Dia sudah melanggar peraturan yang sanksinya masih enteng. Dia pernah diajak Tae Sung untuk merokok. Tetapi dia masih pikir-pikir.

Dengan helm yang masih ia pakai di kepala, bersama Tae Sung dia masuk kelas. Lalu keluar lagi. Sekilas ia melihat Jin Ah memandanginya dari dalam kelas 1-6. Tetapi dia berusaha untuk pura-pura tidak tahu. Karena baginya saat ini adalah ‘menembak’ kakak kelas bernama Ham Eun Jung yang adalah anak baru kelas 2-4.

Dia ditantang oleh Tae Sung untuk memacari Eun Jung yang kini super eksis dan jadi favorit di sekolah karena kecantikan dan kepribadiannya. Sebelumnya, dia berkenalan dengan Park Ji Yeon yang setahunya adalah karib dekat dan serumah dengan Eun Jung.

“Park Ji Yeon!” panggilnya.

“Ne-?” Ji Yeon menoleh ke belakang.

Nichkhun dan Tae Sung mendekati Ji Yeon dan tersenyum. Lalu, Nichkhun meminta nomor Handphone dan username Twitter Eun Jung. Ji Yeon dengan enteng memberikannya dan Nichkhun pun berlalu.

Author POV end

Eun Jung POV

Aku sedang berada di luar kelas pagi ini. Aku bersama dengan Kayo dan Lisa duduk-duduk membicarakan adik kelas yang beritanya akan menembakku.

“Itu lohh.. anak yang cool. Yang Thai Prince!” kata Lisa.

Aku berpikir sejenak. Kayaknya, aku pernah mendengar istilah Thai Prince.

“Aku juga tidak menyangkanya. Eonni, aku menemukan pangeran yang cocok untukmu.”

“Hah?” aku benar-benar kaget, “..maksudnya?”

“Aku punya temen, namanya Nichkhun Buck Horvejkul. Thai Prince loh. Dan eonni kan Japan Princess.”

Aku ingat yang dikatakan Ji Yeon malam itu.

“Nickhun Buck maksudmu?” tanyaku.

Lisa dan Kayo manggut-manggut. Tiba-tiba, Nichkhun dengan temannya, Tae Sung sudah ada di depan kelasku. Mungkin mencariku. Memang, kemarin dia mengirim pesan text kepadaku. Dia minta berkenalan, dan aku berkenalan dengannya. Wajahnya memang tampan, dan aku menyukainya. Hehe—

Setelah itu, Ji Yeon dengan anak-anak kelas 1 dan 2 yang lainnya membuat lingkaran di depan kelasku. Ji Yeon keluar dari lingkaran dan mengajakku ke tengah lingkaran. Aku menurut dan berdiri di tengah-tengah lingkaran.

Masuklah Nichkhun ke dalam lingkaran yang Ji Yeon dan kawan-kawannya buat. Segera, Ji Yeon memberi aba-aba untuk menyanyi. Ternyata, ini adalah grup vokal terbaik di Daebak. Nichkhun tampak tersenyum kepadaku setelah dia berdiri di depanku.

“Ham Eun Jung. Kau terlalu imut apabila kupanggil ‘noona’. Jadi, aku panggil kamu Eun Jung saja, oke?” Nichkhun mengedipkan sebelah matanya dengan sangat imut.

Tidak terasa aku membalas kedipannya dengan senyumku. Hatiku meleleh karena kedipannya tadi. Yakin, sungguh, dia memang tampan, cool, dan lucu.

“Mau ‘kan jadi pacarku?” dia berlutut di depanku dengan menyerahkan sekuntum bunga mawar putih yang memang aku suka dari dulu.

“YA! Eh…,” aku malah langsung menjawab ‘ya’. Aduhh..

Nickhun tersenyum dengan sangat manis. Aku sangat gemas.

Semua anak-anak yang menonton peristiwa ini bertepuk tangan dan berteriak-teriak. Riuh. Seperti suasana hatiku kini. Seorang Thai Prince ternyata menyukaiku dan mengungkapkannya dengan berani.

Eun Jung POV end

Author POV

Pulangnya..

Eun Jung dan Nichkhun jalan berdua menuju parkiran motor dimana, Nichkhun memarkirkan motornya tadi pagi. Dan pemandangan ini disaksikan oleh You Jin dan Jin Ah.

“Lihat, Jin Ah. Dia playboy!” jerit You Jin.

Jin Ah segera menutup mulut You Jin dengan tangannya. Lalu melepaskannya dan mengelap tangannya dengan jaket yang dikenakan You Jin sambil terus memperhatikan Nichkhun dan Eun Jung.

“Ih.. jorok!” kata You Jin.

Jin Ah menelan ludah saat Nichkhun merangkul Eun Jung dengan mesra.

“A—aku pulang ya. Dah!” Jin Ah meraih stang sepedanya yang ada di sebelahnya lalu menaikinya.

Jin Ah dengan segera mengayuh sepedanya untuk pulang. Suasana hatinya tidak enak karena masih memikirkan Nichkhun dan Eun Jung. Ini cinta ya, Bu? Tanyanya dalam hati. Seolah-olah ibunya sedang berada di sampingnya. Menungguinya sampai rumah.

Tiba-tiba sebuah motor ber-plat C10 mencegatnya dari depan. Dan dengan tiba-tiba juga ia mengerem. Dia tahu siapa itu. Choi Minho.

Author POV end

Minho POV

Sepulang sekolah, aku melihat Nichkhun bersama Eun Jung noona *enggak ikhlas* berjalan dengan santai menuju markas anak-anak geng hitam. Sekilas aku juga melihat You Jin dan Jin Ah yang terus memandangi mereka berdua.

Aku ingin sekali menghampiri Jin Ah. Memberi kekuatan mungkin. Tetapi, dia sudah terlanjur pulang dengan sepedanya. Aku segera melompat ke motor kesayangan yang kuparkir di kafe terdekat dan mengejar Jin Ah. Khawatir apabila dia broken.

Broken karena setelah ditinggal mati ibunya, ia jatuh cinta. Lalu dia mengetahui kalau orang yang dia sukai memiliki pacar. Lalu orang itu putus dengan pacarnya. Selang berapa hari, orang yang ia sukai berpacaran dengan orang lain di depan matanya. Perasaannya sedang dipermainkan.

Aku tahu persis perasaan Jin Ah karena aku- aku.. ya, karena aku tahu persis. Aku mengenalnya dari dulu, dan memahaminya dari dulu.

Aku mencegat Jin Ah tepat di depannya. Mungkin lewat plat nomor motorku dia tahu kalau ini aku. Dia hanya menunjuk raut muka yang biasa saja. Lebih tepatnya lagi, raut muka yang dipaksakan biasa saja. Sebenarnya dia sedang menangis.

“Minho-yya. Wae?” suaranya sedikit berat dan bergetar.

Aku melepas helm dan tersenyum kepadanya, “Tidak apa-apa. Hanya ingin melihatmu dari dekat.”

Dia manggut-manggut. Lalu tersenyum. Dia hendak mengayuh sepedanya lagi. Tetapi aku membuka mulut, seolah-olah memberi isyarat kepadanya untuk jangan pergi dulu.

“Kamu—enggak apa-apa, ‘kan?” tanyaku.

Dia tampak mencerna perkataanku. Dia mengernyitkan dahi, “Mm.. enggak apa-apa kenapa?” dia pura-pura tidak tahu.

Aku melongo, “Ah.. oh, enggak apa-apa. Yaudah, lanjut!” aku memakai helm-ku lagi.

Jin Ah kupersilahkan terlebih dahulu. Aku menjaganya dari belakang.

Minho POV end

Jin Ah POV

Malam di rumahku kini sangat sepi. Yah, kakak sedang menonton film roman di ruang keluarga. Nah, kalo begini, dia memang anteng. Diem. Ayah sedang di kantor. Kerjaannya banyak, jadi lembur sampai besok pagi.

Aku sendiri sedang di kamarku. Entah kenapa, aku masih memikirkan Nichkhun dan Eun Jung eonni. Aku juga merasa kasihan dengan Qian. Baru saja beberapa hari putus, mantan sudah bisa melupakan dan cari pacar lagi.

Aku tengkurap di kasur. Memerhatikan sms dari Kim You Jin dan Bae Sue Ji barusan. Kata Kim You Jin :

Im Jin Ah sayang, aku kira kamu tau aku temenmu dari dulu. Aku tau perasaanmu. Kalo memang kamu sanggup ngelupain, ya lupain aja. Tapi, kalo memang enggak bisa, ya itu mungkin siksaanmu.

Agak terhibur dan agak merinding ketika ngeliat sms dari You Jin di atas. Dan dari Sue Ji kayak gini :

Terserah deh. Khyeowo mulu dari berabad-abad.

Enggak cukup menghibur. Malah terkesan ngomelin.

Aduh, tiba-tiba punggungku sakit. Aku segera berganti posisi. Dari tengkurap menjadi telentang. Aku melihat ke langit-langit. Masih terbayang-bayang wajah Nichkhun. Aku berencana untuk melupakan manusia imut itu.

Aku akan menutup mataku. Sama seperti aku akan menutup perasaanku kepada Nichkhun. Akhirnya aku menutup mata. Aku mengingat semua memori tentang aku dan dia yang enggak terlalu banyak, tapi mengena.

Flash back

Kim You Jin menghampiriku saat Minho selesai memarkirkan motornya. Aku dan Kim You Jin berpelukan. Setelah itu, aku perkenalkan You Jin dengan Minho.

“You Jin, ini Minho. Minho, You Jin,” kataku kepada keduanya.

Mereka berdua bersalaman. Bersamaan dengan datangnya seseorang yang aku tidak kenal. Seorang anak lelaki tampan yang merangkul Minho. Senyumnya membuatku tertarik. Sumpah, senyumnya manis. Matanya sipit, hampir bersentuhan dengan poninya yang berwarna coklat keemasan.

“Hello, Minho-yya!” kata orang tadi, merangkul Minho.

Minho terkejut dan menoleh ke samping. Dia tersenyum lebar.

“Hi, Horvejkul!” seru Minho menjitak kepala seseorang yang ia sebut Horvejkul.

“Hor—horpec.. apa?” You Jin kebingungan. Aduh, dia malu-maluin.

“Horvejkul. Nama lengkapnya Nichkhun Buck Horvejkul,” Minho menjelaskan.

Aku manggut-manggut sendiri dan melirik ke arah seseorang bernama Horvejkul tadi.

“You Jin, Jin Ah.. ini adalah Horvejkul tungsaeng, dan—“ kata-kata Minho terputus setelah mendapat tepukan keras di punggungnya dari Horvejkul.

“Appa—“ rintih Minho.

“Memangnya aku siapa? Kau panggil aku tungsaeng?” tanya Horvejkul.

Minho hanya mengusap-usap punggungnya. You Jin hendak bertanya. Namun aku injak kakinya. Karena aku tahu, pasti dia tanya yang tidak-tidak.

“Panggil saja aku Nichkhun—“ kata Horvejkul. Maaf, namanya sekarang ganti. Jadi Nichkhun.

“Atau boleh panggil Khunnie,” lanjut Minho yang disambut dengan tepukan di punggungnya lagi.

Ah, imut sekali namanya. Khunnie? Kyuu… imut sekali. Cocok untuk tipe wajah seperti Nichkhun. Mata sipit, alis tebal. Aku semakin tertarik dengan Nichkhun.

“Khunnie adalah panggilan yang diciptakan oleh Qian tauk!” kata Nichkhun.

“Qian? Siapa Qian?” tanya You Jin penasaran.

“Haha.. Qian, Song Qian adalah pacarnyaa-“ kata Minho enteng.

Krek.. dia sudah punya pacar? Tuhaann.. kenapa harus punya pacar sih?

Aku hanya melihat reaksi Nichkhun yang kelihatan sangat percaya diri dengan apa yang dikatakan Minho. Dengan tidak sengaja aku melihat matanya sangat bersinar-sinar. Mirip mata anak kucing. Tiba-tiba dia melihat ke arahku. Aku cepat-cepat membuang pandanganku.

Uh.. mataku panas dan berair. Tenggorokanku terasa sakit, dan aku mulai menangis. Menangis tanpa suara. Berusaha melupakan si manusia imut tadi. Ibu, bantu aku melupakannya..

Jin Ah POV end

Author POV

1 tahun berlalu. Sekarang Daebak sudah memiliki pelajar kelas 1 baru lagi. Dan yang tadinya kelas 1, menjadi kelas 2. Otomatis. Kelas 1-6 yang dulu, berkumpul di depan kelas 2-6, menunggu wali kelas mereka datang membagikan secarik kertas berisikan masuk kelas 2 apa.

Kim You Jin terlihat khawatir karena Jin Ah belum nampak batang hidungnya. Menjinjit, lalu melompat-lompat. Mencoba melihat ke arah jalan dari kerumunan anak-anak calon kelas 2 ini.

“Kenapa Jin Ah tidak datang-datang??” You Jin masih melompat-lompat.

Sue Ji yang tahu You Jin sedang cemas menunggui Jin Ah, segera keluar dari kerumunan dan menghampiri You Jin.

“Im Jin Ah, ya?” tanya Sue Ji tanpa mimik khawatir.

You Jin mengangguk-ngangguk.

“Anaknya disitu!” kata Sue Ji sambil menunjuk-nunjuk ke arah kerumunan.

“Hah?” You Jin tidak mendengar perkataan Sue Ji tadi. Kerumunan anak-anak calon kelas 3 baru saja lewat dengan sangat ribut.

“Anaknya disitu!!” Sue Ji kembali menunjuk-nunjuk ke arah kerumunan.

“Apah?” You Jin masih belum dengar.

“ANAKNYA DISITU!!!” Sue Ji mulai emosi.

You Jin terdiam dan tersenyum. Lalu menunjuk-nunjuk ke arah kerumunan yang tadi ditunjuk-tunjuk Sue Ji. Memang Jin Ah sedang terjebak disitu. Di kerumunan anak-anak calon kelas 3.

“Nah, itu Im Jin Ah!” You Jin kembali riang.

Bae Sue Ji memiringkan mulut dan ngeloyor dari situ. Enggak lagi-lagi ngomong sama orang budeg. Karena itu hanya membuat ngos-ngosan dan emosi.

Im Jin Ah yang ngerasa ditunjuk-tunjuk You Jin, segera melambai-lambaikan tangan dan berusaha keluar dari kerumunan. Dengan susah payah, dia keluar dan menghampiri Kim You Jin.

“You Jin-aa! Kira-kira aku kelas 2 apa, ya?” tanya Jin Ah begitu sampai di gerombolan anak-anak calon kelas 2.

“Aku sih.. maunya kita sekelas,” kata You Jin sambil melipat tangannya di dada.

“Fuh! Bosen! Udah 7 taun bareng masa mau bareng lagi?”

You Jin memonyongkan mulut dan memilih bungkam. Daripada harus berdebat dengan manusia nyebelin kayak Jin Ah.

“Kalo bisa.. aku mau sekelas sama—“ kata Jin Ah yang terusannya enggak bisa diterusin. Karena dia melihat Nichkhun dengan Tae Sung, bersama dengan geng hitam bejad lewat di depannya dan di depan You Jin.

“Khyeowo?” mata You Jin mengekori Nichkhun dahulu sebelum mengucapkan nama samaran untuk Nichkhun yang diciptakan Jin Ah sendiri, “..yya! kamu belum bisa ngelupain ternyata.”

“Abiss.. susah. Kata Ju Hwan oppa kalo mau ngelupain seseorang harus move on duluu. Tapi move on ke siapa coba? Ga ada yang bikin aku terpikat kecuali Khyeowo!”

“Halah! Ju Hwan oppa itu penipu! Enggak usah percaya. Tinggal ngelupain segitu doang apa susahnya?”

“SUSAH!”

“ENGGAK!”

“SUSAH!!”

Untuk kedua kalinya, You Jin memilih bungkam.

“Pokoknya aku mau sekelas sama Khyeowo, Tuhann!” Jin Ah berharap.

“Kalo sampe kamu sekelas sama Khyeowo, berarti kamu jodoh beneran sama dia!” You Jin ngawur.

“Ameen.”

You Jin bungkam lagi.

“T-tapi.. kalo aku lebih nyaman enggak sekelas deh. Tuhan, aku enggak jadi mau sekelas sama Khyeowo.”

“Napa?”

Tidak lama, wali kelas mereka masuk ke kelas 2-6 dan secara otomatis, anak-anak mantan kelas 1-6 masuk ke kelas 2-6.

Author POV end

Jin Ah POV

Sekarang, aku sudah berada di depan kelasku. Maksudnya, kelas baruku. Aku ternyata masuk kelas 2-2. Kelas yang dulu adalah kelas kebanggaan. Kelas paling top yang anak-anaknya kebanyakan anak-anak eksis dan favorit.

Aku melihat You Jin berlari-lari menuju ke arahku. Aku sudah menduga, pasti dia sekelas denganku. Mimik wajahnya menunjukkan kebahagiaan yang melebihi dari kebahagiaannya seandainya dia dipersunting Justin Bieber.

“JIN AH-YAA! AKU SEKELAS DENGANMUUU! 2-2!” You Jin melompat-lompat.

“Masa?” aku merebut kertas yang berada di tangannya. Kertas yang udah kucel.

Name : Kim You Jin

From Grade : 1-6

To Grade : 2-2

Aku membacanya. Isi kertasnya seperti ini :

“Tuh kaan.. berarti permintaanku terkabulkan.”kata You Jin merebut lagi kertas yang aku pegang.

“Hemm.. iya iya. Tinggal permintaanku nih.”

“Sekelas sama Khyeowo?”

“Mm..”

Aku melihat Choi Minho sedang berjalan menuju ke arah kami. Menuju ke arahku dan You Jin. Dia menunjukkan kertas yang ia pegang. Dan.. dia masuk kelas yang sama dengan kami. Grade 2-2.

Dan aku melihat Nichkhun merangkul Minho dengan kasar. Dia sekilas tersenyum kepadaku dan You Jin lalu memperlihatkan kertasnya. Dia—

“SEKELAS?” You Jin keceplosan.

“Yup. Sekelas sama kamu. Sama Jin Ah. Sama Minho. Dan sama Qian. GRADE 2-2!” kata Nichkhun dengan sangat senang.

Aku masih melongo dibuatnya. Aku? Aku sekelas dengan Nichkhun? Bagaimana ini? Pasti dia akan segera tau bahwa aku menyukainya dari dulu. Pasti Eun Jung eonni akan tau juga. Dan pasti.. itu akan terjadi, kalo aku sekelas sama Nichkhun. Sama-sama di Grade 2-2.

___________________________________________________

-enggak ada yang perlu dipesankan. hanya komen-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s