Grade 2-2 Part 7

Image

Title : Grade 2-2

Rating : PG-15

Genre : Romance, School

MAIN CAST : Nana, Nichkhun, Minho, Victoria, Jiyeon, Yoo Seung Ho, Suzy, Wooyoung..

OTHER CAST : UEE, Sun Ye, T.O.P., Shindong, Jung So Min, Donghae, Sulli, Yesung, Krystal, Lee Hyun Woo, Lee Tae Sung, etc.. *Eunjung juga adaaaa.. Go Ha Ra juga adaaa…

_________________________________________________________________________________

Semua anak yang mengenal Kim You Jin, terutama anak-anak Grade 2-2 sudah menggerombol di depan kamar Kim You Jin di rumah sakit. Semuanya ribut membicarakan kejadian tadi. Tetapi mereka langsung diam ketika Choi Min Ho mendekati Im Jin Ah yang segerombolan dengan mereka.

“Apa kau berencana untuk membunuhnya?” tanya Minho dengan suara seraknya kepada Jin Ah.

Naega? Mwo?” Jin Ah menyipitkan matanya.

Minho menatap Jin Ah sebentar. Dia akan membuka mulutnya untuk berbicara, namun Jin Ah menyambar dengan cepat.

“Sebenarnya siapa yang membuat rusuh masalah ini?” kata Jin Ah.

“Kamu. Kalo aja kamu enggak suruh You Jin ikut lomba futsal, enggak bakal kayak gini—“ kata Minho dengan tenang.

“Jadi salah siapa?” Jin Ah melipat tangannya di dada.

“Jin Ah-yya…,” Ji Yeon dan Sue Ji sudah pasrah akan situasi ini.

Salah siapa yang enggak kasih tau aku kalo You Jin punya sakit parah gini?” kata Jin Ah, ”…kamu enggak kasih tau aku sebelumnya..”

Ini permintaan You Jin. Dia kepengin kalian semua enggak khawatir tentang dia, penyakitnya, semuanya. Makanya aku turutin.”

Neo—You Jin choaanna?” Jin Ah penasaran.

Minho melirik ke arah Ji Yeon yang cemas akan jawaban yang sebentar lagi dia lontarkan, “YA! Aku suka Kim You Jin.”

Mwo?” Jin Ah agak benci mendengar jawaban Minho.

Choi Min Ho pergi dari situ, meninggalkan wajah – wajah yang terkejut karena jawabannya tadi. Dan juga, meninggalkan Im Jin Ah yang berekspresi tidak jelas. Menahan air mata yang akan menderas dan takut. Itu yang dapat Nichkhun ambil dari wajah Jin Ah.

“Cih selama ini aktingmu bagus juga, Jin Ah-yya. Pu-ra pu-ra pa-ca-ran sama Choi Minho sementara Minho suka sama You Jin,” ceplos Jung So Min.

Sembunyi-sembunyi Nichkhun memperhatikan wajah Jin Ah yang merah karena menahan tangis. Lalu dia tersenyum kecil.

“Aku pulang!” Jin Ah berteriak dengan nada yang sumbang *biasanya merdu*, sambil melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal.

“Yya! Kenapa mukamu denggak enak dipandang banget?” celetuk Ju Hwan yang sedang menggosok-gosokkan handuk di rambutnya.

“Memang dari sananya,” Jin Ah menuju kamarnya dan hendak menutup pintu kamarnya. Namun Im Ju Hwan memegangi si pintu, sehingga Jin Ah tidak bisa menutupnya.

“Kenapa jadi judes banget gitu?” tanya Ju Hwan.

Oppa, kamu masih pake boxer gitu, apa enggak malu?” kata Jin Ah.

“Ju Hwan melihat ke bawah dan meringis,”Apa harus ya, aku malu sama tungsaengku yang imut ini?” Ju Hwan mencubit dengan gemas pipi Jin Ah.

Ppali-yya, pake celaanaaa!”

“Oke!” Ju Hwan berlari menuju kamarnya.

Sementara itu, Jin Ah mengganti pakaiannya dan tiduran di atas ranjangnya sambil melihat ke arah jendela yang penuh dengan hal-hal tentang Nichkhun.

Author POV end

Minho POV

Aku berada di rumah sakit, tepatnya di kamar rawat You Jin. You Jin masih berlum tidur, jadi aku ingin membuatnya tidur dulu baru pergi.

“Choi Min Ho,” Kim You Jin tiba-tiba memanggilku.

“Em?”

“Aku lebih bisa tidur  kalo kamu pulang dan sitirahat.”

“You Jin-ah, ini salahku, jadi—“

“Salahmu? Wae ini salahmu?”

Aku terdiam karena ayah You Jin memasuki kamar. Ia tersenyum kepadaku dan kepada You Jin.

“Biar aku yang mengurusnya, Nak. Aku bisa. Aku ayahnya. Kau boleh pulang dan istirahat,” kata ayah You Jin.

“Oke. Keduanya memaksa jadi aku pulang,” aku mengambil helm dan memakai tas-ku.

“Hati-hati,” kata You Jin.

“Em..”

“Trimakasih, Nak. Hati-hati di jalan.”

“Sama-sama, ajussi.”

Minho POV end

Jin Ah POV

Aku sedang tiduran di ranjangku dan menatap langit-langit kamarku. Aku lebih suka melihat langit-langit kamar daripada melihat wajahku sendiri.

“Apa yang bakal aku lakuin kalo misal besok enggak ada yang gantiin You Jin?” gumamku.

“APA YAH?” Ju Hwan oppa teriak-teriak dari ruang keluarga.

Aku diam saja. Lalu pikiranku melayang ke Nichkhun. Manusia imut yang satu itu, kata Ji Yeon udah bikin aku buta. Cinta buta. Tapi aku masih bisa melihat wajahnya yang unyu-unyu dari kamarku *karena aku enggak buta*. Yah, aku liat ke tirai-tirai kecil di jendela yang agak ditutupi oleh korden abu-abu transparan.

Jin Ah POV end

 Author POV

Choi Min Ho dengan motornya, berhenti di depan rumah Im Jin AH. Ia melihat ke arah jendela kamar Jin Ah yang tertutup korden dan tirai kecil yang penuh dengan hal-hal tentang Nichkhun. Gambarnya-lah, fotonya-lah, kertas ulangannya-lah, sebagainya.

Tiba-tiba Jin Ah membuka korden dan tirai jendela, dan otomatis Jin Ah dan Min Ho,… mata mereka bertemu.

“Choi Min…”

Belum selesai Jin Ah menyebut namanya, Min Ho pergi dari situ dengan tergesa.

“Eng—dia marah sama aku? Atau malu?’ desis Jin Ah.

“KENAPA CHOI MIN MARAH YA?” lagi-lagi Im Ju Hwan berteriak dari ruang keluarga.

Author POV end

Jin Ah POV

“JIN AH-YYAA!!!” Jung So Min dan Qian langsung menyerbuku begitu aku sampai di kelas dan duduk di bangkuku.

Wae? Wae?” aku gerah seketika setelah melihat duor ibut ini.

BRUKK! Bunyi tas yang ditaruh di meja dengan sangat keras. Dan suara itu bersumber dari… Choi Min.,.. Ho. Dia dengan tangannya yang panjang mencopot helm yang ia kenakan. Dan setelah itu ia mengibaskan poninya.

Enggak lama, Nichkhun masuk kelas dengan helm di tangannya. Dan dia duduk di… kasih tau enggak ya?

“KHUN! Kok kamu jadi duduk disitu sih? Biasanya di pojok!” Qian menunjuk-nunjuk tempat duduk di pojok belakang kelas yang sering ditempati Nichkhun.

Aku menengok ke kursi sebelahku, dan betapa dug-dugnya hatiku setelah dia dengan unyunya mengatakan :

MWOL?” dia mengangkat alisnya, lalu pergi keluar dengan Minho.

Setelah Khyeowo keluar kelas bersama Choi Min Ho, sekarang giliran Bae Sue Ji dan Park Ji Yeon yang menyerbuku.

Gyeowo!~ Neomu gyeowo! Ganteng…..,,” desisku sambil memandangi Nichkhun yang duduk di luar kelas.

Kayaknya Khyeowo suka sama kamu,” Bae Sue Ji melihat ke pintu betepatan dengan Jang Woo Young yang masuk kelas.

Kalo Nichkhun suka sama aku, berarti Wooyoung suka sama kamu,” kataku sambil melihat ke arah Wooyoung yang hendak keluar, namun duo ribut mencegatnya. Mukanya sangat memelas ketika So Min berkata yang tidak-tidak.

“Wooyoung ganteng, gimana tanding basketnya?” kata Qian.

Aku, Ji Yeon, dan Sue Ji memperhatikan percakapan mereka.

“Gimana mau menang? Minho enggak konsentrasi, mikirin Kim You Jin. Entar kita rencananya mau nonton kalian tanding. Final ‘kan?” ujar Wooyoung.

“HAH??! Berarti ditonton sama Khyeowo?!” aku menjerit.

“HUSH!” Ji Yeon menyengir ketika melihatku dan menutup mulutku.

Khyeowo? Sapa tuh?” Wooyoung pensaran.

“Bu…bukan siapa-siapa,” Sue Ji meringis, dia menyelamatkanku.

Jin Ah POV end

Nichkhun POV

Aku tertawa melihat Qian dan So Min menggoda Wooyoung. Enggak Cuma aku. Min Ho dan Yoo Seung Ho ada disampingku. Raut wajah Minho kulihat enggak nunjukkin mimik ceria kayak dulu.

Sekarang, sebagian anak-anak Grade 2-2 memang lagi nonton pertandingan futsal. Yang lagi tanding itu… kelas 3-6 sama kelas 3-3. Lagi serius-seriusnya nonton, Eun Jung duduk disebelahku dengan ribut bersama teman-temannya.

“Eun Jung!” aku menoleh ke arah Eun Jung yang terlihat berbeda dari biasanya.

“Khun!! Gimana mataku??” Eunjung mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“Ahh.. softlense ijo sama celak item. Apa poinmu enggak dikurangin?” ujarku sambil terus memperhatikan bola.

“Palingan juga sedikit.,” Eunjung menggoyang-goyangkan kakinya seperti anak kecil,”eihh.. Tae Sung-aa!”

Aku menoleh ke arah Eun Jung berteriak. Tae Sung dan teman-temannya yang lain segera duduk di deretan bangku yang ada dibawah deretan bangkuku.

“Ini final futsal kan?” tanya Tae Sung.

“Yang bakal menang siapa ya?” Eun Jung melipat tangannya sambil mengunyah permen karet.

“Mau permen karetnya, Eun Jung noona yang cantiikk!” pinta Tae Sung. Eunjung pun memberikannya satu buah.

Ada yang aneh di Tae Sung dan Eunjung. Mereka berdua akrab banget.

Nichkhun POV end

Author POV

Nichkhun sedang konsentrasi menonton pertandingan. Tapi konsentrasi itu buyar karena lengkingan yang ia hafal sumbernya darimana. Song Qian. Segera Nichkhun menoleh ke atas, tepatnya di deretan bangku kedua dari Nichkhun. Berjejerlah Qian, So Min, Jin Ah, Sue Ji dan Ji Yeon. Nichkhun memutar balik kepalanya dan mendengarkan percakapan Qian dan lainnya yang membuatnya penasaran.

“Uoo.. jadi Khyeowo dikemanain?” So Min berkata dengan nada yang dibuat-buat.

“Engg.. dikemanain ya?” Qian membesarkan suaranya.

“Kok kamu jadi ikut-ikutan manggil Nichkhun, Khyeowo?” protes Sue Ji polos. Mulutnya langsung disambut dengan tangan Jin Ah. Refleks.

Nichkhun otomatis menengok ke arah seumber suara. Matanya yang sipit terlihat berusaha untuk membelalak. Tapi apa daya, sipit ya sipit aja.

“Manggil aku?” tanya Nichkhun.

“Eng..enggak. salah denger kali!” Ji Yeon tersenyum lebar.

Nichkhun manggut-manggut dan memutar balik kepalanya lagi. Lalu dia mendengarkan percakapan mereka lagi karena yakin setiap malam dia mengkorek kupingnya dengan rajin dan teliti.

Khyeowo itu dibuang sama pacarnyahh…  titik-titik unnie! Aku tau dari Ha Ra unnie,” kata So Min.

Im Jin Ah sudah tidak peduli lagi dengan pembicaraan Qian dan yang lainnya. Ia terlihat serius memperhatikan Eun Jung dan Nichkhun yang rangkul-rangkulan dengan mesra.

“Harus rangkul-rangkulan ya?” Jin Ah menyindir mereka sambil menggigit-gigiti kuku jempol tangannya.

Merasa disindir dan diperhatikan, Nichkhun dan Eunjung melepas rangkulan mereka. Enggak lama Eunjung menoleh ke belakang sebentar, dan tertawa bersama Tae Sung. Karena tawa Nichkhun membuat Jin Ah kagum dan ‘meleleh’, Jin Ah keceplosan.

Neomu gyeowo… aaakkk! Apalagi kalo ketawaa..,” celetuk Jin AH.

Eun Jung mendengar perkataan Jin Ah dengan jelas dan menengok ke belakang karena tau siapa yang Jin Ah maksud.

“Kamu. Yang disebelah Jung So Min!” Eun Jung menunjuk-nunjuk Jin Ah.

“Ne?” Jin Ah tersenyum ramah kepada Eun Jung.

“Kamu tau enggak sih, Nichkhun pacarnya?” kata teman Eun Jung sambil melirik sebentar ke Eun Jung.

“Em,, tau banget,” Jin Ah menjawabnya dengan sok polos.

Eun Jung dan teman-temannya bertatapan.

“Kamu—anak mana sih? Aku tau dari dulu, kamu suka banget ngomongin Nichkhun dan manggil Nichkhun dengan sebutan Khyeowo,” kata teman Eunjung lagi.

“Yang aku maksud tuh bukan Nichkhun—“

“Terus siapa?” Eun Jung penasaran.

Im Jin Ah memutar kepalanya, dan berpikir. Mana mungkin sih seorang Jin Ah menyingkir gitu aja?

“Aa!” Jin Ah memandangi lapangan futsal, tepatnya gawang milik kelas 3-3, “…yang kumaksud Khyeowo itu, kiper sebelah sana!” Jin Ah menunjuk kiper Grade 3-3.

MWO!?” Qian dan Jung So Min kaget.

MWO??!!!” jerit murid perempuan Grade 3-3 yang sekarang berada di kamar mandi sekolah, “Adik kelas yang mana?”

“Em… aku belum tau pasti. Aku denger dari Ham Eun Jung barusan. Demi ngasih tau kamu, aku lari dari lapangan futsal kesini!!” kata temannya sambil ngos-ngosan.

Kenapa sih Donghae banyak yang naksir?

Go Ha Ra, dia ‘kan emang ganteng dan masih anak baru disini.

“Emm, iya juga. Popularitas sama keeksisannya Donghae disini udah harus dikasih penghargaan Grammy. Nichkhun aja sampe kalah. Donghae itu…. eksis murni. Nah, kalo Nichkhun ‘kan eksis gara-gara pacaran sama Eun Jung dan gabung sama geng hitam-nya Lee Tae Sung,” lanjut Ha Ra.

“Eng… sejak kapan namanya jadi geng hitam?”

“Itu aku enggak tau. So Min tungsaeng yang ngasih tau aku.”

“GRADE 2-1! GRADE 2-1! GRADE 2-1!” sorak sorai para penonton di sekitar lapangan futsal.

Jin Ah, Sue Ji, Sun Ye, So Min dan Qian sudah berada di tengah-tengah lapangan futsal. Di hadapan tim Grade 2-1, mereka tampak gemeteran.

“Kenapa kalian gemeteran gitu?” kata si kapten tim Grade 2-1,”mana kapten tim kalian?”

“Enak aja gemeteran! Kita enggak bakal kalah lawan kalian yang badannya gini doang!” ujar Jin Ah, songongnya keluar.

 

……..

Esoknya…

“OKE! Anak-anak, saya berdiri disini buat ngumumin lomba Class Meeting yang udah berakhir. Langsung aja ya, dari lomba futsal putri kelas 1,” kata Nyonya Choi.

Diantara semua anak yang berbaris di aula besar SMU Daebak, Im Jin Ah-lah yang palinh tidak meyakinkan. Ia tidak bisa berdiri dengan tenang.

“Futsal putri kelas 2 dimenangkan oleh Grade 2-1, dan juara 2-nya adalah Grade 2-2. Kapten tim silahkan maju ke depan!” kata Nyonya Choi lagi.

Im Jin Ah menggeret Sun Ye untuk maju ke depan. Sun Ye yang agak malu-malu pun maju ke depan.

“Loh, bukannya Jin Ah ya yang kapten tim? Kok jadi kamu?” kata Kapten tim Grade 2-1.

“Eeng.. Jin Ah agak pusing. Jadi aku yang maju.,” Sun Ye mengerling ke arajh Jin Ah yang ngumpet dibalik rambut Jiyeon. Ji Yeon tampak risih dengan Jin Ah yag pegang-pegang rambutnya.

“Aneh ya Grade 2-2 angkatan sekarang.”

“Aneh kenapa?”

“Dulu, Grade 2-2 itu selalu jadi nomer satu. Selalu jadi highest score di semua bidang. Eh sekarang..,” kapten tim Grade 2-1 nyengir.

Di rumah sakit tempat You Jin dirawat… You Jin sedang bersiap-siap untuk pergi dari rumah sakit ini. Semua barang-barangnya, ia masukkan ke koper oranye ukuran mediumnya. Enggak lama , ayahnya, Tuan Kim masuk ke kamar rawatnya.

“You Jin-a, sudah siap?” kata Tuan Kim.

You Jin hanya mengangguk kecil, lalu menutup kopernya dengan sangat halus. Suasanya haru menyelimuti ruangan ini. Hati You Jin terkabut dengan kegelisahan tentang teman-temannya. Gimana kalo aku ke Amerika, sementara Jin Ah dan yang lainnya… pikirnya.

“Ayo. Taksinya udah nunggu,” kata Tuan Kim, memecah kegelisahan di hati You Jin.

“Ne, aboji,” You Jin menuruti perintah ayahnya.

Hujan malam ini mengiringi kepergian Kim You Jin dan kanker ditubuhnya ke Amerika. Tapi ada seseorang yang mengiringinya dari jauh. Orang itu…. Choi Min Ho.

Author POV end

Sue Ji POV

Aku sedang asyik-asyiknya dengan akun Me2day-ku. Dan aku melihat kiriman dari…. You Jin-Kim = pergi ke Amerika… ❤

“TUNGGU!” aku berdesis sendiri jadinya,”W-wae You Jin-a pergi ke Amerika? Jangan-jangan….”

Segera aku mengambil phone-ku dan mengirim sms ke Jin Ah dan Ji Yeon, tergesa-gesa aku mengirimnya, hingga nyasar beberapa kali. Alhasil, pulsa kempes.

Lagi galau, risau, kacau, balau, phone-ku bunyi. Sms dari Ji Yeon :

“Emm.. dia enggak bisa diobatin disini, jadi diobatin di Amerika.”

“Choi Min Ho gimana ya?” ketikku.

Beberapa menit kemudian, ada SMS masuk. Tapi, bukan dari Ji Yeon atau Jin Ah. Dari nomer asing! :

“Hey Miss Ribut!”

“Aneh.. perasaan aku enggak ribut..,” lagi-lagi aku bergumam sendiri.

“BAE SUE JI! TIDUR!” ibuku lewat sambil ngomong banyak banget dan yang aku denger Cuma in.

“Ne, omma!”

Aku menutup pintu kamarku dan berbaring di tempat tidurku sambil mnegetik jawaban sms tadi :

“Kamu siapa?” ketikku.

“Oh, maaf. Aku kira kamu Jung So Min. Kontakmu ada dibawah SO Min jadi.. keblabasan. Mianhae!” balasnya.

Sms ini… aku jadi berfikir nih. Kalo dia kenal So Min dan aku, berarti dia anak yang sekelas denganku.

“Kamu kenal aku?” ketikku.

“Ne. Aku Jang Wooyoung. Maaf mengganggumu. Aku sebenernya mau sms So Min.”

“Gwencana.”

Sudah. Enggak ada jawaban lagi dari Wooyoung. Masih terngiang kata-kata Jin Ah waktu itu :

“Kalo Nichkhun suka sama aku, berarti Wooyoung suka sama kamu,” katanya.

Fuh, aku jadi penasaran. Wooyoung punya nomer phone-ku, apa berarti..? Em, aku penasaran banget. Satu-satunya kunci jawaban ada di Nichkhun. Kalo Nichkhun suka sama Jin Ah, Wooyoung suka sama aku. *kok aku bisa percaya sama omongannya Jin Ah, ya?*

Sue Ji POV end

Wooyoung POV

Aku tiduran di lantai beralaskan karpet bulu enggak jelas di kamar. Tanganku sibuk memutar-mutar phone. Tiba-tiba phone-ku geter. Message dari Jin Ah :

“Wooyoung! Mikirin Sue Ji, yaa?”

Hh… anak ini udah dari berabad-abad yang lalu menggangguku dengan nama Sue Ji di inbox phone-ku. Tapi sama sekali aku enggak keberatan.

“Enggak,” balasku.

“Munafik. Aku tau kamu suka sama Sue Ji. Dia tuh cewek paling sempurna di dunia. Cantik, pinterr..”

“Enggak ada yang sempurna. Pastinya dia juga punya kelemahan.”

“Ada. Judes banget, kadang-kadang. Dia juga sering keceplosan ngomong pake dialek.”

Aku enggak bales lagi. Mataku udah berat banget buat melek mantengin phone. Akhirnya aku tidur juga.

Wooyoung POV end

Author POV

“WOOYOOUUUNNGG!!!” Qian dan So Min berbarengan menyambut Wooyoung di depan pintu.

“Brisik!” Wooyoung dengan ketus berkata kepada Qian dan So Min. Lalu ia berjalan mengikuti rombongan anak-anak cowok Grade 2-2 yang lainnya menuju lapangan basket.

“Uoohh.. lagi pra menstruasi…,” kata So Min sambil memperhatikan anak-anak cowok yang berjalan dengan santai manuju lapangan basket.

“Yuk, ke lapangaan!!” Qian berteriak di dalam kelas.

Sontak, semua anak perempuan ke luar kelas dan pergi menuju lapangan basket.

“Pagi ini……. pak guru…. akan mengajarkan kalian….. cara dribble, passing, shooting yang benar. Kelas kalian ini…. benar-benar lowest score di Daebak. Bahkan… kalian…. lebih……. JELEK dibanding kelas 1 angkatan sekarang!” kata guru olahraga.

“Nyesek banget kan?” bisik Qian kepada So Min.

“Oke, saya akan membagikan kelompok. Satu kelompok dua orang, dan dua orang itu……… berdiri berhadap-hadapan,” lanjut guru.

Im Jin Ah kedip-kedip enggak tau kenapa. Mungkin, dia berharap satu kelompok dengan….. yahh, siapa lagi kalo bukan Khyeowo? Tapi…

“Choi Min……. Ho! Dengan Im Jin Ah,” kata guru.

“HAH?” Jin Ah dengan posisi memalukan sedikit berteriak.

Dengan lesu, Jin Ah dan Min Ho berhadap-hadapan. Jaraknya… sedikit lebar.

“Park Ji Yeon dengan Nich..khun. Wooyoung dengan So Min, Bae Sue Ji dengan….. siapa ini? Shin Dong Hee!” kata guru sedikit gagap, ”lalu… Min Sun Ye dengan Choi Seung Hoon, dan Qian Song bersama Yoo Seung Ho!”

Mereka semuanya langsung berbaris dan berhadap-hadapan sesuai dengan kelompok. Mereka mulai mem-passing bola dengan tekhnik bounce pass.

Peluit berbunyi nyaring dan mereka semua mulai passing. Min Ho dan Jin Ah adalah pasangan yang paling enggak bersemangat kali ini. Jin Ah sedang memperhatikan Ji Yeon dan Nichkhun yang sangat bersemangat passing sambil tertawa enggak tau ngetawain apa.

Sementara itu, pasangan So Min dan Wooyoung sangat ribut.

“Wooyoung.. aku udah capek nih. Udahan, yuk!” kata So Min.

“Cuma segitu capek? Kalo dimarahin anu gimana?” Wooyoung melirik ke arah guru.

“Oke dah oke.. pelan-pelan ya, Wooyoung ganteng.”

“Cerewet!” Wooyoung dengan sangat keras memantulkan bola ke arah yang salah. Bola menggelinding ke arah Bae Sue Ji dan berhenti di dekat kaki Bae Sue Ji.

Bae Sue Ji sendiri ragu-ragu. Galau. Ambil? Enggak? Ambil? Enggak? Tapi karena dia sedang memegang bola, jadi bola Wooyoung ia tendang ke Shindong.

Seolah-olah mengerti kegalauan Sue Ji, Shindong mengambil bola Wooyoung dan melemparnya kepada So Min.

Lain dengan pasangan Choi Seung Hoon dan Sun Ye. Mereka berdua passing dengan sangat hati-hati dan pelan-pelan. Apalagi Sun Ye yang senyam-senyum memperhatikan wajah Seung Hoon.

Kembali lagi dengan pasangan Jin Ah dan Min Ho yang sama sekali tidak bertatap muka. Min Ho konsentrasi ke bola, sementara Jin Ah konsentrasi ke Ji Yeon dan Nichkhun.

Ketika bola Nichkhun mengenai dagu Ji Yeon, Nichkhun pun menghampiri Ji Yeon dan MENGELUS dagu Ji Yeon. Dan Jin Ah… apalagi kalo bukan cemburu?

“JI YEEOOONN!!!” jerit Jin Ah sambil passing keras sekuat tenaga ke arah Min Ho yang tidak berdosa sama sekali.

Alhasil, bola pun membentur hidung mancung Choi Min Ho dan hidungnya mengeluarkan darah. Lucunya, Min Ho terjatuh dengan posisi duduk.

Semua anak, bahkan pak guru melihat kejadian itu. Jin Ah sambil masih shock dan melongo membantu Min Ho untuk berdiri dengan cara memegangi lengan laki-laki tak berdosa itu. Namun Min Ho menepis tangannya dan berdiri sendiri.

Ketika akan berjalan meninggalkan lapangan *malu sih*, kakinya terasa seperti ditahan oleh seseorang. Yap, benar! Jin Ah memegangi kaki Min Ho sambil….

“Mianhae, Min Ho-yya. Mianhaee….,” Jin Ah memohon-mohon kepada Min Ho dengan gak tau malu.

“Jin Ah-yya, lepasin,” kata Min Ho setengah berbisik. Ditariknya kakinya agar lepas dari pegangan Jin Ah. Tapi, harusnya ‘kan tangan Jin Ah yang dilepasin dari kakinya..

“Choi Min Ho… mianhaee..,” Jin Ah masih saja memegangi kaki Min Ho.

Min Ho hanya mengehela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keras-keras. Lalu dia menatap Jin Ah dengan tatapan sinis.

____________________________________________________________________________________

nggamoodnggamoodnggamood.. kopipaste doang, hhh author sebel enggak ada yang komeenn.. padahal komen like oxygen loh

Advertisements

2 comments

  1. Regina Paramitha · August 1, 2015

    Ff nya keren thor, ga bosen bacanya dari awal.. Lain kali bikin lagi yaaa ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s