[Part 3] Dream Chaser

Image

Part 3 : 꿈의 체이서

D r e a m     C h a s e r s

Title : Dream Chasers / Run

Rating : PG-1 5

Genre : School, Romance, Friendship, Family

Recomended Songs :

Gangsta Boy f(x) ; Run Epik High ; In Your Eyes Onew SHINee ; Its You Taemin SHINee ; Closer Taeyeon SNSD

Amber menoleh ke arah Seol Ri, “Hah?”

“Eo, i-itu topiku. Di bandara di ambil berandalan—dan aku kesel banget. Eh, ternyata topi itu diselamatkan oleh kamu,” Seol Ri meringis kemudian meminta topinya kembali.

Wajah Amber tidak baik. Ia marah karena dipanggil berandalan. Ia bangkit berdiri, “Kau bilang berandalan?”

“Eo! Masa hanya gara-gara aku menyenggol pacarnya, topiku jadi sasaran. Gunanya aku pakai topi di bandara ‘kan supaya rambutku tidak rusak. Aku ingin rambutku—“

Amber mendorong Seol Ri keluar dari kamar. Ia kemudian melemparkan si topi kepada Seol Ri setelah Seol Ri berhasil dikeluarkan dari kamarnya.

“Amber-a..,” Seol Ri bingung setelah mendapatkan topinya kembali.

“JANGAN PERNAH KEMBALI!” Amber membanting pintu kamarnya.

Seol Ri memejamkan matanya ketika Amber membanting pintu. Kemudian dia duduk di tempatnya sekarang. ia bingung harus kemana. Amber si pemilik kamar pun mengusirnya. Bagaimana bisa dia kembali lagi? Song Qian? Qian pasti juga ketakutan dengan Amber.

Dia menengok layar phone yang dari tadi ia pegang. Ia menerima banyak telepon dari ibunya. Sengaja ia tidak menjawabnya karena ia tidak suka bersama ibunya. Jalannya, ia bersekolah di sekolah asrama seperti SSB Koyuhgi ini.

Sebelumnya, ia memilih untuk di SMA Kirin. Tetapi mengingat disana ada audisi yang sangat ketat dan dia sama sekali tidak bisa apa-apa dalam bidang seni, ia memilih sini. Kebetulan dia juga sangat suka berolahraga.

Tapi di SSB Koyuhgi ini, dia juga mengambil jurusan seni. Entah kenapa dia lebih memilih seni ketimbang ilmu pengetahuan.

Untuk diketahui, SSB Koyuhgi itu mengajarkan semua jurusan. Hanya saja, jadwalnya lebih banyak untuk jurusan-jurusan yang dipilih di murid. Jadi, murid-murid SSB Koyuhgi mempelajari semua bidang.

Entah kenapa, Seol Ri ingin pindah kamar. Ia malah jadi takut sekamar dengan Amber. Lebih baik, Amber yang pindah karena menurutnya, Qian juga pasti tersiksa disitu. tetapi, Amber ‘kan pemilik ruangan.

Seol Ri akhirnya bangkit berdiri dan berjalan menuju meja pengurus asrama yang ada di lantai dasar.

……..

“Mwo? Berarti aku harus tidur sekamar dengan Amber?” Seol Ri mendebrak meja ketika si pengurus asrama yang bernama Song Yi Song mengatakan bahwa Seol Ri tidak bisa pindah kamar.

“Terpaksa begitu, Seol Ri haksaeng..”

“Yah…” Seol Ri memutar kedua bola matanya. Kemudian dia melangkah keluar asrama.

“Mau kemana, haksaeng?” Pengurus Song bertanya kepada Seol Ri yang sudah di ambang pintu.

“Mau jalan-jalan!”

……

Seol Ri tidak sadar sudah berjalan sampai lapangan basket. Ia terus menarik koper dan menggendong tas ranselnya sedari tadi. memang berat, tapi hitung-hitung ini pemanasan sebelum pelajaran olahraga besok.

“Apa-apaan itu! Masa aku tidak bisa pindah ruangan!?” Seol Ri menendang angin yang sedang kebetulan lewat di sekitar kakinya.

Dan dengan seenaknya sendiri, Seol Ri menidurkan badannya di lapangan basket. Ia merentangkan badannya dan kemudian menghembuskan nafas panjang-panjang.

“Tiduran di kamar. Kenapa disini?”

Seol Ri langsung bangkit duduk setelah mendengar suara itu. Bulu kuduknya berdiri seketika dan ia merasakan hawa-hawa aneh.

Seseorang duduk di sampingnya. Seorang anak laki-laki yang mengenakan kaos gombrong berwarna putih tersebut tersenyum manis ketika Seol RI menatapnya aneh.

“Apa kita pernah bertemu?” Seol Ri menyipit.

“Jadi kau anak baru yang sekarang membuat Koyuhgi ribut bukan kepalang?” Jonghyun tertawa kecil sambil memperhatikan wajah Seol Ri lebih detail lagi.

Seol Ri menunduk malu karena Jonghyun memperhatikannya terus. Wajahnya memerah, namun jantungnya tidak berdebar-debar.

“Kau mengambil jurusan apa?” tanya Jonghyun lagi.

“Olahraga dan seni..” kata Seol Ri sambil masih menunduk.

“Kenapa kau tidak di kamarmu sekarang?”

Seol Ri jadi bersemangat untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepadanya barusan kepada Jonghyun. Ia menatap Jonghyun dalam-dalam, “Kau tahu, aku habis ditendang keluar oleh Amber Liu!”

Jonghyun tertawa, “Amber? Oh… dia punya kelainan.”

“Ke-kelainan apa? Apa dia seorang lesbian?” Seol Ri mulai ketakutan.

“Tidak bisa langsung dibilang lesbian..  Dia memang boyish-nya keterlaluan. Ia terlalu cool dan tampan disebut perempuan.”

Seol Ri manggut-manggut, “Terus?”

“Jangan takut. Justru dia takut dengan anak perempuan yang—“ Jonghyun memperhatikan penampilan Seol Ri, “… yang girly sepertimu.”

“Wae??” Seol Ri tidak menyangka dirinya dibilang girly.

“Mungkin dia takut menyukai anak perempuan..”

“MWO?! Aku harus menyelamatkan Song Qian!” Seol Ri bangkit berdiri.

“Tunggu!” Jonghyun juga ikut bangkit berdiri. Dia ingin memastikan dulu, “Namamu?”

Seol Ri tersenyum lebar kepada Jonghyun, “Choi—Seol—Ri. Namamu?”

Jonghyun tertegun. Choi Seol Ri adalah nama seorang gadis yang baru saja ia ajak ngobrol, “Kim Jong Hyun.”

……

BRUK! Pintu kamar dibuka dengan sangat kasar oleh Seol Ri. Membuat Amber dan Qian yang sedang tiduran di kasur masing-masing terkejut dan terduduk di kasur. Mereka juga sama-sama membulatkan mata mereka.

Seol Ri tersenyum manis ke arah Qian, kemudian dia menatap sinis si Amber. Ia bergegas meletakkan koper dan ranselnya di dekat ranjang Qian.

“Dimana kamar mandinya?” tanya Seol Ri kepada Qian.

Qian masih menatap Seol Ri aneh dan menunjuk ke arah kamar mandi, “Disana..”

“Terima kasih!” Seol Ri mengeluarkan handuk kecil dan peralatan mandinya dari koper. Segeralah ia mandi.

Mata Amber dan Qian masih mengikuti Seol Ri yang berjalan santai ke arah kamar mandi. Setelah Seol Ri masuk kamar mandi, Qian bergegas tidur lagi. Namun Amber malah bangkit dari tempat tidurnya. Jantungnya berdebar –debar lagi.

“Ada orang?” seseorang mengetuk-ngetuk pintu kamar. Amber langsung bergegas membuka pintu kamar karena rasanya ia hafal suara itu.

Setelah membuka pintu, jantung Amber lebih tidak teratur lagi. Kim Jong Hyun berdiri di hadapannya sekarang dan dia tersenyum kepadanya. Lalu Jonghyun melongok isi kamar Amber.

“Wae?” tanya Amber. Ia berpura-pura ketus kepada Jonghyun.

“Choi Seol Ri sudah masuk kamar belum?” tanya Jonghyun kepada Amber.

Mendengar suara Jonghyun, Qian langsung bangkit dari tempat tidur. Ia kemudian berlari kecil menuju ke ambang pintu.

“Ehm..,” Amber berdeham, “Dia pindah kamar dengan—“

“Choi Seol Ri baru saja masuk!” kata Qian. Keberadaannya tidak diketahui Amber sebelumnya karena Qian berdiri di belakang Amber.

Amber menoleh ke belakang, kemudian sedikit kaget ketika melihat Qian sudah ada di belakangnya, “Kau?”

Jonghyun tersenyum manis kepada Qian, “Qian-a, annyeong!”

“Jonghyun-a, annyeong!”

Mereka berdua tertawa kecil. Sementara Amber yang ada di tengah-tengah mereka hanya melongo tidak mengerti. Ada apa dengan mereka berdua? Apakah mereka sudah terkena sindrom akut yang menyebabkan mereka tertawa tanpa ada sebab yang masuk akal? pikirnya.

Esoknya…..

Ki Bum keluar dari asrama bersamaan dengan Choi Min Ho. Mereka berpakaian dengan rapi pagi ini. Mereka berjalan beriringan menuju kelas musik.

“Aish.. pasti ulangan hari ini, Ki Bum lagi yang mendapatkan nilai tertinggi,” kata Min Ho sambil membetulkan letak tas selempang-nya.

Ki Bum tersenyum tipis, “Kau juga bisa, Min Ho-yya.”

“Mudah-mudahan..” Min Ho tertawa kecil, “Aku dengar-dengar, kemarin Choi Seol Ri sekamar dengan Amber dan Song Qian, loh!”

“Ohh.. untung tidak dengan Soo Jung. Nanti malah dia jadi fans berat Lee Taemin gara-gara Jung Soo Jung.”

Setelah mengatakan itu, dengan tiba-tiba gerombolan Lee Taemin muncul di hadapan Ki Bum serta Min Ho. Gerombolan itu ada Taemin, Jonghyun, Jin Ki, Amber, Soo Jung, Sun Young, dan Qian.

Min Ho memang sedikit ngeri melihat gerombolan ini. Tetapi sengaja ia sembunyikan karena kata Ki Bum sifat penakutnya itu tidak cocok dengan badan Minho yang tinggi semampang seperti seorang model. Sementara Ki Bum? Dia sudah biasa didatangi oleh geng Taemin.

“Kim Ki Bum. Pagi-pagi kau sudah membuatku agak kesal. Bagaimana siang nanti jika pagi ini kau membuatku sedikit kesal?” Taemin melipat tangannya.

Ki Bum tidak menjawab. Ia terus menatap mata Taemin. Membuat Taemin takut untuk menatap balik Ki Bum.

“Ki Bum-a, kenapa kau diam saja? Kau ini tidak punya mulut ya?” Soo Jung yang berdiri di samping Taemin ikut-ikutan menyalahkan Ki Bum.

“Sikkurreowoyyo.. aish.. kalian membuatku bad mood!” kata Ki Bum.

“Mwo?” Kali ini Amber yang maju untuk membuat Ki Bum menyerah, “Kau-lah yang membuat kami bad mood selama sekolah disini!”

Ki Bum yang berani menatap mata Taemin, kini malah tidak berani menatap Amber. Jantungnya berdegup melihat mata tajam Amber sekilas. Kemudian dia pergi. Namun dicegat oleh Taemin.

“Yya, mau kemana?” Taemin memegangi lengan Ki Bum dengan sangat erat. Dia seperti akan meremas Ki Bum.

Ki Bum menghempaskan tangan Taemin dari lengannya, “Pikkyeo!”

……

Seol Ri setengah berlari begitu sampai di koridor kelas. Dan di depan pintu kelas-nya pun, ia merapikan rambut dan sambil menggerutu, “Amber dan Qian sama sekali tidak bisa sabar. Aku telat bangun sedikit sudah ditinggal!”

Begitu semuanya sudah oke *menurut Seol Ri*, Seol Ri dengan mantap menggeser pintu kelas, dan masuk. Matanya langsung tertumbuk kepada dua orang anak laki-laki yang berdiri di depan seorang guru perempuan. Ia langsung mengenali keduanya.

“Ki Bum-ssi?” Seol Ri menatap salah satu anak yang berdiri di depan kelas, “Kau disini?”

Ki Bum menoleh ke arah Seol Ri. Kemudian dia kembali menatap sang guru, “Apa dia masuk kelas ini?”

“DIAM, KIM KI BUM!“ bentak sang guru, “Kau tidak ada hak untuk bicara sekarang! Apalagi menggunakan bahasa non formal kepadaku, kepada gurumu sendiri!”

Seol Ri menutup mulutnya. Ia kasihan kepada Ki Bum. Karenanya, Ki Bum kena marah. Ia menatap sang guru. Dan beberapa detik kemudian, sang guru itu pun menatapnya. Ia terkejut.

“Choi Seol Ri! Kau terlambat! Sekarang kau keluar dengan dua anak ini!” kata sang guru sambil menunjuk Ki Bum dan Taemin, “Keluar sekarang juga, kalian!”

….

Seol Ri, Ki Bum, dan Taemin sekarang berlari mengitari gedung olahraga SSB Koyuhgi. Mereka mendapatkan hukuman lari sekitar dua puluh kali karena melanggar peraturan. Setelah itu, mereka baru boleh mengikuti pelajaran.

“AISH!” Taemin mengeluh sembari masih berlari. Kecepatannya berkurang sejak tadi karena ia sangat lelah. Tinggal satu putaran lagi, “Kenapa aku dihukum seperti iniiii??!”

Sementara itu, Ki Bum berlari jauh di belakangnya. Dia menjalankan hukumannya dengan sangat tenang. Walaupun dalam hati dia ingin sekali mengumpat. Tetapi rasanya, mengumpat itu tidak baik.

Dan sisanya, Choi Seol Ri juga sama dengan Ki Bum. Ia sangat lelah, namun tidak mengeluh sedikitpun. Ia terus menatap punggung Ki Bum yang terpaut jauh di depannya.

“Kasihan sekali, Kim…,” bisik Seol Ri sambil mengelap peluh di dahinya. Karena bosan terus-terusan ada di belakang, inisiatif dia berlari lebih kencang daripada yang sebelumnya.

Ki Bum menoleh ke kanan. Ia melihat Seol Ri tersenyum manis kepadanya, “Jangan tersenyum kepadaku!”

Seol Ri menghapus senyumnya, “Wae, Kim-a?”

“Juga jangan memanggilku Kim!”

“Kau galak sekali, Kim..,” Seol Ri manyun, “aku ke depan, ya!”

Ki Bum tidak memperdulikan apa yang dikatakan Seol Ri. Dia memalingkan wajahnya, sehingga Seol Ri tidak bisa seenaknya memandangi wajah imutnya itu.

…..

Minho berjalan gontai ke arah ruang kelas seni musik. Ia juga sambil memperhatikan Jung Soo Jung yang kebetulan berjalan santai di depannya bersama Amber. Berulang kali ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, karena bingung.

“Ki Bum lama sekali…,” Min Ho tengak-tengok berharap melihat Kim Ki Bum.

Merasa diperhatikan, Soo Jung menoleh ke belakang. Ia menemukan seorang anak laki-laki dengan tinggi badan yang bisa dibilang seperti model catwalk dan muka kecil dilengkapi kedua mata ‘kodok’ yang besar-besar.

“Amber-a,” Soo Jung berkata kepada Amber. Tetapi matanya tetap tertuju kepada Minho.

“Eo?” Amber menoleh ke arah Soo Jung.

“Minho seharusnya diberi pelajaran agar tidak mengikutiku dan tidak memperhatikanku lagi..”

Amber ikut-ikutan menatap Minho, “Biarkan saja.”

Soo Jung menuruti perkataan Amber dan kembali melanjutkan langkahnya yang tadi memelan gara-gara Frog Prince di belakangnya.

Sementara itu, Minho yang tadi tidak sadar sedang dibicarakan oleh dua sohib Amber dan Soo Jung biasa saja. Ia kembali memperhatikan Soo Jung dari belakang. Karena dia memang menyukai mantan pacar Lee Tae Min itu.

……

“ABOJI!” Seol Ri hampir saja tersandung sepatu besar milik Amber ketika akan masuk ke kamar mandi. Sontak, ia pun menoleh ke arah Amber.

“WAE?!” Amber melotot ke arah Seol Ri.

Sementara itu, Qian baru saja masuk kamar, “Kalian sudah makan mal—“

“Apa kau sengaja meletakkannya disitu?!” Seol Ri mendekat ke arah Amber sambil menunjuk sepatu besar milik Amber.

Qian melongo. Ia diacuhkan oleh Amber, bahkan Seol Ri.

“Kalau aku sengaja kenapa? Tidak sengaja kenapa? Apa masalahnya?” Amber menaikkan nada bicaranya.

“Jangan membuatku emosi, Amber!”

“Kau dulu yang jangan membuatku emosi! Baru anak pindahan dari Korea Utara saja bangganya seperti sudah diangkat menjadi putri kerajaan.”

Seol Ri tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya menatap Amber penuh dendam. Rasanya ia ingin memukul anak itu, tapi seorang anak perempuan yang terhormat tidak akan melakukannya. Seol Ri balas menatap Qian yang mematung di dekat pintu kamar, “Makan malamnya dimana?”

…..

Seperti biasa, setiap makan malam di luar asrama, Taemin berkumpul dengan teman-teman sepermainannya seperti Jonghyun, Jinki, dan Soo Jung serta Sun Young. Harusnya ditambah dengan Amber dan Qian, namun anak itu tidak muncul sedari tadi. Sementara itu, Ki Bum dan Minho berkumpul bersama teman-temannya yang lain

“Melihat kolam renang aku jadi ingin berenang,” kata Taemin sambil melihat kolam renang yang ada di sebelahnya.Namun, karena merasa diperhatikan, ia melirik ke arah Soo Jung. Ia risih, “Kau bilang kau tidak suka jika diperhatikan Minho.”

Soo Jung menoleh ke arah Minho yang sedang asyik mengobrol dengan Ki Bum, “Dia tidak sedang memperhatikanku.”

“Bukan Minho yang aku bicarakan. Jujur aku juga sepertimu. Aku tidak suka jika diperhatikan. Apalagi diperhatikan Jung Soo Jung,” kata Taemin sambil melirik ke arah Jinki.

“Ya, dia tidak suka jika diperhatikan Jung Soo Jung,” kata Jin Ki, “Tapi siapa Jung Soo Jung?”

“Na-yya,” kata Soo Jung datar sambil mengangkat tangan. Kemudian dia mengekerutkan dahi setelah melihat Seol Ri dan Qian yang berjalan ke arahnya, “Eo?”

Taemin menoleh ke belakang. Ia juga ikut-ikutan mengkerutkan dahi seperti Soo Jung setelah melihat Qian menggandeng tangan Seol Ri, “Apa yang anak itu makan sampai-sampai membawa Choi Seol Ri kesini?”

“Dia belum makan,” kata Sun Young.

“Annyeong!” Qian menyapa semua yang ada di meja makan, “Taemin-a annyeong, Soo Jung-a annyeong, Sun Young-a annyeong, Jin Ki-yya annyeong!”

Seol Ri melirik ke arah Qian, “Kau selalu menyapa semua orang seperti itu?”

“Eo, dia memang seperti itu. Ayo cepatlah duduk!” ajak Sun Young.

Qian dengan cekatan mengambil kursi yang berhadapan dengan Sun Young yang duduk bersebelahan dengan Jin Ki. Dengan begitu, kursi yang di sebelah Soo Jung dan juga di sebelah Qian atau alias-nya di tengah-tengah kosong. Dengan sangat terpaksa, Seol Ri berjalan dan hendak duduk di kursi itu.

Namun, begitu dia akan meletakkan pantatnya di kursi ‘sial’ itu, Soo Jung menarik si kursi sehingga Seol Ri jatuh terduduk di lantai. Gelak tawa terdengar dari segala penjuru.

“AHAHAHA…,” Soo Jung tertawa terbahak-bahak, dan dia adalah yang paling heboh di meja itu. Pasalnya, Taemin, Jonghyun, Jin Ki, Qian, dan Sun Young juga merasakan bagaimana sakitnya jika jatuh seperti itu. Bahkan Jin Ki juga mengelus-elus pantatnya.

“Pasti sakit, ‘kan?” tanya Jin Ki, “Bantulah dia berdiri, Qian-a!”

Qian bangkit dari kursinya dan membantu Seol Ri yang meringis kesakitan untuk berdiri. Dan dengan susah payah, Seol Ri berdiri tegap. Ia tidak berani mengelus pantatnya yang sangat sakit itu di hadapan para murid yang lainnya. Ia berdiri di hadapan Soo Jung yang masih duduk di kursi dengan sangat anggunnya. Sehingga, membuat Soo Jung harus mendongak jika ingin melihat wajahnya.

“Sebenarnya maumu apa?” tanya Seol Ri kepada Soo Jung, “Hah?”

Soo Jung tersenyum nakal, “Aku hanya ingin mengganggumu, tolol!”

Seol Ri mendebrak meja makan dan meniup poninya ke atas, “Sekarang kau berdiri!”

Dengan percaya diri, Soo Jung berdiri dari posisi duduknya yang anggun tadi. ia tersenyum, “Kau tidak akan menyuruhku duduk lagi, sementara kau sudah menarik kursiku bukan?”

Akal jahil Seol Ri bermunculan. Dia melirik sekilas ke arah kolam renang yang berada beberapa senti dari posisi Soo Jung sekarang. ia pun maju dua langkah. Ini membuat Soo Jung mundur dua langkah.

“Satu.. dua…,” Seol Ri memberi aba-aba, “TIGA!”

BYURR!!

Jung Soo Jung sudah tercebur ke kolam renang. Bahkan, Seol Ri tidak dapat melihat Soo Jung di permukaan air.

“Choi Seol Ri!”

Seol Ri menoleh ke belakang, dan tanpa ia melihat orang yang ada di belakangnya, dirinya sudah tercebur ke kolam renang bersama dengan Soo Jung. Namun, beruntungnya ia bisa berenang ke pinggir kolam.

“SOO JUNG-A!” Taemin berteriak memanggil Soo Jung yang sudah tidak nampak lagi di permukaan kolam renang, “JUNG SOO JUNG!”

Jonghyun dengan kalem membantu Seol Ri naik keluar kolam renang, “Hati-hati..”

BYUR! Taemin menceburkan diri ke kolam renang dan menyelamatkan Soo Jung yang ternyata sudah tenggelam dan tidak sadarkan diri. Dengan susah payah ia mengangkat tubuh Soo Jung ke pinggir kolam renang dengan dibantu Jonghyun. Seol Ri juga hendak menolong Soo Jung, namun tangannya ditepis oleh Taemin.

“Soo Jung-a!” Taemin menepuk kedua pipi Soo Jung. Namun tidak ada reaksi.

“Nafas buatan!” Seol Ri setengah menjerit kepada Taemin, “Babo!”

Taemin menatap sekilas wajah Choi Seol Ri. Ia kemudian menatap wajah Soo Jung, tepatnya melihat sekilas bibir tipis milik Soo Jung. Dan karena dia tidak cepat-cepat memberikan nafas buatan kepada Soo Jung, Seol Ri jdi gemas dan langsung menarik wajah Soo Jung untuk memberi nafas buatan. Tapi sekali lagi, tangannya ditepi oleh Taemin.

“Aku saja!” Taemin akhirnya memberikan nafas buatan untuk Soo Jung. Semua yang melihat pemandangan ini jadi envy karena Taemin baru saja mencium siswi tercantik di SSB Koyuhgi ini.

“Eomooo!!” teriak salah satu siswi, “Siswa tertampan dan siswi tercantik sedang berciumaann!!!”

Seol Ri menoleh ke arah siswi tersebut. Entah kenapa dia benci melihat Taemin memberikan nafas buatan untuk Soo Jung.

Perasaan apa ini? Batin Seol Ri sendiri, dan kemudian dia pergi meninggalkan makan malam. Sementara itu, Jonghyun hanyalah satu-satunya orang yang memperhatikannya. Karena fokus dari semua orang waktu itu adalah ke arah adegan ciuman Taemin dan Soo Jung.

Author POV end

___________________________________________

Advertisements

18 comments

  1. allysaislammeyla · December 23, 2012

    LANJUT!!!!!!!!!!

    • ffsmawol · December 24, 2012

      okehh 😀

      • allysaislammeyla · December 24, 2012

        Gak sabar nunggu part selanjutnya 😀 ^^hehe

      • ffsmawol · December 24, 2012

        haha orang sabar disayang tuhaann, chingu 😀

      • allysaislammeyla · December 24, 2012

        iyaaa chingu tau kok aku^^

      • ffsmawol · December 24, 2012

        ditunggu aja yaa, terima kasih loh komennya 😀

      • allysaislammeyla · December 24, 2012

        okay deh thor,sip sip!,namja or yeoja?^^

      • ffsmawol · December 25, 2012

        yeoja here 😀

      • allysaislammeyla · December 26, 2012

        hmm okay,berapa tahun chingu? aku alsya,13yo,elf sone exotic&sm stan;)^^ you?

      • ffsmawol · December 27, 2012

        empat belas mau lima belas. tapi masih unyu2 loh kayak afika *eh. panggil aja byeong, ato nama asli juga boleh > atika *mirip kan sama afika?* aku exotic juga, shawol, af(x)tion, semuanya aku suka haha

      • allysaislammeyla · December 27, 2012

        hahaha unnie ini mau intro apa lawak sih?kok lucu banget!iya iya mirip kok!^^

      • ffsmawol · December 30, 2012

        intro dikasih bumbu lawak dikit haha..

      • allysaislammeyla · December 30, 2012

        yap:)^^

  2. Novy wekwekk · March 12, 2013

    lanjutt lanjutt !!! huuuuuhh~
    entah knp.. aku gak suka sama choi seol ri dsinii.. dia kya nyamuk gituu!!#ditabok author
    hahaha XD ,, momentt minstal kapan nihh?? aku nunggu mereka tauu U,U
    next chapp cepett donkk.. 😀

    • ffsmawol · May 5, 2013

      ih ngebet amat nih chingu? hihi
      ohh emang kenapa kok kayak nyamuk? karakternya sulli disini nyebelin ya? haha..
      momennya gatau kapan nih-_- ga ada ilham nyangsang

  3. tias_nila · June 19, 2013

    A…aa….

    Author bikin aku envy….
    Tpi kenapa sifat minho sma taemin ketuker…

    • ffsmawol · June 20, 2013

      aaah bisa aja nih chingu..
      iya soalnya di ff-ku yg lain minho udah keliatan cool sementara taemin childish gitu. pengen kasih yang beda aja buat mereka karena aku 2min shipper..

  4. Kurnia · March 8, 2014

    Taemin yg gentle , ki bum yg psikopat , jjong yg nice boy , jinki n’ minho yg lcu rda bloon gt ,,, haha ,, aq ska pran mrka , co2k kcuali 2min yg brbanding terbalik tpi lucu ,, ini so jung kok jhat bnr sh , kapok nyemplung ,, tp mlah da kissing scene’a , bkin iri ,,, thor lnjt ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s