[Part 4] Dream Chaser

Image

Part 4 : 꿈의체이서

Title : Dream Chasers / Run

Rating : PG-1 5

Genre : School, Romance, Friendship, Family

Seol Ri POV

Apa ini? Perasaan apa yang membuat jantungku terasa nyeri seperti ini? Apa aku cembur—

“Ani!” aku geleng-geleng sendiri. Aku berlari lagi dan kini menuju asrama. Tiba-tiba selera makanku hilang seketika.

Tiba-tiba mataku terasa panas. Ige mwoya? Kenapa aku ingin menangis? Apa aku ingin menangis karena aku dipermalukan di depan umum, atau karena cemburu kepada Soo Jung? Apa kau punya perasaan kepada Taemin.

Tes.

Tes.

Dua tetes air mataku menetes. Namun, aku tetap berlari. Walaupun badanku kini terasa luar biasa dingin karena pakaianku basah dan sekarang tertiup angin malam nan dingin. Di tengah-tengah langkahku ini, aku menarik ingus dan berulang kali mengelap hidungku sendiri.

Seol Ri POV end

Author POV

Soo Jung duduk termangu di lapangan sepak bola. Ia sudah tidak ingin makan karena kedinginan yang kini ia rasakan sudah melampaui tingkat selera makannya.

Tiba-tiba seseorang duduk di sampingnya, membuatnya menoleh dan sedikit mendongak untuk melihat wajah orang itu.

“Minho?” Soo Jung mengerutkan dahinya ketika melihat seseorang yang disebelahnya adalah Minho. Sebenarnya dia mengharapkan Taemin sekarang.

“Eo,” wajah Minho bersemu merah. Dengan malu-malu ia meletakkan handuk di badan Soo Jung, “Sangat dingin. Kau malah bersemedi disini. Bukannya ganti baju—“

“Gomawo,” kata Soo Jung pendek sambil membenarkan letak handuk di punggungnya, “Kali ini kau benar-benar berguna.”

Minho tersenyum lebar, matanya yang besar dan bulat itu kini terlihat bersinar-sinar terkena cahaya bulan malam itu. Ia menatap mata Soo Jung, dan membuat Soo Jung hampir menyukai matanya karena Soo Jung juga sedari tadi menatap mata Minho.

“Aish!” Soo Jung memalingkan wajahnya dari Minho, “Jangan menatapku seperti itu!”

“Ah, waee?” Minho agak ngotot.

Soo Jung bangkit dan menatap Minho, “Ah.. aku mau bertanya!”

“Mwo?” Minho juga ikut-ikutan berdiri dan menghadap ke arah Soo Jung.

“Tadi siapa yang menolongku?”

Minho tertegun. Dia garuk-garuk kepala karena dia tidak ingin menyebutkan nama pahlawan yang telah menyelamatkan Jung Soo Jung.

“Nuguyya??!” Soo Jung sudah tidak sabar. Dia sangat penasaran.

“A-aku..” Minho berbohong dan suaranya bergetar.

Jung Soo Jung melongo. Dia setengah percaya setengah tidak, “Jjeongmalyeo?”

Minho mengangguk pelan, “Eo..”

Soo Jung masih melongo. Dia kemudian geleng-geleng kecil dan manggut-manggut mantap, “Ah.. iya. Siapa yang mau menolongku jika bukan kau?”

Minho sedikit tertegun, “Taemin juga bisa menolongmu—“

Soo Jung menatap Minho, kemudian dia tertawa kecil, “Aku berharap begitu. Tapi aku percaya, dia pasti tidak akan melakukannya.”

Sekarang gantian Minho yang melongo. Sementara ia melongo, Soo Jung pergi meninggalkannya dan masih membiarkan handuk miliknya berada di tubuh Soo Jung, “Kau tidak tahu, Soo Jung-a. Mungkin Taemin lebih tulus menyukaimu..”

…..

Mata Kim Jonghyun menyisir sekitar kamar milik Qian, Amber, dan Seol Ri. Tapi dia tidak menemukan orang yang ingin ia temukan saat itu juga. Choi Seol Ri. Ia sedikit kesal, namun ia mencoba untuk sabar mencari sohib kecilnya itu. Ya, yang dimaksud Seol Ri sohib kecil bernama ‘Kim’ itu adalah Jonghyun sendiri. Tapi, Jonghyun belum memberitahu Seol Ri.

“Dimana si Choi itu?” Jonghyun menutup rapat-rapat kamar Seol Ri dan kawan-kawan. Kemudian dia berjalan cepat menjauhi kamar tersebut. Tapi baru sebentar, ia menghentikan langkahnya. Ia teringat sesuatu. Dan dia tersenyum tipis, “Apakah dia ada di lapangan basket?”

……

Seol Ri duduk di tengah-tengah lapangan basket. Ia terus memandangi si ring basket yang tidak jauh dari posisinya saat ini.

Tanpa ia sadari, Kim Jonghyun sudah duduk di sampingnya. Ia tidak menoleh sedikitpun karena ia tidak tahu. Jonghyun tertawa kecil, dan membuatnya menoleh ke arah Jonghyun.

“Kim Jonghyun?” Seol Ri menoleh ke arah Jonghyun.

“Siswi baru! Kenapa kau disini?” tanya Jonghyun.

“Apa urusanmu?”

Jonghyun terlihat bingung. Tiba-tiba ia flashback ketika ia masih kecil bersama-sama dengan Choi Seol Ri.

“Kenapa kau selalu mendengarkan musik dengan headphone?”

“Apa urusanmu?”

 

Jonghyun melongo. Kemudian dia tersenyum tipis. Ah.. ternyata benar. Ini adalah Choi Seol Ri, sahabat kecil-nya sewaktu masih di Korut. Nada bicara serta tatapan Seol Ri saat mengatakan hal yang sama sangat sangat membuatnya sedikit tertegun.

“Lalu kenapa kau disini?”

Suara Seol Ri membuat Jonghyun berhenti berfikir tentang masa lalunya, “Eo?”

“Kenapa kau disini?”

Jonghyun tertawa kecil, “Apa urusanmu?”

Seol Ri kesal, “Huh!” Dia menghentakkan kakinya ke lantai lapangan basket.

“Yya, jangan suka kesal seperti itu. Kau tidak terlihat imut bahkan jika memonyongkan bibirmu,” kata Jonghyun.

Seol Ri tertegun. Ia menatap Jonghyun, kemudian dia mengalihkan pandangannya karena ia jadi teringat sesuatu. Sekarang gantian Seol Ri yang flashback.

Seol Ri POV

“Dasar anak mata-mata! Week..,”

Seorang anak kecil—bukan. Dia bukan anak kecil. Dia seumuran denganku. Lebih tua beberapa bulan dariku. Dan dia juga sangat jahil. Ketika aku sedang berjalan membawa es krim, dia mengambilnya dari tanganku. Tentu saja aku tidak berani merebutnya kala itu. Dia sangat jahil sampai-sampai aku takut untuk melawannya.

Akhirnya, aku membiarkan dan mengikhlaskan es krim itu dibawanya. Aku berjalan pulang ke rumah dengan wajah cemberut. Ketika aku berjalan pulang, tiba-tiba saja Kim berada di depanku. Ya, aku tidak perlu kaget dengan kedatangan Kim yang tiba-tiba, karena rumahnya baru saja dan selalu aku lewati ketika aku berjalan pulang.

“Es krim-nya pasti direbut—“

“Eo!” aku sedikit membentak Kim. Aku kesal.

“Yya, kau jangan cemberut seperti itu. Itu tidak membuatmu terlihat imut, tau!”

Aku menatap Kim sinis, “Aku tidak berusaha untuk terlihat imut!”

Setelah mengingat kejadian itu, aku melotot ke arah Kim Jonghyun yang menatap ke arahku, “Apa nama margamu?”

Jonghyun tersenyum bodoh, “Kim. Wae?”

Aku menatap ke arah yang lain lagi. Aku geleng-geleng kemudian menampar pipiku sendiri, “Kim Ki Bum ‘kan?”

“Aku Kim Jonghyun, bukan Kim—“

“Aku tahuuuu…,” aku ngotot, “Sudahlah! Aku tidak ada mood untuk disini sekarang. Aku ingin tiduran saja di kamar. Terima kasih sudah menemaniku.”

Aku berdiri dan kemudian berjalan menjauhi Kim Jonghyun yang masih duduk di lantai lapangan basket. Aku merasa lelah sekali setelah sekolah hari pertama. Aku ingin tidur, namun tiba-tiba saja aku ingin tidur di kasurku yang ada di Korea Utara.

Seol Ri POV end

Beberapa hari kemudian…

Author POV

“Taemin-a!” Jin Ki berlari terbirit-birit ke arah Taemin di kantin.

Taemin, Jonghyun, dan Amber yang duduk di satu meja di kantin-pun menatap Lee Jin Ki aneh. Pasalnya, pagi-pagi seperti ini, jarang Jin Ki mau jogging (?).

“Wae?” Amber menatap Jin Ki heran ketika Jin Ki duduk di hadapannya dengan nafas yang masih tak beraturan.

“Ituh.. ayo kita kesana!” Jin Ki menunjuk ke arah aula sekolah.

“Ada apa?” Taemin juga menatap Jin Ki heran. Dia juga sekaligus merasa aneh, “Ada pengumuman?”

Jin Ki menatap Taemin kemudian mengangguk kecil sambil melongo seperti orang bodoh, “Iya.”

Amber mendebrak meja dengan sangat keras, “HUH! Aku kira ada apa! Ternyata hanya ada pengumumann!!?”

Melihat jiwa lelaki Amber yang belakangan ini jarang muncul, Jin Ki meringis ketakutan, “I-iya..”

Jonghyun bangkit dari kursinya, “Ayo ke aula!”

Taemin dan Amber bangkit dari kursi mereka masing-masing dengan malas, “Aishh..”

…..

Seol Ri masuk ke aula sendirian -karena dia masih belum ada teman yang cocok-. Dengan ragu-ragu, dia bergabung dengan kumpulan anak-anak perempuan yang menurutnya cocok untuk menjadi kawan-kawan barunya. Tetapi, kumpulan itu menatapnya dengan tatapan sinis dan kemudian pergi menjauhi Seol Ri. Merasa dijauhi, Seol Ri mendengus kesal.

“HUH! Wae-yya? Salahku apa sampai kalian menjauhiku seperti ini?” Seol Ri garuk-garuk kepala.

Tidak lama, ada seseorang yang mendekatinya : Jung Soo Jung. Soo Jung berdiri di depannya dan berpose lagaknya model Tokyo Girl’s Collection. Tangannya ia lipat di dada dan ia tersenyum manis kepada Seol Ri sambil mengucapkan kata sapaan, “Annyeong!”

Seol Ri menatap Soo Jung malas. Ia jadi teringat kejadian malam-malam di tepi kolam renang. Mendadak ia kesal dan tidak suka dengan wajah cantik mirip YoonA dan Park Eun Bin milik Jung Soo Jung.

Gontai, Seol Ri membalas, “Annyeong.”

Jung Soo Jung masih tersenyum kepada Seol Ri, “Sejak kapan kau jadi lebih menyebalkan seperti ini, ya?” Soo Jung tampak berpura-pura berpikir.

“Yang menyebalkan itu kamu!” Seol Ri sedikit membentak Soo Jung, “Pergi saja sana! Kau membuat mataku gatal!”

Soo Jung agak tidak senang dengan ucapan Seol Ri yang sedikit menohok lubuk hatinya *eahhh* yang sudah ditohok beberapa tahun lalu oleh Taemin.

Yah, ditohok karena dia diacuhkan oleh Taemin waktu jaman mereka  masih berpacaran. Taemin yang terkenal playboy *tangan dua2nya bikin bentuk V di atas kepala* itu sangat dicintai oleh Soo Jung. Sehingga membuatnya tidak bisa melupakan bayang-bayang Taemin. Walaupun sudah disakiti plus ‘diputusin’ Jung Soo Jung tetap bersikukuh berdiri di sisi Taemin. Mencoba untuk membuat Taemin luluh kepadanya dan akhirnya mereka backstreet. Setidaknya itu.

Soo Jung sekarang menatap sebal ke arah Seol Ri. Namun tatapan itu berganti ketika Amber mendekatinya dan juga mendekati Seol Ri.

“Soo Jung-a!” Amber menatap cemas Soo Jung, “Jangan bilang kalau kau berteman dengan—“ Amber menunjuk wajah Seol Ri.

Seol Ri menepis jari lentik mirip Amber yang ada di depan wajahnya, “Ish!”

Amber menatap Seol Ri sebal. Kemudian dia menarik Soo Jung menyingkir dari hadapan Seol Ri. Ia memilih berkumpul dengan Taemin dan kawan-kawan daripada harus mengurusi anak kurang ajar –menurutnya- seperti Seol Ri.

Setelah Amber dan Soo Jung pergi, Seol Ri mendengus keras. Tampaknya ia harus mencari teman mulai hari ini. Entah kenapa, setelah berpikir seperti itu, ia melihat Song Qian dan Park Sun Young berjalan memasuki aula dan bercengkerama begitu akrabnya. Mungkin karena ia memperhatikan dari tadi, mereka tersenyum kepadanya. Ia membalas senyum mereka. Ia sangat berharap mereka mendekatiku kali ini. Tetapi—tidak.

“Sialan,” ia mengumpat sendiri.

Setelah Qian dan Sun Young masuk tadi, giliran rombongan Lee Taemin, Lee Jinki, dan Kim Jonghyun masuk ke aula. Di belakang mereka ada beberapa murid perempuan yang berjalan dengan hati-hati. Ini semacam—Boys Before Flowers jika ditambah dengan Amber –karena Minho dan Ki Bum itu bukan dari kubu Taemin.

Author POV end

Seol Ri POV

Aku jadi tidak enak jika melihat Taemin lagi. Dan—ketika aku memperhatikannya yang sedang tertawa  bersama Jin Ki dan Jonghyun, jantungku berdegup. Beberapa detik kemudian, dia menoleh ke arahku. Namun senyum di wajahnya menghilang, digantikan dengan tatapannya saat kami  pertama kali bertemu. Tatapan datar yang membuat jantungku berdegup lebih kencang dan keras.

Memoriku memutar kejadian tadi malam. Kemudian aku menggelengkan kepalaku sebentar dan mengalihakan pandanganku dari Taemin. Aku bukan menyukai sosok Taemin, ‘kan? Aku hanya benci melihat Taemin dan Soo Jung ber–. Tunggu! Kau bilang apa tadi Seol Ri-yya? Aduh.. maksudku bukan itu maksudku, reader! *author bingung*.

Biar kutekankan! Aku tidak suka jika ada seseorang yang membela Jung Soo Jung! Aku paling tidak suka. Aku juga tidak suka melihat Amber membela Soo Jung seperti tadi.

Jadi intinya aku tidak menyukai Lee Taemin dan Amber Liu *loh?*

Tiba-tiba, Choi Minho muncul di hadapanku. Tidak dengan Kim Ki Bum.

“Choi Minho?” aku heran, kenapa yang mendekatiku adalah Minho.

“Choi Seol Ri ‘kan?” Minho kemudian tertawa kecil dan mengulurkan tangannya, “Kita sama-sama Choi. Senang bertemu denganmu disini.”

Aku tersenyum kepadanya dan menyambut uluran tangannya, “Ya, aku juga.”

Kemudian dia melepas tanganku. Dan matanya yang besar itu langsung menatapku dengan tatapan serius, “Emm.. kau tahu Kim Ki Bum itu anaknya pemalu.”

Aku mengangkat alis, “Hah? Kenapa kau langsung membicarakan Ki Bum?”

Dia menggaruk tengkuknya dan menggumam sendiri, “Aish.. perasaan aku sudah basa basi sebasi-basinya, kok..!”

Sekarang aku tambah bingung dengan Minho, “Kau bicara apa tadi?”

“Tidak!” Minho tersenyum lebar kepadaku, “Aku hanya belajar rapping pelan. Aku bercita-cita sebagai rapper. Hahaha,” Dia tertawa garing. Aku juga ikut tertawa garing.

“Terus kenapa kalau Ki Bum itu pemalu?” aku langsung bicara seperti itu kepada Minho karena aku penasaran.

“Itu.. Ki Bum memintaku untuk menyampaikan undangan ulang tahunnya. Ini,” Dia memberikanku sebuah surat undangan pesta ulang tahun. Aku menerimanya dengan senang hati, “Kau harus datang nanti pulang sekolah.”

Aku mengangguk pelan sambil tersenyum memperhatikan sampul surat undangan yang sudah ada di tanganku. Tapi kemudian suara berat Minho membuatku berhenti berbahagia sesaat.

“Tapi—“ Minho mendekatkan wajahnya ke wajahku. Ini membuatku menarik wajahku sendiri ke belakang. Ternyata dia hanya ingin berbisik, “Ini rahasia. Jangan bilang ke siapa-siapa. Karena Ki Bum tidak memiliki siapapun kini, kau tahu? Dia hanya punya kau sebagai teman kecilnya.  Yayaya?”

Setelah Minho mengembalikan letak wajahnya seperti semula, aku menghela nafas lega dan kembali meletakkan wajahku seperti semula juga, “Oke..”

Minho mengangguk sambil tersenyum kepadaku, “Gomawo, Choi Seol Ri!” Dan dia pergi dari hadapanku setelah itu.

Aku masih mengagumi cover undangan yang diberikan Minho kepadaku. Kim mengundangku ke pesta ulang tahunnya. Ini sangat baik. Baik untukku. Dan tadi kata Minho, Kim tidak memiliki siapapun kecuali aku. Tapi kenapa dia kemarin-kemarin bersikap ketus kepadaku ya? Bukan Kim yang kukenal.

Seol Ri POV end

Author POV

“Perhatian!” suara kepala sekolah Koyuhgi yang berwujud wanita cantik berambut panjang yang digelung serta berkaca mata gaya membuat Seol Ri serta semua murid yang ada disitu segera menoleh ke arah sumber suara.

“Karena sebentar lagi sekolah kita akan mengadakan ujian bidang olahraga, kami bermaksud untuk membuat relaksasi sekaligus latihan untuk kalian semua,” kata kepala sekolah.

Seol Ri mengernyitkan dahi pertanda dia ingin tahu apa kegiatan yang dijadikan relaksasi sekaligus latihan yang dimaksud si kepala sekolah itu.

“Kita akan mengadakan lomba olahraga antar kelas!” seru si kepala sekolah.

___

Begitu pulang sekolah, Seol Ri langsung berlari kecil menuju tempat yang tertulis di undangan yang diberikan Kim Ki Bum lewat Choi Min Ho. Dan tempat itu sangat dekat dengan sekolah, sehingga hanya beberapa langkah saja, Seol Ri sudah menemukan jalan kecil yang dimaksud Ki Bum.

“Belok ke jalan ini?” gumam Seol Ri sambil melepas tatapannya dari isi undangan ke jalan sempit yang dimaksud Ki Bum.

Tanpa basa basi dan ragu-ragu lagi, Seol Ri masuk ke jalan tersebut. Baru beberapa langkah, ia melihat Ki Bum di ujung jalan melihat ke arahnya.

“Kim!” Seol Ri melambaikan tangan kepada Kim yang lalu tersenyum kepadanya.

Melihat Kim tersenyum, Seol Ri juga ikut tersenyum. Dan perlahan, Seol Ri berjalan mendekat ke arah Kim. Namun.. ada sekelompok pria berbadan kekar yang menghampirinya dan mencegatnya berjalan mendekat ke arah Kim Ki Bum.

“Siapa k-k-kalian?” Seol Ri tergagap karena ketakutan setelah menyadari bahwa Kim sudah tidak ada di tempatnya.

Tanpa aba-aba, sekelompok pria berbadan kekar itu langsung meringkus Seol Ri dan setelah itu Seol Ri pingsan  karena disuntik dengan obat yang membuat orang tidak sadarkan diri.

TBC

Waaa gimana part 4-nya? Lanjutkah? Jangan lupa komen yah…

Advertisements

6 comments

  1. nice ff lanjut yah ^^
    aku taelli shipper soalnya =D , soo jung jahat amat ya -_-

    • ffsmawol · June 28, 2013

      gomawo, chingu 😀
      aaa sama author juga taelli shipper

  2. NewCam_shawol · February 22, 2014

    Keren bgt ff’a , lanjut troos ,,
    reader baru ,, slam knal ya,,;) gomawo,,

    • ffsmawol · April 3, 2014

      ne, makasih udah baca dan udah komen:)

  3. Kurnia · March 8, 2014

    Iiisssshhh ,,, minho , knpa dsnie dya sngt mnyblkan , kmu gx tw ya ki bum tu saiko ,tp lucu pas kmu basa basi se basi-basi’a LOL,, loh , wadeeehh , itu sulli mw d apain ya , ki bum kok frontal bgt sihh ,,

  4. Park HunJin · April 13, 2014

    Kasihan Sulli eonni. Gak ada temennya, sama aku aja eonni, ntar aku jagain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s