[ONE SHOOT] Only Look At Me

OLAM - Copy

Congrats buat yang pesen Only Look At Me ya(?) wkwk. Jangan kaget kalo pairingnya bener-bener crack. Siapa? Sehun-Nana = HunNa-_- Disini ada semacam ‘recomended songs’. Kalo bisa sambil kalian baca, sambil didengerin lagu/inst nya haha. Kalo gapunya bisa download sendiri /plak.

Happy reading! Dan jangan lupa comment. Gak comment? Laporin Chanyeol nih u.u

Title : Only Look At Me (Sehun-Nana Romance)

Rating : PG-16

Genre : Romance, Friendship

Length : One Shoot

Main Casts : EXO Sehun, After School Nana, f(x) Krystal, MBLAQ Mir

Cameos : B2ST Gikwang, SISTAR Dasom

 

Author POV

Seorang gadis berkulit pucat dan berambut pirang panjang ikal masuk ke dalam ruang kelas pelajaran Civic dengan riang. Ia meloncat begitu melewati pintu dan menebar senyum ke semua orang yang ada di dalam kelas itu –teman-teman sekelasnya. Sebagian tertawa kecil melihat tingkah si gadis yang memang sudah biasa seperti tadi dan sebagian lagi hanya diam saja karena tidak suka serta sibuk menyalin pekerjaan rumah.

“Kalian mengerjakan PR?” tanya gadis tadi sembari mendekati sekelompok anak laki-laki yang menyalin PR.

“Kau sudah mengerjakannya, Im Nana?” tanya salah seorang murid laki-laki bernama Lee Gi Kwang.

Nana –gadis yang selalu dimaksud- tersenyum lebar dan menggeleng cepat, “Aku tidak ingin mengerjakannya.”

Semua anak laki-laki mendengus. Dan salah satu dari mereka berceletuk, “Apa sih yang suka dikerjakan Nana semasa hidup?!”

Seorang anak laki-laki berwajah ceria masuk ke dalam kelas bersamaan dengan seorang anak laki-laki lagi yang berwajah datar. Nana langsung berteriak ketika melihat si anak laki-laki berwajah ceria yang bernama Mir dan berlari mendekatinya.

“Cheol Yeong-a!” Nana menatap wajah Mir sok imut.

Mir tersenyum tipis dan wajahnya memerah, “Wae?”

Si anak laki-laki yang berwajah datar tadi meletakkan tas-nya dengan hati-hati dan mengeluarkan PR yang sudah selesai ia kerjakan. Ia menyodorkannya ke arah Nana, “Kau pasti mau lihat PR?”

Nana menoleh ke arah si anak laki-laki berwajah datar, “Oh Sehun, kau sudah selesai mengerjakannya?”

“Eo,” Sehun menunggu Nana mengambil buku PR yang menggantung di udara, berkat tangan kanannya yang sedikit ‘mengurat’ berkat eskul basket yang ia ambil.

Tanpa aba-aba, semua murid di kelas itu jadi mengerubung dan berebut PR Sehun. Sementara Sehun  melongo ketika melihat buku PR-nya sudah tidak ada lagi di tangan kanannya. Nana menghela nafas dan tersenyum manis, “Kapan-kapan kau harus memberikannya secara diam-diam padaku,” Nana juga menepuk-nepuk bahu Sehun dan kemudian pergi bersama Mir.

Oh Sehun mendengus keras. Ia kemudian menoleh ke arah kerubungan kawan-kawannya yang berbondong-bondong mencontek PR yang susah-susah ia buat untuk Im Nana. Tapi melihat senyum di setiap wajah tak berdosa itu membuatnya berusaha untuk memendam amarah.

Author POV end

 

Sehun POV

“Terima kasih, Sehun-a,” kata seseorang ketika aku mencoba untuk tidur di mejaku. Aku mengangkat kepalaku dan sedikit mendongak. Krystal Jung berdiri di dekat mejaku dan meletakkan buku PR-ku.

“Eo, gwenchana,” kataku sembari tersenyum kecil ke arahnya.

“Berkat kau PR kami jadi selesai,” kata Krystal Jung yang kemudian diikuti tawaan kecil darinya sendiri.

“Kalau begitu aku bisa jadi malaikat penyelamat kalian,” aku juga sedikit bercanda dengannya.

“Ngomong-ngomong wajahmu pucat. Apa kau sedang sakit hari ini?” tanyanya sambil menatapku penuh perhatian.

Aku menyentuh kedua pipiku yang emm—memang lumayan dingin. Aku berkeringat dingin. Padahal tadi pagi di rumah aku tidak apa-apa, “Ani, hanya sedikit dingin saja.”

Krystal Jung mendongak ke atas. Kemudian ia mengambil remot AC di dekat jendela dan mematikan AC yang hampir tepat di atas kepalaku, “Bagaimana tidak dingin? 18 derajat. Musim semi seperti ini kenapa malah menyalakan AC?”

“Mungkin mereka kepanasan,” kataku sambil mencari-cari dimana Im Nana duduk. Oh, ternyata dia duduk di dekat Mir. Gahh.. kenapa mereka berdua selalu bersama? Setahuku mereka belum berpacaran.

“Kalau kau tidak enak badan, hubungi aku saja,” Krystal Jung tersenyum dan menepuk bahuku. Kemudian ia pergi ke mejanya sendiri. Aku jadi teringat tadi pagi Nana menepuk bahuku seperti apa yang dilakukan Krystal barusan. Tapi rasanya berbeda. Ketika Krystal yang menepuk bahuku, aku tidak merasakan apa-apa. Ketika Nana yang menepuk bahuku, rasanya jantungku berhenti untuk berdegup.

Ya, mungkin aku menyukai Im Nana yang malah menyukai Bang Cheol Yeong alias Mir.

Sehun POV end

 

Author POV

“Krystal Jung!” suara Mir membuat Krystal menoleh ke belakang saat ia menunggu kakak sepupunya menjemputnya. Krystal tersenyum begitu Mir tersenyum ke arahnya juga.

“Bang Cheol Yeong? Kau belum pulang?” tanya Krystal kepada Mir yang sedang mematikan mesin motornya yang sedari tadi menyala.

“Eo. Aku mengambil ekstrakurikuler futsal. Kenapa kau belum pulang juga?” tanya Mir balik.

“Kakak sepupuku akan menjemputku,” kata Krystal, “Ngomong-ngomong dimana buntutmu?”

“Buntut?” Mir mengernyit sejenak dan kemudian terkekeh sendiri begitu teringat apa yang dimaksud oleh Krystal, “Im Nana?”

Krystal mengangguk. Ia terkekeh juga, “Eo. Dimana dia? Seharusnya dia menyerahkan catatan kimia-ku. Dia malah pergi entah kemana begitu kelas bubar. Aku kira dia bersamamu.”

“Tidak setiap saat dia membuntutiku,” kata Mir.

“Dia anak yang menarik bukan?” goda Krystal.

“Terkadang dia seperti itu,” Mir tersenyum tipis. Kemudian ia mengambil satu helm lagi yang menggantung di jok belakang motornya. Ia kemudian memberikannya kepada Krystal.

Sementara itu, Krystal malah mendelik ke arah si helm dan menatap Mir heran, “Mwo?”

“Sudah sore. Besok juga ada ulangan kimia, harus belajar,” kata Mir.

“Percuma, buku catatanku berada di tangan Nana sekarang. Aku juga malas belajar,” kata Krystal sembari menggaruk kepalanya.

Mir berdeham, “Pilih salah satu!”

“Apa dan apa?” Krystal bingung.

“Kuantarkan pulang atau kupinjamkan catatan kimia?”

Krystal tampak berfikir sejenak. Jika ia meminjam buku catatan Mir, nanti malam Mir tidak bisa belajar untuk ulangan besok. Jadi, ia mengambil helm yang sudah lama berada di udara dan membuat lengan Mir cukup pegal.

Mir tersenyum lebar begitu Krystal mengambil helm-nya, “Naiklah!”

“Gomawo,” Krystal dengan cekatan mengenakan helm dan duduk di belakang Mir.

“Gwenchana. Berhubung aku belum pernah mengantarkan pulang seorang gadis, jadi kau gadis pertama yang naik ke motorku.”

“Jadi kau belum pernah mengantarkan Nana pulang?” tanya Krystal Jung.

Mir menggeleng dibalik helm-nya. Ia mendengus, “Dia hanya ekorku.”

Fallen Angel

Mendengar ucapan Mir, Krystal tertawa kecil, “Walau begitu dia sangat menyukaimu, Cheol Yeong-a.”

Tapi aku menyukaimu, Krystal Jung. Bagaimana? Batin Mir.

Begitu motor Mir melaju, seorang murid perempuan muncul dari balik pohon yang  berada tidak jauh dari lokasi dimana Mir dan Krystal tadi bercengkerama. Gadis itu membanting buku catatan ke tanah dan menjerit kesal. Ia kemudian pergi dengan langkah yang terburu-buru.

Gadis itu adalah Im Nana.

Fallen Angel end

 

___

 

Im Nana memasuki ruang kelasnya yang ramai. Pagi ini ia sedikit telat karena bangun kesiangan. Kedua matanya bengkak dan hidungnya sedikit merah. Ia melirik tempat duduk Mir yang berdekatan dengan Krystal Jung. Semua tempat duduk sudah ada yang menempati. Apalagi di sekitar Mir.

“NAH-NAH!” suara Oh Sehun membuat semua yang berada di kelas itu menoleh. Pasalnya, mereka jarang sekali mendengar Sehun berbicara keras di kelas.

Nana ikut menoleh karena Sehun kedengarannya memanggil namanya. Ia menatap Sehun penasaran dan Sehun menunjuk bangku kosong di sebelah. Nana mengerti apa maksud Sehun. Mungkin sudah cukup baginya untuk menjadi obat nyamuk Mir. Akhirnya dengan terpaksa ia duduk di samping Sehun.

“Kenapa kau memanggilku seperti itu, Hun-a?” Nana meletakkan tasnya di atas meja dan kemudian ia duduk.

“Wae?” tanya Sehun.

“Kedengarannya aneh. Jadi–” Nana menatap wajah Sehun. Kalimatnya terputus karena jendela di sebelah Sehun terbuka dan.. sinar matahari menerobos masuk. Backlight di punggung di belakang Sehun entah mengapa membuat Sehun terlihat sangat tampan bagaikan malaikat yang baru saja turun ke bumi. Nana ternganga.

“Im Nana!” suara seorang murid perempuan membuat Nana mengatupkan mulutnya. Ia menelan ludah dan menoleh ke belakang. Krystal Jung berjalan ke arahnya.

“Hh.. wae?!” Nana sedikit membentak karena dia jadi teringat percakapan Mir dan Krystal kemarin sore.

“Dimana catatan kimia-ku?” tanya Krystal kepada Nana.

“Molla!” Nana kembali membentak Krystal dan berpura-pura akan belajar dengan metoda membuka buku pelajaran kimia.

“Yya! Im Nana! Lalu aku belajar pakai apa?!” Krystal mendebrak meja Nana.

Begitu Krystal mendebrak mejanya, Nana jadi tidak terima. Ia menutup buku pelajarannya dan membantingnya ke mejanya sendiri. Kemudian ia berdiri di hadapan Krystal Jung. Suasana di kelas jadi tegang dan kaku.

“Kenapa kau mendebrak mejaku? Hah?!” nada bicara Nana semakin tinggi.

“Seharusnya aku yang tidak terima. Kenapa kau membentakku?!” Krystal Jung juga tidak mau kalah.

Nana menyibak rambutnya yang tergerai sambil menggigit bagian bawah bibirnya, “Aku ingin membentakmu. Kau tidak suka? Kenapa aku melakukannya? Karena aku membencimu! Benci segala sesuatu darimu. Aku juga membenci Bang Cheol Yeong!”

Krystal kehabisan kata-kata. Perlahan ia menduga bahwa Nana tahu apa saja yang jadi topik pembicaraannya dengan Mir kemarin sore. Ia melihat Oh Sehun berdiri dengan sebuah buku catatan di tangannya.

“Igeo,” kata Sehun tenang sambil meletakkan buku catatan Krystal di atas meja Nana. Ia kemudian menatap Krystal, “Kau seharusnya belajar menghargai perasaan seseorang terlebih dulu. Baru belajar kimia.”

“Mwo?” Krystal tidak bisa memahami apa yang barusan dikatakan Sehun.

“Kkaja,” Sehun menarik lengan Nana dan membawa Nana keluar kelas.

 

____

 

Nana duduk di dekat lapangan sepak bola. Melihat beberapa anak laki-laki bermain bola membuatnya sedikit lebih tenang. Beberapa saat kemudian, Oh Sehun duduk di sampingnya sembari mendengus pelan. Nana menoleh ke arah Sehun.

“Gomapta,” kata Nana sembari tersenyum ke arah Sehun.

“Ah—eo,” Sehun salah tingkah. Ia memegangi dada sebelah kirinya dan jantungnya memang berdetak lebih cepat dibanding tadi saat ia berjalan ke arah Nana.

“Ternyata kau bisa memahami perasaanku,” kata Nana yang menundukkan kepalanya.

“Eo,” Sehun memperhatikan bola yang sedang digiring oleh salah satu murid laki-laki di lapangan.

“Tapi kau tidak bisa memahami perasaan Krystal,” kata Nana lagi.

Sehun menoleh ke arah Nana, “Maksudmu?”

“Dia menyukaimu,” Nana terkekeh sendiri. Kemudian ia meniup udara di depannya, “Dan dari dulu aku sangat suka ketika kau berdiri berdekatan dengan Krystal. Tampak sangat serasi.”

“Keundae, nan neon joha—“ kata Sehun, menggantung.

“EO?” pekik Nana. Ia melotot ke arah Sehun, “Apa?”

Sehun tersenyum lebar dan menggaruk tengkuknya, “Ya, aku menyukaimu sama dengan aku menyukai— Krystal Jung, Bang Cheol Yeong…”

Nana menghembuskan nafas pelan, “Aku juga menyukaimu. Kau ini selalu membuatku kagum.”

“Kagum?” Sehun penasaran dengan kata ‘kagum’ yang dikatakan Nana.

That One Person – Jessica

“Kau bisa melakukan segalanya. Kau baik dalam belajar, olahraga, seni—“

“Benarkah?” lagi-lagi Sehun menggaruk tengkuknya.

“Eo. Seharusnya aku menyukaimu.”

Glek. Sehun menelan ludahnya. Tubuhnya kaku seketika, dan darahnya seperti berhenti mengalir. Seharusnya aku menyukaimu.

“Kenapa aku menyukai Mir?” Nana terbengong-bengong sendiri. Ia pun membanding-bandingkan Sehun dan Mir, “Tapi banyak sekali fans Oh Sehun. Sunbae-sunbae menyukaimu..”

“Nana-yya,” begitu Nana menoleh ke arahnya, Sehun memegangi kedua pipi Nana.

“M-mwo? Wae irhae?” Nana panik ketika Sehun menatapnya.

“Malhaebwa,” kata Sehun tenang. Sebenarnya jantungnya tidak setenang suaranya saat ini.

“Apa? Kenapa kau jadi seperti ini?” Nana memegangi kedua pergelangan tangan Sehun.

“Seharusnya aku menyukaimu.. itu apa?”

Nana menatap Sehun sejenak dan kemudian tertawa terbahak-bahak. Sehun yang bingung dengan tingkah Nana yang semakin menjadi ini melepaskan pegangannya dari wajah Nana.

“Im Nana.”

“Apa kau tidak sadar bahwa kau ini sangat tampan jika dibandingkan Mir? Tetapi kau ini lebih bodoh dari Mir juga,” Nana tergelak sendiri ketika melihat ekspresi inosen Sehun.

“Lalu kenapa kau menyukai Mir?” Sehun menatap lapangan hijau di depannya.

“Eo?” Nana berhenti tertawa.

“Ya, kenapa kau menyukai Mir? Bukan menyukaiku?”

“Aku menyukaimu juga.”

Sehun menoleh ke arah Nana, “Kau menyukaiku juga?”

Nana tersenyum dan kemudian merangkul Sehun, “Hoonie, bagaimana jika kita berteman?”

“Kau menyukaiku juga dan kau bertanya bagaimana jika kita berteman?”

Nana mengangguk, “Kenapa kau jadi aneh seperti ini ngomong-ngomong?”

Sehun menggeleng pelan. Ia mendecakkan lidahnya, “Aku tidak mau jadi temanmu. Mianhae,” ia pun menyingkirkan tangan kanan Nana dari bahunya dan bangkit berdiri, berjalan meninggalkan Nana sendirian.

Sementara itu, Nana menatapnya dari kejauhan. Ia bingung sendiri.

That One Person – Jessica End

 

___

 

Nana baru saja keluar dari perpustakaan. Ia meminjam sebuah buku fiksi berjudul ‘Look At Me’ karangan salah satu novelis ternama di Korea. Ia memang suka sekali dengan semua buku fiksi roman-komedi. Jadi, ia berniat untuk membaca semua buku roman-komedi yang ada di perpustakaan sekolahnya.

Tiba-tiba Sehun dan Krystal berjalan beriringan di hadapannya. Mereka tidak menyapanya, atau bahkan mungkin mereka tidak melihatnya. Bisa jadi juga mereka pura-pura untuk tidak mengenalnya.

Author POV end

 

Nana POV

Mengapa Sehun dan Krystal berjalan beriringan dihadapanku seperti itu? Sangat dekat dan itu membuatku sedikit senang karena akhirnya mereka bisa sedekat itu. Tapi mereka tidak menyapaku, bahkan sama sekali tidak melihat ke arahku. Tidak, mungkin mereka tidak melihatku saja. Namun sungguh menjadi transparan di mata semua orang justru membuatku sakit hati. Apakah mereka membenciku?

Aku ingat seminggu yang lalu Sehun pergi begitu saja saat kurangkul. Apa dia tidak suka kurangkul? Atau dia tidak suka dengan kata-kataku waktu itu?

Seminggu ini Oh Sehun memang berbeda. Ia lebih terbuka dan lebih menonjol di kelas. Ia tersenyum kepada semua orang—kecuali aku. Ketika aku menyapanya, ia diam. Ketika aku tersenyum kepadanya, ia diam juga. Ketika aku meletakkan buku catatan yang kupinjam darinya, dia tidak merespon. Paling-paling ia mengobrol dengan Lee Gi Kwang yang duduk di belakangnya.

Tes. Setitik air jatuh di cover buku fiksi yang baru aku pinjam. Aku menengadah ke atas. Mendung. Pasti mau hujan. Aku harus cepat-cepat pulang ke rumah.

Nana POV end

 

Sehun POV

Aku dan Krystal Jung berjalan keluar sekolah berdampingan. Ia sedikit bercerita tentang kesukaannya, teman-temannya, bahkan rahasia dari anak-anak perempuan di kelas kami. Ia mengatakan kepadaku bahwa teman satu kelas kami, Kim Da Som begitu menyukaiku.

Kim Da Som adalah anak yang pemalu. Ia seperti malu jika melihat ke arah anak laki-laki, dan seperti tidak suka berdiri dekat anak laki-laki. Makanya pernah suatu hari aku bertanya kepadanya, apa dia tidak menyukaiku? Ia hanya menggeleng dan kemudian pergi meninggalkanku. Aku selalu penasaran tentangnya. Tapi aku malah lebih penasaran dengan Im Nana yang selalu mengekori Bang Cheol Yeong yang selalu mengacuhkannya.

“Oh Sehun,” panggil Krystal. Aku menoleh ke arahnya yang mulai memelankan langkahnya dan akhirnya kami berdua berhenti berjalan, “Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.”

“Apa itu?” aku menatapnya penasaran.

Krystal menghela nafas, “Aku—menyukaimu.”

 

“Eo. Seharusnya aku menyukaimu.”

“Lalu kenapa kau menyukai Mir?”

“Eo?”

“Ya, kenapa kau menyukai Mir? Bukan menyukaiku?”

“Aku menyukaimu juga.”

 

Aku teringat oleh wajah innosen Im Nana yang saat itu mengatakan bahwa ia seharusnya menyukaiku. Aku tersenyum kecil dan menundukkan kepalaku sedikit.

“Wae?” Krystal mungkin heran melihat tingkahku yang aneh.

Aku mengkat kepalaku, “Eo, gomawo. Aku juga menyukaimu.”

Wajah Krystal berubah. Ia menatapku aneh, “Eo?”

“Aku juga menyukai Bang Cheol Yeong, Lee Gi Kwang, Kim Da Som—“

Aku yakin saat ini perasaan Krystal sangat hancur. Yah.. itulah yang kurasakan saat Nana mengatakan hal yang sama. Aku tahu, saat itu Nana tidak mengatakannya secara langsung kepadaku, tapi—aku tahu apa yang ia maksud. Ia menyukaiku dan rasa ‘suka’ itu sama dengan rasa sukanya terhadap kawan-kawannya sendiri, termasuk Bang Cheol Yeong.

“Mianhae, Krystal..,” aku tersenyum lagi ke arahnya dan menepuk punggungnya sekali, “Aku harus kembali ke sekolah. Ada yang tertinggal.”

“Besok kau bisa mengambilnya bukan?” suara Krystal bergetar. Dan tiba-tiba Mir muncul di hadapan kami. Ia menyodorkan sebuah helm ke arah Krystal.

“Sudah mau hujan, apa yang kau lakukan disini?” kata Mir kepada Krystal dan kemudian ia melihat ke arahku, “Terima kasih sudah menemani yeojachingu-ku.”

Yeojachingu? Jadi Krystal dan Mir sudah—

“Eo, Cheol Yeong-a. Kkaja,” Krystal menatapku nanar dan menyahut helm Mir, serta kemudian naik ke jok belakang motor Mir.

Sementara Mir melajukan motornya, aku tergesa-gesa kembali ke perpustakaan. Siapa tahu Im Nana masih ada disana. Aku tidak bisa membiarkannya tahu jika Krystal Jung dan Mir sudah jadi sepasang kekasih. Aku harus menutup matanya dan juga menutup kedua telinganya.

Fallen Angel

Tapi sudah terlambat. Tepat sekali ketika hujan turun tiba-tiba, Im Nana sudah berada di belakangku. Aku berbalik badan dan melihat ekspresi kosongnya.

“Im Nana..,” aku iba melihatnya seperti ini. Air hujan membasah-kuyupi seluruh tubuhnya, dan apa yang ia lihat dan dengar tadi juga membasah-kuyupi hatinya. Aku terlambat.

Nana tersenyum ke arahku, “Eo, Oh Sehun! Annyeong..,” suaranya masih terdengar ceria dan ringan.

Aku menelan ludahku sendiri. Mataku tertuju ke arah buku yang setengah basah setengah kering yang digenggam erat oleh Nana. Lantas Nana menyodorkan buku itu ke arahku. Sementara aku menatapnya bingung, “Mwo?”

Dan Nana masih tersenyum, “Aku sudah selesai membacanya. Kalau kau mau membacanya, bawa saja.”

Masih, aku menatapnya bingung. Sampai ia mengatakan ‘sampai jumpa besok’ dan berlari meninggalkanku.

Look At Me. Judulnya membuatku tertarik untuk membuka halaman per halamannya. Mungkin Nana memilih buku ini karena cocok dengan nasibnya yang selalu tidak diperhatikan oleh Bang Cheol Yeong. Dia sangat cute.

Yang aku heran, kenapa ia mengatakan kepadaku jika ia sudah selesai membaca buku ini? Padahal ia baru saja meminjamnya di perpustakaan beberapa menit yang lalu. Apa dia tidak tertarik dengan buku ini lagi?

Fallen Angel End

 

___

 

Di ambang pintu kelas yang masih sepi ini, aku bisa melihat Im Nana duduk lemas di kursinya. Aku tersenyum tipis dan menimang-nimang buku yang kemarin Nana pinjamkan untukku. Kemudian aku berjalan ke mejanya. Melihatku, Ia menegakkan badannya dan tersenyum ke arahku.

“Kau sudah selesai membacanya?” tanyanya kepadaku yang sedang meletakkan tasku di meja di sebelahnya.

“Eo,” jawabku pendek.

“Bagaimana?” tanyanya lagi.

“Bagus,” kataku sambil meletakkan si buku di mejanya.

A Lovely Boy

Nana mengernyit begitu melihat cover buku yang kemarin ia pinjam itu. Sengaja, aku tambahkan kata ‘Only’ di depan judul ‘Look At Me’. Ia kemudian melihat ke arahku.

“’Hanya lihat aku’. Bukan ‘Lihat aku’ saja. ‘Lihat aku’ berarti dia dapat melihat yang lainnya. Tapi dengan satu kata ‘Hanya’ dia dapat melihat kau saja. Kau seorang,” terangku.

Mendengar keteranganku, Nana menatapku dalam. Matanya berkaca-kaca. Kemudian ia berdiri dan.. memelukku. Seketika tubuhku jadi kaku dan aku hampir tidak bisa bernafas. Gadis yang kusukai memelukku tanpa aku minta.

“Im Nana—“

“Gomawo,” Nana belum melepaskan pelukannya, “Kau memang satu-satunya teman yang memahami perasaanku. Aku sangat menyukaimu.”

  1. Satu kata itu lagi. Apa kau tidak bisa menyukaiku sebagai seorang perempuan terhadap seorang laki-laki? Apa kau hanya bisa menyukai sebagai teman?

“Mulai sekarang, aku akan melihatmu saja.”

“Eo?” aku masih belum membalas pelukannya. Aku masih terlalu kikuk untuk memeluk seorang gadis yang kusukai.

Nana tiba-tiba melepaskan pelukannya dan menatapku sebal. Ia kemudian memukul dahiku dengan ttakbam-nya yang sedikit lemah tapi cukup sakit buatku juga, “Kau juga harus berjanji untuk melihatku saja, Chingu!”

Aku menatap Nana. Ia tersenyum begitu lebar sampai-sampai aku terpana melihat deretan giginya yang rapi dan putih itu. Mata yang selalu aku hindari setiap waktu ia menatapku, kini aku menatapnya benar-benar.

“Yaksok?” ia menunjukkan jari kelingkingnya.

Dengan ikhlas hati, aku mengaitkan jari kelingkingku ke jari kelingking Nana. Aku tersenyum kecut menghadapi kenyataan bahwa mungkin aku tidak bisa memiliki Im Nana sebagai seorang yeojachingu-ku. Dia—seorang teman, “Yaksok. Dimataku hanya ada kau seorang.., Chingu.”

“Gomawoo..Oh Sehun!”

Setelah aku mengatakan ‘Chingu’ kepadanya, Nana langsung pergi meninggalkanku di kelas yang sepi ini.

Sinar matahari menembus masuk lewat kaca jendela kelasku. Tepat mengenai punggungku. Mengenai bagian atas tubuhku yang barusan Nana peluk. Nana, seorang gadis yang kusukai. Suka sebagai teman yang berjanji tidak akan melihat ke arah lain selain ke arahnya. Nana, berjanjilah bahwa kau hanya akan melihatku. Kau sudah berjanji tadi dan kau harus menepatinya.

Tapi ngomong-ngomong, kau lupa membaca halaman terakhir bukumu. Dimana disana aku menyatakan perasaanku yang sebenarnya terhadapmu. Aku bukan menyukaimu. Aku mencintaimu.

A Lovely Boy End

Aku sangat menyukaimu, Nana-yya.

Sehun POV end

END

Ending Theme : Only Look At Me – Taeyang

 

Advertisements

5 comments

  1. nadya · October 29, 2014

    keren lah gak kepikarn lah jalan cerita nya aku suka

  2. rina · June 18, 2015

    aaa jarang baget ketemu ff ybg cast nya nana sehun 😀 … biasa nya nana chanyeol atau nana kris atau luhan .. keren thor ff … seriusan suka banget ff yang cast nya nana .

    • rina · June 18, 2015

      kok baru ketemu ff yang cast nya nana sehun ,.

      • ffsmawol · June 29, 2015

        author suka nana sama sehun hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s