We Got Married [Part 1]

PART 1

Main Cast : EXO-K Kai | Miss A Suzy | f(x) Krystal

Rating : PG-15

Genre : Romance, Sad, Family, Household

Length : 6 Parts

Suzy POV

Annyeong! Aku Bae Suzy. Nama asliku adalah Bae Soo Ji. Aku bersekolah di Konkuk University di bidang film dan seni. Sebenarnya aku adalah gadis yang baik dan tidak seperti teman-teman di kampus sering katakan. Apa yang sering mereka katakan? Tentang aku yang manja, dingin, dan kejam.

Kenapa aku dibilang manja? Mungkin karena setiap pulang kuliah, ibu mengirim supirnya untuk menjemputku. Padahal aku tidak ingin dijemput. Aku juga ingin pulang naik bus bersama-sama dengan teman. Tapi, ibuku terus memperlakukanku selayaknya princess.

Kenapa aku dibilang dingin dan kejam? Karena aku tidak punya teman satupun. Jadi, aku seperti seorang penyendiri yang jarang berbicara bahkan tidak mood untuk berbicara. Kejam? Aku suka mengacuhkan mereka semua karena mereka mengolok-olokku terus. Siapa mereka? Semua mahasiswa di Konkuk University.  Salah satu dari  mereka adalah..

Suzy POV end

Kai POV

Kim Jong In adalah nama asliku. Tapi aku lebih suka jika kau memanggilku Kai. Aku adalah yang populer di Konkuk University dan jadi idola mahasiswi disana. Banyak yang sudah menjadi yeojachingu-ku. Tapi tenang saja, aku sekarang lajang dan sedang bosan dengan semua gadis cantik di dunia ini. Di umurku yang dua puluh ini, total ada enam belas gadis yang sudah jadi yeojachinguku. Yang terakhir adalah Krystal Jung, dia mahasiswi di Jeju.

Dan untuk mengusir kebosananku ini, belakangan aku suka mem-bully seorang mahasiswi bernama Bae Suzy. Putri semata wayang dari Perusahaan OX yang secara kebetulan adalah salah satu perusahaan besar yang bekerja sama dengan perusahaan kedua orang tuaku. Kau tahu satu kata yang selalu aku gunakan untuk membully Bae Suzy? Pumpkin.

Kenapa pumpkin? Wajahnya bulat dan mengembang seperti labu.

Kai POV end

Author POV

Suzy menghembuskan nafasnya panjang ketika Ibu-nya masuk ke mobil dan duduk di depan kemudi, di sampingnya.

“Kau capek ‘kan? Nanti akan aku buatkan teh hangat untukmu. Kau mau?” tanya Nyonya Bae sambil menyalakan mesin.

“Eomma,” Suzy memejamkan matanya. Ia juga menyandarkan kepalanya ke jok.

“Eo?” Nyonya Bae menjalankan mobilnya.

“Bagaimana keadaan ayah?” tanya Suzy. Ayahnya memang sedang terkapar di rumah sakit. Padahal urusan-urusan perusahaan banyak yang belum terselesaikan. Nyonya Bae malah sibuk mengurusi Suzy dan suaminya. Sementara si perusahaan yang malang itu dikendalikan dengan Perusahaan KM milik Keluarga Kim.

“Labil. Kemarin-kemarin kritis, tapi beberapa jam kemudian dia baik-baik saja. Tapi besoknya malah drop lagi,” kata Nyonya Bae yang diikuti dengan dengusan keras.

“Masa terus-terusan aku dijemput seperti ini dan tidak boleh melihat Ayah?” tanya Suzy.

“Kau tidak bisa naik bus seperti itu. Nanti kau kena sakit paru-paru juga seperti Ayah,” kata Nyonya Bae santai.

Suzy tertawa hambar, “Eomma. Bus itu bus kota, jadi tidak menimbulkan polusi. Eomma ini super aneh!”

“Aku harus melindungimu, Suzy-yya. Kau ini kan calon penerus ayahmu, pengganti ayahmu. Jika nanti ayahmu ada apa-apa bagaimana?”

“Tidak mungkin ayah meninggal begitu saja. Tapi jika ia meninggal, aku tidak mau jadi pengganti ayah,” kata Suzy.

“Mwo? Lalu siapa yang akan jadi pengganti ayahmu kalau begitu?”

“Eomma juga boleh—“ kata Suzy cuek.

“Hh.. kau ini selalu membuatku berpikir keras!” kata Nyonya Bae.

___

“Bagaimana keadaan Tuan Bae?” tanya Tuan Kim kepada Nyonya Bae di telepon.

Nyonya Bae duduk di samping tempat tidur suaminya –di rumah sakit- dengan gelisah, “Dia belum juga sadar dari koma.”

“Ah.. sudah hampir sebulan dan dia belum sadar juga?”

“Ne..”

“Nyonya Bae, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini. Tapi jujur saya sudah tidak bisa mengurusi perusahaan Keluarga Bae,” rengek Tuan Kim.

Nyonya Bae terdiam sebentar dan menatap wajah Tuan Bae yang pucat pasi, “Ne, jeosonghamnida. Aku juga tidak tahu bagaimana caranya mengurusi perusahaan suamiku.”

“Apakah tidak ada cara lain, Nyonya Bae?” tanya Tuan Kim.

“Ne?”

“Apakah putrimu bisa memegang kendali perusahaan Ayahnya?” tanya Tuan Kim.

“Dia masih terlalu muda dan lagi dia tidak mau untuk memegang posisi itu—“

“Seharusnya seumur dia sudah bisa. Ketika aku sakit, Kim Jong In-lah yang memegang kendali perusahaanku,” kata Tuan Kim –ayah Kai-

Nyonya Bae menggigit bibir bagian bawahnya, “Tunggu! Sepertinya aku punya cara.”

“Jeongmalyyeo? Bolehkah saya mendengarnya sekarang?”

“Andwaeyyo,” Nyonya Bae menepuk pahanya sendiri, “Kita harus bicarakan dengan Nyonya Kim dan juga Kim Jong In. Anakku juga harus ikut.”

“Saya jadi penasaran cara seperti apa yang Nyonya Bae maksud.”

“Ini cara yang sangat brilian. Besok malam di Handel and Gretel pukul delapan. Tidak ada jadwal ‘kan?” Nyonya Bae tiba-tiba jadi excited.

“Ne. Kebetulan jadwal besok aku kosongkan untuk berisitirahat di rumah. Baiklah. Sampai jumpa besok, Nyonya Bae.”

“Ne. Terima kasih banyak.”

___

Suzy sedang berjalan gontai ke arah kantin. Ia tidak begitu berselera untuk makan siang. Tapi ibunya memaksanya. Dan karena jika ia tidak makan siang, ibunya akan mengantarkan makan siang ke kampus. Lebih baik ia makan di kantin daripada makan di kelas dengan bekal buatan ibunya yang kekanak-kanakan. Belum lagi nanti jika Nyonya Bae menyuapinya.

Namun karena dia tidak begitu hati-hati, ia tersandung kaki meja makan dan menjatuhkan makan siangnya. Semua orang melihat ke arahnya dan tertawa terbahak-bahak melihatnya menderita. Mungkin sekarang benar-benar ibunya akan menyuapinya di kelas.

Suzy berdiri dan membersihkan pakaiannya. Kemudian tidak lama, seorang laki-laki berdiri di hadapannya. Laki-laki itu menyodorkan sapu tangan kepadanya. Ia mendongak dan ia melihat Kai –anak laki-laki yang selalu membullynya- tersenyum ke arahnya.

“Gomawo—“ kata Suzy sambil mengambil si sapu tangan Kai.

“Sayang sekali, kau tidak jadi makan siang disini. Apa perlu ku antarkan ke kelas dan menemanimu makan siang dengan bekal ibumu?” Kai kemudian tertawa.

Mendengar Kai berkata seperti itu, Suzy merapatkan giginya. Dia memilih untuk terus diam. Karena dia tidak tahu harus berbuat apa jika di bully dari dulu. Setelah ia selesai membersihkan pakaiannya dengan sapu tangan Kai, ia menyodorkan sapu tangan Kai yang sedikit kotor itu. Sebenarnya ia berniat untuk mengembalikannya.

“Igeo—“

Kai menatap Suzy jijik, “Buang saja itu. Aku tidak perlu. Oh ya, sekalian bersihkan lantainya. Dijilat saja jadi kau tidak perlu berbohong kepada ibumu,” dia tertawa lagi sambil berjalan meninggalkan Suzy.

Young Wife

Aku belum pernah melakukan ini tapi apa salahnya mencoba?

“YYA!” Suzy sebenarnya ingin memanggil Kai tapi dia tidak tahu namanya. Dia hanya tahu Kai ini anak populer di kampus ini.

Kai dan semua orang di kantin menoleh ke arah Suzy. Mereka semua terheran-heran dengan perubahan sikap Suzy. Apalagi Kai yang kini melongo, “Kau memanggilku?”

Tanpa berkata apa-apa lagi, Suzy melemparkan sapu tangan Kai yang sudah cukup kotor itu ke wajah tampan Kai. Semua orang jadi tambah heran. Kai pasti malu sekali di hadapan semua orang.

“YYAiishh!” Kai menatap Suzy sebal. Ia tidak terima jika dipermalukan seperti ini, “Sebenarnya apa yang kau mau?!”

Suzy menjulurkan lidahnya kepada Kai dan kemudian pergi secepat kilat karena dia mungkin lebih malu dari Kai. Tapi sebenarnya dia lebih bahagia karena semua orang tadi takjub.

Young Wife – End

ESOKNYA…

Seperti biasanya, Suzy turun dari mobil dengan wajah mendung. Apalagi kali ini Nyonya Bae bicara panjang lebar tentang Tuan Bae. Suzy jadi lebih ingin menjenguk ayahnya itu. Ingin melihatnya saja kenapa harus berurusan dengan ibunya yang super cerewet ini?

“Ingat, Suzy-yya. Nanti malam kau harus ikut Eomma ke suatu tempat. Jangan pulang terlambat!” kata Nyonya Bae kepada Suzy. Kemudian dia melajukan mobilnya dengan cepat bersamaan dengan Suzy yang mendengus keras.

“Bae Suzy!”

Mendengar suara berat seorang anak laki-laki, Suzy menoleh ke belakang. Dan sapu tangan super kotor pun mendarat tepat di wajahnya. Tertawaan terdengar dari seluruh penjuru setelah wajah Suzy berubah menjadi lebih mendung. Matanya tertanam kepada seorang bocah berkulit gelap yang berdiri tidak jauh darinya.

“Dia—“ gumam Suzy sambil menyipitkan matanya begitu tahu anak laki-laki itu adalah Kai.

“Jilat dulu kotorannya baru kembalikan kepadaku!” kata Kai sambil melihat entah kemana.

Suzy meniup poninya ke atas kemudian menendang sapu tangan Kai yang ada di bawahnya tak tentu arah, “Shirreo!” Ia pun pergi dari situ secepatnya karena malu dilihat banyak orang.

Kai mendelik. Ia baru pernah mendengar kata ‘shirreo’ dari mulut Suzy. Iya, sebelumnya Suzy tidak pernah buka mulut. Karena merasa kalah lagi, Kai menatap punggung Suzy, “YYA! AWAS KAU AKAN KUBALAS SUATU SAAT NANTI!”

Suzy menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke belakang dan membuat Kai tertegun lagi. Beberapa detik kemudian dia tertawa kecil, “Suatu saat nanti?” dilanjutkan dengan merong dan melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

Sekali lagi, Kai merasa dikalahkan. Ia ingin sekali menendang Suzy layaknya bola sepak sekarang.

…….

Ketika kelas selesai, Suzy tidak langsung beranjak dari kursinya. Ia malas, karena teringat dengan kata-kata ibunya tadi pagi. Tentang nanti malam. Memangnya dia mau dibawa kemana nanti malam sampai tidak boleh pulang telat.

Kai pun begitu. Ia tidak langsung angkat pantat begitu kelas selesai. Ia memperhatikan Suzy dari belakang. Entah kenapa ia jadi tertarik untuk mengalahkan Suzy. Ia akhirnya memberanikan dirinya –yang sudah berani- berjalan ke arah Suzy.

“YYA!” Kai berteriak di belakang Suzy yang saat itu juga hampir melompat karena kaget.

Suzy menoleh ke belakang. Begitu tahu Kai berada di belakangnya dan sedang menatapnya, ia berdiri dan membereskan buku-buku di mejanya.

“Apa kau begitu takut kepadaku?” Kai tertawa kecil. Kemudian dia mengambil salah satu buku Suzy dan menggantungnya di udara tinggi-tinggi, “Hah?”

“Berikan kepadaku!” suruh Suzy tanpa usaha mengambil bukunya sama sekali.

“Coba ambil. Aku tidak akan melemparkannya ke luar jendela, kok—“ kata Kai sembari tersenyum lebar kepada Suzy. Senyumannya itu membuat Suzy mendecakkan lidah dan menghentakkan kaki.

Suzy menjinjit untuk meraih bukunya yang kini menggantung di genggaman Kai. Sesekali melompat ketika Kai juga ikut menjinjit. Sementara ia kesusahan mendapatkan bukunya kembali, Kai malah tertawa menggoda Suzy.

“Berikan!” Suzy melompat ke depan dan Kai mundur beberapa langkah.

“Oh!” Kai hampir saja terjatuh. Ia terkejut karena Suzy hampir saja menubruk badannya, “Apa kau bermaksud untuk menyundulku?”

“Ah..,” Suzy menyibakkan rambutnya dan kemudian melompat-lompat lagi untuk mendapatkan bukunya kembali, “Aku tidak mau berurusan denganmu!”

“Memangnya aku mau berurusan denganmu?”

Suzy berhenti melompat-lompat dan berlanjut menatap Kai, “YYA! Kau yang mengajakku berurusan!”

“Dan kenapa kau mau berurusan denganku?” Kai menurunkan tangannya.

Melihat Kai menurunkan tangan dan bukunya, Suzy menjilat bibirnya dan langsung mengambil gerakan untuk merebut bukunya dari tangan Kai. Tapi Kai yang terkenal memiliki refleks cepat itu langsung menyembunyikan buku Suzy di balik punggungnya.

“BERIKAN PADAKU!” jerit Suzy sambil berusaha mengambil buku dari kedua tangan Kai yang ada di belakang punggung. Kedua tangannya seperti hampir melingkar di pinggang Kai.

Kai mundur beberapa langkah sembari tertawa, namun kedua tangan Suzy yang berhasil menyentuh buku yang ada di tangannya itu membuat Suzy terpantul ke arahnya dan membuat keduanya ambruk ke lantai.

Namun entah bagaimana, Kai menarik Suzy lebih dalam ke tubuhnya –niatnya menjaga keseimbangan, tapi Suzy tidak kuat menahan beban tubuh Kai- dan meletakkan Suzy di lantai. Kemudian dia ambruk di atasnya.

“MWOYYA!!” Suzy kesakitan dan berusaha membuat Kai menjauh dari tubuhnya. Tapi nihil.

Kai menopang tubuhnya dengan kedua lengannya yang berotot. Ia meringis kesakitan dan beberapa saat kemudian dia baru sadar jika Suzy kini berada tepat di bawahnya. Ia menatap Suzy dengan tatapan bingung sementara Suzy menatapnya dengan tatapan sebal.

“Ppali pikkyeowa!” Suzy mendorong tubuh Kai sekuat tenaga.

“Sebentar—“ kata Kai lirih.

“Mwo?” Suzy tidak mendengar Kai.

Kai tersenyum tipis dan perlahan tangannya menuju ke arah wajah Suzy. Jemarinya mengelus lembut pelipis sampai pipi Suzy. Kemudian jari telunjuknya mengelus bibir bagian bawah Suzy. Membuat jantungnya berdegup kencang.

“Yya,” suara Suzy melemah, matanya sayu.

“Wae?” Kai tertawa kecil kemudian berdiri dan membereskan pakainnya. Begitupun Suzy yang langsung meraih bukunya setelah bangun.

___

“Eomma,” Kai tertegun begitu Tuan Kim berhenti di depan Handel Gretel Cafe.

“Wae?” Nyonya Kim melepaskan sabuk pengamannya.

“Kau yakin dengan tempat ini? Aku sudah bosan kesini..,” kata Kai ragu-ragu.

“Sudahlah. Bertingkah lakulah yang baik nanti di hadapan keluarga teman ayahmu,” kata Nyonya Kim sambil melihat ke belakang, tepatnya melihat ke arah Kai, “Yang sopan..”

Kai mendengus dan beranjak keluar dari mobil. Begitu pula ayah dan ibunya. Setelah itu mereka masuk Handel Gretel bersama-sama. Mata Tuan Kim langsung tertanam kepada seorang wanita dan seorang gadis yang sedang duduk berhadap-hadapan di ujung ruangan. Tuan Kim tersenyum dan menduga itu pasti Nyonya Bae dan anaknya.

“Disana,” ucap Tuan Kim kepada Kai dan istrinya sambil menunjuk ke arah Nyonya Bae duduk.

“Oh.. ayo cepat! Kita terlambat!” seru Nyonya Kim sambil menggeret lengan Tuan Kim. Sementara Kai mengikutinya di belakang.

Karena mendengar langkah beberapa orang yang sedang menuju ke arahnya, Nyonya Bae menoleh. Kemudian ia bangkit dari kursinya, memberikan hormat kepada Keluarga Kim yang menghampirinya. Bae Suzy pun melakukan apa yang dilakukannya itu. Namun Suzy belum menyadari siapa putra dari Keluarga Kim yang dengan ramah menyapanya itu.

“Cepat duduk,” Nyonya Bae mempersilahkan Nyonya dan Tuan Kim duduk di sebelahnya.

Tidak sengaja, Suzy memperhatikan anak laki-laki Keluarga Kim yang adalah Kai. Ia melongo ketika Kai melihat ke arahnya juga. Mereka berdua sama-sama takjub.

“Kai-yya, duduk disana. Jangan berdiri terus,” bisik Nyonya Kim.

Kai mendengus, “Duduk di sebelahnya?” ia menunjuk Suzy.

“Tentu saja,” kata Tuan Kim, “Kudengar kalian teman satu kampus ‘kan?”

“Ne—“ jawab Suzy dan Kai pendek. Kai pun duduk di sebelah Suzy.

“Ya ampun.. kalian terlihat sangat serasi!” seru Nyonya Bae bertepatan dengan Suzy yang meneguk kopi.

Mendengar ibunya mengatakan hal aneh –yang menjurus ke suatu hal- Suzy tersedak dan batuk-batuk, “MWO?”

“Apa yang kau lakukan, Kai-yya!?” Tuan Kim melotot ke arah Kai, “Lakukan sesuatu supaya Suzy tidak terbatuk seperti itu!”

Kai mendengus lagi, “Apa maksudnya kalian mengajakku kesini sebenarnya?”

“YYA!” seru Suzy di tengah-tengah acara batuk-batuknya, “Bantu aku—uhuk!  Tepuk punggungku!”

Kai menatap Suzy nanar, “Memangnya aku siapamu?”

“Lakukan saja, Kai-yya! Tidak ada ruginya kok!” kata Nyonya Kim kepada Kai, “Aku ingin melakukannya tapi ini sangat repot untuk berjalan kesana.”

Kai berdeham setelah beberapa detik berpikir. Ia menepuk-nepuk punggung Suzy dengan kasar. Tapi anehnya, Suzy tidak protes dan batuk-batuknya pun sembuh seketika.

“Jadi.. ngomong-ngomong apa ide brilianmu yang kemarin kau katakan kepadaku?” tanya Tuan Kim kepada Nyonya Bae.

“Oh ya!” Nyonya Bae menepuk tangannya, “Aku ingin putramu saja yang melakukan semuanya.”

Kai mengernyitkan dahi. Apa maksudnya ‘semuanya’?

“Apa itu?” Tuan Kim penasaran, “Menggantikan posisi Bae Hyung Soo?”

“MWO?” Nyonya Kim sudah shock duluan.

“Bagaimana caranya?” tanya Tuan Kim.

Nyonya Bae melirik ke arah Kai dan Suzy yang tampaknya juga penasaran, “Menikahkan mereka berdua—“

“NE?!” pekik Kai dan Suzy.

“Nyonya Bae itu adalah—“ kata Nyonya Kim.

“Waeyo? Eottokkejyo?” raut Nyonya Bae berubah.

“Itu adalah apa yang kupikirkan dari tadi!” seru Nyonya Kim.

“NE?!” sekali lagi Kai dan Suzy memekik.

“Apakah ini hal yang baik untuk mereka berdua juga untuk Bae Hyung Soo?” tanya Tuan Kim.

“Aku yakin Kai akan mengurus perusahan Hyung Soo dengan baik,” kata Nyonya Bae.

“Dan juga aku yakin sekali Kai akan menjaga Suzy dengan baik selain menjaga perusahaan. Suzy pasti juga mengurusi suaminya dengan baik!” tambah Nyonya Kim.

“Su-suami?” Suzy meringis ngeri membayangkan Kai jadi suaminya.

“Kapan pernikahannya?” tanya Tuan Kim.

“Apa berarti kau menyetujui ideku?” tanya Nyonya Bae kepada Tuan Kim.

“Ya, kenapa tidak?” Tuan Kim tersenyum kepada Nyonya Bae.

Author POV end

Ending Theme : Kiss Kiss Kiss – Pink Toniq

Advertisements

28 comments

  1. zullasuez · December 13, 2014

    jangan buat suzy eonni terlalu tersakiti eon, kasihan.. aku gag tega..

  2. dina · December 13, 2014

    wkwkwk yaampun apa jadinya kalo mereka nikah??pasti kaya tom and jerry.. ditunggu next postnya author

  3. Elistya Kim99 · December 13, 2014

    Omona ortu.a zyeon sma kai oppa benar” gila menjodohkan kaizy yg notaben.a udh kya musuh bebuyutan jj ,tpi q suka sma ide.a ny.bae kekeke
    apa yg akan terjadi ya ketika kaizy nanti udh nikah ? Pasti kerjaan.a cuma berantem terus #heh

    ditunggu next part.a min

  4. veda · December 13, 2014

    hohoho kaizy bkln nikah #kkk
    NEXT PART 😀

  5. esthersi · December 15, 2014

    Wahhhhh awal yg seru …
    Kata”nya juga ga ada yg typo , pengejaan kata juga bagus authot ^^
    Jadi penasaran sama part 2nya lanjutin ya min

  6. neniwidyasari · December 17, 2014

    Kai jahil bngt….. lanjut part 2nya

  7. ratuhermikusumah · December 19, 2014

    thor jangan buat disini suzy bertahan dari jailan kai sendiirian kirimkan pangeran penolong/? buat suzy XD seruu thor penasaran sama lanjutannya ditunggu lanjutannya ya thor hwaitingg 😀

  8. Leny · December 20, 2014

    Kai disini nyebelin banget krakternya,penasarn sama next partnya..lanjut thor~~~!!!

  9. sondankh simamora · December 28, 2014

    KaiZy d jodhn! Adwh! Suzy makin d bully ama Kai dong! 😦

  10. parkheni · January 6, 2015

    tukang bully mau nikah sama korbannya..
    gak kebayang hidup suzy yang menderita,, tambah menderita lagi,,
    tapi sepertinya bakalan seru,, wkwkwk

  11. Serty · January 6, 2015

    Kaizy engga bisa aku kalau ketemu, terutama Kai,suka banget ngerjain Suzy.tapi seru juga kalau tingkah mereka begitu,awalnya saling tak suka, entar malah suka2’an. Hehe………
    Gomawoyo.

  12. Dezee · January 8, 2015

    Enak jd ny.bae apa yg akan diingikan pasti terwujud. Hmm gmn nasib kaizy?

  13. Dewi Kim L · January 13, 2015

    kerennn thor ^^

  14. ji · February 5, 2015

    Annyeong ji imnida, ji reader baru disini ijin baca karyanya ne^^

    Wah awal yang lucu ini aigoo nanti pasti benci jadi cinta kekke…

  15. lovesooji · February 5, 2015

    suka ama ide ceritanya..
    izin baca^^

  16. suzyholic · February 6, 2015

    Hahaha
    Masa langsung disuru nikaah ?
    Ibu suzy geje bgt..
    Hahaha

  17. kky · April 10, 2015

    Omo, mereka kaya tom jerry gak pernah akur. Kapan romance scene.nya?? Next

  18. nanatuan · May 16, 2015

    Eciyeh bang Jongin ama neng Suzy. wkwkwk
    great thor. bagus! aku sukaaaa >,<

  19. Vani · June 3, 2015

    Waduh kai iseng bgt sih..
    Suzy dijodohin ama myung hahahhaa.. bakal jd ala nantinya ya.. pasti seru deh

  20. Kai Suzy · June 5, 2015

    Wahh, Kai oppa jail bgt sihh sma Zyeonn, mrk berdua udah kyk kucing sma tikus yg ga bisa akur

    • ffsmawol · June 8, 2015

      jadi siapa yang tikus siapa yang kucing?

  21. rifqa0390 · June 27, 2015

    Waduh waduh….
    Apa jdinya klu mereka di nikahkan??
    Bisa2 suzy dijadiin pembantu sma kai…

  22. suzyholic · October 25, 2015

    Wah daebaak..
    Dari musuh malah disuru nikaaah..
    Hahahaha

  23. Purisudewo · January 28, 2016

    Annyeong authornim aku readers baru disini izin baca yaa kak..
    Wah ngga sabar nunggu moment kai sama suzy hehe lanjut baca ya kak😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s