We Got Married [Part 3]

Untitledl

PART 3

Main Cast : EXO-K Kai | Miss A Suzy | f(x) Krystal | Lee Jong Suk

Rating : PG-15

Genre : Romance, Sad, Family, Household

Length : 6 Parts

3 hari berlalu. Kai dan Suzy kembali ke Seoul dan mendapatkan hadiah dari orang tua mereka. Sebuah rumah besar yang mewah untuk pengantin baru. Namun lagi-lagi Kai dan Suzy protes.

“Eomma, apakah ini tidak keterlaluan?” tanya Suzy.

Nyonya Bae menggeleng, “Orang tua Jong In yang menginginkannya. Lagian jika kalian tinggal serumah di rumah ini, kalian pasti bahagia.”

“Eommonim,” Kai sudah bisa menyebut Nyonya Bae sebagai ‘Eommonim’ yang berarti ibu mertua, “Kita bisa bahagia dimana saja. Di penginapan yang tidak terlalu besar seperti kemarin, kami menikmatinya kok.”

Suzy melirik ke arah Kai. Bahagia apanya? Kau berjalan-jalan dengan Krystal sepanjang hari! Batinnya.

Kai juga melirik ke arah Suzy. Karena mengerti tatapan tajam Suzy, ia pun terpaksa merangkul Suzy yang duduk di sampingnya, “Ya ‘kan, chagi?”

“Chagi?” Nyonya Kim berbisik tidak menyangka puteranya memanggil menantu pertamanya dengan sebutan itu sepulang dari Jeju.

“Ya, Eomma,” Suzy tersenyum kepada Nyonya Bae sembari berusaha melepaskan rangkulan Kai. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil, sehingga terpaksa ia membiarkan tangan kiri Kai merangkulnya, “Aku senang-senang dengannya disana. Ketika pulang menerima pemberian besar seperti ini aku jadi tidak enak.”

Kai melirik Suzy lagi. Bersenang-senang denganku? Kau bersenang-senang dengan pria lain di pinggir kolam! Siapa? Jong Suk Oppa?

“Gwencana..,” Nyonya Bae tersenyum, “Ngomong-ngomong kamar kalian ada di atas. Bereskan semua pakaian dari koper, masukkan dengan rapi ke lemari. Kau sudah jadi istri sekarang, Suzy!”

“Eomma, hanya ada satu kamar?” Suzy mendelik.

“Eo.”

“Di rumah yang sebesar ini?”

“Eo.”

“Seberapa besar kasurnya?”

Nyonya Bae mendengus, “Apa kalian tidak tidur bersama selama di Jeju?”

Suzy mendongak untuk melihat raut wajah Kai. Ia yakin pasti air muka Kai tidak jauh berbeda dari miliknya. Apa yang harus ia katakan saat ini?? Dia benar-benar tidak pernah berpikiran untuk tidur bersama suaminya ini. Selain tidak pernah terpikirkan, ia juga tidak ingin melakukannya. Masih terlalu dini untuk tidur bersama seorang laki-laki—yang bahkan adalah suaminya.

Kai menatap Suzy dan kemudian melepaskan rangkulannya, “Eommonim,” ia berdeham.

Melihat ekspresi serius Kai, Suzy yakin Kai akan menolak dengan baik semua yang diberikan ibunya, Nyonya Bae.

“Jeongmal kamsaddeuriguyo, geundae—kami belum pernah melakukannya,” Kai tertawa hambar.

“Kalian berdua ini membuatku kecewa,” sahut Nyonya Kim, “Aku ingin sekali melihat Suzy hamil ketika kalian pulang kesini.”

Suzy dan Kai shock, “Ne?!”

___

Kai merebahkan badannya di atas kasur satu-satunya di rumah yang kini miliknya. Bukan miliknya seutuhnya. Milik Bae Suzy juga. Ia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi nanti malam jika Bae Suzy tidur di sampingnya—

Pelan-pelan Kai menoleh ke arah pintu kamar mandi. Kenapa Suzy belum keluar juga? Padahal sudah hampir setengah jam Suzy berada di dalam situ. Kai jadi khawatir. Makanya ia segera mengambil posisi duduk dan membenarkan couple pajama yang tadi siang diberikan kepadanya oleh ibunya sendiri.

“YYA! Nona Labu!” panggil Kai.

“Aish.. mwoyya igeo?” suara Suzy melengking. Membuat Kai tergerak untuk mendekati pintu kamar mandi.

“Wae?” Kai penasaran. Ia mendekatkan kupingnya ke daun pintu kamar mandi.

Suzy tidak menjawab. Kemudian ia membuka sedikit pintu kamar mandi dan melihat Kai berdiri di depan kamar mandi, “Kenapa kau berdiri disini?”

“Kenapa kau lama sekali?!” bentak Kai.

“Karena aku tidak bisa memakai piyama dari ibumu—“ kata Suzy yang dalam keadaan memakai piyama dari Nyonya Kim, mertuanya.

Kai mengintip sedikit ke dalam kamar mandi. Sontak Suzy menutup sedikit pintu kamar mandi, “Kau sedang mengenakannya sekarang,” ia tertawa, “Apanya yang tidak bisa? Ppali nawa!”

“Ah.. aku tidak yakin akan tidur dalam keadaan seperti ini. Aku tidak terbiasa,” rengek Suzy.

“Jangan merengek!” Kai membentak Suzy sekali lagi, “Aku tidak suka mendengar seorang perempuan merengek. Cepat buatkan aku sesuatu untuk makan!”

Suzy mendecakkan lidahnya, “Bisakah kau ambilkan aku celana training hitam di koperku?”

Kai mengernyitkan dahinya. Agaknya dia tahu kenapa Suzy tidak bisa memakai piyamanya, “Apa jangan-jangan Eomma memberikanmu piyama yang—“ ia menunjuk kedua pahanya sendiri, “Segini?”

Mendengar jawaban Kai yang benar-benar tepat, Suzy segera menutup pintu kamar mandi. BRAK! Begitu keras, sehingga Kai yang tepat di depan pintu menutup kedua matanya karena terkejut, “APA KAU MELIHATNYA?!”

Kai terkekeh, “Arrasseo,” ia bergerak mencari celana yang dimaksud Suzy di koper milik Suzy.

“ARRASSEO? Apa yang kau maksud?!” Suzy ribut-ribut di kamar mandi, sementara tangan Kai sibuk mengaduk-aduk isi koper Suzy.

“Aish—Eomma-mu sudah menyuruhmu untuk membereskan semua pakaian. Kenapa masih belum dilakukan juga?” gumam Kai sambil memperhatikan celana hitam di tangannya, “Apa ini?”

Setelah ia menemukan apa yang diminta Suzy, Kai segera mengetuk pintu kamar mandi dan menunggu Suzy membukanya (pintu kamar mandi****). Dan—beberapa detik kemudian, Suzy membuka pintu kamar mandi sedikit lebih sempit dari yang sebelumnya. Ia menatap Kai sinis. Bertepatan dengan tatapannya itu, Kai melemparkan celana yang ia maksud ke wajahnya.

“Cepatlah.. aku tunggu di bawah,” kata Kai sembari memberikan Suzy smirk terbaiknya.

Setelah Kai pergi dari hadapannya, Suzy menutup pintu kamar mandi pelan-pelan. Ia bersandar di punggung pintu dan mengelus dada-nya yang naik turun karena melihat smirk milik Kai yang memang terkenal di kampus sebagai smirk terbaik.

___

Kai membolak-balik panci di atas kompor yang ia tidak mengerti bagaimana cara kerjanya. Belum pernah ia terjun di dapur, bahkan di dapur rumahnya sendiri. Dimasakkan makanan rumahan oleh ibunya sendiri saja tidak pernah. Cita-cita terbesarnya adalah memiliki isteri yang bisa memasak masakan rumahan seperti telur gulung dan kimchi yang pastinya adalah wanita yang ia cintai sehidup semati. Ia tidak pernah menyangka akan menikah dengan mahasiswi yang sering jadi bahan bully-annya, Bae Suzy.

Tepat saat Kai meletakkan panci di atas kompor, Bae Suzy turun dengan dua bungkus ramyeon instan. Wajahnya sangat berseri-seri saat berjalan ke arah Kai yang berdiri di dekat kompor. Celana training yang terlihat sangat mencolok di tubuhnya, membuat Kai ingin sekali tergelak saat itu juga di lantai.

“Mengapa kau memakai training itu juga akhirnya?” Kai menahan nafsu tertawanya.

Suzy melihat ke training-nya, “Wae? Lebih baik daripada aku memakai baju tidur sependek ini,” Suzy menunjukkan baju tidur-nya yang ternyata adalah rok terusan pendek di atas lutut.

Kai berdeham saat hampir saja ia membayangkan Suzy melepaskan celana training hitam ‘konyol’ milik Suzy sendiri, “Jadi—ehm kau mau masak apa?”

“Ramyeon!” jawab Suzy sambil meletakkan dua bungkus ramyeon di dekat kompor. Kemudian ia membuka lemari es mini yang tidak jauh darinya. Ia mengambil dua butir telur dan beberapa sayuran untuk ia tambahkan di ramyeon pertamanya dan ramyeon untuk suaminya itu.

“Apa kau yakin kau bisa memasak ramyeon untukku?” tanya Kai.

“Aku memang tidak begitu pandai memasak dan ini baru pertama kalinya jadi—“

“MWO?! PERTAMA KALI?”

“Eo. Wae?” Suzy tidak suka dengan nada bicara Kai yang semakin lama semakin tinggi.

Kai mendengus, “Baiklah. Selagi aku lapar aku akan memakan segala sesuatu.”

Suzy tersenyum senang, “Aku akan mencoba yang terbaik untuk—suamiku—“ nada dalam kata ‘suami’ku terdengar sangat menggantung di udara.

Mendengarnya, Kai tertawa sembari duduk di kursi di meja makan, “Ya, aku juga akan mencoba memakan hasil karya istriku.”

Suzy menelan ludah. Mendadak perutnya jadi sedikit mual gara-gara sadar bahwa ia adalah seorang istri dari orang yang suka mem-bully-nya. Dia memanggil Kai dengan sebutan suami, sementara Kai memanggil Suzy dengan sebutan istri. Kedua kata tersebut –suami dan istri- adalah dua kata yang semakin absurd di telinga Suzy.

Entah mengapa ia tidak segera mengambil air untuk memasak air. Ia menoleh ke belakang, dimana Kai duduk disitu. Ia melihat Kai sedang memperhatikannya sekarang.

“Wae?!” Baru saja Kai mengatakan hal-hal yang agak manis kepada Suzy, kini ia sedikit membentak Suzy.

“Ani—“ jawab Suzy pendek yang kemudian kembali fokus memasak ramen.

Kai mengerutkan keningnya karena heran kenapa Suzy menatapnya seperti itu. Ia berdeham, “Ingat—setelah ayahmu sembuh, kita harus segera bercerai.”

Suzy menghentikan aktifitas memotong sayuran, “Mudah-mudahan ayahku cepat sembuh.”

“Baguslah jika kau mempertahankan optimisme-mu itu,” kata Kai. Ia memainkan handphone-nya yang tergeletak di meja. Diputar dan digantungkan di udara. Tidak lama kemudian ia mendengus. Dan—handphone-nya bergetar, “Eo?”

“Wae?” Suzy menoleh ke belakang lagi.

Kai tersenyum lebar dan kemudian bangkit dari kursinya, “Kau masak ramen untukmu sendiri saja. Aku akan makan diluar,” katanya sambil berjalan cepat ke arah tangga.

The Name I Love – SHINee Onew ft. Kim Yeon Woo

“Kenapa tiba-tiba jadi makan diluar?!” Suzy agak kesal mendengar derap langkah Kai yang terdengar sangat bersemangat di lantai atas.

Tidak lama, Kai turun dengan celana jeans, kaos lengan pendek, dan jaket kulit warna cokelat. Ia memasukkan handphone-nya ke dalam saku celana dan tersenyum sumringah ke arah Suzy, “Mianhae. Hari ini Krystal pindah ke Seoul. Ia memintaku untuk datang ke pesta rumah baru-nya.”

Suzy menatap Kai lesu. Ia tersenyum tipis, “Gwencana. Selama ramennya belum aku buat. Pulang jam berapa?”

Kai menggeleng, “Molla. Tutup pintunya, kunci dengan benar. Matikan semua lampunya. Kau bisa tidur dulu.”

Mendengar kalimat seperti itu dari bibir Kai, Suzy hanya mendengus pelan dan kemudian mengangguk, “Eo. Jeosimhae.”

“Aku berangkat dulu,” sahut Kai yang berjalan cepat ke arah pintu utama. BRAK! Kai membanting pintu tersebut. Mungkin saking excited-nya makan malam dengan Krystal dan kawan-kawan semasa SMA, ia jadi tidak peduli seberapa mahal rumah yang harus dijaga baik-baik ini.

Setelah bunyi ‘BRAK!’ tersebut, Suzy tiba-tiba jadi malas dan malah terduduk di lantai. Apa yang membuat Kai begitu menyukai Krystal Jung?

The Name I Love – SHINee Onew ft. Kim Yeon Woo – End

____

Krystal tampak sangat berseri-seri ketika mengobrol dengan kawan-kawan SMA-nya. Ia sengaja tidak memulai acara makan malamnya, karena Kai belum datang ke rumah barunya.

“Apa kau sudah meminta Kai untuk datang?” tanya teman laki-laki Krystal.

“Eo,” Krystal terkekeh sembari mengangguk mantap. Ia yakin Kai akan datang, jika dia yang memintanya. Tanpa aegyo, atau sogokan apapun. Kai akan datang kepadanya bahkan tanpa diperintah.

“Tapi kau bilang Kai sudah memiliki yeojachingu,” kata teman wanita Krystal, “Apa itu benar?”

Krystal menatap gelas wine di depannya, “Eo. Itu benar. Dia sudah memiliki yeojachingu.”

“Apa kau akan mundur?” tanya teman laki-laki Krystal yang tadi bertanya.

“Ani,” Krystal menggeleng cepat, “Kalian tahu tipe gadis seperti apa aku?”

“Aku yakin Kai masih mencintaimu,” kata si teman wanita Krystal, “Coba nanti kau mengajaknya berbicara empat mata.”

Author POV end

Suzy POV

Apa yang harus aku lakukan dengan ramen di depanku? Baru memakannya dua suap saja, sudah membuatku kenyang. Akhirnya aku hanya menatap sisa ramen di depanku yang sudah mulai melar seperti wajahku.

Karena kekenyangan, aku mulai meletakkan wajah ‘melar’ ku di atas meja makan. Aku masih menatap panci ramen di hadapanku.

I’ll Wait For You – SNSD Seohyun

Krystal Jung. Entah mengapa aku mulai kesal begitu nama tersebut terngiang di kepalaku. Apalagi jika ingat Kai begitu seringnya menyebut nama mantan yeojachingu-nya itu. Mungkin memang Kai masih ada rasa kepada mantan terakhirnya. Aku jadi penasaran seperti apa rupa Krystal Jung? Lebih tinggi dariku? Mungkin juga lebih kurus atau memiliki betis yang kecil dan panjang? Wajahnya yang tidak ‘melar’ seperti milikku?

Tiba-tiba tangan kananku menampar pipiku sendiri. Kenapa aku terus memikirkan Krystal Jung dan Kai? Apa aku sudah mulai menyukai Kai?

Aku mengangkat kepalaku. Aku sedikit pusing. Niatnya aku ingin tidur di kamar. Tapi rasanya tidak enak jika aku tidur di kamar sendirian, dan Kai yang baru saja pulang tidur di sofa di lantai bawah.

“Aish..,” aku menggaruk kepalaku yang sedikit gatal. Akhirnya, aku memilih tidur di meja makan ini. Menunggu Kai pulang di depan ramen buatanku yang sudah melar ini.

Suzy POV end

Author POV

Krystal dan Kai kini berdiri di halaman rumah baru Krystal. Hanya mereka berdua. Kawan-kawan masa SMA mereka bersenang-senang di dalam rumah, di ruang tamu dan di sekitar dapur. Musik yang berdentum kuat di dalam, terdengar oleh Kai dan Krystal.

“Akhirnya kau pindah kesini juga,” kata Kai sumringah. Ia lega akhirnya bisa mengunjungi mantan yeojachingu-nya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya dengan Suzy.

Krystal tersenyum tipis dan menoleh –sekaligus mendongak- ke arah Kai, “Kenapa kau sepertinya lega sekali?”

Kai menarik nafas, “Aku bisa mengunjungi setiap waktu. Memastikanmu makan dengan benar dan tidur dengan nyenyak.”

Dahi Krystal mengkerut, “Bukankah kau bilang kau sudah memiliki yeojachingu lagi? Kenapa kau jadi protektif terhadapku seperti ini?” dia terkekeh.

“Aku memang protektif terhadap orang yang kusayangi,” tutur Kai jujur.

Krystal mengangguk pelan, “Apa aku orang yang kau sayangi?”

“Eo,” Kai melipat bibirnya.

“Kau lebih sayang aku atau yeojachingu-mu?”

“Kau,” tutur Kai lagi.

“Kau lebih menyukaiku atau yeojachingu-mu?”

“Kau.”

“Babo!” Krystal tertawa kecil. Sementara Kai hanya melongo melihat ke arahnya.

“Wae? Apakah itu konyol?” tanya Kai dengan polosnya.

“Harusnya kau lebih menyukai dan lebih menyayangi yeojachingu-mu.”

Kai berdeham. Ia jadi teringat Suzy di rumah. Ia masih belum tahu apa yang sedang dikerjakan anak yang sudah jadi istri-nya itu saat ini, “Krystal Jung.”

“Hmm?” Krystal melihat ke arah Kai dengan wajah berseri-seri. Ia seperti sudah tahu apa yang akan dikatakan Kai setelah ini. Ia membayangkan bagaimana nanti ia dan Kai kembali seperti dulu.

“Mianhae. Aku tidak memiliki yeojachingu. Aku berbohong,” kata Kai kemudian yang membuat Krystal tersenyum lebar.

“Eo?” sebenarnya Krystal shock, “Lalu?”

“Ini kewajibanku. Aku harus membayar sebuah hutang budi,” kata Kai. Membuat senyum di wajah Krystal sedikit memudar.

“Maksudmu?”

“Aku—menikah,” ucap Kai dengan sekuat batinnya. Sebenarnya ia tidak mau mengatakan ini di saat Krystal sedang bersenang-senang. Tetapi apa boleh buat, lebih cepat maka lebih baik.

Krystal hampir tidak bisa menelan ludahnya sendiri. Tenggorokannya tercekat. Ia tidak tahu harus merespon apa. Tertawa? Bahagia? Atau marah? Sedih? Menangis?

“Mianhae. Jeongmal mianhae,” kata Kai lagi.

Ada senyum tipis di wajah Krystal yang mulai memerah, “Oh.. aku kira kau masih belum menikah. Akulah yang seharusnya meminta maaf. Pasti istrimu malam ini menunggumu di rumah. Mianhae,” katanya.

Kai menggeleng, “Aku yang minta maaf. Aku sudah berbohong kepadamu.”

“Setidaknya kau tidak berbohong tentang ucapanmu tadi,” kata Krystal lagi. Suaranya sedikit bergetar dan matanya mulai memanas.

Kai menelan ludahnya. Ia memang jujur tentang hal itu. Tetapi, bagaimana jika Suzy mengetahuinya—dan jadi sakit hati? Ia sudah tidak ingin menyakiti hati seseorang. Krystal sudah membuatnya terlalu buruk.

“Oh ya,” Krystal berubah menjadi periang, “Kapan aku bisa melihat istrimu? Apa besok aku bisa ke rumahmu untuk mengunjunginya? Kau pasti sudah menceritakan segala sesuatu tentangku kepadanya.”

Mendegar ucapan Krystal, Kai hanya mampu menatap Krystal dengan tatapan memelas. Tolong jangan seperti itu, Krystal Jung! Batinnya menjerit seperti itu. Bagaimana tidak? Akan sangat menyakitkan bagi Krystal jika ia sungguh-sungguh mempertemukan Krystal dan Suzy.

“Pulanglah—“ Krystal menepuk pundak Kai, “Istrimu menunggumu di rumah. Tenang saja besok aku akan ke rumahmu untuk melihatnya. Hanbeon!”

Setelah sepersekian menit Kai terdiam, akhirnya ia mengangguk juga.

Author POV end

Kai POV

Langkahku agar terhuyung-huyung begitu sampai di depan pintu rumah. Aku begitu lemas, sampai rasanya malas untuk berjalan. Apa aku tidur di luar saja, jadi tidak perlu masuk ke rumah menemui Suzy? Jika dipikir-pikir aku juga merasa tidak enak dengan Bae Suzy.

Tapi ngomong-ngomong kuurungkan niatku untuk tidur di luar. Sangat dingin disini. Segera aku masuk ke dalam setelah membuka pintu yang dikunci ini.

Begitu sampai di dalam rumah, lampu masih menyala. Dan aku tidak melihat Suzy di sekitar ruang tamu dan ruang TV. Aku mendegus. Kenapa ia pergi tidur tanpa mematikan lampu? Atau dia belum tidur?

“Suzy-yya!” aku memanggil Suzy sembari berjalan menjauhi pintu utama, “Suzy-yya!”

Langkahku terhenti begitu melihat Suzy tertidur di atas meja makan. Melihatnya tidur disana, aku jadi semakin tidak enak. Apalagi dia tidur setelah makan ramennya. Di depannya, masih ada panci ramen. Seharusnya ia mencucinya dan pergi tidur. Atau jangan-jangan ia menungguku disini?

Segeralah aku berjalan ke arah Suzy di dapur. Aku melirik sepanci ramen yang melar –betul-betul melar- yang sudah Suzy buat. Apa dia tidak memakannya? Entah kenapa mataku melirik ke arah lain, ke jari-jari tangan kiri Suzy di dekat panci. Jari-jarinya pucat. Mungkin dia kedinginan.

Tanganku menyentuh sedikit telapak tangannya yang memang benar-benar dingin. Rasa tidak enak dan juga rasa bersalah mulai menyelimutiku lagi. Aku buru-buru menaiki tangga dan mengambil selimut tebal. Dan kemudian turun lagi, membungkus sebagian tubuh Suzy dengan selimut ini. Tidak mungkin aku menggendongnya ke atas.

Apa yang harus aku lakukan setelah ini? Apa aku tidur di atas atau—

Akhirnya aku duduk di depan Nona Pumpkin yang tertidur ini. Aku menarik panci ramen dan mengambil sumpit di dekat Suzy. Pasti dia makan sedikit, dan tertidur. Kebetulan aku sangat lapar, jadi aku berniat memakan ramen melar yang mulai dingin ini.

Kai POV end

Advertisements

21 comments

  1. Elistya Kim99 · December 26, 2014

    Jong suk oppa kemana?
    Jong suk oppa datanglah temani zyeonnku yg kesepian .
    Zyeonn jgn suka sma si kai ne sebelum si kai itu duluan yg suka sma zyeonn .tpi kok kya.a gk mungkin ,kya.a yg bakaln suka duluan zyeonn deh aissh nyebelin.

    Next.a ditunggu thor Fighting

    • ffsmawol · December 26, 2014

      waaah cepet banget komennya padahal baru nge post hehehe tunggu yaaa

  2. annisa husna fadhilah · December 26, 2014

    Hallo author ^^
    Awalnya cuma iseng nih thor cari kaizy eeehh habis baca ff ini jadi makin suka sama couple kaizy kayaknya aku bakal jadi kaizy shiper deh thor hehehehe #maafthorjadicurhat ^^v
    Setiap part ceritanya semakin seru dan semakin bikin greget nih thor hehehe 😀 apalagi kalau kai lagi ketemu sama krystal jadi gondok sendiri thor
    Gak sabar lihat parr berikutnya
    ditunggu part berikutnya thor Fighting 😀

  3. veda · December 26, 2014

    aigoo ksian suzy 😦
    apa kai msih ska ma krystal??? huft knpa kai gx cba bwt ska ma suzy???
    NEXT PART 😀

  4. GIRL_HMSR · December 27, 2014

    kok nyesek bacanya? ah next aku tunggu fighting!

  5. desy · December 27, 2014

    jongsuk oppa mana?kasian suzy
    buat kai cemburu ma jongsuk oppa,agar dia mulai suka ma suzy

  6. YJiY · December 27, 2014

    kasihan suzy… next thor

  7. Leny · December 28, 2014

    Kai ngash hrapan buat 2 yoeja sekaligus nh..lanjut thor~~~~!!

  8. sondankh simamora · December 28, 2014

    Kai bnr2 asem!(?) masa’ tega ninggalin Suzy dmi krystal mantanny? Tsk!

  9. parkheni · January 6, 2015

    omeegggaattt,, kai ini gimana yach,,
    msh suka sama krystal,, bikin sebel az,,
    tetapi saat dy makan mie melar nan dingin itu,, molla,, hruz berkata apa,,

  10. Serty · January 6, 2015

    Paling tidak Kai jujur sama statusnya…..Suzy hwaiting……
    Ceritanya semakin menarik…
    Gomawoyo.

  11. Dezee · January 8, 2015

    Akhir’y kai jujur jga ma kristal. Hmmm apa krisstal msih mo memperthankan kai,stlah thu kai pnya istri

  12. ratuhermikusumah · January 12, 2015

    kasihan suzy 😦 jongsuk oppa mana? temini suzy aja XD
    ckckc si kai nyebelin -_-
    ditunggu lanjutannya thor hwaitingg 😀

  13. ji · February 5, 2015

    Yahh jong suk nya kemana ini apa dia cuma jadi cameo doang keke…

  14. lovesooji · February 5, 2015

    kasihan uri suzy…
    ckckckcck,,dasar kai!!!

  15. suzyholic · February 6, 2015

    Ciyeee suit..
    Jongsyk datenglah biar kai cemburu jg tuh
    Biar tau rasaaa

  16. nanatuan · May 16, 2015

    Aseek…mana bang Jong suuk? u,u

  17. Vani · June 3, 2015

    Maksud krystal itu dia tipe cewe kayak gmn? Apa dia udh bener bener ngerelain kai?.

  18. Kai Suzy · June 5, 2015

    Eo jongsuk sudah tidak ada lagi kah? Aishh kkamjong knp msih brhbngn sma Soojung sihh

  19. rifqa0390 · June 27, 2015

    Apa kai uda mlai ada rasa sma suzy???

  20. suzyholic · October 25, 2015

    Kaaai mulaai perhatian kayanyaa..
    Gimana nanti kalo ktys ama suzy ketemu yaak ? Waah2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s