We Got Married [Part 4]

Untitledl

PART 4

Main Cast : EXO-K Kai | Miss A Suzy | f(x) Krystal | Lee Jong Suk

Rating : PG-15

Genre : Romance, Sad, Family, Household

Author POV

Dahi Kai mengkerut begitu memakan beberapa suap ramen buatan Suzy. Memang aneh rasanya. Namun, Kai dengan lahap menghabiskan ramen tersebut tanpa sisa.

Setelahnya, Kai meletakkan sumpit dengan hati-hati di dalam panci, dan menggeser panci ke tempat lain, agar ia bisa memperhatikan Suzy yang tidur dengan lelap di hadapannya. Ia tidak tahu harus apa. Makanya, ia meletakkan kepalanya juga di atas meja. Rasa kantuk sudah mulai menguasainya—dan perlahan ia pun terlelap.

___

Mata Suzy perlahan terbuka ketika cahaya matahari menerobos masuk dari jendela di ruang dapur rumah barunya dengan Kai. Ia baru sadar bahwa ia semalaman tidur di dapur, di meja makan, dan di hadapan sepanci penuh ramen.

Ia menatap panci ramen yang jauh darinya, dibanding ketika semalam –di hadapannya persis, “Kenapa pancinya ada disitu?”

Cepat-cepat Suzy bangun dan merasakan beberapa linu di punggungnya. Sruk~ selimut yang menyelimuti badannya terjatuh di lantai. Ia menatap sebentar si selimut dan kemudian bergumam, “Selimut?”

Dan kini, ia bisa merasakan ada seseorang menggenggam tangannya. Betapa terkejutnya Suzy begitu tahu bahwa tangan dingin yang menggenggamnya adalah tangan milik Kai. Secepat kilat Suzy menyingkirkan tangannya dari genggaman Kai.

“Kai-yya,” Suzy menggoyangkan lengan Kai, “Ireona..”

Tidak ada respon dari Kai. Suzy menatap wajah Kai yang pucat. Karena khawatir, Suzy langsung memeriksa temperatur tubuh Kai. Ia menempelkan tangannya ke dahi Kai dan hasilnya Kai demam.

“Igeo—“ Suzy menggigit bibir bawahnya. Tubuh Kai panas sekali. Ia harus cepat-cepat bertindak, jika tidak demam Kai berangsur menjadi penyakit yang lebih parah.

Selimut yang semalaman membuat tubuhnya hangat, segera Suzy lingkarkan ke tubuh Kai. Ia tidak bisa mengangkat Kai sendirian ke kamar atas bahkan ke sofa. Kini ia panik. Bagaimana jika eomma menyalahkannya karena ia tidak bisa merawat suaminya dengan baik?

Tidak lama, Kai bergeming. Kai mengubah posisinya sedikit dan otomatis membuat Suzy mendekatinya.

“Kai-yya, ireona! Ppali! Kau harus ke rumah sakit!” ucap Suzy panik.

“Emm.. Krystal-a…,” ucap Kai dengan mata tertutup. Agaknya ia masih belum sadar.

“Apa yang barusan kau ucapkan? Jangan bergumam seperti itu—“ kata Suzy.

“Mianhae,” ucap Kai lagi. Air mata pun menitik dari pelupuk mata Kai, “Krystal Jung..”

Mendengar nama Krystal Jung dari bibir Kai, membuat Suzy dengan teratur mundur beberapa langkah. Apakah Kai sangat mencintai Krystal Jung sampai-sampai di saat sakit, Kai meneteskan air mata sembari meminta maaf kepada mantan yeojachingu-nya itu?

Suzy kembali mendekat ke arah Kai. Sekali lagi ia mengguncang tubuh Kai, “Kai-yya, ireona!”

Akhirnya Kai membuka matanya. Ia terkejut melihat wajah Suzy di hadapannya. Dengan tergesa-gesa, Kai bangkit dari kursinya. Namun, ia tidak bisa berdiri tegap seperti biasanya karena merasa agak sedikit pusing. Bahkan dia bisa saja ambruk ke lantai jika Suzy tidak memeganginya.

“Kau sakit—“ tutur Suzy kepada Kai.

“Hmm?” Kai tertawa kecil, “Aku hanya sedikit tidak enak badan.”

Suzy mendecakkan lidah. Ia kemudian mengambil posisi di sisi kiri Kai untuk menuntun Kai naik ke kamar atas. Tapi Kai menolaknya.

“Keumanhae!” bentak Kai, “Aku hanya flu ringan saja! Tidak usah berlebihan seperti itu!”

Kai pun dengan susah payah berjalan menaiki tangga untuk sampai di kamar satu-satunya di rumah ini. Sementara Suzy mengawasinya dari bawah, takut jika tahu-tahu Kai terjatuh karena saking pusingnya.

Setelah mendengar Kai menutup pintu kamar dengan kasar, Suzy sudah bisa mengambil nafas lega. Itu artinya, Kai sudah berada di kamar. Ia menoleh ke belakang dan mendapati panci ramen yang semalam penuh, kini tidak tersisa.

Dia sakit karenaku. Ini salahku..

___

Nyonya Bae sedang asyik dengan gadgetnya. Ia terus memperhatikan beberapa handy bag yang terkesan mewah dan elite di layar gadgetnya. Ia sedang shopping secara online. Karena anak perempuannya tidak mau menemaninya berbelanja di mall. Maklum, selain Suzy memang tidak suka berbelanja, Suzy seharusnya menikmati masa-masa pengatin baru-nya bersama Kai.

“Igeo?” Nyonya Bae membelalakkan matanya begitu melihat handy bag berwarna cokelat keemasan. Ia tertarik untuk membelinya. Namun, ketika ia akan melihat harga dari tas tersebut—handphone-nya malah berdering.

Dengan malas, Nyonya Bae meraih handphone-nya. Ia melihat layar phone-nya sekilas dan menjawabnya, “Yeobosaeyyo?”

Lase Oneself

 “Ne, ini adalah pihak rumah sakit dimana Tuan Bae dirawat.”

Wajah Nyonya Bae berubah drastis, “Ada apa dengan suamiku?”

“Jeosonghamnida. Kondisi Tuan Bae meng-kritis.”

“NE?” suara dari Nyonya Bae jua meng-kritis. Ia shock, “Maksudnya?”

“Sebaiknya Nyonya ke rumah sakit untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjutnya lagi. Kamsahamnida..”

“Jjamkaman!” sayang sekali percakapan maha-penting ini diakhiri oleh pihak rumah sakit. Mau tidak mau, Nyonya Bae harus segera ke rumah sakit sekarang juga. Tidak ada waktu. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak-tidak terhadap suaminya?

Lase Oneself – End

___

Suzy membuka pintu kamar Kai *kamarnya juga* dengan susah payah. Karena tangannya penuh dengan barang bawaan. Tangan kiri memegang gelas berisikan susu dan tangan kanan memegang sepiring roti isi dan semangkuk sup –tentunya dialasi nampan- yang ia tidak tahu apakah Kai menyukai sarapan ini atau tidak.

Dengan perlahan –agar Kai tidak terkejut, Suzy meletakkan semua yang ia bawa di atas meja kecil di samping Kai. Kemudian ia duduk di samping Kai yang terlelap.

“Kai-yya,” Suzy mengguncang tubuh Kai.

Kai membuka matanya perlahan. Ia samar-samar melihat Suzy duduk di sampingnya dan melihat ke arahnya, “Hmm..”

“Sekarang jam sembilan pagi,” kata Suzy kepada Kai.

Mendengar Suzy mengatakan hal tersebut, Kai tertawa kecil, “Hmm?”

Sementara itu, Suzy malah bingung karena tidak tahu sebab Kai tertawa, “Iya, sekarang jam sembilan pagi.”

“Lalu?” Kai ganti mengernyitkan dahinya. Ia rasa ia masih belum bisa untuk duduk karena tiduran saja ia dapat merasakan pusing.

“Jam sarapan yang benar adalah jam tujuh pagi. Dan kau telat sarapan. Makanya aku membawakanmu sarapan—“ kata Suzy ragu-ragu.

Kai melirik meja yang ada di samping kepalanya. Ia melihat segelas susu disana, “Bagaimana caranya aku makan?”

Suzy menatap Kai heran, “Sebenarnya kau ini sakit apa?”

Kai mendecakkan lidahnya. Ia tahu ini bukan saatnya membentak karena seandainya ia menaikkan nada bicaranya sedikit saja, bisa jadi kepalanya tambah nyut-nyutan, “Ah.. wae?!”

Young Wife

“Makan—ya tinggal makan! Kenapa jadi tanya bagaimana caramu untuk makan?!” kali ini Suzy yang membentak Kai.

Baru kali ini Kai benar-benar kesal karena dibentak Suzy, “YYA!” akhirnya ia membentak juga. Ia juga mengambil posisi duduk dengan cepat.

“MWO?!” seru Suzy.

“YYA! Aku ini orang sakit!” protes Kai dengan wajah pucat pasinya. Rambutnya pun juga awut-awutan.

Suzy mendengus, “Memangnya ada orang yang saat sakit malah berteriak-teriak?!”

“NA!” Kai menunjuk wajahnya sendiri, “Puas setelah kau membuatku semakin pusing?!”

Suzy kehabisan kata-kata. Ia menelan ludahnya dengan susah payah. Kemudian ia beranjak meraih susu yang ada di dekat Kai. Namun Kai malah menepis tangannya, dan merebut gelas yang penuh dengan susu tersebut.

“Sebenarnya kau ini kenapa sih?!” Suzy berdiri, sementara Kai mencoba untuk duduk senyaman mungkin.

“Na? Wae?” Kai kemudian meneguk habis susu yang sebenarnya adalah susu sapi kemasan yang selalu jadi langganan Suzy. Setelah itu ia meletakkan gelas kosong bekas susu tadi ke tempat semula, “Aku tidak jadi sakit!”

“Cih!” Suzy memalingkan wajahnya, “Bagaimana jika yang merawatmu sekarang adalah Krystal Jung? Pasti kau akan terus-terusan sakit dan bermanja-manja.”

“YYA!” Kai menyeru karena ia kini benar-benar kesal, “Kenapa jadi membawa-bawa nama Krystal? Apa hak-mu untuk menyebut nama itu?”

“Apa aku tidak punya hak untuk menyebutkan nama kampungan seperti itu? K-R-Y-S-T-A-L JUNG!” Suzy tidak kalah kesal dengan Kai, “Memangnya darimana asalnya dan bagaimana wajahnya sehingga namanya sok-western seperti itu? Jangan-jangan kakaknya adalah Jessica Jung SNSD—“

“Keumanhae!” jerit Kai. Kepalanya hampir pecah seketika ia menjerit. Ia turun dari ranjangnya dan berdiri di hadapan Suzy, “Mengapa kau begitu menyebalkan?!”

“Mengapa kau bertanya seperti itu padahal kau juga begitu menyebalkan?!” Suzy sudah berada di ujung tanduk.

Kai lepas kontrol. Ia meraih mangkuk berisikan sup –yang sudah setengah mati Suzy buat- dan kemudian melemparkannya sekaligus menumpahkannya di hadapan Suzy. Suzy pun menjerit terkejut.

Suzy tidak dapat mempercayai apa yang barusan ia lihat. Kai membuang sup yang susah payah ia buat demi kesehatan Kai sendiri di hadapannya? Ia menatap iba si sup yang kini sudah mendarat di atas lantai dingin kamar Kai dan Suzy.

“Iya. Aku memang menyebalkan! Kau beruntung aku tidak menyuruhmu untuk menghabiskan sup yang ada di bawah itu!” seru Kai, “Apakah kau cemburu sampai-sampai kau membawa nama Krystal Jung?!”

Sementara Kai duduk di ranjang, Suzy menatap Kai tajam, “Nappeundeum,” desisnya.

Young Wife-End

“MWO?!” Kai bisa mendengarkan apa yang Suzy barusan katakan.

“Apa kau tahu aku membuat sup ini dengan susah payah?” suara Suzy bergetar. Matanya pun juga mulai berkaca-kaca, “Aku tidak membelinya! Aku benar-benar membuatnya! Dan juga—aku tidak perlu diperintah untuk menjilat sup yang kau tumpahkan disini. Aku akan menghabiskannya dengan kemauanku sendiri. Tapi maaf—aku tidak akan pernah sudi menjilat bahkan menyenggol sesuatu yang berhubungan denganmu. SEDIKITPUN!”

“Neo—“ Kai menunjuk-nunjuk Suzy yang sudah hampir keluar dari kamar, “Neo, Bae Suzy! Neon jeongmal—“

“Oh ya!” Suzy menoleh ke arah Kai, “Ada dua hal yang belum aku selesaikan.”

“NAWA!” seru Kai.

“Pertama, aku yakin setelah ini aku mendapatkan telepon dari Eomma tentang kesembuhan ayahku! Besok kita cerai!”

Kai manggut-manggut, “Aku setuju dengan yang itu.”

“Kedua, aku sama sekali tidak cemburu dengan wanita gampangan bernama KRYSTAL JUNG!” Suzy membanting pintu kamar setelah ia benar-benar keluar dari kamar.

Kai membelalakkan kedua matanya, “YYAAA!!”

BRAK! Untuk kedua kalinya pintu kamar dibanting. Namun kali ini lebih keras daripada saat Kai membantingnya tadi pagi. Karena kaget, Kai menutup matanya rapat-rapat dalam sekejap. Sebenarnya ia akan berteriak lagi. Tapi berhubung kepalanya pusing sekali, lebih baik ia tidur saja dan bangun dalam keadaan sehat.

___

Suzy menuruni anak tangga dengan gusar. Ia komat-kamit tidak jelas –yang jelas ia memaki Kai. Setelah sampai lantai dasar, ia langsung duduk di sofa dan memutar-mutar handphonenya, “Apakah dia punya kepribadian ganda atau sejenisnya? Kenapa tiba-tiba jadi galak seperti itu?” omelnya.

Beberapa saat kemudian, seseorang menekan bel rumah. Suzy mendengus. Mood-nya sedang kurang baik dan mengapa saat mood-nya seperti ini malah ada orang berkunjung? Ia berjalan gontai ke arah pintu utama, dan kemudian membuka pintu tersebut.

“Ne, Nuguseyyo?” Suzy tertegun saat seorang gadis dengan tubuh singset berdiri di hadapannya. Gadis itu mengikat rambutnya yang panjang dengan rapi namun tidak begitu kencang, sehingga rambut tersebut tidak cepat rusak.

“Annyeonghaseyo,” gadis itu memberikan hormat kurang lebih sembilan puluh derajat kepada Suzy, “Kau pasti istri Kai?”

Suzy menelan ludahnya. Ia tidak mau mengatakan ‘Ya’ tapi jika ia mengatakan ‘Bukan’, Kai yang pasti merupakan kawan dari tamu asing pertama di rumah ini pasti berteriak-teriak lagi, “Ne, majayyo. Nugu–?”

“Che ireumun Krystal Jung-imnida,” kata gadis yang ternyata Krystal tadi. Ia tersenyum begitu manisnya kepada Suzy, sehingga Suzy mungkin merasa minder akan kemanisan Krystal.

Mendengar nama yang sedari tadi ia ungkit-ungkit dengan Kai, Suzy tercengang. Sekarang ia merasa sedikit cemburu. Mood-nya semakin jelek, “Ohh.. silahkan masuk.”

Krystal mengangguk, “Ne, kamsahamnida.”

Suzy mempersilahkan Krystal masuk terlebih dahulu, sedangkan ia menutup pintu dan mengikuti Krystal di belakang.

Author POV end

Suzy POV

Bisa kulihat dari dapur, Krystal sedang memperhatikan setiap sudut ruang tamu. Aku meletakkan gelas di dekat wastafel sambil mendengus dan melirik ke lantai atas. Kai tidak keluar kamar. Mungkin dia tidur atau—entahlah. Aku tidak mau naik kesana, masuk ke kamar dan kemudian mengatakan kepadanya ‘Ada Krystal Jung di bawah’. Setelah Krystal Jung pulang, pasti Kai menertawaiku.

Aku menuangkan jus jeruk botolan yang sudah agak lama di dalam kulkas ke dalam gelas yang tadi aku letakkan dekat wastafel. Kemudian aku membawa gelas yang berisi jus jeruk ini ke ruang tamu. Krystal Jung kembali tersenyum kepadaku. Apa boleh buat? Aku harus membalas senyumannya yang semakin lama semakin membuatku cemburu itu.

Dengan hati-hati aku meletakkan jus jeruk di atas meja, di depan ia duduk, “Minumlah. Dimana kau tinggal? Pasti jauh.”

“Aniyeyo,” Krystal terkekeh, “Sebenarnya kita adalah tetangga. Rumahku cukup dekat dari sini.”

Aku cukup malu sekarang. Untuk menyamarkannya aku mengangguk kecil, “Ahh.. Jadi kau bisa sering-sering berkunjung kesini.” > basabasi.

“Sepertinya tidak juga karena aku akhir-akhir ini sedikit sibuk dengan tugas kuliah-ku,” kata Krystal yang kembali membuatku malu.

“Dimana kau kuliah?” aku berharap dia tidak menyebutkan Konkuk.

“Sama dengan kalian, aku di Konkuk,” katanya. Membuatku berpikir sebaiknya aku diam saja daripada terus dibuat mati kutu, “Ngomong-ngomong sepi sekali. Dimana Kai?”

Aku mendengus, “Dia sedang agak demam—“ kataku.

“Jeongmalyyo?” Krystal terlihat shock, “Sejak kapan?”

“Ne, sejak tadi malam suhu badannya tinggi. Tubuhnya panas sekali. Mungkin masuk angin saja,” aku tertawa garing.

“Geuraeyyo?” ia terus berbicara dengan bahasa formal.

“Ne…,” jawabku pendek.

“Apakah dia sedang berada di kamarnya?” tanya Krystal.

“Ne,” aku tidak berniat untuk membuat Krystal naik ke lantai atas dan melihat Kai.

“Kalau begitu acuhkan saja aku, Kai pasti butuh dirawat istrinya. Gwenchanayyo,” katanya sembari terkekeh.

Aku mau mengacuhkanmu, tapi aku tidak mau merawat pria aneh itu. Satu lagi, aku ini calon mantan istrinya. CALON MANTAN ISTRI! Batinku. Aku berdeham, “Tidak. Dia baru saja tidur. Aku tidak mau mengganggunya. Jika diganggu ia akan menjadi sangat galak.”

“Oh… begitu,” ia manggut-manggut, “Kau sudah tahu banyak tentang Kai.”

Aku tertawa kecil, “Sebenarnya masih banyak yang belum aku ketahui.”

“Ah!” Krystal seperti teringat sesuatu, “Aku belum tahu siapa namamu-“

Mendengarnya, aku menghela nafas. Anak ini—, “Che ireumun Bae Suzy-imnida.”

“Suzy-ssi atau Nyonya Kim?”

Aku menghela nafas lagi, “Kita berdua ‘kan sebaya. Jadi panggil saja aku Suzy dan berhenti-lah bicara secara formal, Nona Jung.”

Krystal tersenyum, “Baiklah. Itu akan terdengar lebih akrab.”

Aku tidak ingin akrab dengan Krystal JUNG! Batinku. Beberapa saat kemudian, handphone-ku berdering. Aku langsung melihat layar phone-ku dan—ada apa di siang bolong ini Eomma menelepon?

“Tidak mengangkat teleponnya?” tanya Krystal kepadaku.

Aku menatap Krystal –setengah sengit- dan kemudian aku tersenyum tipis sembari berjalan menjauh darinya. Aku mengangkat teleponnya, “Wae, Eomma?”

Di seberang sana, Eomma terdengar seperti sedang mengatur nafasnya. Apakah dia selesai jogging siang?

“Eomma!” sekali lagi, mood-ku memang sedang tidak bagus, “Ada apa? Aku sedang ada tamu..”

“Suzy-yya! Ppali!” Eomma terdengar panik.

“P-ppali?” aku bingung, “Katakan dengan jelas, Eomma!”

“Cepat kau ke rumah sakit. Ayahmu kritis! Ppaliwa!” seru Eomma. Yap, dia benar-benar panik dan sekarang aku juga ikut panik.

Aku menutup phone-ku dan kemudian langsung naik ke lantai atas tanpa melihat sedikitpun ke arah Krystal dengan tergesa-gesa. Mungkin sekarang Krystal bertanya-tanya kenapa aku seperti orang kesetanan setelah menerima telepon dari Eomma.

Setelah sampai di lantai atas, aku membuka pintu kamar dengan kasar. Kemudian aku menyambar jaket dan tas ransel mini-ku yang tidak jauh-jauh dari pintu kamar. Aku dengar Kai bergumam, tapi aku tidak yakin apa yang digumamkannya. Begitu kulihat, matanya tertutup. Mungkin ia mengigau.

Drap drap drap! Aku menuruni anak tangga dengan cepat dan berjalan ke arah pintu utama. Sebelumnya, aku mendekati Krystal Jung terlebih dahulu.

“Waeyo?” Krystal bangkit dari sofa.

“Aku ada urusan mendadak. Kai ada di kamar atas. Terima kasih sebelumnya,” kataku yang kemudian membuka pintu utama dan keluar dari rumah.

Suzy POV end

Advertisements

18 comments

  1. YJiY · December 28, 2014

    kai kasar bgt sih..

  2. Elistya Kim99 · December 28, 2014

    Joongsuk oppa.a kmna kok gk muncul” sih ,q udh muak sma sikap si kai .
    Zyeonn abaikan jj si kai itu brsikap dinginlah jg pda si kai gk ush peduliin dia biar jj dia melakukan apa yg dia inginkan ,nanti dia jg bosen dndiri kok.
    Dan si kai psti lgi sneng tuh karna pasti.a si krystal bakaln ngerwat si kai #eohh menjijikan

    next.a ditunggu thor Fighting

  3. annisa husna fadhilah · December 28, 2014

    Kai jahat banget kasian suzy udah capek2 buat sup tapi di tumpahin 😦
    Gak sabar lihat part selanjutnya makin bikin greget konfliknya
    Ditunggu part selanjutnya thor 😀

  4. veda · December 28, 2014

    kai knpa sih marah” mlu k suzy ksian suzy
    NEXT PART 😀

  5. GIRL_HMSR · December 29, 2014

    oh jahat banget kai. next aku tunggu fighting!

  6. zullasuez · December 29, 2014

    kai napppeun

  7. parkheni · January 6, 2015

    kai wae?? nappeun nom,,
    kai labil banget yach,,

  8. Serty · January 6, 2015

    Aigoo……Suzy mulai tersakiti….
    Makin penasaran……
    Gomawoyo.

  9. Dezee · January 8, 2015

    Gawat kah keadaan appa suzy? Hmmm suzy pergi, suruh kristal k kamr nemanin kai, bisa berabe nie. Kpan kaizy akur?

  10. sondankh simamora · January 9, 2015

    Ish! Si krystal ga tau malu bangt dh, brtandang k rumah Kai, padhl Kai jelas2 udah punya istri yakni Suzy!
    Kai juga nappeun, tega bangt mmbuang sup yg udah cape’2 dbikin oleh Suzy! Jjinja Miweo!

  11. ratuhermikusumah · January 12, 2015

    ish yak kai hargailah masakan suzy -,- si krystal juga ngeselin -,-
    bagus thor seru mana jongsuknya? biar si kai cemburu/?
    ditunggu lanjutannya ya thor hwaiting 😀

  12. Dewi Kim L · January 13, 2015

    kasian suzy eonni. next thor ^^

  13. ji · February 5, 2015

    Hadehh appa suzy kritis…

  14. lovesooji · February 5, 2015

    ck,,krystal menyebalkan

  15. suzyholic · February 6, 2015

    Eiish mreka berduaa ga akur2 yaa..
    Padahal sama2 perhatian gtu

  16. Kai Suzy · June 5, 2015

    Ishhh kkamjong ne nappeun namja eoh!!! Zyeonn udah susah payah buat sup nya malah dibuang, aishhh soojung udah dong jgn ganggu hubungan KaiZy ahh

  17. rifqa0390 · June 27, 2015

    Ya ampun,suzy ninggalin soojung gtu aja?
    Klu dy baik ke atas b ketemu jongin gmna??

  18. suzyholic · October 25, 2015

    Hadeeeh mada dibuang makanan yg dibuat suzy susah payaah ?
    Kaaai jahaaat huhuhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s