We Got Married [Part 6/END]

Untitledl

MAJIMAK PART

Main Cast : EXO-K Kai | Miss A Suzy | f(x) Krystal | Lee Jong Suk | Park Se Young

Rating : NC-17

Genre : Romance, Sad, Family, Household

Length : 6 Parts

WARNING! Disini ada konten yang kurang tepat untuk dibaca anak-anak di bawah umur tujuh belas tahun. NO CHILD! Tapi kalo misalkan mau baca gapapa, asal komen *ah elu thor* dan habis baca, istighfar yang banyak.

 

Suzy terbangun dari tidurnya. Matahari siang sudah merambat masuk lewat jendela yang sengaja dibuka. Ia berada di sebuah kamar dengan cat dinding oranye tipis. Tampak asing karena ia tidak pernah mengecat dinding kamarnya dengan warna norak seperti ini. Apalagi keberadaan belasan boneka di  kasur dimana ia tidur sekarang.

Suzy mengambil posisi duduk. Seseorang masuk ke kamar tersebut. Dan ternyata seseorang itu adalah seorang gadis berambut hitam panjang.

“Annyeonghaseyo,” gadis itu tersenyum kepada Suzy, “Kau sudah bangun?”

Melihat gadis itu tersenyum, Suzy ikut tersenyum, “Ne. Nugu—“

Gadis itu meletakkan nampan berisi susu hangat dan roti serta biskuit di meja dan kemudian duduk di dekat Suzy, “Aku Park Se Young dua puluh satu tahun, adik sepupu Jong Suk Oppa. Kebetulan tadi malam aku berkunjung kesini.”

“Geurae?” Suzy manggut-manggut mengerti, “Kalau begitu ini adalah kamar Se Young Eonni?”

“Aniyeyo. Ini kamar mendiang Lee Yeon Woo, adik Jong Suk Oppa.”

Sekali lagi Suzy manggut-manggut mengerti, “Ahh.. jadi Jong Suk Oppa punya adik..”

“Kudengar kau adalah isteri Kim Jong In,” kata Se Young.

Tiba-tiba saja perut Suzy mual mendengar nama asli Kai, “Ne. Bagaimana bisa Eonni tahu itu?”

Se Young tersenyum kecil, “Dia adalah mantan namjachingu-ku.”

“Ah,” Suzy beralih menata rambutnya. Ia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa, “Jeosonghamnida. Aku tidak tahu itu.”

“Tidak perlu gugup seperti itu. Aku bukan mertuamu,” Se Young terkekeh.

Suzy menggigit bibir bagian bawahnya, “Kalau boleh tahu—kenapa kalian berpisah?”

“Mm..,” Se Young berfikir, “Karena aku kira, kami berdua tidak cocok. Dia bandel dan aku adalah murid SMP yang kalem.”

“Ne? SMP?” Suzy shock.

“Oh ya,” Se Young tampak ingat sesuatu, “Ia pernah mengatakan kepadaku jika aku adalah pacar pertamanya.”

“Benarkah?” Suzy menarik nafas dalam-dalam, “Kalau begitu apakah kau cinta pertamanya?”

“Sungguh suatu kehormatan untuk bertatap muka dengan seseorang yang benar-benar Jong In cintai,” Se Young tertawa kecil, “Ia tidak pernah serius menjalani suatu hubungan. Aku benar-benar kesal atas sikapnya yang satu ini. Namun begitu melihat isteri Jong In dengan mata kepalaku sendiri rasa kesalku hilang seketika.”

“Choyyo?” Suzy menunjuk wajahnya sendiri.

Se Young menangguk, “Memangnya siapa lagi?”

“Iya benar. Memangnya siapa lagi isteri Kai?” gumam Suzy.

“Dia labil bukan?” Se Young bertanya kepada Suzy.

“Ne, dia labil sekali,” Suzy terkekeh, “Dia menyebalkan.”

“Sebenarnya ia adalah laki-laki yang hangat dan ramah,” tutur Se Young, “Tapi aku belum pernah mendengarnya mengatakan ‘Saranghae’ kepadaku. Pasti—dia sudah mengucapkannya padamu. Ia pasti sungguh-sungguh akan ucapannya yang satu itu karena kudengar ia belum pernah mengatakannya kepada mantan yeojachingu-nya yang lain.”

Suzy menelan ludahnya. Apa berarti tadi malam Kai mengatakannya dengan sungguh-sungguh?

___

“Bae Suzy, aku mencintaimu.”

Kata-kata Kai tadi malam membuat Suzy termenung selama perjalanan menuju rumahnya. Ia tidak bisa tinggal terlalu lama di rumah Jong Suk yang sibuk bekerja. Ia tidak mau membuat orang lain repot hanya gara-gara kondisi psikis-nya sedang memburuk.

Taxi yang ia naiki berhenti di depan rumah. Si supir taksi yang berkumis ini memecah lamunan Suzy, “Nona, sudah sampai.”

Suzy melihat keluar. Benar, ia sudah sampai. Namun ia melihat sebuah mobil hitam yang ia rasa itu adalah mobil ibunya. Ia memberikan tip kepada si supir taksi dan langsung turun dari taksi. Setelah itu, ia melenggang masuk ke rumah.

Begitu masuk rumah, bahkan tidak sempat mengganti sepatunya dengan sandal rumah, Nyonya Bae sudah menghalangi jalan Suzy. Yang membuat Suzy tambah terkejut adalah Nyonya Bae menamparnya begitu saja.

“Eommonim!” Kai berlari ke arah Nyonya Bae.

“Eomma—“ rintih Suzy sembari memegangi pipinya yang kemerahan.

“APA YANG KAU LAKUKAN SEMALAMAN DI RUMAH LAKI-LAKI LAIN?!” bentak Nyonya Bae.

“Eomma, bukan seperti itu,” tutur Suzy yang kembali disambut tamparan di pipi lain.

“Sudahlah, Eommonim,” Kai menahan tangan Nyonya Bae yang hendak memberikan tamparan untuk ketiga kalinya.

Dengan kuat Nyonya Bae menepis tangan Kai, “Kai-gun, apa ini yang kau sebut isteri?”

Kai menatap Suzy nanar. Namun Suzy tidak menatapnya balik.

“Kau tidak usah ikut campur, Kai-gun. Ini urusanku dengan putriku sendiri!” Nyonya Bae hendak menampar Suzy lagi. Akan tetapi dengan cepat Kai kembali menahan tangan Nyonya Bae.

“Mianhae, Eomma,” kata Suzy,”Aku salah. Tidak seharusnya aku semalaman berada di rumah laki-laki lain.”

Nyonya Bae tertawa. Tawaan yang dipaksakan, “Maaf? Bagaimana bisa aku memaafkan gadis hina sepertimu ini?!”

PLAK! Tamparan ketiga akhirnya mendarat di pipi kanan Suzy. Kai hanya bisa menghela nafas. Kai memang tidak bisa melihat adegan ibu mertuanya menampari isterinya. Habis, Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan selain mencegah tamparan selanjutnya.

“Eomma-“ Suzy menangis.

“AKU TIDAK SUDI MEMILIKI ANAK HINA SEPERTIMU!” jerit Nyonya Bae yang kemudian pergi begitu saja meninggalkan Suzy yang merosot terduduk di lantai.

BRAK!! Pintu dibanting begitu keras, sehingga material kaca yang ada pada pintu tersebut retak sedikit. Kai menghembuskan nafas lega. Ia berjongkok di depan Suzy untuk memeriksa adakah luka di wajah isterinya.

“Mianhae, aku tidak tahu harus berbuat apa,” kata Kai jujur kepada Suzy.

“Gwenchana,” Suzy bangkit berdiri dan kemudian berjalan ke kamarnya di lantai atas. Sementara Kai masih berjongkok di tempat yang sama.

Author POV end

Kai POV

Pukul tujuh malam. Suzy belum juga turun dari kamar sejak pukul tiga sore tadi. Sebenarnya aku khawatir, takut jika Suzy melakukan hal yang tidak-tidak saking frustasinya. Arghh! Ini semua salahku. Aku malah terbuai dengan ciuman Krystal kemarin malam. Tidak seharusnya aku begitu.

Aku menatap lantai atas. Suasana di rumah benar-benar sepi seperti tidak ada Suzy saja. Akhirnya, kuputuskan untuk naik ke lantai atas setelah berjam-jam aku membiarkan Suzy menyendiri di kamar.

Aku menaiki anak tangga pelan-pelan dan setelah itu membuka pintu kamar dengan pelan juga. Aku melihat Suzy duduk di ujung kasur. Hh.. aku benar-benar lega begitu tahu Suzy baik-baik saja. Namun, melihat Suzy yang terus-terusan menatap lantai dengan tatapan kosong kembali membuatku cukup khawatir. Aku mendekatinya, duduk di sampingnya.

“Bae Suzy, apa kau tidak lapar?” tanyaku.

Suzy menggeleng, “Makan dulu saja. Aku tidak lapar.”

“Selama menunggumu dibawah, aku makan beberapa camilan dan itu membuatku kenyang—“

Hening. Aku ini bodoh atau dungu? Pertanyaan macam apa itu?

“Bae Suzy,” aku kembali mengusik ketenangannya. Aku berlutut di hadapannya supaya ia menatapku, “Mianhae.”

Suzy tersenyum tipis dan menatapku lesu, “Aku tidak tahu apakah aku bisa memaafkanmu atau tidak.”

Peach – IU

“Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan kepadaku. Asal kau memaafkanku,” ujarku.

“Gwiyomi—“ kata Suzy.

“EO?!” aku masih belum percaya apa yang dikatakan Suzy barusan.

“Gwiyomi,” katanya.

“Emm..,” aku tidak tahu kenapa ia meminta such a childish thing seperti Gwiyomi. Padahal aku paling tidak suka dengan aegyo. Tetapi, apa boleh buat. Aku harus melakukannya, “Baiklah.”

“Ppali!” pinta Suzy.

“Ildo haegi il-eun gwiyomi,” aku mulai ber-gwiyomi sebisaku. Dan Suzy tampak kurang puas dengan pose aegyo pertamaku : menempelkan kedua telunjukku ke kedua pipiku.

“Ido haegi i-neun gwiyomi,” pose aegyo-ku yang kedua adalah meletakkan jari telunjuk dan jari tengah di mataku. Suzy masih belum tersenyum.

“Samdo haegi sam-eun gwiyomi,” yang ketiga, aku tidak tahu harus apa. Aku hanya menggaruk kepalaku karena ke-awkward-an saat ini. Kulihat, Suzy mulai tersenyum tipis. Ini membuatku sedikit bersemangat untuk melakukan pose selanjutnya.

“Sado haegi sa-neun gwiyomi,” keempat, aku meletakkan semua jari tanganku kecuali ibu jari di bawah dagu dan tersenyum polos ke arah Suzy.

“Okdo haegi o-geun gwiyomi,” aku meletakkan kelima jari tanganku dibawah dagu dengan posisi terbalik dari yang sebelumnya. Aku juga memejamkan mataku sekilas.

“Yukdo haego yugeun—“ aku mencium kelingking kanan, kemudian berurutan jari manis, jari tengah, telunjuk, ibu jari kanan, dan terakhir aku mencium ibu jari kiriku. Suzy tersenyum dan aku meletakkan ibu jari kiriku yang sudah aku cium ke bibirnya, “Gwiyomi.”

Aku tertawa melihat ekspresi Suzy yang terlihat sangat terkejut. Ia menatapku tidak percaya dan aku mulai mendekati tubuhnya. Aku memeluknya erat.

“Kai—“ ia memanggil namaku.

“Apa kau sudah memaafkanku?” tanyaku.

Suzy masih belum membalas pelukanku. Namun ia menjawab, “Tidak ada yang perlu dimaafkan.”

“Wae?” aku tertegun.

“Kau dengan Krystal waktu itu—itu karena kalian saling mencintai. Jadi—“

Aku cepat-cepat melepas pelukanku dan menatap Suzy, “Bae Suzy.”

“Hmm?”

“Aku mencintaimu,” kataku sungguh-sungguh kepada Suzy.

“Kau tidak sungguh-sungguh. Kau bercanda,” Suzy tersenyum kecut.

“Aku sungguh-sungguh dan aku tidak bercanda,” kataku lagi.

Tampak Suzy mencari-cari kesungguhan dalam kedua mataku. Aku memang bersungguh-sungguh, Bae Suzy.

“Dari awal aku sudah menyukaimu,” tuturku, “Kau tidak menyadarinya?”

Suzy menatapku tidak percaya, “Kau sedang bercanda.”

Aku kesal karena Suzy terus-terusan tidak percaya dengan apa yang kubicarakan. Aku meraih tengkuknya dan sedikit menariknya ke arahku. Setelah itu aku mendekatkan wajahku ke wajahnya dan nafas kami bertabrakan, sama-sama tidak beraturan.

Melihat Suzy masih menatapku, aku memiringkan kepalaku yang tindakanku itu adalah kode bahwa aku akan menciumnya. Dan benar saja, ia menutup kedua matanya rapat-rapat. Dengan senang hati aku mengecup bibirnya sekilas. Kemudian mengecupnya lagi. Dan kemudian mengecup bibir mungil ini lagi.

Dapat kurasakan Suzy mengalungkan tangannya ke leherku dan menyambut dengan baik kecupanku yang sepertinya menjengkelkan baginya. Pasalnya, aku terus mengecup dan menggodanya.

Aku beralih ke pipi kanannya. Aku mengecup pipi kanannya yang memerah ini beberapa kali. Dan lalu aku berbisik di telinganya, “Ngomong-ngomong obat ini lebih manjur dari balsam.”

Peach – IU-End

Suzy tertawa kecil ketika aku pindah mengecup pipi kirinya. Dan setelah itu kami berdua bertatapan. Agaknya Suzy sudah lima puluh persen percaya jika aku benar-benar mencintainya.

Aku berdiri dan mendorongnya dengan lembut ke ranjang. Ia tampak kagok dengan perlakuanku. Ia hendak duduk lagi, namun aku merangkak mendekatinya. Mungkin ia mulai pasrah dengan apa yang akan aku lakukan sebentar lagi. Ia mengangkat kepalanya.

“Kai, kita masih dua puluh tahun,” katanya.

Mendengarnya berkata seperti itu aku terkekeh. Aku kini berada di atas tubuhnya. Kedua lenganku menopang tubuhku agar tidak jatuh ke tubuh Suzy, “Aku tahu.”

Begitu aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, Suzy menahan tubuhku dengan meletakkan kedua tangannya di lenganku. Kemudian otomatis ia menutup matanya dan aku dengan leluasa menciuminya lagi.

Pertama aku mencium keningnya lembut dan turun ke kedua kelopak matanya yang tertutup rapat ini. Kemudian aku mencium ujung hidung mancungnya. Setelah itu semua aku mengecup sekilas bibirnya yang sangat menggoda bagiku.

Mungkin bosan atau kesal, Suzy ganti mengalungkan kedua tangannya ke leherku dan terpaksa aku harus menurunkan tubuhku sedikit. Sial, aku sudah mulai horny. Apakah Suzy merasakannya juga atau hanya aku saja yang terlalu mengkhayati.

Aku mulai membiarkan bibirku berada lebih lama di bibir Suzy. Dan Suzy mendorongku dan menatapku heran, “Tunggu dulu. Ini masih jam tujuh, Kai-yya.”

Rasa tidak sabar sudah menguasaiku. Aku tidak mengatakan apa-apa dan menciumi bibir Suzy dengan telaten. Lama-lama, aku melumat bibirnya juga. Kelihatannya Suzy tidak bisa mengikuti ritme yang kuciptakan. Jadi, aku menuntunnya untuk memiringkan kepalanya dan membuka mulutnya.

Ugh! Suzy menarikku ke bawah lagi. Tubuhku sudah hampir menyentuh tubuhnya. Pucuk dadanya saja sudah mengenai dadaku. Kini aku benar-benar horny. Alhasil aku berhenti melumat bibirnya. Kini ciumanku merosot ke lehernya. Sepertinya dari tadi Suzy menahan segalanya.

“Jangan ditahan,” ujarku kepada Suzy.

“Apa—hh,” ia melakukannya barusan.

“Mendesah saja,” aku tertawa dan kembali melumat bibirnya. Ia menuruti apa kataku.

“Nghh..,” desahnya pendek. Membuat tanganku yang sedari tadi diam saja merasa gatal dan bosan.

Tangan kiriku mengelus perut datarnya yang masih dibungkus kaos oblong. Ia mendesah lagi. Desahan tersebut membuatku penasaran apa yang terjadi jika aku menerobos masuk ke dalam kaosnya.

Aku melakukannya. Aku kini benar-benar mengelus perutnya sambil masih sibuk melumat bibirnya. Agaknya Suzy mulai merasa keenakan dengan service-ku. Entah apa yang membuatnya berhenti mendesah dan menarik keluar tanganku dari dalam kaosnya.

“Emm.. Kai, aku belum siap. Lain kali saja.”

Lain kali? Aku tersenyum dan kemudian ambruk di sampingnya, sama-sama melihat ke atas. Entah mengapa aku bahagia karena sudah mencium seorang gadis yang benar-benar aku cintai. Aku menjilat ujung bibirku dan melirik nakal ke arah Suzy.

Suzy tampak masih shock dan mengatur nafasnya. Ekspresinya benar-benar cute dan menggemaskan, sehingga aku tertawa kecil. Ia menoleh ke arahku.

“Kau menggemaskan,” kataku sambil menatap langit-langit.

“Hmm?” dia masih melihat ke arahku.

Kai POV end

Author POV

“Kau menggemaskan,” kata Kai sambil menatap langit-langit.

“Hmm?” Suzy menatap Kai penasaran.

Kai ganti menatap Suzy. Ia kemudian menggeser badannya sedikit ke arah Suzy dan memiringkan badannya. Supaya ia bisa menikmati wajah Suzy, Kai sengaja menyangga kepalanya dengan tangan kanannya.

Sementara itu, Suzy jadi tegang dan berhenti menatap Kai. Ia malah ganti menatap langit-langit seperti apa yang barusan Kai lakukan. Ia juga salah tingkah, makanya ia bolak-balik mengatur letak kaos dan poninya.

“Tadi pagi—“ Suzy berdeham. Ia masih menatap langit-langit, “Aku bertemu dengan Park Se Young Eonni.”

Kai mengerutkan kening, “Nugu?”

“Se Young Eonni~” Suzy menoleh ke arah Kai. Dan betapa terkejutnya ketika ia melihat wajah Kai benar-benar dalam jarak yang dekat dengan wajahnya sendiri.

“Aish!” Kai yang penasaran ini sudah mulai kesal. Ia mengambil posisi duduk dan menampar permukaan kasur yang sedang ia tiduri bersama Suzy, “NUGU?!”

Kali ini gantian kening Suzy yang mengkerut. Ia heran kenapa Kai yang baru saja melakukan ‘something’ dengannya berubah menjadi galak dan tidak sabaran seperti ini? Oh ya, Suzy baru ingat jika Kai ini memang orang labil. Dengan segera, Suzy juga mengubah posisinya menjadi posisi duduk, “YYA! APA KAU INI PUNYA KEPRIBADIAN GANDA?!”

“KENAPA KAU MEMBENTAKKU?!” Kai ganti membentak Suzy.

Suzy mendengus, “KAU YANG MEMBENTAKKU BARUSAN!”

Kai mengalah, “Park Se Young ‘Eonni’ itu siapa?”

Mendengar Kai berhenti membentaknya, Suzy tersenyum tipis. Agaknya dia sudah bisa mengontrol suaminya ini, “Bukankah Se Young itu pacar pertamamu?”

“Pacar pertama?” Kai bergumam. Ia kembali mengingat nama-nama pacarnya terdahulu. Matanya membulat begitu ingat siapa pacar pertamanya, “Se Young Noona?”

“Eo. Rambut panjang dan mata besar,” Suzy membentuk huruf ‘O’ dengan jari-jari tangannya di dekat mata.

“Lalu apa?”

“Bisakah kau mengatakan ‘Saranghae’ lagi?” pinta Suzy.

“Waegurae?” Kai heran dengan sikap Suzy.

“Setelah mengatakannya, cubit aku!”

Kai terkekeh. Ia kemudian menarik Suzy ke dalam pelukannya dan mereka berdua pun ambruk ke kasur lagi. Namun dalam posisi berpelukan, “Sebenarnya ada apa?”

Suzy merasa bahwa ia tidak akan bisa bernafas dengan baik dalam pelukan Kai. Jantungnya juga berdegup sangat kencang saat ini. Namun tidak sekencang saat tadi Kai mencumbunya, “Jong In-a.”

“Eo?” Kai menarik Suzy lebih dalam ke pelukannya.

Adalah kata-kata yang selalu ingin Suzy ucapkan kepada future husband-nya kelak, Saranghae. Tetapi ia rasa, kini ia bisa mengatakannya kepada seseorang yang tepat. Seseorang yang kini memeluknya dengan erat. Kai. Ia tidak percaya, ia bisa mencintai Kai, “Saranghae.”

Kai menahan nafasnya untuk beberapa detik. Kemudian ia menghembuskan nafas lega, “Gomawo. Nado.”

“Cheonmanhae,” Suzy menarik tubuh Kai ke arahnya. Ia memejamkan kedua matanya untuk menikmati kehangatan dalam tubuh Kai ini, “Apa benar kau ini ramah dan hangat?”

“Apakah Se Young Noona mengatakan itu kepadamu?”

“Eo,” Suzy menangguk kecil.

Kai menindih tubuh bagian bawah Suzy dengan kaki panjangnya, “Aku juga orang yang cukup labil.”

“Ternyata kau menyadarinya juga?” gumam Suzy.

“Ngomong-ngomong—‘lain kali’ tadi kapan ya?” Kai senyam-senyum sendiri membayangkan ekspresi Suzy saat ini.

“Mwoyya?!” Suzy mendorong Kai jauh-jauh darinya.

“Aku ingin cepat-cepat melanjutkannya,” kata Kai kepada Suzy.

“Me-melanjutkan apa?” Suzy menatap Kai ngeri.

Kai mendekati Suzy dan memonyongkan bibirnya serta menutup kedua matanya. Suzy yang sudah mengerti maksud Kai segera meraih sebuah bantal dan melemparkannya ke wajah Kai. Lantas Kai membuka matanya dan menatap Suzy kesal, “YYA!”

Suzy menatap Kai tajam, “Kau ini benar-benar lab—“

Sebelum Suzy berhasil menyelesaikan kalimatnya, Kai membungkam mulut Suzy dengan kecupan sekilas. Suzy melotot begitu Kai meremas kedua bahunya dan membuatnya berbaring di kasur sementara Kai sendiri mengambil posisi di atasnya.

“Apa boleh aku lanjutkan sekarang?” tanya Kai kepada Suzy.

“Aish.. Jong In-a—“ lagi-lagi Kai membungkam Suzy dengan ciumannya. Suzy yang tiba-tiba sesak nafas itu mendorong Kai dan Kai pun melepaskan ciumannya.

“Ah.. wae?” Kai terlihat sangat kecewa.

“Kita belum menikah secara resmi,” kata Suzy.

“Mworago?” Kai terkekeh, “Kau sudah jadi isteriku. Dan aku sudah jadi suamimu.”

“Geundae.. aku ingin menikah lagi,” Suzy sendiri tidak tahu kenapa ia ingin menikah lagi.

“Wae—“ Kai tersenyum nakal, “Chagi?”

“Chagi?” telinga Suzy masih asing dengan kata tadi.

“Chagi, kau mau anak laki-laki dulu—atau anak perempuan dulu?”

“MWO?!”

“Kita buat malam ini juga!” kata Kai berapi-api.

“Apa kau tahu, aku masih di bawah umur mengandung?”

“Kalau begitu, kita akan membuatnya di malam ulang tahunmu yang ke dua puluh satu.”

“Jong In—“

“Chagi bulleojwo,” pinta Kai.

Suzy menurut, “Chagi.”

“Hmm..?”

“Kau tampan sekali,” tutur Suzy sambil mengelus pelipis Kai.

Kai melemparkan smirk mautnya dan kemudian meletakkan seluruh tubuhnya di atas tubuh Suzy dengan perlahan –agar Suzy tidak kesakitan. Ia menempelkan bibirnya di atas bibir Suzy cukup lama dan akhirnya melumat bibir Suzy. Dan Suzy tidak menahan desahannya lagi.

Beberapa menit kemudian, Kai beralih ke telinga Suzy dan berbisik, “Chaaaagi bulleojwo.”

Sambil menunggu Suzy mengatakan ‘Chagi’, Kai yang jahil ini kembali mengelus perut datar Suzy dan melumat bibir Suzy lagi.

“Nghh.. chahh— gih..,” kata Suzy susah payah.

“CUKUP!” Kai tertawa dan berguling tiduran di samping Suzy. Ia kemudian meraih selimut di bawah kakinya dan menyelimuti tubuhnya serta tubuh Suzy.

Suzy mengatur nafasnya agar kembali teratur dan menatap Kai sebal, “Apa kau sedang mempermainkanku?”

“Ani,” Kai menggeleng.

“Kau terus menggodaku!”

Kai menatap Suzy, “Chagi, apa kau sangat ingin melakukannya.”

“Ti-tidak..,” jawab Suzy.

“Keojitmal,” Kai lagi-lagi menopang kepalanya dengan tangannya dan tidur dengan posisi miring ke arah Suzy.

“Pokoknya kenapa kau melakukannya dan ke-kenapa s-sangat—tang-tanggung..?”

“Jika diteruskan, nanti kau kesakitan. Katamu kau ingin menikah denganku lagi,” tutur Kai, “Besok setelah ke makam Abonim, kita ke gereja.”

“Gereja?” Suzy terkesiap. Jangan-jangan Kai akan mengajaknya menikah lagi di gereja.

Kai tersenyum dan mengangguk, “Ngomong-ngomong sebelum tidur, bisakah kau memberikanku goodnight kiss?”

Suzy melotot ke arah Kai, “Jong In—apa—“

“Chagi-“ ralat Kai.

Dan lucunya Suzy menurut, “Chagi, kau benar-benar ingin menikah denganku?”

“Apa aneh seorang pria ingin menikahi seorang wanita yang ia cintai? Atau jangan-jangan kau masih belum percaya jika aku—“

Seperti apa yang Kai lakukan beberapa menit yang lalu, sebelum Kai menyelesaikan perkataannya Suzy membungkan mulut Kai dengan goodnight kiss. Suzy yang malu-malu ini memberanikan diri untuk mengecup bibir suaminya.

Sementara begitu Suzy selesai dengan goodnight kiss-nya, Kai malah melongo dan tidak tahu harus apa. Beberapa saat kemudian, dia nyengir layaknya seorang idiot dan tidur nyenyak bersama Suzy di ranjang yang sama. Agaknya, ia akan mimpi indah malam ini. Begitu juga dengan Suzy.

Kalian pasti tidak percaya jika aku dan Suzy menikah pada umur dua puluh tahun. Batin Kai.

END

Advertisements

29 comments

  1. Elistya Kim99 · January 6, 2015

    Happy ending jga akhirnya.
    tpi ada masalh yg masih blom diselesaikan author
    sperti alasan kai yg slalu mnemui krystal dan slalu mngatakan kata” cinta kpd krystal klo kata.a dia udh cinta sma zyeonn sebelum.a
    aigoo itu yg membuat q bingung author
    rasa.a masih ada yg mnggajal dihati q
    tpi apa boleh dikata ini smwkan kehendak author.
    Tpi q ttp suka kok sma ffx author

    next ffx ditunggu thor Fighting

  2. fitria · January 6, 2015

    apa aku lupa yah? bingung tiba2 suzy ada di kamar Seo yoon, dan cepet banget Kai suka sama suzy, padahal part sebelumnya Kai masih suka sama krystal dan sering ketemu.
    Ditunggu ffmu yg lain 🙂

  3. desy · January 6, 2015

    wah akhirnya happy end…
    butuh sequel thor masih penasaran ktanya kai suka ma suzy tp kog masih blg cinta ma krystal

    • ffsmawol · January 6, 2015

      iya entar ada part spesialnya /tsah wkwk ditunggu aja yaa

  4. parkheni · January 6, 2015

    omeeggattt,,, ommeeeggattt,,
    horraayy happyy ending,,

  5. YJiY · January 6, 2015

    agak bingung.. tp gk pa2 thoe.. daebak.. suka bgt sm karakter suzy n kai.. happy ending ne..

  6. GIRL_HMSR · January 6, 2015

    wah aku suka ff ini alurnya cepet ya thor? masih ada sequelnya? hahaha nextnya aku tunggu fighting!

  7. Serty · January 6, 2015

    Ceritanya bagus, hanya saja masih ada tanda tanya, terutama untuk perasaan Kai Sendiri ke Suzy, bagaimana bisa mencintai Suzy secepat itu, apalagi kai juga sering mengatakan dia menyukai krystal. Aigoo….apakah kata Suka yang kai ucapkan tidak bisa dianggap serius. Tapi jika kata cinta yang terungkap dari mulutnya. Apakah bisa itu di percaya.
    Aigoo thor, kenapa ff ini begitu bikin geregetan bacanya.
    Kalau bisa, buat sequel nya yah thor, agar semua tanda tanya yang ada terjawab. Hehe……mianhe….jika coment ku, tak berkenan di hati, and gomawoyo sudah menyajikan cerita yang menarik+ menghibur. Di tunggu ff terbarunya. Hwaiting…..sukses untuk ff nya.

  8. veda · January 7, 2015

    apa mksd mreka mo nikah lg??? apa yg wktu itu ga sah???
    aigoo knpa kai nggoda suzy mlu??? knpa ga d lnjutin ajj (?) aihoo otak yadong >_< #kkk
    HAPPY ENDIIIIING DAEBAAAAAKKKK 😀

  9. vhy · January 7, 2015

    jinjja…jinjja…jinjjaa… ini keren banget, sayang ku baru baca di chap ini dan ternyata sdh ending, jadi bingung ada apa sma krystall,, izin baca chap sbslumnya ne 😀

  10. grasylla · January 7, 2015

    Aq pikir tadi mereka akan ketemu dikampus terus semper bersaing ternyata malah cerita malan pertama yg terunda lagi …..
    bikin dek…dek…ser bacanya….

  11. Dezee · January 8, 2015

    Akhir’y kaizy bersatu kkk

  12. annisa husna fadhilah · January 9, 2015

    Yeeeaaahhh akhirnya happy ending 🙂 so sweet banget sih kai bikin senyum2 yang baca nih
    ditunggu ff kaizy selanjutnya thor 😀

  13. sondankh simamora · January 9, 2015

    Ada yg blm trselesaikan Thor, yaitu maslah hubungn Kai dan krystal, blm ada pnjelasanny, krn rasany alurny tuh kcepatn saat KaiZy akur, harusny d jlaskan juga tntang hubungn Kai dan Krystal, biar klop aja gitu! ^^
    btw, ada sequelny kan? Kalo ada aku senng bangt!
    Nan gidaeryo ne!
    Keep hwaiting! ^^

  14. ratuhermikusumah · January 12, 2015

    hahahah bagus thor keren aku suka 😀
    hmmm ini ada lanjutannya engga?
    ditunggu ff thor lainnya ya hwaitingg 😀

  15. salsa · January 13, 2015

    Ditunggu kelanjutannya

  16. Dewi Kim L · January 13, 2015

    kereenn thor ^^

  17. ji · February 5, 2015

    Ya amsyong jadi ini kejutan yang diberikan author … joha hahaha… dan semuanya bahagia … happy end

  18. lovesooji · February 5, 2015

    end… keren (y)

  19. suzyholic · February 6, 2015

    Omok kok bisa kai suka suzy.. ga nyangkaa ini..
    Ga ada tanda2 siih
    Hehehe

  20. CUPANG ULALA · March 11, 2015

    lanjut thorrrrrrr omayo sekali ceritanyaaaaaa

  21. Kai Suzy · June 5, 2015

    Aigoo kai yadong, aku masih dibawah umur #tutupmata thor aku rasa ini gantung, gimna nnti hubungan Zyeonn sma eomma nya, trus si soojung nya di kemanain?? Aisss aku nunggu squel thor, squel ne, jebal??

  22. rifqa0390 · June 27, 2015

    End?
    Ending yg membingungkan…
    Tp makasih ya uda buat happy ending…
    Tp gmna ya nasip jongsuk n soojung

  23. rifqa0390 · June 27, 2015

    End??
    Ending yg membingungkan…
    Tp makasih ya uda buat happy ending…
    Tp gmna dgan jongsuk n soojung?

    • ffsmawol · June 28, 2015

      entar ada special chapternya kok ditunggu aja ya

  24. suzyholic · October 27, 2015

    Uwaaaa
    Ciyeee laah mau nikah lagoii..
    Saling cintà gitu sebenernyaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s