[Part 1] Exotic Love, Exotic Girl!

Untitled_副本

Part 1

Title : EXOtic Love, EXOtic Girl !

Cast : Kai, Suzy, Krystal, Sulli, Sehun, Minzy, JB

Rating : PG-15

Genre : Romance, Comedy

Suzy POV

“Suzy-yya! Ppaliyya! Ppalii!!”

Aku mendongak. Sudah kukenali suara anak kambing itu. Ya, Krystal memanggillku sambil lompat-lompat di depan pintu kelas musik ini. Dia menyuruhku untuk mendekatinya.

“WAEE??” aku agak malas menuruti permintaannya. Namun, karena keadaan yang ramai dan heboh di luar kelas membuatku penasaran berat, akhirnya aku beranjak dari tempat dudukku dan berjalan malas mendekati Krystal.

“Ada apa?” tanyaku kepada Krystal setelah aku sudah berada di ambang pintu.

Krystal menunjuk ke arah lorong sekolahan. Terdengar juga jeritan anak-anak perempuan yang menurutku lebih ganjen dariku setelah apa yang Krystal tunjuk menampakkan diri. Aku menoleh dan sedikit berjinjit untuk melihat ‘sesuatu’ itu.

Slow motion. Aku butuh Tao oppa! Dan juga efek angin! Sehun-aa!! Oh god! Apakah ‘sesuatu’ itu?

“Sekarang saatnya, Suzy!” Krystal menyikut lenganku. Membuatku agak kesal.

“Apa?” tanyaku sok polos.

“Menyatakan cinta kepada dia!” Krystal ngotot. Ingin sekali aku bekap mulutnya dengan sepatuku. Keras sekali dia bicaraanyyaa..

“Michyeosseo?? Kai?” aku menunjuk Kai yang sedang berjalan dengan santainya bersama teman-temannya.

“AYO!!” Krystal mendorongku keluar dari kerumunan dan parahnya, Kai melihatku. Kai adalah ‘sesuatu’ yang sangat aku kagum-kagumi. Tentu saja semua anak perempuan disini mengaguminya.

Aku melirik sebal ke arah Krystal. Sedangkan anak-anak yang berkerumun memperhatikanku. Mereka bingung. Sedang apa aku di depan Kai?

Uh.. tanganku memegang sesuatu. ABOJI! Dari tadi memang aku sedang menulis pernyataan cinta untuk Kai! Kenapa surat ini masih ada di tanganku?

“JONG IN-A!” Krystal memanggil Kai dengan nama asli Kai.

“Eo?” Kai melihat ke arah Krystal.

“Dia—“ Krystal menunjuk-nunjuk aku, “akan menyatakan cinta untukmu!”

AISHH!! Kenapa kau mengatakan itu Krystal-a??

“WAAAAAA!!!!!” anak-anak disekitarku heboh sendiri.

Aku mendongak untuk melihat wajah Kai saat itu juga. Dan—kenapa dia tersenyum kepadaku?

“Benar, kau akan—“ Kai berbicara padaku!

Aku menelan ludah. Aku memejamkan mataku sejenak dan berpikir. Apakah aku akan menyatakannya sekarang?

“Ne..” aish.. kenapa aku mengatakannya? Aku membuka mataku dan tanpa disadari, aku sudah menyodorkan suratku di depan Kai.

Aku melihat wajah Kai lagi. Dan—eo? Dia mengambil surat dari tanganku! Kemudian dia membukanya dan membaca dengan hati-hati setiap kata yang aku tulis di surat itu. Entah kenapa kemudian dia tersenyum lagi. Aigooo manisnyaa..

“Gomawo,” kata Kai.

“Eo?” aku bingung. Maksudnya dia berterima kasih itu apa?

“Gomawo, sudah menyukaiku selama ini.”

Aku melongo. Menunggu kata-kata yang akan dia katakan lagi.

“Berarti mulai saat ini kita—“

“SUZY-YYAAAA!!!!!”

Aku membuka mataku perlahan. Kemudian aku melihat langit-langit kamarku sendiri. Sialan! Ternyata tadi hanya mimpi! Aku segera bangun.

“SUZY-YAA!! Cepat banguuun!!” Ibu Minzy membuka pintu kamarku dengan kasar. Tanpa ketuk-ketuk, gedor-gedor, dan juga kata sandi. 14 Januari kata sandinya, “ Sudah jam berapa ini?? Kau sudah hampir terlambat sekolah!”

“MWO?” aku menatap jam dinding sebentar, “Aboji! Masa aku harus lari maraton lagi?”

Suzy POV end

Author POV

Suzy berlari sambil mengucir rambut panjang cokelat ikalnya. Dia terpaksa bersolek di trotoar sambil berlari ke sekolahan.

“Hhh.. kenapahh ah..kuhh telath lagi??!” dia mempercepat larinya.

Ternyata, bukan hanya dia saja yang sedang berlari ke sekolah. Masih ada anak laki-laki yang mengenakan seragam yang sama dengannya. Seragam berwarna kuning. Seragam School Of Perfoming Arts. Seragam anak laki-laki *ya iyalah*. Intinya, anak laki-laki itu se sekolahan dengan Suzy.

Suzy mendongak untuk melihat siapa yang sudah hampir menyalipnya. Dan anak laki-laki itu menoleh ke arahnya dan tersenyum tipis.

“Maaf aku agak terlambat.. jangan disebarkan di media. Tolong..,” kata anak laki-laki yang ternyata adalah..

“Kai?” Suzy mengerutkan dahinya.

Kai juga ikut mengerutkan dahinya, “Sekarang bukan saatnya kau terpesona melihat ketampananku! Sekarang waktu tinggal lima menit lagi, dan jarak dari sini ke sekolah sekitar dua puluh meter lagi!”

Kai berlari lebih cepat dari Suzy. Dan Suzy? Malah memperlambat langkahnya. Tiba-tiba tubuhnya terasa lemas setelah melihat ketampanan Kai, “Kenapa dia bisa tahu aku terpesona dengan ketampanannya?”

___

“Tapi kita ingin asisten sendiri! Kita tidak mau asisten kita sama dengan asisten Super Junior!” kata Xiumin kepada Lee Soo Man.

Soo Man tampak berpikir, “Berarti kita harus mencari asisten?”

“Kenapa kau tanya kepadaku? Kau yang harusnya memutuskan..”

“Keputusanku adalah mantan asisten Super Junior bekerja untuk EXO.”

Xiumin menggaruk kepalanya, “Sebenarnya sudah berapa kali kita berdua mengulangi percakapan ini?”

“Aku tidak menghitungnya!” kata Soo Man, “Sekarang keluar dari kantorku! Aku ingin berpikir lagi!”

“Pokoknya kita mau as—“

“Aku tahu. Aku akan carikan nanti. Aku tidak sedang ingin berpikir masalah asisten.”

“Apa yang ingin kau pikirkan?”

Soo Man menatap Xiumin tajam, “Kau masih disini?”

Xiumin melengos, “Oke.. aku keluar sekarang.”

Xiumin berjalan keluar kantor dan menutup pintu ruangan Soo Man dengan kasar. BRAKK! Soo Man sudah terbiasa mendengar suara debrakan pintu ini.

“Hh.. dulu Donghae, beberapa bulan yang lalu Taemin dan Onew, kemarin Selasa Amber. Barusan Xiumin—“ Soo Man mengacak-acak rambutnya dan kemudian membetulkan letak kacamatanya.

Ia memutar kursinya dan menatap beberapa poster artis SM Entertainment di dinding ruangannya. ia melihat poster dua personil TVXQ Yunho dan Changmin. Kemudian dia melihat poster disebelah poster TVXQ. Poster CSJH The Grace : Dana and Sunday. Lima personel TVXQ dan empat personel CSJH The Grace ? Batinnya.

Kemudian dia melihat poster yang lainnya. Poster BoA dan poster KangTa. Dan matanya bergeser lagi ke arah poster Super Junior dan SNSD. Ahh.. kenapa mereka bisa dipasang-pasangkan di internet? Kemudian dia melihat SHINee dan f(x). Lima personel dan lima personel.  Kemudian lagi, dia melihat poster EXO, dengan formasi 12 personel dalam satu poster.

“Ah?” Lee Soo Man berdiri, “Kenapa tidak menciptakan pairing untuk EXO?”

Soo Man duduk lagi, “IM JAE BUMM?”

Sekretaris Soo Man yang tadi namanya disebut : IM JAE BUM segera masuk ke ruangan Soo Man. Dia kemudian menutup kembali pintunya dengan halus dan berjalan mendekat ke arah Soo Man.

“Tolong buatkan selebaran dua buah kemudian di fotokopi dan disebarkan ke seluruh tempat ternama di sekitar sini!” kata Soo Man tanpa basa-basi.

“Yang namanya selebaran itu pasti satu..”

“Ya terserah kau! Yang penting buatkan satu selebaran untuk cari asisten EXO dan satu selebaran lagi untuk audisi. Terima kasih..”

“Sama-sama..” Jae Bum masih berdiri di tempatnya karena belum diminta keluar.

“Kenapa kau masih disini?” Soo Man menatap Jae Bum tajam.

“Kau belum menyuruhku keluar, Tuan..”

“Sekarang keluar dan segera buat selebaran itu!” Soo Man ngotot.

“Ne..”

___

Gong Minzy. Seorang anak perempuan berambut pendek di bawah telinga yang seharusnya kini sekolah malah berjualan boneka dan assesoris. Dia lebih memilih bekerja daripada sekolah. Padahal dia satu sekolah dengan Kai dan Sehun EXO serta Krystal dan Sulli f(x).

Cita-citanya adalah jadi bintang idola yang terkenal di seluruh dunia. Melebihi siapapun. Apalagi PSY dengan Gangnam Style-nya. Ia bertekad untuk menciptakan style-nya sendiri. Daegu style.

Kenapa Daegu? Dia dari Daegu. Dan dia pindah ke Seoul baru beberapa bulan yang lalu. Sekolah di SOPA saja baru kemarin, beberapa minggu yang lalu. Tapi sudah tidak betah.

“Kenapa kau menghilangkan kesempatanmu untuk bertemu banyak idola di SOPA? Kau malah berjualan seperti ini,” kata ibu Minzy.

“Ini juga untuk membantu ibu,” kata Minzy sambil merapikan beberapa jepit rambut di meja besar yang sengaja diletakkan di luar toko untuk dipamerkan sekaligus untuk menarik perhatian para pembeli, “Aku juga terganggu dengan kericuhan disana.”

“Pasti fans..,” Ibu Minzy seolah-olah sudah tahu jawabannya. Padahal dia hanya menebak. Soalnya, dia fans-nya EXO (?).

“Siapa lagi?” nada bicara Minzy meninggi. Beberapa detik kemudian dia terdiam melihat sebuah jepit rambut yang menurutnya sangat cantik. Jepit rambut itu memiliki pita yang agak besar sebagai hiasan utama. Kemudian bahannya juga sangat menggemaskan. Kain flanel cokelat yang kemudian ditambah bulu-bulu cokelah dan hitam. Di tengah-tengah diberikan kancing baju berwarna putih. Sehingga membuat Minzy sangat terpana melihat jepit rambut itu.

Aku jadi ingin memakainya…

“Permisi—“ suara yang sangat Minzy kenal terdengar sangat dekat di kupingnya.

Minzy mendongak. Kemudian dia melihat Im Jae Bum tersenyum kepadanya, “Boleh aku—“

“STOP!” Minzy membuat Jae Bum hampir melompat, “Pasti kau ingin membeli jepit rambut untuk pacarmu, Jae Bum!”

Jae Bum mengeluarkan beberapa selebaran dan menunjukkan kepada Minzy, “Aku datang karena ini.”

Minzy membaca sekilas brosur yang ditunjukkan Jae Bum, “SM Audition?”

“Juga pencarian asisten EXO..,” Jae Bum melengkapi apa yang dikatakan Minzy.

“MWO?” Ibu Minzy bangkit dari kursi-nya. Ia kemudian mendekati Jae Bum, “Apa kau bilang tadi?”

Jae Bum bertukar pandang dengan Minzy, “Juga pencarian asisten EXO…”

“NAH!” Ibu Minzy menepukkan kedua tangannya, “Kenapa kau tidak ikut jadi calon asisten EXO? Bukankah lebih baik kau menjadi asisten EXO daripada jadi pedagang disini?”

“IBU!” Minzy menoleh tajam ke arah ibunya sendiri.

“Lebih baik jika Minzy ikut SM Audition,” kata Jae Bum kepada Ibu Minzy.

“Apa Minzy bisa bernyanyi dengan baik?” Ibu Minzy kurang yakin dengan kemampuan anaknya sendiri.

“Sudahlah.. sekarang terserah Minzy saja. Mau jadi artis atau malah asisten artis-nya? Aku pamit untuk ke SOPA menempel ini! Terima kasih,” kata Jae Bum.

“Eo. Hati-hati,” kata Minzy dan ibunya.

___

“Suzy-yya! Kau berdiri di luar kelas sambil—“ kata guru sambil mempraktekan hukuman apa yang akan Suzy terima begitu datang ke kelas.

Suzy menatap guru-nya nanar, “Ne..”

Kemudian dia berjalan gontai ke luar kelas. Dan langsung duduk di bawah jendela sambil melakukan apa yang tadi dipraktekan oleh guru. Yaitu mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.

“Sebenarnya jika Kai tadi tidak lewat di depanku—bukan! Jika Kai tidak tampan—itu juga bukan! Kai jika tidak tampan tidak akan jadi visual EXO. Sebenarnya jika tadi Kai tidak terlambat atau aku tidak terlambat juga, pasti tidak akan begini!” omel Suzy.

Suzy menatap kaca jendela yang ada di depannya, di atasnya sedikit. Ada sebuah selebaran yang ditempel di kaca. Melihat logo SM Entertainment yang bertuliskan huruf S dan M yang berwarna pink, Suzy jadi bangun dari posisi hukuman dan memperhatikan baik-baik isi selebaran itu.

“SM Audition dan.. pencarian asisten EXO?” Suzy mengeja tulisan yang tertera di selebaran tersebut. Kemudian dia melanjutkan hukumannya dan berpikir keras, “Aish.. aku ingin jadi trainee tapi aku juga ingin jadi asisten EXO…”

___

“Minzy-yya,” Suzy langsung menatap Minzy serius ketika sampai di toko assesoris ibu Minzy.

“Mwo?” Minzy gantian menatap Suzy dengan tatapan yang tak kalah serius.

“Menurutmu, aku jadi trainee SM atau jadi asisten EXO?”

“MWO?” nada bicara Minzy meninggi, “Kau gila? Kau mempercayai isi brosur yang ditempel oleh Im Jae Bum di School Of Perfomss blablabla…?”

“School Of Perfoming Arts. Nama sekolahmu saja kau tidak hafal.”

“Maksudku itu.”

“Memangnya itu tidak benar ya?”

“Apa? Soal SOPA jadi sekolahku?”

“Bukan. Audisi SM dan—“

“Aku tidak mengatakan itu benar atau tidak. Tetapi—masa kau bisa melewati audisi ketat trainee maupun—asisten EXO??” Minzy menatap Suzy kasihan. Ya, kasihan sekali sahabatnya ini sangat menyukai EXO dan SM Town sehingga menjadi gila seperti ini.

“Aku pasti bisa melakukannya, Minzy-yya.. percaya saja kepadaku. Sekarang aku tanya baik-baik dan aku tanya dengan serius. Lebih baik aku jadi trainee apa asisten EXO?”

Minzy tertawa kecil, “Kalau menurutku, kau jadi asisten EXO dulu. Baru nanti jadi trainee. Kan untungnya banyak. Kau bisa tinggal bersama EXO dan setelah itu jadi artis. Tapi, jika kau jadi artis dulu, kau tidak bisa jadi asisten. Yang ada nama baik EXO dan nama baikmu itu gampang tercemar oleh media infotainment,” kata Minzy dengan serius.

Suzy melongo mendengarkan ucapan Minzy yang maha-bikin-melongo. Inilah yang membuat Suzy sangat nyaman berteman dengan Minzy. Selain enak diajak ngobrol, Minzy juga pembawaannya lebih bijaksana dan berwibawa daripada Suzy sendiri.

“Oh,” Suzy mengangguk pelan, “Jadi kau ingin ikut audisi apa?”

Sekarang Minzy yang melongo, “Hah? Aku tidak berencana mengikuti audisi apapun..”

“Jangan begitu Minzy-yya, aku tahu kau punya banyak bakat seperti dance dan menyanyi,” kata Suzy, “Sedangkan aku tidak memiliki apapun untuk dibanggakan tapi yakin pasti jadi artis. Haha…”

“Kau punya wajah yang cantik dan perawakan yang bagus, Suzy-yya,” kata Minzy.

“Kau juga punya. Inner beauty,” kata Suzy sambil tersenyum manis ke arah Minzy.

Minzy tersenyum manis ke arah Suzy. Dia malu semalu-malunya karena dibilang memiliki inner beauty oleh orang yang sebenarnya juga memiliki inner beauty.

Di Dorm EXO-K….

 

Sehun tampak asyik dengan laptopnya di ruang tengah bersama Suho. Sementara Baekhyun dan Chanyeol asyik dengan televisi dan D.O. masak di dapur untuk makan malam. Dan Kai, sendirian di kamar-nya, tidur telentang di kasurnya sambil menatap langit-langit.

Tiba-tiba phone Kai berdering sebentar. Ada pesan masuk dan Kai dengan malas membuka pesan itu dan membacanya.

Kai-yya, kapan kita bisa mengumumkan hubungan kita kepada Soo Man ahjussi?

 

“Sulli-yya…,” Kai sedikit mendesah setelah membaca pesan dari Sulli f(x).

Ya, dia dan Sulli memang sedang berpacaran. Dan belum ada orang yang tahu tentang ini kecuali Krystal yang merupakan teman akrab Sulli. Hubungannya dan Sulli sudah berjalan selama 4 bulan, dan mereka masih belum berani mengatakannya kepada siapapun apalagi Lee Soo Man.

Sebenarnya, Kai sudah lelah bersama-sama dengan Sulli. Yang membuatnya lelah, adalah Sulli terus merengek minta hubungan mereka diumumkan ke depan publik akhir-akhir ini. Mungkin Sulli tidak suka hubungan yang sembunyi-sembunyi seperti ini. Jadi, Kai sering mengatakan seperti ini : Kita tunggu waktu yang pas, Sulli-yya.

Dan Kai barusaja mengirimkan kalimat itu lagi untuk Sulli.

Tidak lama setelah Kai membalas, Sulli mengirimkan pesan lagi :

Kapan sih waktu yang tepat? Aku tidak suka jika seperti ini terus..

 

“Sulli-yya…,” lagi-lagi Kai mendesah setelah membaca pesan dari Sulli di atas. Dia langsung mengucek-ngucek matanya karena selain lelah perasaan, dia juga lelah soal fisik.

Karena tidak tega membiarkan Sulli menunggu pesannya terlalu lama, Kai cepat membalas :

Tunggu saja. Tidak lama. Sudah makan?

 

Beberapa detik kemudian –mungkin karena senang diperhatikan oleh sang pacar- Sulli membalas :

Sudah. Baru saja makan samgyupsal dengan Victoria eonni di luar. Kau bagaimana? Sudah makan?

 

Kai tersenyum tipis. Inilah yang ia harapkan sekarang dari Sulli. Dia tidak mau membahas soal hubungannya dengan Sulli. Kalau begini, berkirim pesan dengan Sulli sudah seperti vitamin yang bisa membuat badannya bugar kembali.

Aku sedang menunggu Kyung Soo Hyung memasak di kamar sendirian. Aku belum makan. Aku juga malas makan malam ini. Disana sedang apa?

 

Sedang chatting dengan orang tampan hihi.. Balas Sulli.

 

Kai sedikit curiga. Dengan cepat dia membalas :

Siapa yang sedang chatting denganmu?

 

Kim Jong In, nae namja.

 

Kai tertawa kecil. Wajahnya memerah karena malu, dan untuk menghilangkan semburat merah yang ada di wajahnya itu, Kai langsung keluar kamar dan cuci muka di wastafel terdekat (?).

Karena bingung melihat Kai senyam-senyum sendiri di depan kaca dekat wastafel, Sehun menepuk paha Suho yang duduk manis di sebelahnya sambil berbisik, “Hyung, lihat Jong In.”

Suho melihat ke arah Kai yang sedang cuci muka lagi. Kemudian dia menggoda, “Dia memang punya kebiasaan seperti itu jika sedang malu.”

Sehun tertawa. Kemudian D.O. menjerit di dapur, “SEMUANYAAA SUDAH SIAP!! AYO MAKAN!!”

“Sudahlah, Jong In.. apa yang membuatmu malu sampai sebegitunya?” Suho mendekati Kai di dekat wastafel.

Kai menoleh ke arah Suho, “Aku tidak malu.”

“Lalu apa jika wajahmu merah seperti itu?”

Kai tersenyum kemudian menundukkan kepalanya, “Ayolahh.. Jangan membuatku merasa seperti anak perempuan, hyung! Ayo kita makan..”

“Kau sedang tidak pacaran ‘kan, Jong In?” Sehun ikut mengintrogasi Kai.

TBC

Advertisements

11 comments

  1. Elistya Kim99 · March 31, 2015

    Kasian zyeonn,dia mnyukai kai tpi si kai.a malah udh punya pacar.
    Next.a ditunggu author Fighting

  2. salsa · March 31, 2015

    Suzy terobsi banget S̤̥̈̊ά̲̣̣̣̥м̣̣̥̇̊ά̲̣̣̣̥ oxo dan bahkan menyukai kai. Suzy sampe dihukum krn pertemuan tak sengaja mereka.
    Gmn kl suzy tahu kai uda punya pacar…

  3. annisa · April 2, 2015

    aaaa bakalan bagus nih ceritanya lanjut thor gak sabar deh bagaimana nasib suzy nanti,hihi

  4. Tika · April 3, 2015

    Kai udah pacaran sama Sully, terus gimana nanti nasib cinta Suzy? kasian 😦
    Semoga Suzy ga sampe patah hati, setidaknya ada namja lain atau Kai putus sama Sully 😀
    Lanjutannya ditunggu ne author, gomawo 🙂

  5. Ratu Hermi Kusumah · May 15, 2015

    hmm kai sudah sama sulli suzy sama luhan aja/ga XD
    huwaa ditunggu next ya thor hwaiting D

  6. Vani · June 4, 2015

    Ooo..kai ternyata udh ama sulli.
    Suzy bakal berhasil jadi asisten exo ga ya xixiixi…
    wah sehun dah mulai curiga tuh ama kai

  7. Anna Matofani · June 20, 2015

    Yaaaaaahhhhh kainya udah punya pacar 😦 ,,,, cepet putus deh, biar bisa jadian sama suzy ….

  8. Kai Suzy · June 25, 2015

    Yahhh, kai udah punya yeojachingu 😦 , trus nasib nya Zyeonn gimana thor?? 😥

  9. rifqa0390 · June 27, 2015

    Suzy jd asisten exo??
    Pasti keren…
    Trz kai sering ketemu suzy…
    Trz kai lupa dh uda pnya pacar…
    Hihihi….

  10. ayu candra · September 9, 2015

    Haha suzy mau jd asisten exo. Yaampun saking sukanya ama kai. Hem klo tau sulli kai pacaran gmna? Aigoo kai lucunya.hihi

  11. purisudewo · February 6, 2016

    Izin baca ne authornim ..penasaran apa suzy masih suka sama kai ? Kalo kai udah punya yeojachinggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s