[Part 3] Exotic Love, Exotic Girl!

Untitled_副本

Title : EXOtic Love, EXOtic Girl !

Cast : Kai, Suzy, Krystal, Sulli, Sehun, Minzy, JB

Rating : PG-15

Genre : Romance, Comedy

Suzy POV

“Kau—m-m-mau ap-apa tadi.. kata Soo Jung?” Kai belepotan.

“Aku hanya ingin memberimu ini,” kataku sambil menyodorkan surat yang ada di tanganku. Aku tidak berani menatapnya makanya aku menunduk. Tanpa disangka, Kai langsung menyambar surat itu dari tanganku.

“Gomawo. Aku akan buka nanti di dorm,” kata Kai dengan cepat kemudian meninggalkanku yang masih berdiri terpaku sambil melongo. Tidak hanya Kai yang meninggalkanku. Semua yang ada di koridor ini meninggalkanku. Krystal dan Sehun mendekatiku.

“HOH!” Krystal memegang kedua lenganku, “DIA MENERIMANYA!! DIA AKAN MEMAKAI JAKET COUPLE DENGANMU!!”

Aku menatap Krystal, “Iya, tapi bukan berarti dia menerima perasaan—perasaanku.”

“Dia pasti bisa, kok!” Sehun menepuk pundakku, “Fighting!”

Jadi, aku sekarang berteman dengan dua artis SM Entertainment. Apa besok aku bisa ketularan jadi artis SM atau malah jadi asistennya? Atau malah bisa jadi tukang lap keringat artis SM? Atau malah cuma mengepel ruang latian artis SM?

___

“Minzy-yya,” aku tiduran menghadap ke arah Minzy yang tidur di kasur bawah. Bingung yah bayanginnya? Aku dan Minzy memang tinggal serumah. Lebih tepatnya lagi, aku menumpang di rumah Minzy. Dan aku juga tidur sekamar dengan Minzy. Kasur tingkat. Ya, aku tidur di kasur yang di atas, sementara Minzy yang dibawah.

“Eo?” Minzy nampak menutup matanya perlahan. Dia mungkin kecapekan setelah membantu ibunya seharian. Sedangkan aku sekolah selama dia dan ibunya bekerja.

“Hari ini, aku—bertatapan langsung dengan Kai loh..,” nada bicaraku mungkin terdengar seperti orang pamer. Tapi lebih terdengar sumbang (?) *hah?

Minzy membuka matanya, “Benarkah? Dimana? Bagaimana kejadiannya?” Minzy tertarik dengan topik yang ingin sekali aku bicarakan bersamanya dari tadi.

“Ohh,” aku membetulkan posisi tengkurapku, “Jadi.. tadi Krystal f(x) masuk ke kelasku. Dia tahu jika aku ini fans berat Kai. Makanya, sewaktu istirahat, Krystal mendorongku ke hadapan Kai, dan dia langsung ngoceh kepada Kai.”

“Apa kata Krystal ke Kai?” wajah Minzy terlihat sangat penasaran. Setidaknya begitu.

“Krystal berbicara kepada Kai kalau aku ini mau menyatakan cinta kepada Kai. Padahal tidak sama sekali. Aku hanya ingin..memberikan surat!” kataku jujur.

“Seperti anak SD,” Minzy tertawa kecil lalu menyelimuti tubuhnya yang agaknya mulai kedinginan.

“Hari ini aku juga sedikit demi sedikit dekat dengan Sehun Oppa..,” kataku sambil membayangkan wajah Sehun tadi siang.

“Tidak seharusnya kau memanggilnya oppa ‘kan? Kalian seumuran tauk!” Minzy berkata di bawah sana. Membuatku teringat : oh ya! Sehun dan aku itu seumuran. Hahaha..

“Iya, aku selalu keceplosan dan berpikir bahwa aku ini lebih cute dan lebih mungil daripada yang lain. Jadi, kadang-kadang aku suka memanggil dengan sebutan eonni dan oppa,” ocehku.

“Apa kau tidak ngantuk dari tadi berkicau? Belum pagi sudah berkicau!” kata Minzy. Membuatku merasa agak ngantuk juga.

“Iya, aku ngantuk. Aku akan pergi tidur,” kataku sambil tidur telentang dan kemudian menarik selimut yang ada di bawah badanku, “Selamat malam, Gong Minzy!”

“Em.. malam juga, Bae Suzy!” sahut Minzy di bawah sana.

Aku menatap langit-langit kamar Minzy. Tidak lama, aku tersenyum tipis. Aku membayangkan wajah Kai tadi siang yang terlihat sangat adorable. Berbeda dengan wajahnya di setiap penampilan EXO di panggung-panggung besar seperti di konser SM TOWN beberapa waktu lalu.

Seseorang yang memiliki sexy charisma seperti Kai oppa—eh maksudku Kai, bisa juga jadi adorable dan cute..

Suzy POV end

…..

Author POV

“Jadi, ahjussi sudah menemukan orang yang tepat?” Xiumin, masih saja mendesak Lee Soo Man di ruang kerja Soo Man.

Lee Soo Man menatap Xiumin sebal, “Aku tahu akan begini. Tidak akan ada yang minat menjadi asisten EXO. Hanya satu orang yang minat dan aku masih ragu-ragu!”

Xiumin melongo, “Benarkah? Siapa dia?”

Soo Man mendengus, “Lihat saja sendiri, ini!” Soo Man memutar laptopnya dan Xiumin melihat sebuah foto seorang gadis berseragam oranye terang berambut panjang lurus nan cokelat keemasan. Foto itu dilengkapi dengan biodata di samping.

“Ireum : Bae Soo Ji? Name : Suzy? School Of Perfoming Art? Satu sekolah dengan Sehun dan Kai anak ini?” Xiumin memperhatikan secara detail wajah Suzy di foto itu.

Soo Man mengembalikan laptop seperti semula. Dia kemudian menutup laptop itu sesudah mematikannya, “Ini saja. Tidak ada yang lain.”

“Tapi masalahnya dia—“

“Kau ini sebenarnya ingin asisten atau tidaaakk??”

Xiumin mendengus, “Iya. Tapi bisakah kau mencarikan yang khusus untuk M saja?”

Lee Soo Man menatap Xiumin sebentar, kemudian dia mendecakkan lidahnya.

___

“Jadi kau terpilih menjadi asisten EXO?” nada bicara Krystal meninggi, “Aku sudah menduganya. Soo Man ahjussi itu pasti hanya menyebarkan brosur tentang pendaftaran trainee baru. Aku jamin.”

“Iya, anehnya hanya aku yang bersedia jadi asisten EXO. Yang lainnya memilih audisi jadi trainee,” kata Suzy sambil memperhatikan Kwon So Hyun yang berjalan mendekatinya.

Ya, Kwon So Hyun yang terkenal memiliki wajah yang imut dan perawakan yang boleh dibilang pantas jadi bintang. Penampilannya seperti artis papan atas jika ke sekolah, anting-anting dia pakai, bandana, jepit rambut ber-merk, sepatu mahal, kaus kaki impor berbahan lembut dan hangat, dia pakai juga. Seperti boneka. Tetapi, dia ini adalah anak orang tak punya. Namun dia belagak menjadi superstar di sekolah.

“Aku akan jadi asisten EXO loh, siap-siap saja kau tersingkir dari posisimu sekarang,” kata So Hyun kepada Suzy dengan gayanya yang elegan namun punya kesan cute juga.

Suzy menatap So Hyun sinis, “Aku tidak akan tersingkirkan, kau tahu?!”

Krystal memandang bergantian Suzy dan So Hyun. Dia melihat ada hubungan yang tidak baik antara mereka berdua.

Setelah So Hyun pergi, Krystal segera mencari tahu kepada Suzy, “Kalian ini sepertinya memang tidak memiliki hubungan yang baik..”

“Ya, begitulah,” kata Suzy malas. Dia sebenarnya malas jika diajak membahas soal Kwon So Hyun.

“Wae?” Krystal bertanya dengan serius kepada Suzy.

“Kenapa kau ingin tahu?” Suzy malah lebih penasaran dari Krystal.

“Aku hanya ingin tahu. Dan aku memang anak yang selalu ingin tahu,” kata Krystal.

“Kita sama-sama menyukai Kai oppa—“

“Jangan panggil Kai dengan sebutan oppa lagi. Entah berapa kali kau menyebut Kai dengan sebutan oppa hari ini,” kata Krystal.

“Mianhae, biar aku ulangi perkataanku tadi. Kita sama-sama menyukai Kai,” kata Suzy datar.

“Oh, jadi begitu,” Krystal manggut-manggut, “Bukannya kalau sama-sama suka Kai berarti kalian sehati? Kalian seharusnya menjadi dekat dan—bertukar informasi tentang Kai. Seperti itu ‘kan?”

Suzy mendelik, “Eo?” kemudian bola matanya kembali seperti semula, “Kita berbeda.”

“Berbeda bagaimana?” Krystal tertawa kecil.

“Begini,” Suzy berdeham. Tenggorokannya kering dari tadi, tapi dia tidak punya modal untuk beli minum hari ini, “Aku haus. Ngomong-ngomong kau punya minum?”

“Tidak, aku tidak punya..,” Krystal menggeleng, “Tadi aku lupa bawa air mineral. Padahal Victoria eonni sudah menyiapkannya untukku gara-gara dia tahu nanti ada kelas vokal.”

Beberapa menit kemudian, setelah Suzy menelan ludah terus-terusan untuk menghilangkan sakit tenggorokannya, Sehun masuk ke kelas sambil membuka botol air mineral dan hendak meminumnya di tempat duduknya. Suzy tertarik. Bukan tertarik kepada Sehun, tapi tertarik dengan botol air mineralnya. Dengan gesit, ia langsung berlari menuju Sehun –otomatis membuat Sehun melotot heran ke arahnya- dan juga mengambil botol air mineral dari tangan Sehun.

Dengan tidak sabaran, Suzy meneguk beberapa tegukan air mineral tersebut dan langsung mengembalikan botol kosong –sudah dihabiskannya sendiri- itu kepada Sehun sambil tersenyum manis.

Sehun melongo. Melihat senyuman manis Suzy tiba-tiba saja, jantungnya bergetar. Dia merasakan getaran yang tidak sama ketika ia melihat senyuman polos milik Taemin SHINee atau senyuman manis milik Luhan Hyung (?). Menurutnya, yang ini lebih manis.

Tiba-tiba ada efek angin-anginan yang membuat rambut Suzy terhembus kebelakang. Selain efek angin, juga ada efek slow motion sehingga membuat adegan disini lebih dramatis (?)

“Gomapta. Kebetulan aku haus sekali,” kata Suzy membuyarkan imajinasi Sehun.

Sehun mengerjapkan matanya dan geleng-geleng sendiri, “Eo..”

“Mianhae,” tiba-tiba air muka Suzy berubah jadi kelihatan sangat merasa bersalah, “Kapan-kapan aku traktir kau makan sesuatu untuk mengganti airmu tadi.”

Sehun tersenyum malu kepada Suzy, “Sebaiknya tidak usah. Aku ikhlas kok tadi—minumku—“

“Jangan menolak, jika diberi sesuatu oleh seseorang.. itu lebih baik menurutku. Oke?” wajah Suzy hampir menyentuh wajah Sehun saat ini. Suzy kemudian berjalan menjauhi Sehun –mendekat ke arah Krystal lagi- sambil masih tersenyum lebar.

___

“YYA! OH SE HOON!”

Sudah beberapa kali D.O. Eomma menjerit karena Sehun yang tidak fokus latihan untuk jadi cameo drama pertama SM Entertainment : To The Beautiful You akhir minggu ini. Sehun memang terhitung sudah berapa kali melakukan gerakan yang membuat konsentrasi member EXO-K yang lain buyar.

D.O. mendekat ke arah Sehun yang menatapnya nanar. Mukanya seperti tidak memiliki dosa sama sekali, sehingga membuat D.O. mengurungkan niatnya untuk marah-marah hari ini.

“Sehun-a, kau ini kenapa sih?” Baekhyun angkat bicara, agar D.O. tidak mengatakan apa-apa sebelum dia.

“Aku—hanya bingung beberapa gerakan saja. Aku sedikit lupa, hyung!” kata Sehun. Dia menggaruk tengkuknya pelan sambil menatap ke lantai.

“Tapi kita sudah latihan koreo lagu MAMA berapa tahun, Sehun-a? Kau masih bingung juga?” D.O. kini bicara dengan nada yang tinggi.

Sehun diam saja. Suho, yang merasa paling tua dan paling berhak disini bertindak. Dia memegang pundak Sehun. Sehun melirik ke arah Suho.

“Sekarang berlatihlah bersama Jong In, sementara para hyung berisitirahat. Kalau  nanti selesai istirahat masih bingung juga, aku tidak segan-segan untuk—“ kata-kata Suho terhenti.

“NAEGA WAE?” Kai protes. Sebenarnya dia juga lelah. Begitu melihat mata tajam Suho yang berdiri tidak jauh dari Sehun, ia menghembuskan nafasnya, “Ne. Aku akan berlatih dengan Sehun. Kalian istirahatlah.”

Hyungdeul keluar dari ruang latihan. Kini hanya ada Sehun dan Kai di ruangan itu. Kai benar-benar kehilangan kesabarannya. Sudah berapa kali Sehun melakukan kesalahan di koreo yang sama, di waktu yang  sama.

“Kau ini ada apa sih? Sedang ada masalah?” Kai sok menjadi hyung di depan Sehun.

Sehun meringis, “Iya.. aku ada masalah.”

“Masalah apa?”

“Masalah—kewanitaan? Bukan.. emm masalah kejiwaan mungkin,” Sehun geleng-geleng sendiri,“ Tidak! Ini tidak benar!”

“Pantas saja. Kau bergumam sendiri, beradu argumentasi sendiri. Benar-benar ada masalah kejiwaan. Kau—gila! HYUNG! APA PERLU KITA MEMBAWA SEHUNNIE KE RUMAH SAKIT JIWA TERDEKAT? DIA SAKIT JIWAAA!!”

Tidak lama kemudian, Chanyeol menjawab, “DIAM! ASISTEN KITA SUDAH DATANG!!”

Kai dan Sehun diam seketika mendengar suara bass milik Chanyeol. Tidak lama, Chanyeol dan Baekhyun masuk dengan senyum sumringah dan kemudian disusul oleh D.O. dan Suho.

“Mana asisten kita?” Kai mengenyitkan dahinya.

……

“Siapa asisten kita?” Tao, maknae EXO-M yang sedari tadi penasaran tentang asisten-nya –mulai hari ini- terus menanyakan pertanyaan yang sama kepada Xiumin yang seperti orang paling sibuk di dunia yang sedari tadi hanya mondar-mandir di dorm milik EXO ini.

“Sebentar lagi dia datang.. tenang saja!” Xiumin berkata kepada Tao.

Tao mengangguk dan kemudian bertukar pandang dengan Lay, “Aku harap sih asisten kita itu cantik.”

“Ya, aku juga,” kata Lay kompak dengan Tao.

“Nah! Itu dia datang!” tiba-tiba Kris menunjuk ke arah pintu utama dorm.

Semuanya fokus ke arah pintu utama dorm. Seorang perempuan berkulit putih bersih masuk dengan hati-hati ke dorm. Dia mengenakan high heels dan mengenakan terusan pendek berwarna merah muda menyala. Rambut cokelatnya di gerai, membuat Tao dan Lay yang pertama kali melihatnya sudah kelepek-kelepek. Selain itu, gelang-gelang menempel di pergelangan tangan kanan dan kirinya. Anting-anting panjang juga menggantung bebas di kedua telinganya. ditambah begitu masuk, gadis ini menyapa personel EXO-M dengan halus.

“Annyeonghaseyo..,” sapa gadis itu sambil bungkuk sembilan puluh derajat.

Semua member EXO-M berdiri dan membalas hormat sang gadis, “Annyeonghaseyo.”

“Mulai hari ini, saya adalah asisten kalian. Nama saya Kwon So Hyun..,”

…..

Sehun dan Kai melongo seketika melihat Bae Suzy di depan para member EXO-K. Chanyeol dan Baekhyun bersamaan memperhatikan Bae Suzy dari bawah sampai atas. Dari sepatu kets busuk warna hitam dan ungu dan kaus kaki kendur yang dengaja digulung ke bawah warna cokelat, baju kodok tiga perempat dengan kaus putih kedodoran, dan rambut diikat rapi seperti mau tes wawancara universitas. Ditambah lagi gelang tali warna hijau metalik dan biru safir yang terlihat sangat mencolok karena tidak padu dengan apa yang sudah dia kenakan.

“Bae—“ mulut Sehun sudah dibekam oleh Kai sebelum Sehun menyebut nama lengkap Suzy.

Melihat itu, Suzy sudah tahu apa yang harus dia lakukan, “Annyeonghaseyo.. mulai hari ini, saya adalah asisten kalian. Salam kenal!”

“Ireum?” Suho bertanya dengan sopan kepada Suzy.

“Ireum? Ireum.. ireum..”Suzy melirik ke arah Sehun dan Kai.

Sehun berontak dan kemudian menggigit tangan Kai dengan sekuat tenaga. Kai pun mengaduh kesakitan. Tangannya jadi merah gara-gara Sehunnie.

“Dia itu pacar Kai, hyungdeul!” kata Sehun enteng.

“SEHUN-AA!!” Kai menjerit seperti anak perempuan.

“Oh?” D.O. eomma penasaran dan kemudian mendekati Suzy, “Jadi kau ini Baesuz?”

“Lebih tepatnya lagi, Bae Suzy! Mau lebih tepatnya lagi?? PACAR KAI!” seru Sehun yang siap-siap diterkam oleh harimau SM –Kai- (?).

Suzy hanya bolak balik melihat Sehun dan Kai. Kemudian dia juga memperhatikan ekspresi anggota EXO-K yang lainnya yang sedari tadi menatapnya tanpa berkedip sambil melongo.

___

“Tapi sekali lagi dia bukan pacarku, Hyung!” Kai berbicara setengah berbisik setengah ngotot kepada Baekhyun dan Chanyeol di kamar Kai-Soo.

Memang yang paling sibuk dengan keberadaan Bae Suzy adalah mereka bertiga. Kai, seperti tersangka yang dituding sudah memperkosa dan membunuh seorang gadis di bawah umur oleh dua polisi koplak Baekhyun dan Chanyeol.

Sementara itu, Bae Suzy juga diinterogerasi oleh Suho dan D.O. eomma. Sehun, sebagai pihak yang terkait juga ikut diinterogerasi.

Suzy menatap Suho ketakutan. Dia malu dan berubah menjadi pendiam. Suasana jadi canggung ketika D.O. akan menanyakan satu pertanyaan terakhir.

“Emm.. kalian pacaran?” tanya D.O.

Suzy menatap Sehun yang duduk di sebelahnya. Sehun juga menatap Suzy sambil tersenyum manis, “Katakan saja yang sejujurnya, Baesuz.”

Suzy berdeham akan menjawab pertanyaan D.O. Tapi Suho malah menyambar dengan mengatakan yang tidak-tidak.

“Bukan seperti itu maksud kami. Kalian terlihat serasi begitu berdiri bersebelahan. Kau bisa menyesuaikan tinggi Jong In dan juga kau juga menyeimbangi gelapnya kulit Jong In. Kalian sangat cocok,” kata Suho sambil cengir kuda kepada Suzy.

Muka Suzy berubah menjadi merah, “Kamsahamnida. Tapi…”

“Iya, aku tahu,” potong Sehun kemudian, “Hyungdeul jangan bilang siapa-siapa loh. Ini rahasia antara kita ber-EXO.”

Suzy menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Payah,” gumamnya.

BRUK! Pintu kamar Kai-D.O. dibuka dengan kasar. Tanpa aba-aba, Sehun, Suho, D.O. dan Suzy melihat ke arah kamar tersebut. Keluarlah dua polisi koplak Baekhyun dan Chanyeol serta tersangka mereka, Kai yang raut wajahnya datar seperti biasanya.

“Eotteohke?” D.O. eomma langsung menanyakan hasil interogerasi kepada Baekhyun dan Chanyeol.

Baekhyun dan Chanyeol bertukar pandang kemudian menatap D.O. eomma, “Mereka tidak pacaran.”

Suzy lega sekaligus sedikit kecewa. Ia menatap ke arah Kai, dan Kai juga menatap ke arah Suzy. Kai tersenyum kepadanya dan memberikan hormat kepadanya, “Selamat datang di dorm kami, Asisten Bae!”

“Aa…,” Sehun menoleh ke arah Suzy pelan, “Kita harus punya pesta penyambutan sekarang juga!”

“Eommo! Betul, Tehun-a! Aku akan memasakkan masakan yang enak untuk asisten kita. Sekarang,” kata D.O. sambil meluncur ke dapur dan memakai celemek pink yang selalu dan pasti bertengger di atas kulkas.

“Kamsahamnida. Aku jadi tidak enak—“ kata Suzy malu-malu, “Sehun-a, dimana aku akan tidur?”

___

Chanyeol membukakan pintu kamar Suzy yang sengaja ia bersihkan dengan Suho kemarin. Ia tersenyum manis kepada Suzy dan mempersilahkan Suzy masuk ke kamar barunya ini.

“Aku yang membersihkannya, Baesuz agassi..,” kata Chanyeol bangga.

“Eo?” mata Suzy menyisir seluruh sudut kamar barunya, “Kamsahamnida. Warna hijau muda adalah kesukaanku. Bagaimana Chanyeol-ssi mengetahuinya?”

Chanyeol menunjuk sekilas ke lantai bawah dengan ibu jarinya sambil memanyunkan bibir bagian bawahnya –mencoba memperlihatkan sisi imutnya, “Tehunnie yang memberitahu kita semua. Mollasseo?”

“Kenapa dia bisa tahu?” Suzy bergumam sendiri sambil melirik sedikit ke arah Sehun yang sedang bincang-bincang dengan Baekhyun dan Kai.

“Yang penting kau berisitirahat dulu saja. Nanti D.O. eomma akan memanggil jika semuanya sudah siap,” kata Chanyeol sambil mengangkat koper Suzy masuk ke dalam kamar.

“Ne-“ kata Suzy pendek sambil memasuki kamar. Begitu Chanyeol pergi dan menutup pintu kamarnya lagi, dia langsung menghembuskan nafas panjang dan membanting tubuhnya sendiri ke atas ranjang.

Seperti orang gila, Suzy bolak balik tertawa sendiri dan menjerit sendiri. Kemudian dia tengkurap dan menenggelamkan wajahnya di bantal dan berteriak sekencang-kencangnya. Setelah melakukan itu berkali-kali dalam beberapa menit, dia duduk di tepi ranjang dan ngos-ngosan karena capek sedari tadi berteriak.

Ada suara langkah kaki yang tenang menuju ke kamar Suzy. Suzy langsung membereskan rambutnya yang berantakkan dan juga bajunya yang awut-awutan. Kemudian dengan cepat dia melepas sepatu yang dari tadi belum ia lepas.

Tak lama, orang itu mengetuk pintunya dengan lembut. Suzy berjalan dengan tenang ke arah pintu. Ia akan membuka pintu itu, namun orang di luar tadi membuka pintu kamarnya sehingga jidadnya jadi korban.

DUK!

“Ugh!” Suzy meringis kesakitan dan sontak mengelus jidadnya yang mulai cenat cenut.

Kai yang ternyata orang yang mengetuk dan membuka pintu kamar Suzy terkejut mendengar suara di belakang pintu. Namun dengan tenang dia masuk ke kamar Suzy dan melihat apa yang sebenarnya tadi terjadi.

“Eo, Kai-ssi..,” kata Suzy yang kemudian menahan perih jidadnya dan langsung tersenyum manis kepada Kai.

“Tadi aku mendengar suara—“ Kai menunjuk pintu kamar Suzy, “DUK! Begitu bunyinya. Apa kau—“

“Tidak ada suara apapun,” Suzy terkekeh. Kekehannya dipaksakan, “Ada apa?”

Kai memperhatikan sebentar wajah Suzy dan matanya tertanam di jidad Suzy yang mulai memerah dan sedikit lecet. Apa aku membuka pintu dengan kasar sampai dia lecet seperti itu? Kemudian dia menatap mata Suzy, “Tadi Chanyeol Hyung lupa memberitahumu bahwa kamar mandinya ada di sebelah kamarmu ini.”

“Oh..” Suzy mengangguk tanda mengerti, “Lalu?”

“Silahkan mandi. D.O. Hyung menganjurkan untuk mandi dengan air panas.”

“Ne. Algeseumnida,” kata Suzy.

Kai tidak beranjak pergi. Dia masih memperhatikan dahi Suzy karena bingung kenapa Suzy bisa lecet hanya karena terbentur pintu. Sebenarnya dia ingin tertawa, tapi tertawa di atas penderitaan seorang fans-nya sepertinya itu hal yang tidak dibenarkan oleh D.O. eomma. Tangannya merogoh saku celana dan kemudian dia mendapati sebuah plester sekarang ada di genggamannya.

“Ini,” Kai menyodorkan plester tadi kepada Suzy. Sambil menunjuk dahinya sendiri, “Pakai. Itu.. lecet.”

Suzy menatap sebentar plester di tangan Kai. Kemudian dia mendongak perlahan melihat wajah Kai, “Kamsahamnida,” dia menerima plester dari Kai, “Aku akan memakainya setelah mandi.”

“Emm,” Kai mengangguk kecil dan kemudian pergi dari kamar Suzy.

Senyuman khas orang gila kembali menhiasi wajah Suzy. Dengan perlahan, dia meletakkan plester dari Kai tadi di meja belajar di dekatnya. Dengan suka hati, Suzy pergi mandi.

Sementara Kai menuruni anak tangga sambil merogoh saku celananya lagi. Sepucuk surat dari Bae Suzy yang belum sempat ia baca. Perlukah aku membaca surat ini?

TBC

Advertisements

9 comments

  1. eighteensan · June 24, 2015

    Hehehehehehehe suzy kenapa imut sangat !!!!!! Luv luv

  2. Elistya Kim99 · June 24, 2015

    Aigoo q kira asisten yg diceritain pakai rok merah,bandana,sepatu ber merk itu adalah suzy eh ternyata sohyun,q kira gara” mw jadi asisten exo suzy merubah penampilan.a tapi ternyta tidak kekeke tapi pasti sekali.a nanti berubah bakal ngalahin kecantikan artis” yg udh tenar.
    Apa maksud dari ucapan suho “hampir menyaingi kulit kai” apakah suzy eonni disini berkulit hitam kecoklatan #andawe q gak bisa bayangin soal.a hehehe

    next.a ditunggu author Fighting

    • ffsmawol · June 25, 2015

      suzy kan apa adanya /tsahh wkwk makasih ya udh baca

  3. Kai Suzy · June 25, 2015

    Aigoo aku jdi kangen/? Sama sooman ahjussi 😦 , dri part awal smpe skrng scane nya dia lucu deh hahaha, ku kira yg pke gelang anting dn semacam nya itu Zyeonn tau nya so hyun, keunde gwaenchana kan Zyeonn jdi asisten Exo-K, thor nanti bikin Zyeonn jdi artis bisa nggak ya?? Hehehe mian klo aku bnyk permintaan klo ga bisa juga gpp 🙂 ,Next part ditunggu 😀 Fighting *BOW*

    • ffsmawol · June 25, 2015

      bisa ga ya hmm liat aja sendiri kelanjutannya ya hehe makasih loh udh baca

  4. Bee · June 25, 2015

    Hahaaa… Suzy benar2 kocak disini, hohoow
    ditunggu next chap.nya
    fighting ne thor:*

  5. rifqa0390 · June 28, 2015

    Bakal mkin bnyak momen kaizy dh…
    Tp kyanya sehun sedikit mencurigakan??
    Apa nnt bkl ada kisah cinta yg rumit??

  6. ayu candra · September 9, 2015

    Hua hahaha astaga lucu amat suzy astaga impiannya tercapai.wkwkwk suzy seneng bgt tuh kyanya dapet plester dri kai.wkwkkw

  7. purisudewo · February 6, 2016

    Suzy kalah saing soal penampilan sama sohyun ..kkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s