[PART 4] Exotic Love, Exotic Girl!

Untitled_副本

Title : EXOtic Love, EXOtic Girl !

Cast : Kai, Suzy, Krystal, Sulli, Sehun, Minzy, JB

Rating : PG-15

Genre : Romance, Comedy

“Jadi dimana kau bersekolah sekarang?” tanya Kris kepada Kwon So Hyun, dengan terbata-bata karena dia tidak begitu lancar menggunakan bahasa korea.

So Hyun tersenyum, “Aku bersekolah di SOPA, Kris Oppa.”

“Ohh..,” Kris manggut-manggut sambil menoleh pelan-pelan ke arah Chen yang duduk di sebelahnya, “SOPA itu mana??”

Xiumin menepuk bahu Kris, “Makanya jangan sok cool dan sok tampan di depan perempuan cantik! Aku saja yang paling tampan disini tidak berlebihan sepertimu! Aneh!”

Kris dan Chen menatap Xiumin dengan tatapan jijik, “Tam—pan?”

“Berarti kau satu sekolah dengan Kai dan Sehun?” tanya Lay kepada So Hyun. Kali ini bahasa korea yang lancar.

“Ne,” So Hyun mengangguk mantap, “Aku satu sekolah juga dengan Sulli dan Krystal. Kemudian kalian tahu asisten EXO-K? Dia juga satu sekolahan denganku. Kami sama-sama penggemar EXO.”

Tao menoleh ke arah Kris dan menatapnya penuh harap dengan mata yang berkaca-kaca, “Gege, kau tahu betapa beratnya aku mempelajari bahasa Korea?” > bahasa cina.

Kris mengangguk kecil, “Ya, aku tahu.” > bahasa cina juga.

“Lalu bisa kau men-translate-kan apa yang dia katakan?” > bahasa cina tentunya.

Kris memegang bahu Tao seakan-akan memberikan kekuatan batin, “Sayangnya, aku juga tidak mengerti. Mari kita berduka cita bersama-sama.”

Mereka berpelukan (?). Apa-apaan inihh?!

“Pasangan yang menjijikkan…,” gumam Luhan.

“LEPASKAN!” Lay yang tidak terima Kris dan Tao berpelukan ala telettubies, langsung menarik lengan Tao dengan sekuat tenaga. Namun apa daya, karena badan Tao lebih besar dan juga cinta Tao kepada Kris lebih besar (?) dibanding cinta Lay, Lay pun tidak bisa memisahkan mereka berdua. Hiks hiks. Tragis dan… ironis (?)

“Xiumin Oppa,” panggil So Hyun dengan lembutnya.

“Eo?” Xiumiin menoleh ke arah So Hyun.

“Kamarku—“

“Oh!” Luhan hampir meloncat kaget, “Ini tanggung jawabku. Ikut aku!” > bahasa korea yang amat teramat lancar.

“Kamsahamnida,” So Hyun berdiri sambil membetulkan letak pakaiannnya.

___

Kai menutup pintunya rapat-rapat. Agar siapapun tidak masuk ke dalam, apalagi Baekhyun yang suka sekali masuk-masuk kamar member yang lainnya.

Dia duduk di kursi komputernya, dan kemudian menghembuskan nafas panjang, “Dia benar-benar fanatik,” gumamnya sambil membuka selembar kertas yang kemarin kemarin ia dapatkan langsung dari Bae Suzy.

 

Jong In-a..

Rasanya aku ingin sekali memanggilmu seperti ini.

Apalagi kita kan satu angkatan. Satu sekolah. Sayangnya kita bukan sekelas.

Aku ingin berteman denganmu. Chingu kkaja, EXO-K Main Dancer Kim Jong In J

…..

[dan selanjutnya tidak  bisa ia baca karena…]

Baekhyun membuka kamar Kai dengan kasar dan kemudian dia tersenyum kepada Kai, “Jonginnieee…..”

Kai mengernyitkan dahinya, “Aku lupa mengunci pintunya. Kau suka sekali mengintip kamar orang, Hyung!”

“Apa tidak boleh?” Baekhyun masuk dan kemudian mendekati Kai sambil melihat kertas yang berada di atas keyboard komputer Kai, “Kau pasti sedang melakukan kesalahan—“

Kai dengan sigap memasukkan selembar surat dari Suzy yang belum sempat ia baca sampai selesai ke dalam saku celananya, “Tidak. Apa Kyung Soo Hyung sudah selesai masak?”

Baekhyun meringis, “Aa.. kau! Mengganti topik begitu saja.”

Kai diam saja, pertanda bahwa Baekhyun harus menjawab pertanyaannya tadi, “Belum. Dia belum selesai memasak. Kalau sudah nanti dia akan memberitahu.”

___

“Jin Ri-yya!” Victoria memanggil Sulli dengan nada dasar G=do dan dengan kunci G. Dia berada di kamar Sulli. Sedang apa dia? Dia sedang membersihkan kamar Sulli yang ia rasa tidak patut disebut ‘kamar’. Dia shock setelah melihat handphone Sulli yang sengaja Sulli tinggal di atas kasur.

“Wae?” Sulli memasuki kamarnya sendiri dengan panik. Diikuti Luna yang juga ikutan panik.

“Eo, wae eonni?” Luna mendekati Victoria dan Victoria langsung menunjukkan handphone Sulli kepada Luna. Luna pun tercengang.

Sulli menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal karena saking bingungnya. Kenapa dua eonni-nya jadi aneh begitu melihat handphone Sulli? Padahal Sulli sudah menghapus semua pesan text dari Kai dan tidak memasang wallpaper handphone dengan fotonya bersama Kai. Hah?

Dengan cekatan, Sulli merebut handphone-nya sendiri dari tangan Victoria yang melongo-ria dengan Luna, “Waegurae?”

Sulli melihat layar phone-nya sendiri dan dia tercengang sendiri, “Ini.. bukan aku yang memasangnya!”

Luna berdeham, “Apa kau ada hubungan dengan Kai?”

Sulli melihat ke arah Luna, “A-ani. Kita berdua hanya berpose biasa.”

Victoria mendengus, “Sudahlah.. ceritakan saja apa yang sebenarnya terjadi. Jangan takut terkena skandal.”

“Mwo?” Sulli mengerucutkan bibirnya, “Aku tidak takut terkena skandal. Aku sudah pernah terkena skandal dengan Minho Oppa dan Heechul Oppa. Padahal tadi aku baru memasangnya dengan foto Song Seung Hoon..”

“Song- Seung Hoon? Yya! kenapa kau pasang wajah namjaku?” kata Victoria lagi-lagi dengan nada dasar G=do dan kunci G. Dia berkata yang tidak-tidak.

“Mwoyya? Namja? Kau sudah punya Nichkhun-ssi,” kata Luna sambil mendorong pelan bahu Victoria.

“Kita sudah bercerai..”

“Ada apa?” kepala Amber tiba-tiba muncul di ambang pintu kamar Sulli. Kemudian tanpa aba-aba dia masuk dan melihat layar phone Sulli, “Oh? Kau pacaran dengan Kai?”

“A-ANI! Aku tidak berpacaran dengan dia! Memangnya apa salahnya aku berfoto dengan Kai? Krystal juga pernah berfoto dengan Sehun—“ kata Sulli.

“Itu sih, bukan salah satu dari mereka yang foto,” kata Amber, “Ini siapa yang pegang kamera? Kai bukan? Kelihatan sekali kalian punya hubungan..”

Luna mendekati Sulli dan kemudian mencengkeram erat bahu Sulli yang belum apa-apa sudah mulai kesakitan, “Jin Ri-yya, katakanlah kepada kami semua. Eo?”

Sulli menatap Luna, dan Luna menatap Amber. Amber kemudian menatap Victoria yang sedang menatap Sulli dari belakang punggung Luna. Sulli menyerah.

“Baiklah,” Sulli mengeluh, “Tapi kalian jangan sebarkan ini, ya?”

“Kalian pacaran,” kata Krystal dibalik punggung Amber dan berjalan ke arah Luna dan Sulli, “Benar ‘kan?”

“E-eo, kami sedang—pac—“

“SUDAH KUDUGA!” Amber bertepuk tangan, “Tapi kalian terlihat serasi. Jujur. Akan lebih serasi lagi jika Sulli bersebelahan dengan Song Seung Hoon.”

“Jangan sebut-sebut namja-ku disini. Aku tidak suka,” kata Victoria yang kedua kalinya mengandung hal yang tidak-tidak.

“Sowoneun malhaebwa!” Baekhyun dan D.O. dengan asyiknya menirukan SNSD di depan Bae Suzy dan member EXO yang lainnya. Lampu sengaja dimatikan sehingga terkesan seperti KTV. Apalagi, ditambah musik karaoke dan video klip yang dinyalakan.

Di atas meja banyak sekali makanan, makanan ringan maupun yang berat, dan juga soju. Dan.. soju itu diperuntukkan member yang sudah boleh minum soju alias sudah cukup umur. D.O., Kai, Sehun, dan Suzy belum boleh meminumnya.

Karena tahu tidak akan boleh minum soju, Sehun sengaja menyiapkan susu cokelat hangat untuknya dan juga untuk Suzy.

Setelah Baekhyun dan D.O. selesai menirukan SNSD dengan lagu Genie, semua yang ada disitu bertepuk tangan dan berteriak meminta encore. Kecuali.. yang satu ini :

Semua member f(x) sudah tahu sekarang. Eottohke?> pesan dari Sulli.

Kai membelalakkan matanya.

Ya sudah. Tidak apa-apa. Asalkan mereka tidak membocorkannya di media. >balasan dari Kai.

Baiklah. Kau tidak marah ‘kan?

 

Ani.. gwencana. Lama-lama semuanya akan tahu juga. Kenapa member f(x) bisa tahu?

 

Entah siapa yang mengganti wallpaper handphone-ku. Tadinya aku memasang foto Song Seung Hoon. Dan ketika Victoria eonni menjerit, aku melihat wallpaper handphone-ku sudah berganti menjadi foto kita berdua waktu tahun pertama.

 

Mungkin Victoria noona sengaja menggantinya.

 

Mana mungkin Vic eonni bisa seperti itu. Dia bukan orang seperti itu. Sudahlah, jangan dibahas. Sedang apa?

 

Kai melihat ke sekeliling. Dia melihat wajah Suzy yang terkena sinar televisi di kegelapan. Itu membuat Kai sedikit terpana karena mata Suzy terlihat bersinar-sinar, dan wajahnya terlihat sangat cantik ketika sedang meneguk segelas susu. Tapi kemudian Kai sadar, bahwa secantik-cantiknya wanita, lebih cantik Sulli dan Han Ye Seul, serta kedua kakak perempuan dan ibu kandungnya.

Sedang warming party dengan member yang lain dan asisten baru.

 

Seperti apa asisten barumu. Perempuan?

 

Dia sedikit naif dan fanatik. Eo, dia seorang perempuan yang adalah fans-ku.

 

Eo? Bagaimana bisa?

Apa dia lebih cantik dariku?

 

Tenang saja, kau yang paling cantik.

 

Gomawo

 

Eo, cheonmanhae..

 

Kai menghembuskan nafas lega karena sedikit orang mengetahui hubungannya dengan Sulli. Dia melihat ke sekitarnya yang sedang bersenang senang dalam hingar bingar musik hip hop yang dinyalakan oleh Chanyeol. Dia menggeleng dan tanpa sadar tangannya sudah bertengger di leher botol soju. Seseorang memukul tangannya.

“YYA! Kau tidak boleh. Masih kecil—“ kata Baekhyun.

Kesal karena dikatakan masih kecil, Kai menggigiti bibir bagian bawahnya sambil mencoba menonton pertunjukkan aneh di depannya. Yaitu, pertunjukkan rap Chanyeol dan Sehun. Karena Sehun berada di depan dan tidak duduk di sampingnya lagi, kini hanya tinggal beberapa jengkal saja jarak di antara ia sendiri dengan Suzy.

Mata Kai tidak bisa berhenti menyisir wajah Suzy. Ia sangat kagum dengan mata yang bersinar itu dan juga gelak tawa yang sangat persis dimiliki Sulli. Jantungnya mempercepat detak degupnya. Dia tidak bisa begini. Dia menggeleng dan kemudian mengelus dadanya sendiri sambil melihat ke depan. Tapi matanya masih melirik ke tempat Sehun yang kosong. Ada hasrat untuk pindah sedikit demi sedikit kesana, dan ia mulai melakukannya. Tapi baru sepuluh senti saja, Sehun kembali duduk di tempat.

“Ohh.. bagaimana rap-ku? Bagus?” tanya Sehun kepada Suzy.

“Eo. Kau terlihat tampan ketika sedang rapping,” kata Suzy kepada Sehun.

Sehun mengelap peluhnya di dahi dengan telapak tangannya. Secepat mungkin Suzy mengambil tissue dan mengelap keringat Sehun. Ia terkekeh, “Kenapa hanya rap saja sampai seperti ini?”

Kai berdeham dan kemudian bangkit pergi ke kamarnya. Semua orang memperhatikannya. Bagi mereka, jika Kai yang bertingkah seperti ini adalah hal yang tabu. Hal yang aneh. Makanya mereka heran.

“Kenapa dia?” D.O. eomma menunjuk-nunjuk Kai yang membanting pintu kamar mereka dengan garpu untuk makan buah.

Author POV end

Kai POV

Aku membanting tubuhku sendiri ke atas kasur. Secara otomatis, arah mataku tertuju pada langit-langit. Tapi—kenapa perlahan langit-langit kamarku berubah menjadi wajah Suzy? Aku menggeleng cepat.

“Sulli… Sulli… Sulli…,” gumamku sambil mengingat-ingat wajah Sulli, “Sulli… Sulli.. Sulli.. Suzy… Suzy.. EO?”

Cepat-cepat aku duduk. jantungku berhenti berdegup. Kupegangi terus dadaku, takut jantungku lepas. Kenapa aku jadi seperti ini? Ya, Suzy cantik. Tapi tidak secantik Sulli. Ketika aku bersama Sulli aku tidak seperti ini. Tapi kenapa bersama Suzy yang baru aku kenal kemarin aku jadi gila seperti ini?

Aku merogoh saku celanaku. Dimana surat dari Suz—oh ya! Tadi aku sudah membacanya. Aku segera menghampiri meja komputerku. Pasti aku letakkan disana. Tapi, kenapa tidak ada?

PLAK! Tamparan sendiri di jidad melayang. Aku segera menghampiri gantungan pakaian di belakang pintu. Mataku mencari-cari celana yang tadi sempat aku pakai. Hasilnya? Tidak ada celana hijau berbahan katun yang dingin tergantung disana. Sial. Pasti D.O. Hyung memasukkannya dalam mesin cuci.

PLAK! Sekali lagi aku menampar jidadku sendiri. Kenapa aku jadi mencari celana hijau yang sakunya ada surat dari Baesuz? Pikiranku kacau semenjak dia datang kesini. Tuan Lee mengaturnya jadi asisten di EXO-K? Aku jadi penasaran seperti apa asisten EXO-M.

Esoknya…

Im Jae Bum, asisten Tuan Lee berlagak seperti orang sibuk. Ia membawa banyak dokumen entah darimana dan masuk ke ruang Tuan Lee. Terpaksa aku menunggunya keluar, dan akhirnya tidak lama ia keluar juga dan menatapku.

“Jong In-a, ada apa?” dia menghampiriku yang sejak tadi berdiri di depan ruang kerja Tuan Lee.

“Aku hanya ingin menemuinya sebentar. Ada yang harus aku bicarakan,” kataku kepadanya.

“Oh…,” Jae Bum membetulkan topinya dan kemudian masuk lagi, “TUAN LEE! ANAK LAKI-LAKI TERSAYANGMU MAU MASUK!!”

Aku hanya menatap Jae Bum aneh, begitu ia keluar. Dan tanpa apa-apa aku masuk.

“Annyeonghasimnikka,” aku memberikannya sebuah hormat sembilan puluh satu derajat.

“Eo,” Tuan Lee tersenyum kepadaku, “Ada apa pagi-pagi di hari libur kesini? Disini membosankan. Lebih baik kau bermain dengan asisten barumu..”

“Memangnya aku anak umur berapa masih bermain di hari libur?” gumamku sendiri.

“Jadi—ada apa? Duduk di sofa sebelah sana, duduk di sampingku,” katanya sambil menunjuk sofa di belakangku dan beranjak dari tempat duduknya.

Aku duduk di tempat yang ia minta, dan dia dengan raut muka yang cerah duduk di sampingku. Aku langsung mengutarakan niatku kesini.

“Tuan Lee, aku mau bertanya.”

“Bertanya apa?”

Aku berdeham, “Asisten kami siapa yang pilihkan?”

“Oh.. itu lewat jalur audisi. Lalu kenapa? Apa tidak sesuai seleramu?”

“Bukan begitu, “Aku tersenyum kecil, “Kenapa EXO-K dan EXO-M asistennya berbeda?”

“Yah, Min Seok yang memintanya. Dia yang mengatur siapa asisten EXO-M dan EXO-K.”

Oh.. ternyata dalangnya adalah Kim Min Seok Hyung…

“Boleh aku tahu siapa asisten EXO-M?”

Tuan Lee menyipitkan matanya, “Ada apa denganmu?”

“Gwencanayo,” aku kemudian tertawa garing, sementara Tuan Lee mengambil dua lembar kertas dan memberikannya kepadaku.

Aku memperhatikan isi kertas yang pertama. Bae Soo Ji. Sekolah di Seoul of Performing Arts School. Kelahiran tahun 1994 tanggal 10 Oktober. Dia lebih muda beberapa bulan dariku karena aku lahiran 14 Januari 1994. Dan oh.. alamat rumahnya adalah ruko yang dekat dengan sekolah. Ruko yang menjual assesoris wanita. Kenapa aku tahu? Aku pernah membeli assesoris untuk Sulli disana. Ternyata ibunya penjual assesoris? Setelah membaca sedikit, aku memandangi foto ukuran 3 x 4 yang berada di ujung kiri si kertas pertama.

“Dia asistenmu ‘kan?” tanya Tuan Lee kepadaku.

“Ne,” aku menjawab pendek.

Kemudian aku melihat isi kertas yang kedua. Kwon So Hyun. Jadi ini asisten yang Min Seok Hyung pilih untuk grup-nya? So Hyun juga seumuran denganku.  Kelahiran 30 Agustus 1994 dan bersekolah di sekolah yang sama denganku dan dengan Soo Ji juga. Apa mereka teman dan janjian untuk bekerja disini?

Begitu aku melihat biografinya, ternyata So Hyun adalah mantan model majalah murahan yang menang kontes kecantikan beberapa tahun silam. Ya ampun.. aku tidak suka foto yang ia pasang disini. Berbeda dengan Baesuz yang mengenakan seragam dan tersenyum simpul, ia malah memajang foto dengan posenya yang bak model majalah pria. Aku melongo. Untung saja air liurku tidak menetes.

“Memangnya kau tidak suka asistenmu sendiri sampai-sampai kau ternganga melihat Asisten Kwon yang—“

“ANI!” aku memotong pertanyaannya, “Aku menyukai asistenku sendiri! Choneun—neomu neomu neomu neomu neomu Baesuz choasseoyyo! Jadi, berhentilah menanyaiku karena sekarang aku ingin pergi ke toilet di dorm-ku sendiri. AAAAAAAAAAAAA!!!!!!!”

Aku berlari terbirit-birit keluar ruang kerja Tuan Lee. Arggh.. memalukan! Aku sudah melihat model majalah pria versi abal-abal barusan. Dan itu menjijikkan! Tiba-tiba aku ingin melihat Sulli.

“Tadi dia bilang apa? Baesuz?” gumam Tuan Lee sendirian.

Kai POV end

Author POV

D.O. sedang menjemuri pakaian –pakaian member EXO yang tadi malam ia cuci. Di dalam dorm EXO, di dekat dapur ada taman kecil tanpa atap yang beralaskan batu-batu sungai. Disanalah sasaran D.O. eomma untuk menjemuri pakaian. Kadang-kadang dia juga menjemur diri disitu.

“Aku bantu ya,” kata Suzy yang sudah mengambil sebuah kaos warna hitam yang basah dari ember di dekat D.O.

“Eo, gomawo. Kau sangat rajin pagi-pagi sudah bangun,” kata D.O.

“Aku memang suka bagun pagi. Aku tidak suka orang yang bangun siang.”

BRAK. Pintu kamar Baekyeol terbuka. Chanyeol dengan rambut awut-awutan keluar kamar dengan mata masih setengah tertutup. Ia menguap sambil menggaruk tengkuknya dan kemudian berjalan ke arah kulkas.

Suzy dan D.O. yang menyaksikan adegan itu refleks bertukar pandang dan melanjutkan aktivitasnya masing-masing.

“Kau juga rajin bekerja,” kata D.O. lagi.

“Yah.. selain orang yang bangun siang, aku juga tidak suka orang yang malas.”

“Contohnya?” D.O. penasaran dengan ciri-ciri orang malas menurut Suzy.

Suzy meletakkan kaos yang ada di tangannya ke tali tambang panjang berwarna putih dan menjepitnya dengan jepit jemuran bermaterial kayu, “Contohnya, setelah bangun tidur tidak langsung mandi dan menonton TV.”

“AHH…” Chanyeol meletakkan gelasnya dengan keras, sehingga lebih terkesan ‘agak’ dibanting daripada diletakkan. Membuat D.O. dan Suzy menoleh ke arahnya dan sekali lagi memperhatikannya.

Chanyeol mengelap embun-embun air di sekitar mulutnya sembari berjalan menuju ke ruang TV. Dengan santainya, ia bergabung dengan Sehun yang sedang asyik menonton Pororo.

Sekali lagi, Suzy dan D.O. bertukar pandang dan melanjutkan akitivitas masing-masing.

“Kau ini tipe orang yang pendiam ya?” tanya D.O. lagi.

“Sebenarnya, aku ini anak yang berisik. Dari luar aku memang terlihat seperti gadis kalem yang tidak suka membuat keonaran. Tapi kau tahu, aku selalu jadi biang kerok di sekolah. Aku suka heboh sendiri dan berbicara keras-keras tanpa tahu mungkin beberapa orang terganggu,” Suzy tertawa.

BRAK! Lagi-lagi sebuah pintu yang dibuka kasar. Kai masuk dan langsung berteriak histeris.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!” Kai memasang pose berteriak yang mirip dengan beberapa adegan film Hollywood. Artis Hollywood akan memasang pose tersebut dan mengatakan monolog : ‘NOO!!’ (freak banget)

Sehun dan Chanyeol, serta D.O. dan Suzy menoleh ke arah Kai yang dengan tidak sabaran membuka pintu kulkas dan meminum air mineral dari sebuah botol kemasan air mineral.

“Aku tidak bisa seperti ini!” Kai ber-monolog sambil memukul sisi kanan kepalanya, “Ayolah.. keluar dari otakku benda yadong!”

“HAH?” D.O. terperangah, “Dia me-yadong lagi?”

Suzy menoleh ke arah D.O, “Apa—dia selalu….me-yadong?”

“Biasanya begitu melihat model cantik yang seksi secara tidak sengaja dia akan yadong secara otomatis. Auto-yadong,” bisik D.O, “Biasanya ia akan ketus ketika yadong. Hati-hati.. nanti kau jadi sasaran yadong-nya!”

“MWO!?” Suzy langsung menutupi dadanya dengan membentuk huruf X dengan tangannya.

“Siapa yang barusan ia lihat, ‘ya?” gumam D.O. ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, “Lee Hyo Ri? Tapi dia baru saja melihat Lee Hyo Ri kemarin dan melihat Hyuna dua hari yang lalu..”

“Kalau yadong dia akan berbuat apa?” Suzy ketakutan.

“Molla. Aku belum pernah melihatnya melampiaskan ke-yadong-annya karena belum pernah ada wanita disini sebelumnya. Jangan-jangan kau yang pertama yang akan jadi bahan pelampiasan ke-yadong-annya,” kata D.O.

Suzy melotot, “Walaupun dia idolaku, aku tetap tidak mau.”

“Makanya hati-hati saja. Dekat-dekat dengan Tehun dan Suho Hyung saja. Kalau Baekhyun Hyung dan Chanyeol Hyung aku tidak bisa percaya.”

“Ne!” Suzy manggut-manggut dan langsung melanjutkan aktivitasnya.

Ia mengambil sebuah celana basah berwarna hijau. Ia sedikit memerasnya dan kemudian mengibaskannya. Langkah berikutnya, ia menggantungnya dan menjepitnya. Tapi ada yang aneh dengan celana ini. Bagian sakunya menggembung sedikit. Dalam ke-penasarannya, ia merogoh saku celana tersebut. Sebuah kertas basah yang tidak berjenis bentuknya langsung ia buang begitu ia mendapatkannya.

Padahal kertas itu adalah surat dari dia sendiri untuk Kai. Ironis.

TBC

Advertisements

9 comments

  1. dita · June 29, 2015

    Suka banget jln crtanya..
    D lnjut lg y thor ..
    Jngn lma” thor ..
    Fighting!!!

  2. Elistya Kim99 · June 29, 2015

    Uhh kai jinjja yadong ckckck
    suzy eonni kau harus jauh” dari si kai.
    Si kai-nya udh punya yeochin trus suzy eonni gimana,,?
    Suzy sama sehun jj deh kalo gitu

    next.a ditunggu author Fighting

  3. Kai Suzy · June 29, 2015

    Wahhh aku kok penasaran ya foto nya so hyun kyk gimana #plakk, aigoo kkamjong suka sm Zyeonn ya :> akhhh kyeopta :* duuuuh scane Taoris bikin aku ngakak hahaha dikirain kris ngerti so hyun ngomong apa, ternyata.. Wkwkwk, Next thor 😀 *Fighting .

  4. Bee · June 30, 2015

    Hahaaa…. Dasar kai ada2 aja, penyakit yadong(?) jadi penasaran jika suzy dekat dengan kai ketika penyakitnya sedang kumat seperti itu, hohoow
    fighting ne thor:*

  5. rifqa0390 · July 1, 2015

    Apa jongin cemburu sehun dkat2 dgan suzy??
    Apa kelanjutan surat tg dtulis suzy..??
    Trz gma reaksu soojung tau sulli pacaran sama jongin..??
    Kan soojung tau suzy jga suka sma jongin…

    Penasaran…….

  6. ayu anisa · July 1, 2015

    kai mulai suka sma suzy, trus sullinya gimana?
    sehun juga suka sma szuy kan? soojung gak suka sma sehun kan? kalo suka mungkin mereka telibt cinta segi lima 😀 tapi kalo soojung gak suka ya cinta segi empat 😀
    lanjut thor

  7. ayu candra · September 9, 2015

    Yaampunnn suzy sakit hati ngak ya tau suratnya jd ngak berbentuk gitu??hemmm kasian
    Astagaa kai ngak nyangka dy auto yadong.wkwkwk

  8. purisudewo · February 6, 2016

    Kalo masalah yadong otak kai cepet konek ye wkwk yg sabar ya uri suzy kkkkk(ㄒoㄒ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s