[PART 5] Exotic Love, Exotic Girl!

Untitled_副本

Title : EXOtic Love, EXOtic Girl !

Cast : Kai, Suzy, Krystal, Sulli, Sehun, Minzy, JB

Rating : PG-17

Genre : Romance, Comedy

Awas! Ada konten yang tidak bisa dikonsumsi anak-anak. Yang belum terbiasa jangan coba-coba deh. Nanti jadi kebiasaan. Haahahaha..

“Bagaimana hari pertamamu jadi asisten?” Krystal mengunjungi dorm EXO, lebih tepatnya ia mengunjungi Bae Suzy.

Suzy tersenyum kepada Krystal, “Bagus. Mereka adalah Oppa-deul yang baik. Sementara Sehun dan Kai seperti temanku sendiri.”

“Baguslah kalau begitu,” kata Krystal yang tampak tenang begitu mendengar Suzy mengatakan hal tadi, “Ngomong-ngomong aku tidak lihat Kai daritadi—“

“Eng—dari tadi siang dia mengurung diri di kamar. Dia..,” Suzy berdeham sebentar, “sedang yadong. Kata D.O. oppa, kalau sedang yadong Kai memang seperti itu.”

Krystal tertawa, “Ternyata Sulli memang memiliki tipe ideal yang aneh.”

“Sulli? Tipe ideal Sulli adalah Kai? Kenapa tidak ada di seribu satu fakta unik Kim Jong In?” Suzy berpikir sedikit.

Krystal melipat mulutnya ke dalam kemudian mendecakkan lidah, “Kenapa aku bisa mengatakannya sekarang?” gumamnya sendiri.

“Mengatakan apa?” Suzy mendengar gumamannya.

“Ani— itu tipe ideal Sulli,” Krystal kewalahan, ia tertawa sendiri, “tipe ideal Sulli adalah Kai. Memang belum ada yang tahu karena Sulli baru saja mengatakannya kemarin—“

Sehun menghampiri mereka berdua dengan bubble tea di kedua tangannya, “Malam-malam begini minum bubble tea bisa membuatmu lebih segar,” katanya sambil duduk di samping Suzy dan meletakkan dua bubble tea di meja.

“Kau tidak minum?” Krystal mengambil segelas bubble tea yang disodorkan Sehun kepadanya.

“Aku sudah tadi, dengan Luhannie-Hyung. Kalian tahu siapa asisten Luhannie-Hyung sekarang?”

Suzy mendelik. Tiba-tiba ia jadi teringat kata-kata D.O. tadi siang. Ia menelan ludah sambil mengingat-ingat juga kata-kata Kwon So Hyun beberapa hari yang lalu.

 

“Aku akan jadi asisten EXO loh, siap-siap saja kau tersingkir dari posisimu sekarang,” kata So Hyun kepada Suzy dengan gayanya yang elegan namun punya kesan cute juga.

Suzy menatap So Hyun sinis, “Aku tidak akan tersingkirkan, kau tahu?!”

 

“Biasanya begitu melihat model cantik yang seksi secara tidak sengaja dia akan yadong secara otomatis. Auto-yadong,” bisik D.O, “Hati-hati.. nanti kau jadi sasaran yadong-nya!”

“MWO!?” Suzy langsung menutupi dadanya dengan membentuk huruf X dengan tangannya.

“Siapa yang barusan ia lihat, ‘ya?” gumam D.O. ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, “Lee Hyo Ri? Tapi dia baru saja melihat Lee Hyo Ri kemarin dan melihat Hyuna dua hari yang lalu..”

 

“Jangan-jangan..,” desis Suzy sendirian. Dan ia pun berlalu dari Sehun dan Krystal yang melongo berdua melihat tingkahnya.

Suzy berjalan ke arah D.O. yang sedang memperhatikan layar laptop dengan serius. Dengan gusar, ia mengambil tempat duduk di samping D.O, “OPPA!”

“AISH!” D.O. melompat. Laptop-nya juga ikut ‘melompat’, “KAU MEMBUATKU HAMPIR MATI KARENA KAGET!”

“Oppa, sekarang aku tahu siapa yang membuat Kai yadong,” kata Suzy agak berbisik karena takut kedengaran Sehun dan Krystal yang ada di ruang TV.

Mata D.O. membesar, “Malhae!”

“Asisten EXO-M!”

“Memangnya orangnya seperti apa?”

Suzy tersenyum kecil dan kemudian merebut laptop D.O. Ia mengetikkan nama Kwon-So-Hyun di kolom search di website SM Town. Langkah berikutnya ia meng-klik hasil pencariannya dan…

“Biar aku perbesar. Tapi kau jangan ikut yadong juga—“ ujar Suzy sambil memperbesar ukuran foto So Hyun.

Begitu diperbesar, D.O. Hyung langsung terperangah, “Astaga—dia memang bisa membuat beberapa orang—ya ampun.. dia benar-benar.”

Suzy menutup layar laptop D.O, “Cukup. Nanti kau yadong—“

D.O. mengangguk, “Aku belum pernah yadong sebelumnya. Aku masih polos.”

“Itu bagus,” kata Suzy sambil beranjak dari tempat duduk.

Beberapa jam kemudian..

Kai tidak bisa tidur sama sekali. Padahal, D.O. sudah terlelap selelap-lelapnya. Ia terus mengubah posisi tidur tapi tidak bisa.

“Ashh..,” erang Kai. Ia duduk dan kemudian beranjak keluar dari kamarnya.

Gelap. Semua lampu memang dimatikan, tapi tetap saja matanya masih bisa melihat jam dinding yang tepat berada di atas TV. Jam dua subuh. Belum pernah ia tidak bisa tidur sampai jam dua subuh.

Matanya langsung menangkap adanya bayangan seseorang di dapur. Ia langsung mengenalinya karena orang itu berambut panjang dan sedikit bergelombang. Siapa lagi kalau bukan Bae Suzy?

Ia ingin kembali ke kamar, tapi tenggorokannya sakit. Ia sedikit haus. Jadi ia putuskan untuk minum sedikit air.

“Berikan padaku juga,” kata Kai sambil menyodorkan sebuah gelas kepada Suzy yang sedang memegang botol air mineral.

Suzy melihat wajah Kai, “Kau be-belum tidur?”

“Ashh.. ppali! Aku sudah haus!” Kai sedikit membentak Suzy.

Suzy menuangkan air ke gelas Kai. Kata-kata D.O. tadi siang masih terngiang di telinganya.

 

“Biasanya ia akan ketus ketika yadong.”

 

“Emm.. kau masih yadong?” tanya Suzy secara langsung.

Kai tersedak air mineral. Ia pun batuk-batuk dan membuat Suzy khawatir. Sebenarnya Suzy berniat untuk membantunya menepuk-nepuk punggungnya. Tapi—berhubung ia takut Kai masih yadong.

“Kenapa kau—“ Kai terbatuk lagi, “Kenapa kau tahu aku ini sedang yadong?”

“Eng—itu..,” Suzy menggaruk tengkuknya, “Molla. Aku ingin tidur.”

Dengan cekatan, Suzy memasukkan si botol ke dalam kulkas dan akan naik ke lantai atas. Tapi pergelangan tangannya ditarik oleh Kai yang masih terbatuk-batuk.

“W-wae?” Suzy menoleh ke belakang, sementara Kai masih belum melepaskan genggamannya di  pergelangan tangan Suzy.

“Boleh aku tidur di kamarmu?”

Mwoya? Suzy mengernyitkan dahinya. Aneh. Tapi sebenarnya ia merasa takut atas ucapan tiba-tiba Kai tadi.

“Kenapa kau tidak tidur di kamarmu sendiri?”

“Aku tidak bisa tidur disana sekarang.”

“Wae?”

“Ya karena aku tidak bisa tidur!”

“Kenapa tidak tidur di sofa?”

“Apakah kau tidak berpikir secara logis? Seorang rookie jebolan SM Entertainment yang tampan ini tidur di sofa di ruang TV?”

“Ya, tidak usah tidur saja! Kenapa di kamarku? Nanti aku tidur dimana?”

“Hanya tidur bersamaku saja, apa susahnya?”

“HA-NYA?” Suzy menatap Kai sinis. Kemudian ia melepaskan genggaman Kai dari tangannya, “Aku memang fan-mu. Tapi aku tidak murahan. Pokoknya aku tidak mau. Kau tahu sendiri ‘kan kasurnya kecil dan hanya muat untuk satu orang?”

Kai melemparkan smirk sambil menoleh ke sembarang tempat. Kemudian dia menatap Suzy dan naik ke lantai atas.

“YYA! KAU TIDAK BOLEH TIDUR DI KAMARKU!” seru Suzy sambil menyusul Kai yang sudah sampai di depan kamarnya.

Kai membuka pintu kamar Suzy dan langsung menutupnya lagi, “Ah.. panas sekali—“ Ia langsung menanggalkan kaosnya. Lalu, ia membanting punggungnya ke atas kasur dengan posisi terlentang.

“YYA!” Suzy membuka pintu dan langsung melotot melihat pemandangan di dalam kamarnya. Ia menutup matanya otomatis. Perlahan tapi pasti ia berjalan masuk ke dalam kamarnya kemudian menutup pintu kamarnya, “Orang yadong! Cepat keluar!”

Kai melirik ke arah Suzy dan entah kenapa apa sebabnya ia tertawa kecil, “Baesuz, bawahanmu terangkat sedikit. Kau sedang berusaha membuatku yadong atau apa?”

Suzy membuka matanya. Melihat bawahannya ia langsung menurunkannya pelan-pelan. Ia kemudian menatap sinis Kai yang sedang topless yang kini terlentang di atas kasurnya, “PPALI KKA!”

“Sirheo! Kalau mau tidur, ini ada selimut. Kau bisa tidur di bawah,” kata Kai sambil melemparkan sebuah selimut  ke lantai kamar Suzy, “Ngomong-ngomong kasur ini nyaman juga. Besok akan ada jumpa fans, jadi aku harus istirahat penuh. Sebagai asisten kau harus menganggapku raja.”

Suzy mengambil si selimut, “Baiklah. Aku akan tidur di sofa.”

Kai tertawa lagi, “Hanya dengan orang yadong kau takut? Dasar sok polos! Anak cengeng, anak penakut..”

Suzy terpaku mendengar Kai mengatakan hal tersebut, “Mwo?”

“Oh oh oh.. sekarang anak cengengnya marah kepada orang yadong..,” kata Kai berusaha menggoda Suzy.

Suzy menelan air ludahnya. Dengan kasar, ia menendangi Kai agar mau bergeser sedikit, “Geser! Aku akan tidur disini!”

Kai terperangah mendengarnya, “Kau akan tidur disini? Anak cengengnya sudah tidak takut dengan orang yadong?”

“Aku bukan anak cengeng, kau tahu?!” Suzy mengambil posisi tidur di samping Kai. Dengan beringas ia merebut guling dari tangan Kai, “Aku adalah anak yang tidak bisa tidur tanpa memeluk sesuatu.”

“NADO!” Kai merebut kembali guling yang ia rasa sudah jadi miliknya, “Aku juga tidak bisa tidur tanpa guling!”

“Dasar egois!” Suzy menarik gulingnya sekuat tenaga, “Berikan kepadaku, orang yadong!”

Kai mengalah. ia  memberikan si guling kepada Suzy dan Suzy tersenyum nakal kepadanya. Bonus juluran lidah.

“Aku akan tidur,” Suzy memunggungi Kai, sementara Kai duduk. Ia meraih saklar lampu dan menekannya. Alhasil kamar Suzy gelap gulita. Ia pun kembali tidur di samping Suzy yang memunggunginya.

Pikiran yadongnya tiba-tiba muncul lagi ketika accidentaly ia melihat paha mulus Suzy yang kurang tertutupi bawahan Suzy. Ia menelan ludahnya dan kemudian mencoba untuk tidur. Tapi tetap ia masih terganggu dengan bayang-bayang paha Suzy tadi dan juga foto ala model abal-abal milik So Hyun.

Kai membuka matanya. Jantungnya berdegup tidak karuan. Ia langsung meraih bahu Suzy dan menariknya, sehingga Suzy membuka matanya dan tiduran menghadap langit-langit.

“A-apa?” Suzy juga ikut yadong begitu melihat Kai yang topless dari dekat.

Dengan sigap, Kai mengambil posisi di atas Suzy. Tangan Suzy menahan lengan Kai.

“Ap-apa yang mau kau-kau lakukan?” Suzy tidak bisa menatap Kai.

Kai memperhatikan dengan baik wajah Suzy. Matanya tertanam di bibir merah Suzy yang pecah-pecah, “Bibirmu pecah-pecah,” katanya, sedikit mendesah. Akibatnya, Suzy sekarang benar-benar yadong.

Pelan-pelan, Kai mendekatkan wajahnya ke wajah Suzy dan mulai meletakkan bibirnya di atas bibir Suzy. Ia menciumi Suzy, sementara Suzy masih belum percaya dengan apa yang Kai sedang lakukan kepadanya.

Baru sadar ia sudah terlena dengan Kai, ia mendorong tubuh Kai dan menyalakan saklar dengan tergesa-gesa. Kai juga baru sadar bahwa dia sudah melakukan sebuah kesalahan besar. Untung saja dia tidak melakukannya begitu jauh.

Suzy mengatur nafasnya sambil duduk di atas kasur. Begitu pula Kai. Mereka berhadap-hadapan. Hening. Hanya suara nafas mereka yang terdengar.

“Aku akan tidur di sofa,” ujar Suzy dengan suaranya yang agak serak sembari mengambil guling dan selimutnya keluar kamar.

BRAK! Pintu kamar Suzy tertutup. Di dalamnya sekarang ada Kai yang masih belum percaya apa yang barusaja ia lakukan kepada Suzy, “Aku menciumnya?” ia keheranan sendiri.

Karena baru sadar apa yang ia lakukan tadi, ia langsung mengacak-acak rambutnya sendiri dan menggigiti bibir tebalnya. Sambil terus menyebut nama Sulli.

“Sulli…Sulli…Sulli…Sulli…..Sullii…Sulli…. Asshh.. kenapa aku melakukannya, Sulli-yya? Kalau aku ingin ciuman aku hanya tinggal menciummu. Kenapa menciumnya?” Kai gusar sendiri.

Sementara itu..

Suzy membanting selimut dan gulingnya ke atas sofa. Kemudian dia masih mengingat-ingat kejadian barusan. Dia tidak tahu harus beraksi apa tentang tadi. Senang karena ciuman pertamanya adalah idolanya sendiri? Atau marah karena ia sedikit merasa dilecehkan? Atau biasa saja karena dia tidak tahu harus bagaimana? Atau pergi dari sini saja? Tidak.

Dengan sedikit gusar, Suzy tiduran di sofa itu sambil memandangi langit-langit, “Apa modusnya sampai menciumku?” gumamnya.

Entah bagaimana dan entah dari kapan Suzy melipat bibirnya ke dalam. Ketika ia menyadarinya, ia mengernyitkan dahi, “Kenapa rasanya agak manis? Apakah dia memakai lipgloss sebelumnya?”

Kemudian dia merasakan keringat dingin di sekujur tubuhnya. Agaknya malam ini ia tidak bisa tidur.

___

D.O. bangun pagi-pagi dan mendapati Kai tidak ada di kasurnya. Ia mengangkat kedua bahunya karena ia tahu Kai sering bangun pagi.

Seperti biasanya, D.O. langsung pergi ke kamar mandi yang ada di dekat dapur untuk gosok gigi dan cuci muka. Tapi kenapa ada yang aneh dengan meja makannya? Kenapa ada gundukkan aneh di atas meja makan? Ia pun mendekatinya dan membukanya dengan perasaan takut.

Ia membukanya dan setelah melihat apa isinya ia ternganga, “Sarapan? Siapa yang membuatnya?”

Otomatis, kepalanya menoleh ke arah sofa di Ruang TV. Ada sedikit rambut panjang yang tergerai di lengan sofa. D.O. agaknya tahu siapa yang memasaknya. Ia akan mendekati Suzy. Tapi sebelumnya ia akan sikat gigi dulu karena nafasnya sangat bau pagi ini.

Pintu kamar Sehun dibuka. Sehun keluar kamar dengan wajah berseri-seri karena dia baru saja cuci muka dan sikat gigi. Ia melotot begitu melihat Suzy tidur di sofa. Dengan panik ia mendekati Suzy.

“Suzy-yya!” Sehun menggoyang-goyangkan lengan Suzy.

“Hmm….,” Suzy menguap dan tidak membuka matanya.

“Kenapa kau tidur disini? Ada apa dengan kamarmu?” tanya Sehun yang masih menggoyang-goyangkan lengan Suzy.

“Dia tidur di kamarku. Kemudian dia menciumku dan aku tidur disini. Aku tidak bisa tidur sekarang—“

“TUNGGU DULU! KAU BILANG APA TADI? DIA MENCIUMMU?” Sehun lebih panik.

D.O. keluar kamar mandi segera dengan sikat gigi dan pasta gigi yang masih di kedua tangannya. Mukanya masih basah karena belum sempat ia keringkan dengan mesin pengering (?). Salah. Dengan handuk, “MWO?!”

“Eo?” Suzy membuka matanya dan duduk. ia sedikit melotot dengan matanya yang masih kelihatan sayu karena masih mengantuk, “Aa.. aku salah bicara. Maksudnya—itu.. anu apa.. sss.. itulah..”

Sehun dan D.O. bertukar pandang.

“Apa yang coba kau katakan?” D.O. angkat bicara.

Sehun menelan ludahnya, “Dia itu siapa? Siapa yang menciummu?”

Suzy menatap Sehun dengan mata sayunya, “Jangan diungkit lagi. Aku bilang, aku salah bicara..”

“Tidak mungkin. Bagaimana bisa kau salah bicara dengan kosakata ‘kiss’?” D.O. curiga.

Suzy tampak berpikir, “Beast?”

Sehun dan D.O. bertukar pandang. Sepertinya Suzy berbohong dan mereka berdua penasaran. Harus ada penyelidikan. Seseorang yang mencium Suzy pasti tidur di kamar Suzy semalam.

“Siapa yang tidur di kamarmu?” tanya D.O.

“Oh.. tidak ada. Haha,” Suzy tertawa garing sambil beranjak dari sofa.

Suho baru saja masuk ke dorm dengan sebuah plastik besar berisikan bahan-bahan makan siang nanti. Ia agak keheranan melihat D.O. yang masih memegang sikat gigi, Sehun yang rambutnya sudah rapi tapi mukanya mencurigakan, dan Suzy yang acakadut.

“Ada apa?” tanya Suho sambil mendekati mereka bertiga.

“Hyung, apakah kau melihat Jong In keluar?” tanya D.O. yang langsung teringat Kai.

Suzy agak mendelik mendengar D.O. menanyakan Kai kepada Suho.

Suho melihat ke arah Suzy, “Aku tidak melihatnya,” kemudian dia menoleh ke arah Sehun, “Ada apa sebenarnya?”

D.O. dan Sehun bertukar pandang dan kemudian menatap Suzy bersamaan.

“Wae?” Suzy menggaruk tengkuknya.

Tanpa aba-aba lagi, D.O. segera meluncur ke kamar Suzy di lantai atas dan disusul Sehun. Sementara itu, Suho juga membuntuti mereka setelah meletakkan belanjaan di meja makan. Bersamaan dengan mereka bertiga yang naik ke lantai atas, Baekhyun selesai mandi dan baru saja keluar dari kamarnya.

“YYA! KALIAN BERTIGA CEPAT MANDI!!” Baekhyun berteriak dari bawah. Kemudian dia juga melirik ke arah Suzy, “Kau juga mandi sana!”

Suzy meringis, “N-ne.,” ia pun pergi mandi.

….

Sehun membuka pintu kamar Suzy dan setelah itu ia masuk disusul D.O. Mereka terperangah begitu melihat Kai tidur dengan telanjang dada di atas kasur Suzy.

“YYA!” D.O. memukuli Kai dengan bantal yang ada, “IREONA!”

Suho mengintip di ambang pintu kemudian mengerling ke arah Sehun, “Kenapa dia bisa tidur disini dengan setengah telanjang seperti itu?”

Sehun masih ternganga. Otaknya membayang-bayangkan apa yang tadi diucapkan Suzy.

 

“Dia tidur di kamarku. Kemudian dia menciumku dan aku tidur disini. Aku tidak bisa tidur sekarang—“

Tanpa sadar, Sehun sudah meletakkan jari-jari tangannya di bibir tipisnya yang masih terbuka lebar, “Tadi malam? Topless? Ciuman? Yadong??”

“MWO?” Suho sedikit panik, “Maksudmu apa?”

D.O. berhenti memukuli Kai karena Kai sudah beranjak bangun dan duduk di tempat tidur. Matanya membuka sedikit dan menatap D.O. yang berdiri tidak jauh darinya. Kai menggaruk lengannya yang gatal sambil mendecakkan lidah, “Ada apa Hyung?”

Tiba-tiba D.O. teringat sesuatu. Kemarin ‘kan—Kai dalam keadaan yadong berat. Ya ‘kan? Bisa saja karena tadi malam Kai tidak bisa tidur dan ia melihatnya keluar kamar, pergi ke kamar Suzy untuk tidur. Ia tahu Kai tidak bisa tidur di sofa. Mungkin dia masih yadong dan melampiaskannya kepada Suzy. Tapi kenapa Suzy?

D.O. menatap Kai, “Kau—masih yadong?”

Kai membuka matanya lebar-lebar, “Sudah tidak. Aku sudah melupakannya, kok..,” katanya sambil sedikit terkekeh dan bangkit kemudian berjalan keluar menuruni anak tangga.

___

“Aku tahu apa yang terjadi,” bisik D.O. kepada Sehun dan Suho di dalam van.

Kai dan Baekhyun yang duduk di bagian tengah tidak begitu mendengarnya. Apalagi Chanyeol yang duduk di bagian depan, di sebelah supir.

“Apa? Apa? Beritahu aku, Hyung!” Sehun ngebet.

D.O. berdeham dan merapatkan kepalanya ke kepala Sehun. Suho yang penasaran juga ikutan mendekatkan kepalanya ke kepala Sehun yang duduk di posisi tengah, “Jadi—kemarin itu Jonginnie sedang yadong.”

Kai mendengar kata yadong disitu. tapi ia tidak mendengar kata selain yadong.

“Iya, aku tahu itu,” bisik Sehun.

“Aku malah tidak tahu,” kata Suho dengan volume seperti biasa.

Baekhyun menoleh ke belakang, “Kalian sedang membicarakan apa?”

Kai ikut menoleh ke belakang. Dan mereka bertiga yang di belakang pun jadi salah tingkah. Mereka terus tertawa garing seperti habis melakukan kesalahan, “Aniyya!”

“Geurae?” Baekhyun mengambil posisi semula dan Kai pun menirunya lagi.

“Jadi—“ D.O. berbisik lagi, “aku lihat Kai tadi malam tidak bisa tidur dan keluar kamar. Kemudian aku mendengar ribut-ribut.”

“YA!” Suho menyahut dengan sedikit berteriak, “Aku juga mendengar ribut-ribut. Suara wanita dan suara pria.”

“Sst..,” D.O. dan Sehun sama-sama memberikan kode diam kepada Suho.

Baekhyun dan Kai saling lirik. Mereka kemudian manggut-manggut sendiri dan sepakat untuk menguping tiga member di belakang mereka.

“Dan setelah itu aku mendengar mereka berdua naik tangga,” bisik D.O.

“Apa berarti mereka tidur seranjang?” kini Suho dapat berbisik juga seperti D.O.

Mereka bertiga diam. Membuat Baekhyun dan Kai saling pandang lagi. Tapi tatapan mereka berbeda. Tatapan Baekhyun berbicara tentang ‘Kenapa mereka diam?’. Sementara tatapan Kai adalah ‘Kenapa mereka membicarakan itu disini?’

“Ah.. Suzy mengatakan kepadaku tadi pagi,” bisik Sehun, memecah keheningan dalam mobil bagian belakang. Pasalnya, di depan Chanyeol mengobrol dengan asyiknya dengan si supir.

“Apa yang dia katakan?” Suho penasaran.

“Dia berkata, Jong In tidur di kamarnya dan tiba-tiba Jong In mencium—“

“OH SEHUN!” Kai menjerit sambil menutup mulut Sehun, “Jangan bicara macam-macam.”

Sehun tidak bisa bicara. Yang ia bisa lakukan hanya melotot ke arah Kai dan menunjuk-nunjuk tangan Kai yang menutup rapat mulutnya. Kai pun melepaskan Sehun yang sudah mulai tersengal-sengal.

“Mencium apa?” D.O. dan Suho penasaran.

Kai meringis, “Tidak apa-apa. Lupakan saja,” ia duduk kembali dengan tenang dan memasang headset di kedua lubang telinganya.

Sehun menelan ludahnya sendiri dan mencolek-colek bahu Kai, “Kai-yya..”

Kai diam. Ini membuat Sehun terus mencolek-colek bahu Kai, “Jong In-a!”

Kai masih diam. Akhirnya Sehun mengambil tindakan lebih. Ia mengguncang-guncangkan bahu Kai, “KAI!”

“MWO!?” Kai melepas headsetnya dan menoleh ke arah Sehun. Dia tampak tidak mood.

“Boleh aku katakan kau barusan mencium—“ perkataan Sehun dipotong oleh pernyataan Kai yang mengejutkan seisi mobil.

“AKU MENCIUM SUZY! LALU APA?”

Advertisements

9 comments

  1. rifqa0390 · August 7, 2015

    Ya ampun…
    Jong in jong in,kalakuan…
    Tp suka sama karakter jong in disini….
    Aneh,ngegemesin,ngeselin…
    Bener2 em dh…
    Nextnya ditunggunya

  2. aprilkim · August 7, 2015

    Nae suka nae suka… critanya suka banget… member exonya polos2.. heheeee. Menanti lagi moment kaizynya…

  3. Nhaeyoriee · August 7, 2015

    Sumpehh bkin gua ngakak kyak orng gila bacanya… Hahahahah

  4. Athena BaeZy · August 7, 2015

    Ealah dasar kkamjong untung aja suzy bisa nguasai dirinya ketika menghadapi kai yang sedang yadong, heheee
    fighting ne thor;)

  5. Elistya_Kim99 · August 8, 2015

    Dasar kai yadong ckckckck
    aigoo sekarang bibir-nya suzy eonni udh gak perawan lagi kan gara” si jong in.

    Next partnya ditunggu author Fighting

  6. wikho · August 9, 2015

    waaah aku baru nemu ff ini/? asli kocak bangeeeetttttt, parah parah kai paraaahh yadongnyaa wkwk untung suzy sadar jadi ga kebablasan/?

  7. Kai Suzy · August 22, 2015

    Aigoo kkamjong, yadong mode on kasian zyeonn jdi pelampiasan yadong nya kkamjong wkwkwk

  8. ayu candra · September 9, 2015

    Hahahha astaga kai lucu bgt. Akhirnya dy sendiri yg ngaku dengan suara keras.wkwkwk
    Gmna nasib suzy selanjutnya ya.wkkwkwk astagaa kacau

  9. purisudewo · February 6, 2016

    Aku kirain sehun suka sama suzy jugaa..kirain sehun bakal jealous kkk kai yadona ahh (^▽^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s