[PART 6] Exotic Love, Exotic Girl!

Untitled_副本

Title : EXOtic Love, EXOtic Girl !

Cast : Kai, Suzy, Krystal, Sulli, Sehun, Minzy, JB

Rating : PG-17

Genre : Romance, Comedy

“Mencium apa?” D.O. dan Suho penasaran.

Kai meringis, “Tidak apa-apa. Lupakan saja,” ia duduk kembali dengan tenang dan memasang headset di kedua lubang telinganya.

Sehun menelan ludahnya sendiri dan mencolek-colek bahu Kai, “Kai-yya..”

Kai diam. Ini membuat Sehun terus mencolek-colek bahu Kai, “Jong In-a!”

Kai masih diam. Akhirnya Sehun mengambil tindakan lebih. Ia mengguncang-guncangkan bahu Kai, “KAI!”

“MWO!?” Kai melepas headsetnya dan menoleh ke arah Sehun. Dia tampak tidak mood.

“Boleh aku katakan kau barusan mencium—“ perkataan Sehun dipotong oleh pernyataan Kai yang mengejutkan seisi mobil.

“AKU MENCIUM SUZY! LALU APA?”

Ciitt.. si supir memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. lagu Volume Up yang sedang diputar Chanyeol pun dimatikan. Seisi mobil melotot ke arah Kai sambil melongo.

“Tapi jangan diumbar kemana-mana. Itu karena malam itu—“ ucap Kai sambil sedikit berfikir.

“Malam itu?” D.O. eomma angkat bicara.

“Malam itu—aku masih yadong dan—dan…,” Kai mendecakkan lidahnya dan menggaruk kepalanya, “Siapa yang suruh Suzy mengatakan baju tidur berupa dress pendek?!”

“HAH?” Chanyeol ternganga, “Pantas saja tadi Suzy langsung mengenakan lengan panjang dan celana panjang yang longgar. Ternyata berkat kau?”

Kai mendengus, “Sudah. Lupakanlah! Anggap saja tidak terjadi!”

Ucapan Kai disambut jitakan keras dari Suho. Dan Kai mengusap area penjitakkan Suho sembari meringis dan menatap Suho sebal.

Author POV end

Suzy POV

Begitu selesai mengerjakan pekerjaan di dorm, aku langsung membanting pantatku di sofa dan menonton TV. Aku belum melepas celemek pink milik D.O. Oppa. Tapi biarkan saja lah.. berhubung aku lelah sekali.

Hari ini aku sudah membereskan kamarku, membereskan kamar-kamar mereka –EXO K– dan membereskan dapur serta ruang TV yang sekaligus jad ruang tamu. Selain itu, aku juga mencuci sepatuku dan menjemurnya di tempat biasa D.O. Oppa menjemur sesuatu. Dan satu lagi aku mencuci piring. Siang ini aku tidak masak karena tahu mereka pulang malam.

Ibu jariku terus menekan-nekan tombol channel. Ah.. aku bosan. Apakah aku boleh pulang sebentar? Ya, sebaiknya izin dulu dengan Tuan Lee.

Kumatikan TV dan kulepas celemek yang masih menempel di pakaianku. Kemudian aku lempar si celemek ke sembarang arah dan bergegas naik ke atas untuk berdandan.

Suzy POV end

Author POV

Im Jae Bum tertegun melihat Suzy di depan pintu ruang kerja Lee Soo Man. Ia mendekati Suzy.

“Agassi. Ada apa, ya?” tanya Jae Bum sambil membetulkan letak kaca mata frame tebalnya.

Suzy menoleh, “Aku mau bertemu dengan Tuan Lee.”

“Oh, silahkan masuk. Dia baru saja sampai disini.”

“Memangnya ada acara apa?” tanya Suzy penasaran. Tapi raut mukanya datar dan tidak menunjukkan rasa penasarannya.

“Konferensi pers tentang asisten Girls Generation yang dulu, Hwang Chan Sung Hyung,” jawab Jae Bum.

“Oh..,” Suzy tersenyum kecil, “Maknae 2PM? Memangnya kenapa?”

“Yah.. tanggapan Tuan Lee tentang masuknya Chansung Hyung di JYP Entertainment,” ujar Jae Bum, “Kau ini kan—“

“Asisten EXO-K,” potong Suzy.

Jae Bum manggut-manggut mengerti, “Kalau tidak salah kau adalah Bae Suzy ‘kan?”

“Iya.”

“Kau tidak akan bertanya darimana aku tahu itu?”

“Tidak,” Suzy tersenyum.

“Ahh.. sebaiknya kau bertanya darimana aku tahu namamu!” kata Jae Bum. Sedikit memaksa.

Suzy menatap Jae Bum jijik dan mendecakkan lidah, “Baiklah.. darimana kau tahu namaku?”

“Terima kasih,” Jae Bum terkekeh, “Dari temanmu yang baru saja masuk sebagai trainee.”

Suzy mendelik, “Nae chingu?”

“Eo,” Jae Bum mengangguk mantap, “Dia sangat manis. Sayang dia sedikit tomboy dan kasar.”

Mendengar ciri-ciri orang yang dibilang Jae Bum adalah temannya, Suzy berpikir keras. Sampai terdengar suara jeritan bapak-bapak dari ruang kerja Tuan Lee. Dan jeritan itu berasal dari Tuan Lee sendiri.

“SIAPA DILUAR, IM JAE BUM?!” tanya Tuan Lee.

Jae Bum menggaruk kepalanya, “Asisten EXO, Tuan..”

“ADA APA?!”

“Sebaiknya kau cepat masuk,” bisik Jae Bum kepada Suzy.

“Eo!” Suzy mengangguk dan berangsur masuk ke ruang kerja Tuan Lee.

“Oh!” Tuan Lee menurunkan kedua kakinya yang sedari tadi ia letakkan di meja kerjanya begitu melihat Suzy, “Ada apa?”

Suzy memberikan hormat sembilan puluh derajat dan kemudian melirik ke arah kursi, “Boleh aku bicara sambil duduk?”

“Tentu saja!” Tuan Lee bangkit dari kursinya dan segera menaruh pantatnya ke sofa, duduk di hadapan Suzy yang sudah duduk begitu ia mengijinkannya, “Apa yang akan kau katakan?”

“Bolehkah aku setelah ini mengunjungi rumahku?” Suzy langsung bicara ke pokok masalahnya.

Tuan Lee melirik jam dinding terlebih dahulu, “Berapa jam?”

“Mungkin dua jam—atau lebih,” ucap Suzy.

“Silahkan saja, asalkan kau kembali sebelum EXO kembali,” kata Tuan Lee.

“Terima kasih,” Suzy kembali memberikan hormatnya sembari tersenyum lebar karena puas Tuan Lee mengijinkannya.

“Asisten siapa kau?” tanya Tuan Lee tiba-tiba.

“Aku asisten EXO.”

“IYA, AKU TAHU!” Tuan Lee meminum segelas air mineral yang dari berabad-abad silam disediakan di meja tamunya. Ia haus, “Maksudku K atau—“

“EXO-K,” potong Suzy.

Tuan Lee mengerutkan keningnya, “Jadi kau orangnya..”

“Memangnya kenapa? Ada apa?” Suzy panik mendengar nada bicara Tuan Lee berubah menjadi nada bicara para preman yang suka mencegat para gadis belia di gang-gang.

“Tidak. Waktu itu Kim Jong In mengatakan sesuat—“

“SI YADONG ITU? DIA MENGATAKAN APA?!” pekik Suzy.

“Si Yadong?” lagi-lagu Tuan Lee mengerutkan kening.

“Ne?” Suzy menggaruk-garuk tengkuknya, “Ahh.. maksudku Kkamjjong. Bukan Yadong,” Suzy terkekeh sendiri.

Tuan Lee menelan ludahnya, “Baiklah. Waktu itu dia kesini untuk membandingkan asisten EXO-M dan kamu. Lalu dia seperti terkejut melihat foto Asisten Kwon. Makanya aku bertanya, ‘Apakah kau tidak menyukai asistenmu?’”

“Lalu apa jawabnya?” Suzy ngebet.

“Dia bilang dia sangat sangat sangat sangat menyukaimu dan kemudian langsung pergi meninggalkanku. Padahal aku masih—“

“Kamsahamnida!” Suzy memotong lagi ucapan Tuan Lee dan langsung ngeloyor keluar kantor.

“YYA!” Tuan Lee hampir saja melempar vas bunga yang ada di depannya kepada Suzy yang sudah keluar lebih dulu, “KENAPA KAU SELALU MEMOTONG PERKATAANKU??!”

___

Suzy berjalan pelan begitu turun dari bus. Ia berjalan menuju ruko Minzy dan Nyonya Gong. Ia memikirkan Kai sedari tadi.

“Kai?” Suzy mengerutkan dahinya.

Kai juga ikut mengerutkan dahinya, “Sekarang bukan saatnya kau terpesona melihat ketampananku! Sekarang waktu tinggal lima menit lagi, dan jarak dari sini ke sekolah sekitar dua puluh meter lagi!”

………..

“Dia itu pacar Kai, hyungdeul!” kata Sehun enteng.

“SEHUN-AA!!” Kai menjerit seperti anak perempuan.

“Oh?” D.O. eomma penasaran dan kemudian mendekati Suzy, “Jadi kau ini Baesuz?”

“Lebih tepatnya lagi, Bae Suzy! Mau lebih tepatnya lagi?? PACAR KAI!” seru Sehun yang siap-siap diterkam oleh harimau SM –Kai- (?).

………..

“Ini,” Kai menyodorkan plester tadi kepada Suzy. Sambil menunjuk dahinya sendiri, “Pakai. Itu.. lecet.”

Suzy menatap sebentar plester di tangan Kai. Kemudian dia mendongak perlahan melihat wajah Kai, “Kamsahamnida,” dia menerima plester dari Kai, “Aku akan memakainya setelah mandi.”

“Emm,” Kai mengangguk kecil dan kemudian pergi dari kamar Suzy.

Senyuman khas orang gila kembali menhiasi wajah Suzy. Dengan perlahan, dia meletakkan plester dari Kai tadi di meja belajar di dekatnya. Dengan suka hati, Suzy pergi mandi.

………..

“A-apa?” Suzy juga ikut yadong begitu melihat Kai yang topless dari dekat.

Dengan sigap, Kai mengambil posisi di atas Suzy. Tangan Suzy menahan lengan Kai.

“Ap-apa yang mau kau-kau lakukan?” Suzy tidak bisa menatap Kai.

Kai memperhatikan dengan baik wajah Suzy. Matanya tertanam di bibir merah Suzy yang pecah-pecah, “Bibirmu pecah-pecah,” katanya, sedikit mendesah. Akibatnya, Suzy sekarang benar-benar yadong.

Pelan-pelan, Kai mendekatkan wajahnya ke wajah Suzy dan mulai meletakkan bibirnya di atas bibir Suzy. Ia menciumi Suzy, sementara Suzy masih belum percaya dengan apa yang Kai sedang lakukan kepadanya.

Mata Suzy terus mengikuti langkah-langkahnya di trotoar. Kenapa ruko Nyonya Gong malah tutup dan tidak ada penghuninya sama sekali? Apakah mereka bangkrut? Kalau bangkrut mereka kemana?

Tiba-tiba Suzy teringat sesuatu. Ya! Im Jae Bum tadi mengatakan bahwa ada seorang temannya yang manjadi trainee di SM. Suzy sudah yakin bahwa Gong Minzy adalah orang itu. Tomboy dan kasar adalah salah dua ciri-ciri Gong Minzy.

Suzy mempercepat langkahnya bahkan berlari ke gedung trainee SM. Setelah ia masuk, ia melongo melihat sosok Kai yang berjalan ke belakang gedung. Ia sangat penasaran kenapa Kai kesana sambil membawa sebuah boneka beruang besar berwarna putih. Jadi, dia mengikuti Kai.

___

Kai tersenyum begitu melihat Sulli sudah duduk manis di kursi, dia ruangan rahasia mereka. Ia tidak tahu bahwa Suzy membuntutinya sampai masuk ke ruang itu juga. Kai langsung memberikan boneka yang barusan ia beli untuk Sulli.

“Aku membawakan hadiah untukmu,” ucap Kai.

Sulli ternganga melihat boneka besar yang sekarang sudah berada di tangannya, “Jong In-a..”

“Wae?” Kai mengelus kepala Sulli dengan lemah lembut.

Suzy melongo berat begitu melihat Kai mengelus Sulli dan berbicara kepada Sulli sehalus mungkin. Ia sedikit cemburu dan kesal. Cemburu kenapa? Dia mungkin sudah bukan fans Kai. Dia benar-benar jatuh cinta kepada visual EXO itu. Kesal kenapa? Dia sekarang tahu jika Kai dan Sulli berpacaran DAN dia baru tahu sekarang.

“Gomawo—“ kata Sulli sambil menunjukkan senyumnya yang lugu. Membuat Kai juga ikut tersenyum.

“Kau bisa pergi duluan,” kata Kai.

“Kemudian apa yang akan aku katakan jika eonnidul menanyakan ini dari siapa?” tanya Sulli.

“Bilang saja jika itu dariku,” Kai membelai rambut Sulli lagi.

“Eo, gomawo,” Sulli beranjak dari tempat itu. Sementara Suzy merapatkan punggungnya ke lemari sehingga Sulli tidak bisa melihatnya.

Ketika Sulli pergi, Kai belum bisa langsung pergi juga. Dia akan menunggu kurang lebih lima menit agar orang diluar tidak curiga. Dia duduk di lantai berdebu di ruang itu sambil menghembuskan nafasnya lega. Jantungnya berdegup cukup kencang tadi.

Sementara itu, Suzy juga melorot berjongkok di belakang lemari. Ia melongo. Sulli dan Kai berpacaran? Lalu kenapa Kai semalam menciumnya? Sungguh Suzy jadi tidak enak dengan Sulli.

“Arrgh..,” Kai bangkit dan membersihkan celananya yang kotor berkat debu. Kemudian dia bergegas keluar, meninggalkan Bae Suzy yang masih berjongkok sambil merenungi apa yang barusan terjadi.

Tidak terasa, air mata pun satu persatu menetes dari ekor mata Suzy. Dia tidak tahu harus bagaimana. Entah apa yang kini dia rasakan. Senang karena idolanya juga senang oleh yeojachingunya? Sedih karena idolanya punya yeojachingu? Marah karena baru tahu yang sebenarnya? Kecewa karena idolanya sudah mempermainkan perasaannya?

Satu yang pasti Kai sudah bukan idolanya.

___

Sulli masuk dorm dengan hati-hati. Dia mengendap-endap dan berusaha untuk tidak menimgbulkan suara karena tahu pasti yang lainnya sedang berada di dapur untuk menunggu makan malam.

Tapi tetap saja boneka beruang putihnya membuat Krystal curiga, “Jin Ri-yya!”

Sulli memejamkan matanya dan menghentikan langkahnya. Ia menelan ludahnya dengan susah payah. Kemudian menghembuskan nafas panjang, “Eo?”

Victoria tampak muncul dengan celemeknya, “EOMMO! Dari siapa?”

“Eissh..,” Amber duduk di sebelah Krystal, “Siapa lagi kalau bukan Kai?”

Krystal menoleh ke arah Amber dengan tatapan tidak terima, “Kai?”

Amber mengangguk, “Ya ‘kan?”

Sulli meletakkan bonekanya di sofa perlahan, “Iya, memang dari Kai—“ dia tertawa kecil.

“Sudah kuduga sebelumnya,” ucap Amber semakin membuat Krystal tidak terima. Ia menggigit bibir bagian bawahnya sembari menatap Sulli tajam.

……….

Malam ini, di dorm f(x) hanya tinggal Krystal, Sulli, dan Amber saja. Sementara Victoria dan Luna pergi ke SM Building untuk memenuhi panggilan dari Tuan Lee. Entah ada apa malam-malam menyuruh mereka berdua kesana. Selain mereka berdua, Tuan Lee juga menyuruh Onew SHINee dan Jonghyun SHINee juga sebelumnya. Apakah ada pertemuan dengan main vocalist dan leader?

Seperti biasanya, Amber tidur di kamarnya karena memang sudah sedikit larut dan dia mengantuk karena kekenyangan.

“Sulli,” Krystal masih menatap Sulli tajam.

“Eo?” Sulli bingung kenapa Krystal menatapnya seperti itu.

“Kau melupakanku?”

Sulli terhenyak, “Mwoyya?”

Krystal menoleh ke lain arah. Kemudian dia kembali menatap Sulli setelah menghembuskan nafas keras-keras, “Kau benar-benar lupa.”

Sulli tampak berpikir keras. Lupa tentang apa?

“Sudahlah. Kau ini memang hanya gadis dungu yang tidak tahu apa-apa. Kenapa Kai memilihmu?” Krystal pergi dari tempatnya karena dia anggap Sulli benar-benar lupa.

Dan seketika itu juga, Sulli ingat apa yang dimaksud Krystal. Apa yang dimaksud Krystal adalah Kai.

___

Member EXO-K semuanya sudah berada di dorm. Mereka benar-benar kesal karena Suzy tidak ada dan belum menyiapkan makan malam. Jadi, D.O. eomma terpaksa menyiapkannya secara mendadak. Padahal dia adalah yang paling lelah hari ini.

“Kyung Soo Hyung, sudahlah—jangan dipaksakan jika kau lelah,” kata Kai.

“Tidak. Kalian ‘kan lapar. Ini adalah tugasku,” kata D.O.

“Lalu apa gunanya ada asisten disini?” ucap Kai.

Bertepatan dengan D.O. yang akan buka mulut lagi, Suzy membuka pintu dorm dengan wajah lecek. Tangannya menggenggam beberapa buah undangan. Dia seperti gelandangan yang salah masuk apartemen. Rambutnya awut-awutan, wajah kusut, baju tidak begitu rapi, dan bawahan yang kotor karena debu.

“Maaf aku terlambat—“ kata Suzy sedatar mungkin.

Sehun mendekati Suzy, “Baesuz, kenapa kau seperti habis berkubang di tempat sampah?”

Suzy melihat wajah Sehun yang tampak penasaran dengan apa yang terjadi dengannya, “Tidak apa-apa. Aku tadi hanya mencoba bermain petak umpet dengan beberapa anak-anak di kompleks sebelah,” ia tertawa kecil.

Sehun menatap Suzy tidak percaya, “Kau sepertinya ingin sekali menang dalam permainan–“

“Aku tidak pandai bermain apapun,” kata Suzy, “Mianhae aku membuat kalian repot-repot. Aku sudah bawakan chicken!”

Semua mata membelalak ketika Suzy mengangkat bungkusan chicken yang ia bawa. Kecuali mata Kai yang terus menatap Suzy sebal.

“WAA!!” Chanyeol dan Baekhyun langsung mengambil bungkusan dari tangan Suzy dan membukanya bersama-sama di meja makan.

“Lalu apa itu?” Sehun penasaran dengan undangan yang berada di tangan Suzy juga.

Suzy melihat sebentar tiga buah undangan di tangannya, “Ini undangan pesta dansa SOPA.”

“Eo?” mata Sehun kembali membelalak ketika menerima undangannya dari Suzy. Sementara itu, Suzy pergi memberikan undangan ke Kai yang berdiri mematung namun menatapnya tidak henti-henti.

“Igeo,” Suzy menyodorkan si undangan kepada Kai.

Kai menarik nafas dalam-dalam, “Apa kau tidak meminta maaf terlebih dulu?”

“Meminta maaf atas apa?”

“Kyung Soo Hyung yang hampir sakit ini jadi repot-repot memasak untuk kami semua!!” bentak Kai, “Apa kau yang akan bertanggung jawab jika Kyung Soo Hyung sakit?”

Suzy mendongak dan menurunkan tangannya.

“Kai-yya, aku tidak sakit,” kata D.O.

“Sudahlah Jong In-a,” Baekhyun sedikit ber-aegyo untuk menenangkan Kai. Tapi tampaknya tidak berhasil.

“Kau memang asisten yang tidak ada gunanya. Buat apa kau main-main diluar? Apakah kau tidak tahu kami disini capek dan butuh makanan?” Kai terus membentak Suzy, “Kau malah—“

PLAK. Tamparan dari Suzy mendarat keras di pipi Kai. Semua yang menyaksikan jadi tidak berani melerai mereka berdua. Ini pertengkaran pertama di dorm mereka. Dan juga baru pertama kali mereka melihat Kai semarah itu.

Suzy sadar betul apa yang sudah ia lakukan, “Bukankah itu sakit? Jadi berhentilah mempermainkan perasaanku!”

Setelah mengatakan itu, Suzy melempar undangan yang rencananya akan ia berikan secara baik-baik itu ke arah Kai.

TBC

Advertisements

5 comments

  1. rifqa0390 · August 22, 2015

    Ada apa dgan soojung??
    Wah2 nasib perasaan suzy miris banget…

  2. Eighteensan · August 22, 2015

    Hahahahaga padan muka Kai . Seenaknya mempermainkan lerasaan wanita ! Terutamanya SUZY !

  3. Kai Suzy · August 22, 2015

    Aishhh kkamjong, knp gitu bgt sih sm zyeonn, jdi sebel sm karakter nya kkamjong disini dikit” baik sma zyeonn , dikit” jahat, ahhh karakter nya kkamjong di ff ini ga bisa ditebak 🙂

  4. ayu candra · September 9, 2015

    Hahh??? Suzy sakit hati kan tau kai ama sulli pacaran. Huhfff yaampunn kasian amat suzy. Ngapain jga undangannya dikasih ke kai sue huhff

  5. purisudewo · February 6, 2016

    Aku suka interaksi antara sehun dan suzy 😍
    Omo kira kira kai marah ngga ya ditampol sama suzy..lanjut baca ne authornim ヽ(●´∀`●)ノ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s