[PART 7] Exotic Love, Exotic Girl!

Untitled_副本

Title : EXOtic Love, EXOtic Girl !

Cast : Kai, Suzy, Krystal, Sulli, Sehun, Minzy, JB

Rating : PG-16

Genre : Romance, Comedy

“Kau memang asisten yang tidak ada gunanya. Buat apa kau main-main diluar? Apakah kau tidak tahu kami disini capek dan butuh makanan?” Kai terus membentak Suzy, “Kau malah—“

PLAK. Tamparan dari Suzy mendarat keras di pipi Kai. Semua yang menyaksikan jadi tidak berani melerai mereka berdua. Ini pertengkaran pertama di dorm mereka. Dan juga baru pertama kali mereka melihat Kai semarah itu.

Suzy sadar betul apa yang sudah ia lakukan, “Bukankah itu sakit? Jadi berhentilah mempermainkan perasaanku!”

Setelah mengatakan itu, Suzy melempar undangan yang rencananya akan ia berikan secara baik-baik itu ke arah Kai. Kemudian dia menaiki anak tangga secepat mungkin karena tahu semua orang dibawah memperhatikannya dan takjub melihat tamparan pertamanya kepada seorang laki-laki.

Author POV end

Suzy POV

Aku menutup pintu kamar pelan-pelan. Kemudian aku menahan pintu dengan punggungku. Takut seseorang membukanya. Aku takut jika Kai membukanya kemudian menghajarku. Namun aku tahu Kai tidak seperti itu, dan selama ini dia hanya menggunakan topengnya dan berpura-pura menjadi dingin dan menyebalkan.

Telapak tangan yang tadi menampar pipi Kai terasa sangat panas. Aku memperhatikan telapak tanganku sendiri dan menelan ludah karena tenggorokanku sakit sekali. Belum pernah aku menampar laki-laki. Belum pernah.

“Kenapa aku melakukannya?” ucap Suzy sambil memukul kepalanya sendiri.

Suzy POV end

Author POV

Di tengah-tengah latihan malamnya, Minzy berhenti karena ada seseorang yang datang. Yah.. siapa lagi kalau bukan Jae Bum?

“Apa tidak bisa kau mengganggu waktu latihanku?” ucap Minzy sambil melakukan dance enteng dan sama sekali tidak melihat ke arah Jae Bum.

Jae Bum mengacungkan undangan dari SOPA dan Minzy melihatnya lewat cermin, “Kau masih siswi SOPA ‘kan?”

Minzy berhenti dance dan masih tidak menoleh ke belakang. Ia memperhatikan Jae Bum sebentar, “Aku berhenti.”

“Berhenti apa?” Jae Bum tersenyum, “Jelas-jelas kau dapat undangan seperti ini.”

Minzy mendengus. Ia melanjutkan aktifitasnya lagi, “Sebaiknya kau yang berhenti mengganggu waktu latihanku.”

“Apa yang membuatmu begitu membenciku?” tanya Jae Bum tiba-tiba.

Minzy berhenti lagi dan menoleh kebelakang, “Eobsseo. Geunyang kka.”

Jae Bum menggeleng pelan, “Aku bingung kenapa kau selalu menyuruhku pergi ketika aku sampai disini..”

“Kau pergi, letakkan itu di lantai. Aku sibuk,” kata Minzy yang kemudian meneruskan kegiatannya yang tertunda terus.

Jae Bum menyerah. Ia meletakkan undangannya di lantai dan kemudian pergi dengan berat hati. Ia masih tidak mengerti kenapa Minzy selalu mengusirnya. Tapi ia juga salah. Selalu menemui Minzy ketika Minzy sedang latihan.

Setelah Jae Bum pergi, Minzy berhenti lagi. Ia penasaran dengan apa yang dibawa Jae Bum tadi. ia mendekati si kertas undangan dan meraihnya, “Pesta Dansa Ulang Tahun SOPA?”

Karena memang Minzy adalah anak yang penasaran, ia membuka segera undangannya dan terkesiap karena memang pihak SOPA masih menganggapnya murid SOPA. Padahal dia tidak begitu menyukai sekolahnya itu.

Haruskah aku datang? Haruskah aku bolos juga seperti biasanya? Datang? Tidak? Datang? Atau tidak? Batin Minzy.

___

Sulli meletakkan undangan pesta dansa SOPA di atas meja Krystal. Ia tidak bisa memberikan langsung kepada Krystal karena dia masih takut. Kemudian dia keluar kamar Krystal dengan segera dan keluar dorm.

Ibu jarinya menekan icon kontak di phone-nya. Kemudian jari telunjuknya mencari-cari nama Kai. Yah, ditulis Kim Jong In di kontaknya. Dan setelah ia menemukannya, ia malah bimbang harus meneleponnya atau tidak. Atau dia mengirim pesan saja karena dia tidak bisa mengatakannya secara langsung?

“Pesan saja,” gumam Sulli sambil menekan tombol home dan menekan icon message. Ia menulis pesan text untuk Kai.

 

Kai-yya, mianhae. Aku rasa kita harus berhenti disini saja. Gomawo, selama ini menjadi namjachingu-ku yang baik.

Setelah menulisnya, Sulli menyibakkan rambutnya karena sekarang rasanya gerah sekali. Ia baru saja memutuskan hubungannya dengan Kai. Tiba-tiba. Setelah Kai memberikannya hadiah. Sepertinya ini tidak adil tapi—

Sulli menoleh pelan-pelan ke dalam dorm. Ia tidak melihat Krystal disana.

Ini demi persahabatannya dengan Krystal. Ia tidak mau hubungannya dengan Krystal hancur hanya gara-gara mereka berdua sama-sama menyukai Kai.

Ending One Person Who Remember

___

Esoknya…

SOPA diliburkan karena mempersiapkan pesta dansa yang akan dilaksanakan malam ini. Ya ruangan untuk dansa adalah ruang aula super besar milik SOPA sendiri. Malam nanti kabarnya akan ada orchestra besar untuk mengiringi semua murid SOPA untuk berdansa. Tidak ada bintang tamu khusus karena mereka semua sibuk. Tadinya f(x) dan EXO-lah yang akan mengisi acara. Tetapi pihak SM Entertainment menolak, entah apa alasannya.

Tapi, SOPA tidak menyerah. Karena takut tidak ramai, ia mengundang J-Rabbit dan pihak agensi J-Rabbit menerimanya.

Sementara itu, Kwon So Hyun di dorm EXO-M duduk di kursi makan sambil termangu. Ia tidak punya gaun untuk nanti malam. Dia juga tidak punya teman belanja. Apa iya, dia mengajak Suzy?

“What’s up?” Tao muncul tiba-tiba di hadapan So Hyun.

So Hyun tersenyum, “Nope. Gwenchana,” ujarnya. Ia tahu Tao sedikit mengerti bahasa Korea.

“Ne~” kata Tao sambil bangkit untuk mengambil air minum, “Kau sepertinya punya tamu.”

Tao baru saja berbicara menggunakan bahasa Korea. Ah.. akhirnya maknae yang satu ini bisa sedikit. Jadi So Hyun tidak perlu repot-repot membuka kamus mandarin dan bahasa Inggris.

“Nugu?” So Hyun ikutan berdiri. Dan Tao menunjuk orang yang dimaksudnya ‘tamu’ dengan dagu lancipnya. So Hyun menoleh ke arah yang ditunjuk Tao dan beberapa detik kemudian dia membulatkan mata, “Gong Minzy?!”

….

“Ada apa kau kesini? Tidak mengunjungi Suzy?” tanya So Hyun sambil menyodorkan sebuah botol beer yang sudah dibuka kepada Minzy.

“Aku baru saja darisana,” kata Minzy yang kemudian mendengus, “Aku bertemu Byun Baekhyun. Kemudian aku bertanya—“

“Oppa. Pakai oppa—“ bisik So Hyun, “Kau ‘kan trainee!”

“Ya, Baekhyun Oppa. Kemudian aku bertanya kepada si Oppa itu. Dimana Suzy? Dia hanya menoleh ke member yang lain dan menggelengkan kepala sambil berkata, ‘dia tidak mau diganggu sepertinya’. Aku bingung Suzy sedang sibuk apa sampai sebegitunya,” kata Minzy.

“Mungkin dia sibuk mengurus nanti malam,” ujar So Hyun, “Kau sudah ada gaun?”

Minzy meneguk si beer dan menggeleng, “Aku tidak punya sehelai pun. Sepertinya aku tidak akan ikut.”

“Mwoyya?” So Hyun mendecakkan lidah, “Bagaimana jika kita belanja sekarang?”

“Aku bilang aku tidak akan ikut—“

“Jangan seperti anak kecil!” So Hyun menarik lengan Minzy, “Aku akan minta gaji kepada Tuan Lee..”

Minzy menurut saja ketika So Hyun membawanya keluar dorm EXO-M. Sebenarnya dia ingin ikut, tapi tidak bisa berdansa.

___

Suzy masih tidak berani keluar kamar. Ia terus duduk di kasurnya sambil menggigiti bantalnya. Malam ini dia ingin sekali ikut pesta dansa. Tapi bagaimana caranya dia keluar mengambil gaji dan membeli gaun serta aksesoris lainnya seperti sepatu dan make up?

Dia benar-benar kumal siang ini. Dia tidak tidur semalaman dan juga belum mandi sepulang ia ke dorm.

“Aku tidak bisa terus diam,” gumam Suzy sambil bangkit dari kasurnya dan membuka lemari pakaiannya. Tidak ada gaun disana. Tapi dia langsung mencomot baju lengan pendek warna hijaunya dan celana pendek selutut warna hitam. Ia berniat untuk mandi sekarang juga karena rasanya lengket sekali.

Ia berdiri di depan cermin. Yap, ia akan merapikan rambutnya nanti di salon. Tapi yang terpenting adalah gaun dan dia harus mandi secepatnya. Ia menggulung rambutnya dengan pensil panjang yang selalu ia gunakan untuk menggambar sketsa. Setelah itu dia keluar kamar begitu mencomot handuk kecil di belakang pintu.

Begitu kamar Suzy dibuka, ribut-ribut dibawah langsung berubah menjadi hening. Semua member melihat ke arahnya. Kecuali Kai karena dia tidak berminat untuk melihatnya. Kemudian juga, Sehun. Sehun tidak ada di dorm karena dia harus menjalani konferensi pers bersama para maknae dan leader.

“Suzy-ssi, gwencana?” tanya Suho kepada Suzy dari bawah.

Suzy tersenyum simpul kepada Suho seperti tidak terjadi apa-apa, “Gwencana. Aku akan pergi mandi sekarang.”

“EO! PERGI MANDI DAN JADI CANTIK!” seru Baekhyun kepada Suzy.

“NEEE~” Suzy masuk kamar mandi di lantai atas. D.O. dan Chanyeol bertatapan. Ceria seperti biasanya.

Suho menoleh ke arah Kai yang terus mengganti channel TV. Ia tahu Kai tidak menonton TV itu. Kai pasti sedang memikirkan sesuatu.

Setelah hampir sepuluh putaran mengganti channel, Kai mematikan TV dan angkat pantat dari sofa. Ia mendengus dan pergi ke kamarnya. Jika biasanya Kai membanting pintu, saat ini Kai sangat hati-hati dalam menutup pintu. Bahkan dia hampir tidak menimbulkan suara.

Author POV end

Kai POV

Aku langsung menghampiri handphone-ku yang semalam mati kehabisan baterai. Aku mencabut charger-nya dan menyalakan handphone-ku sambil mengusap-usap pipi sebelah kiriku yang semalam bekas tamparan Suzy. Entah bagaimana –mungkin ada magic yang Suzy letakkan disitu- aku selalu merasakan perih ketika aku mengusap pipiku ini. Tapi jika kulepas, semuanya biasa-biasa saja.

“Kau memang asisten yang tidak ada gunanya. Buat apa kau main-main diluar? Apakah kau tidak tahu kami disini capek dan butuh makanan? Kau malah—“

PLAK. Tamparan dari Suzy mendarat keras di pipiku.

 “Bukankah itu sakit? Jadi berhentilah mempermainkan perasaanku!” bentak Suzy.

Layar phone-ku menyala. Ada satu pesan dari Sulli. Aku tersenyum kecil dan langsung membaca isi pesannya. Tapi kemudian senyumku berubah menjadi kerutan di keningku. Aku menatap jendela yang ada di kamarku. Sulli—benarkah dia yang mengirimkan pesan ini?

Aku memasukkan handphone-ku ke dalam saku dan meraih jaket kulit hitamku dan mengenakannya. Setelah itu aku membuka pintu kamar dengan kasar. Betapa terkejutnya aku begitu akan melangkahkan kaki keluar, Suzy berdiri tepat dihadapanku. Tapi dia tidak berdiri dalam maksud menemuiku. Mata kami bertemu. Dan entah mengapa hatiku terasa beku setelah melihat tatapan innosennya itu. Tidak lama, ia berlari keluar dorm dan aku menutup pintu kamar dengan keras, keluar dorm juga.

Kai POV end

Author POV

Suzy setengah berlari. Namun begitu tahu dia akan melewati kamar Kai, ia memperlambat kecepatannya. Sama dengan Kai, begitu ia melihat Kai akan keluar dari kamar, ia kaget setengah mati. Namun, karena bukan tipe pengecut ia menatap Kai sebentar dan berlari lagi untuk keluar dorm.

BRAK! Kai membanting pintu kamarnya sambil memperhatikan Suzy dari belakang.

“Dia mau berbelanja untuk nanti,” kata D.O. kepada Kai.

Kai menoleh ke arah D.O, ”Apa aku bertanya tentang itu?”

“Bukankah kau ingin tahu? Bilang saja kau tertarik kepadanya!” Chanyeol menggoda Kai.

Kai menatap sebal hyungdeul-nya, “AISH!” Dan kemudian pergi keluar dari dorm.

___

Sulli kembali menunggu Kai di tempat biasa. Ia baru mendapat pesan dari Kai untuk bertemu di gudang biasa. Dan ia menuruti permintaan mantan namjachingu-nya itu.

Tidak lama, Kai muncul dengan tergopoh-gopoh. Membuat Sulli keheranan, “Kau berlari?”

Kai terbatuk dan berjalan ke arah Sulli, “Apa kau yang menulisnya?”

“Apa?”

Kai merogoh sakunya dan mendapati handphone-nya disana. Ia langsung menunjukkan isi pesan Sulli, “Ini.”

Sulli menelan ludahnya dengan susah payah begitu membaca yang dimaksud Kai, “Eo.”

“Wae?” Kai setengah berbisik, “Aku yakin kau masih menyukaiku.”

Sulli mendongak untuk menatap mata Kai, “Eo, aku masih menyukaimu. Neomu neomu neon choasseo.”

“Tapi kenapa kau—“

Kata-kata Kai terputus karena Sulli meremas kedua bahunya, “Aku sangat menyukaimu karena kau member EXO favoritku.”

Kai mendengus. Ia melepaskan tangan Sulli dari bahunya, “Tapi setidaknya kau beri aku kesempatan sekali..”

“Aku ingin—“ mata Sulli berkaca-kaca.

“Kalau begitu jangan katakan ini lagi. Eo?” kata Kai.

“Tidak bisa.”

Kai menggigiti bibirnya, “Lalu kenapa?! Aku sangat menyukaimu dan rasanya aku hampir mati lemas begitu pertama kali mendengar kau mengucapkan sesuatu yang sama kepadaku. Apa kau yakin kau masih menyukaiku?”

“Eo,” Sulli menghapus air matanya sendiri. Ia mulai sesenggukan.

“Kemudian seberapa banyak kau menyukaiku?”

Sulli menundukkan kepalanya, “Ada seorang gadis yang begitu menyukaimu di luar sana. Perasaannya kepadamu tidak bisa dibandingkan dengan perasaanku, Kai.”

“Nugu?”

“Kau akan menemukannya nanti malam di pesta dansa,” Sulli tersenyum. Agak dipaksakan. Ia mulai mendongak dan melihat wajah Kai yang terlihat sangat kecewa dan tidak terima dengan keputusan yang ia perbuat. Sebenarnya ia juga berat hati, “Jalkka.”

“CHOI JIN RI!” Kai menggenggam erat tangan Sulli. Namun Sulli menepisnya.

“Gomawo,” Sulli tersenyum lagi dan berlari kecil meninggalkan gudang itu.

Sementara Kai berjongkok menunggu lima menit mendatang untuk keluar karena biasanya dia melakukannya.

___

Suzy dan So Hyun sekarang duduk bersebelahan untuk mengambil gaji di ruang Tuan Lee. Mereka sempat perang mata, tapi begitu Minzy mengawasi mereka dari balik daun pintu ruangan Tuan Lee mereka berhenti.

“Kenapa kalian butuh uang ini?” Tuan Lee memberikan gaji Suzy dan So Hyun.

“Ini untuk biaya nanti malam,” ucap So Hyun.

“Oh.. pesta dansa?” Tuan Lee menepuk tangannya karena ia baru ingat.

“Ne,” jawab Suzy.

“Aku juga punya biaya untuk trainee yang sekolah disana. Tolong berikan kepada mereka ya!” Tuan Lee mengambil amplop tebal lainnya dan memberikannya kepada Suzy.

“Ne, kamsahamnida!” Suzy tersenyum lebar begitu menerima amplop berisikan uang yang sangat banyak itu.

“Ugh!” So Hyun menyikut lengan Suzy karena tidak terima Tuan Lee memberikan uang Minzy kepadanya.

Suzy mengabaikan So Hyun dan kemudian pamit pergi kepada Tuan Lee, “Kalau begitu terima kasih banyak. Kami harus pergi sekarang juga.”

“Eo. Tampillah yang cantik, jadi tidak membuatku malu,” Tuan Lee tertawa kecil.

“Ne~” sahut So Hyun dan Suzy sambil keluar ruangan.

___

Ia tahu pasti akan begini jadinya. Ia berjalan di belakang, sementara Minzy dan So Hyun berjalan di depannya sambil bercakap-cakap begitu lancarnya. Belum sepenuhnya keluar dari SM Building, ia melihat seseorang yang tampak tidak asing baginya sedang berdiri menatap keluar gedung.

“Siapa dia?” gumam Suzy yang kemudian berlari kecil meninggalkan So Hyun dan Minzy yang sudah jauh berjalan di depannya. Ia mendekati orang itu.

Sulli menoleh ketika Suzy mendekatinya. Ternyata orang yang berdiri dan menatap keluar gedung itu adalah Sulli. Seperti tidak terjadi apa-apa, Sulli tersenyum dan menunduk ramah kepada Suzy, “Annyeonghaseyo.”

Suzy hampir tidak bisa bernafas karena yang ia hadapi sekarang Sulli, Choi Sulli, “Ne- annyeonghaseyo.”

“Kau pasti habis dari ruangan Tuan Lee?” Sulli masih tersenyum kepada Suzy.

“Ne,” jawab Suzy sambil memperhatikan kedua mata Sulli yang sembab. Ia tahu pasti Sulli habis menangis karena selain mata Sulli yang sembab, hidung Sulli tampak kemerahan, “Kita sama-sama di SOPA ‘kan?”

Sulli menyibakkan rambutnya. Ini kebiasannya, “Jeongmalyyo? Kalau begitu kita nanti malam akan bertemu ‘kan?”

Suzy mengangguk, “Apa kau tidak pergi mencari gaun?”

Sulli memasang wajah cutenya, “Aku sudah banyak gaun. Apa kau mau meminjamnya?”

“Ah.. tidak. Aku ingin membelinya sendiri,” aku Suzy.

“Apakah kau akan pergi sendirian sekarang?” tanya Sulli.

“Aku pergi dengan asisten EXO-M dan trainee Gong Minzy. Tapi mereka berdua meninggalkanku di depan,” Suzy tampak kesal karena Minzy sudah direbut So Hyun, “Mungkin aku akan pergi sendirian—“

“Jangan begitu!” Sulli merangkul lengan Suzy, “Aku akan menemanimu! Eo?”

Melihat Sulli begitu ceria dan begitu ingin menemaninya belanja, ia pun mengangguk cepat, “Boleh. Aku sedang butuh—“

“Aah.. akhirnya ada seseorang yang bisa aku ajak untuk jalan-jalan!” potong Sulli, “Bagus ada Bae Suzy. Sebenarnya aku tidak dalam mood yang baik. Tapi berkatmu aku jadi mendingan.”

“Benarkah?” Suzy tersenyum, “Bagaimana kau tahu namaku?”

“Itu,” Sulli menunjuk amplop bertuliskan Bae Suzy di tanyan Suzy.

“Oh..,” Suzy tertawa kecil, “Let’s GO!”

“EO!”

……

“Bagaimana dengan ini?” Suzy keluar dari kamar ganti dengan gaun putih bersih dengan panjang sebetis. Ia sedikit berputar agar Sulli melihat seluruh sudut gaun yang kini ia pakai.

“Seperti putri salju,” ucap Sulli, “Tapi kita coba yang lain dulu. Yang—ini?”

Suzy menatap gaun merah marun yang disodorkan Sulli, “Oke.”

5 menit kemudian…

“Jja!” Suzy keluar ruang ganti lagi. Kali ini dengan gaun merah marun panjang dengan kain yang bertumpuk-tumpuk.

“Emm—“ Sulli memperhatikan setiap detail gaun yang dikenakan Suzy, “Bagaimana jika kau mencoba yang ini dulu?”

Suzy langsung menarik gaun biru toska yang disodorkan Sulli, “Aku suka toska!”

Sulli tersenyum, “Aku tahu itu.”

6 menit kemudian…

Suzy keluar ruang ganti sambil memperhatikan bagian bawah gaun toskanya, “Menurutku ini cantik.”

“Kalau begitu ambil saja yang ini,” ujar Sulli sambil mendorong Suzy kembali ke ruang ganti, “Setelah ini kita akan memilih sepatu.”

___

Lagi-lagi Kai terus mengganti-ganti channel TV begitu sampai di dorm. Membuat para hyungdeul jadi penasaran apa yang terjadi kepada Kai sampai sehari ini Kai terus mengganti channel TV hingga lebih dari lima putaran.

“Jonginnie!” Baekhyun duduk di samping Kai.

“Em?” Kai mendengus.

“Apa kau tidak menyiapkan baju apa yang akan kau pakai nanti?” tanya Baekhyun –sekedar basa basi.

“Paling-paling hanya setelan jas hitam dan dasi kupu-kupu,” jawab Kai sambil terus memencet-mencet tombol remote.

Kali ini gantian Baekhyun yang mendengus, “Okelah. Aku hanya akan mengatakan sesuatu.”

“Apa?”

“Kau dan para murid SOPA yang di SM Entertainment ini akan berangkat bersama-sama pukul tujuh malam. Tapi rombonganmu duluan yang akan berangkat kesana.”

“Siapa rombonganku?”

“Aku agak tidak ingat dengan itu—“

Kai menoleh dan menatap tajam Baekhyun, “Nugu?”

“Sepertinya Kau, Sehun, dan Im Jae Bum saja,” Baekhyun tertawa hambar.

Kai mendengus lagi, “Siapa Im Jae Bum itu?”

“Dia asisten Tuan Lee. Ngomong-ngomong kau kenapa seperti ini?”

“Seperti apa?”

“Mengganti channel TV terus-terusan.”

Ketiga kalinya Kai mendengus. Membuat Baekhyun angkat kaki dari tempat Kai seketika itu juga. Baekhyun tahu Kai sedang tidak mau diganggu.

TBC

Advertisements

3 comments

  1. rifqa0390 · September 8, 2015

    Kai itu kenapa sh,mikirin ucapan sulli or msih ksal msalah suzy smlm??
    Apa yg bakal terjadi di pesta dansa nnt ya??

  2. ayu candra · September 9, 2015

    Hemmm siapa yg dimaksud ama sulli??? Apa krystal bilang klo suzy suka ama kai?bukan krys kan yg ska ama kai???

  3. Kai Suzy · September 11, 2015

    aishhh aku selalu ketinggalan ff ini, sulli sm kai putus aku ga tau harus seneng atau sedih, mungkin seneng aja kali yah :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s