[PART 8] Exotic Love, Exotic Girl!

Untitled_副本

Title : EXOtic Love, EXOtic Girl !

Cast : Kai, Suzy, Krystal, Sulli, Sehun, Minzy, JB

Rating : PG-16

Genre : Romance, Comedy

Suzy dan Sulli baru saja turun dari taxi. Suzy bingung karena Sulli mengajaknya ke suatu tempat yang ia tidak tahu, dan pastinya bukan dorm EXO.

“Sulli-yya,” Suzy ternganga melihat apartemen besar di depan matanya.

“Eo?”

“Dimana ini?”

Sulli terkekeh, “Ini dorm-ku. Ayo, masuk. Kita harus berdandan dan berkumpul untuk berangkat bersama yang lain..”

“Apa harus di dorm-mu? Sepertinya aku harus bersiap-siap di dorm EXO-K…,” kata Suzy setengah panik.

“Jangan!” Sulli mencegah.

“Wae?”

“Disana ada Sehun dan Kai. Nanti bukan surprise jika mereka tahu kau pakai dress apa—“ katanya polos, “Vic Eomma akan membantumu berdandan. Jangan sungkan. Anggap saja eomma-mu sendiri.”

Suzy tersenyum simpul kemudian mendengus pelan, “Baiklah…”

___

Krystal sedang asyik memandangi dirinya sendiri di cermin. Kini ia sudah hampir sempurna. Gaun merah muda panjang sudah menempel di tubuhnya yang indah itu. High heels bening juga sudah siap membawa kaki jenjang Krystal ke pesta dansa SOPA. Tinggal rias wajah dan rambut.

Amber dan Luna tampak mengagumi Krystal dari belakang punggung Victoria yang sibuk mengepang rambut Krystal.

“Yya, Krystal! Kau tampak seperti tokoh anime sekarang!” kata Luna.

“Andai aku bisa secantik dia,” kata Amber.

Victoria tertawa, “Andai kau bisa merubah sifat kelaki-lakianmu,” katanya.

“Sayangnya aku tidak mau. Gara-gara ketomboyanku lah fans-ku lebih banyak dari kalian semua,” kata Amber.

Krystal tertegun sambil membetulkan gaunnya. Sebenarnya ia tidak kaget mendengar Amber mengatakan bahwa fans Amber adalah yang paling banyak, “Kau tahu darimana, Eonni?”

“Forum di internet. Aku di urutan pertama, kau yang kedua, Vic Eomma ketiga, Luna keempat, sementara Sulli yang terakhir,” kata Amber.

“Sulli?” Victoria menoleh ke belakang sejenak, “Benarkah?”

Amber mengangguk, “Katanya ia memiliki lebih banyak anti daripada fans. Beritanya dengan Kai kini sudah tersebar dan berkat itu banyak fans EXO yang membencinya.”

Krystal berdeham, “Mereka jahat sekali—“

“Dunia entertainment memang kejam,” kata Luna sambil mengambil posisi tiduran di kasur Krystal.

Seseorang membuka pintu utama dorm. Dan siapa lagi kalau bukan Sulli. Di belakang Sulli, Suzy meringkuk karena belum pernah ke dorm f(x) sebelumnya.

Mendengar langkah kaki yang sepertinya lebih dari satu, Amber beranjak dari kamar Krystal dan melihat Sulli beserta Suzy berjalan ke arahnya. Ia terus bertanya-tanya siapakah gadis yang dibawa Sulli ke dorm –Suzy, maksudnya.

“Sulli-yya,” Amber tersenyum kepada Sulli, “Siapa yang kau bawa sekarang?”

Sulli menoleh ke arah Suzy dan kemudian tersenyum kepada Amber, bertepatan dengan Luna yang keluar kamar Krystal juga, “Dia asisten EXO-K, Bae Suzy.”

Amber memperhatikan Suzy dari bawah sampai atas sambil manggut-mangut, “Oh..”

“Annyeonghaseyo,” Suzy memberikan hormat kepada Amber dan Luna.

“Eo, annyeonghaseyo. Kudengar kau satu kelas dengan Krystal,” tanya Luna kepada Suzy.

“Ne. Aku teman satu kelasnya,” kata Suzy.

“Pasti Sulli mengajakmu kesini agar didandani oleh Vic Eomma ‘kan?” tanya Luna lagi.

“Iya, memang maksudku seperti itu,” kata Sulli.

“Mereka ada di dalam. Masuk saja,” kata Amber sambil menujuk kamar Krystal.

“Ne~” jawab Suzy.

___

Aula SOPA sudah setengahnya diisi oleh siswa siswi SOPA. Sehun, Kai, dan Jae Bum adalah salah tiga-nya. Mereka mendapat perhatian lebih dari anak-anak yang lain karena mereka adalah orang-orang SM Entertainmnet. Apalagi Sehun dan Kai. Apa yang mereka lakukan pasti akan mendapatkan reaksi bagus dari para fans.

My Darling Lime

“Siapa yang nanti akan jadi pasanganmu, Jong In-a?” tanya Sehun kepada Kai.

“Molla,” jawab Kai cuek. Siapapun pasangannya, dia akan menerimanya dengan baik. Namun, ia lebih berharap jika pasangannya adalah Suzy, “Neoneun?”

“Suzy bilang dia akan menjadi pasangan dansaku,” kata Sehun yang kemudian membuat Kai agak tertohok.

“MEREKA DATAAANG!!” jerit salah satu siswa laki-laki yang berdiri di depan pintu utama aula begitu melihat rombongan Krystal, Sulli, Suzy, So Hyun, serta Minzy.

Semua mata tertuju ke arah Krystal dan Sulli yang tampak menonjol dibandingkan Suzy, So Hyun, dan Minzy. Bagaimana tidak? Gaun merekalah yang tampak lebih indah dan mewah. Selain itu mereka juga yang berjalan di sisi depan.

Krystal tampak casual dengan gaun merah mudanya yang lumayan panjang. Rambutnya dikepang sebagian oleh Victoria tadi, sehingga memberikan sisi feminin. Sementara itu, Sulli tampak cute dengan gaun abu-abu selutut dengan beberapa aplikasi warna warni di bagian bawah dan dada si gaun. Rambutnya yang cokelat dan ikal itu pun tergerai polos berkat rekomendasi Luna.

Mata Jae Bum-pun tertanam pada Minzy yang sama sekali terlihat berbeda. Minzy yang biasanya tampil boyish dan funky, kini mendadak berubah menjadi girly dengan gaun putih tanggung dan high heels merah menyala. Di atas kepalanya, diaplikasikan sebuah flower crown warna merah yang padu dengan high heels-nya. Sungguh seperti bukan Minzy yang biasanya.

Selain Jae Bum, mata Sehun dan Kai tidak bisa berhenti memandangi Suzy yang juga terlihat berbeda. Malam ini, Suzy tampil innocent dengan gaun toskanya yang pendek selutut. Bagian terusan bawahnya memiliki banyak lapis jadi memberikan kesan ‘mengembang’ dan cute. Apalagi diberikan sentuhan wajah natural Suzy. Wajah yang hanya dipoles make up tipis oleh Victoria berhasil membuatnya terlihat seperti yang paling muda disini.

“Kenapa mereka terlihat sangat bercahaya disini?” gumam Jae Bum.

“Ya, Krystal tampak seperti leader-nya. Dia yang paling chic dan casual di antara lainnya,” kata Sehun yang berganti memperhatikan Krystal.

Ending My Darling Lime

“Tidakkah seharusnya kalian mencari pasangan?” tanya salah seorang guru yang kebetulan lewat di hadapan Kai dan Sehun.

“Ne~” Sehun memberikan hormat sembilan puluh derajat kepada guru itu, “Kami akan mencarinya.”

“KAISTAL! KAISTAL! KAISTAL! KAISTAL!”

Sorakan Kaistal Shippers membuat Kai tertegun sebentar. Dia baru saja akan berjalan ke arah Suzy yang sedang menatapnya tanpa henti di dekat pintu. Ia menoleh ke arah Sehun, dan Sehun juga memberikan isyarat untuk melakukan fan service. Akhirnya, mau tidak mau Kai mengubah haluannya ke arah Krystal yang menatapnya tidak percaya.

Sulli yang berdiri dekat Krystal ingin segera pergi dari situ. Ia tidak mau melihat Kai yang sebentar lagi akan mengajak Krystal jadi pasangan dansa. Kalau bukan Kai, siapakah pasangannya? Dia memang sudah bukan kekasih Kai lagi. Tapi—rasanya tidak adil jika setelah putus, Kai mengajak Krystal berdansa.

Melihat wajah Sulli yang tampak tidak baik, Suzy menarik lengan Sulli dan tersenyum kepada Sulli.

“Eo, Suzy-yya?” Sulli melihat ke arah Suzy.

“Kajja! Kau harus memiliki pasangan juga!” kata Suzy.

“B-bagaimana denganmu?” Sulli ragu. Ia tidak tahu akan berdansa dengan siapa.

“Sudahlah. Aku mengenal banyak orang disini,” Suzy mengajak Sulli berjalan ke arah Sehun. Ke arah yang berlawanan dengan Kai yang sedang berjalan menuju Krystal.

Ketika Suzy dan Sulli berjalan cepat ke arah yang berlawanan dengannya, Kai terus melihat ke arah mereka. Bahkan sampai mereka berpapasan. Sungguh ia ingin berdansa dengan seseorang yang membuatnya nyaman.

Begitu sampai, Kai tersenyum kepada Krystal dan langsung menggaet tangan Krystal untuk berdansa. Setelah Krystal siap dengan gaun panjangnya yang agak membuatnya risih itu –karena dia belum pernah mengenakan gaun- Kai membawanya ke tengah aula untuk berdansa mengikuti alur indah lagu yang sedang dilantunkan J-Rabbit, Greetings.

“Aku sungguh tidak tahu shipper kita banyak disini,” kata Krystal sambil berdansa dengan Kai.

Kai tertawa kecil. Tawaan yang dipaksakan, “Aku juga tidak tahu.”

Krystal tersenyum, “Kau sungguh tampan malam ini,” katanya.

Wajah Kai memerah. Ia malu walaupun yang mengucapkan kata-kata itu adalah Krystal, “Gomawo. Kau juga sangat menakjubkan.”

“Menakjubkan saja?”

“Eo? Memangnya apalagi?”

“Yeppo?”

“Oh..,” Kai memaksa untuk tertawa lagi, “Kau cantik setiap waktu.”

“Jeongmal?” Krystal tampak senang mendengar Kai berkata seperti itu.

“Eo, itu benar. Kau lebih cantik ketika sedang berdiri dan tampil di panggung,” kata Kai. Bukan Krystal yang ia maksud. Ciri-ciri itu lebih kepada Sulli.

“Gomawo,” Krystal tertawa kecil.

“Cheonmanhae,” kata Kai.

Mereka berdansa tanpa memperhatikan sekeliling mereka. Seperti pangeran dan putri yang sedang berdansa di tengah-tengah lobi pesta kerajaan dan semua yang hadir menonton mereka berdua.

Keduanya tampak sangat sempurna malam ini. Kai yang tampan dengan setelan jas hitamnya dan Krystal dengan gaun panjang merah muda. Apalagi, mereka berdansa dengan luwes tanpa melepaskan kontak mata sedetik pun. Seperti tatapan penuh cinta. Namun sebenarnya tatapan itu hanya sepihak saja. Kai hanya menganggap Krystal teman dansanya saja. Sementara Krystal menganggapnya lebih dari teman dansa.

“Sehun-a!” Suzy berseru riang kepada Sehun.

“Eo?” Sehun tersenyum kepada Suzy, “Kau cantik sekali dari dekat. Membuat mataku sedikit pedih. Menyilaukan!”

Suzy tertawa, “Kau bilang aku menyilaukan? Apalagi teman dansamu,” katanya sambil mendorong Sulli pelan ke arah Sehun.

“Suzy-yya,” Sulli kikuk, “Bagaimana bisa Sehun jadi pasanganku? Katamu dia pasangan dansa—“

“Kalian berdua tampak serasi,” kata Suzy, “Apakah kalian janjian untuk mengenakan setelan abu-abu?”

Sehun dan Sulli bertukar pandang. Mereka baru sadar jika keduanya sama-sama mengenakan abu-abu.

“Iya ‘kan? Cepat sana berdansa,” kata Suzy sambil meraih tangan Sehun dan Sulli. Ia pun membuat tangan Sehun menggenggam tangan Sulli. Kemudian ia melepaskannya, “HunLi, Ppali!”

Sekali lagi Sehun dan Sulli hanya bisa bertukar pandang. Sehun pun mengangguk, “Baiklah. Kita harus mengalahkan KaiStal bukan?” tanyanya kepada Sulli.

Sulli melirik KaiStal yang sedang berada di tengah aula, asyik berdansa dan berbincang-bincang, “Itu ide yang licik. Tapi aku sedikit menyukainya,” katanya sambil tersenyum ke arah Sehun.

Suzy tersenyum puas. Akhirnya ia bisa mengobati perasaan Sulli. Ia masih belum tahu kabar berakhirnya hubungan Kai dan Sulli. Sehun dan Sulli pun menyusul Kai dan Krystal di tengah aula. J-Rabbit pun mengakhiri lagu Greetings-nya dan mulai menyanyikan The Hope In My Life, lagu terbarunya.

Kai melirik ke arah Sulli. Begitu juga Krystal. Tatapan Krystal seperti berkata ‘Aku menang’ kepada Sulli. Sulli tahu itu, namun ia membalasnya dengan senyuman polosnya. Sehun juga melakukan hal yang sama kepada Kai.

“Jika ada KaiStal couple, disini ada HunLi couple,” kata Sehun kepada Kai dan Krystal.

Kai tertawa, “Dari kapan kau membuat nama couple-mu dengan Sulli?”

“Suzy yang membuatnya tadi.”

Kai berhenti tertawa begitu mendengar nama Suzy, “Kudengar kau jadi pasangan dansa Suzy. Tapi kenapa kau tidak berdansa dengannya?”

“Ia menyuruh kami untuk berdansa,” kata Sehun lagi, “Aku tidak tahu maksudnya apa. Katanya kami cocok karena sama-sama mengenakan setelah abu-abu.”

Krystal memperhatikan pakaian Sehun dan Sulli, “Iya sangat cocok. Seperti couple sungguhan.”

Sulli tertawa kecil, “Gomawo. Kalian berdua juga terlihat cocok,” katanya.

“Gomawo,” kata Krystal pendek.

…..

Im Jae Bum juga asyik berbincang dengan Minzy di ujung aula. Ia berhasil membuat Suzy yang sedari tadi menempel dengan Minzy pergi. Karena ia ingin mengajak Minzy berdansa tanpa ada gangguan Suzy yang dari tadi terus tidak mendapatkan pasangan dansa. So Hyun sudah mendapatkan pasangannya baru saja. Hanya Suzy yang tersisa. Banyak anak laki-laki di ujung ruangan ini, namun Suzy tidak mau berdansa dengan salah satu dari mereka.

“Kau tidak menemukan pasanganmu?” tanya seseorang di belakang Suzy. Suzy pun menoleh.

“Eo?” Suzy terkejut karena yang tadi bertanya ke arahnya adalah Kai, “Kai-yya?”

Kai tertawa kecil melihat reaksi Suzy.

“Kau meninggalkan Krystal?” tanya Suzy kepada Kai.

“Kau tidak tahu siapa yang menyanyikan lagu ini?” tanya Kai sambil menunjuk ke arah panggung.

Suzy melihat ke arah panggung, dan ia melihat Krystal sedang berdiri menyanyikan lagu IU yang berjudul I Really Hate Her. Pantas saja ini tidak seperti suara IU, “Kukira IU yang menyanyikannya.”

“Kau mau melakukan apa?” tanya Kai.

“Molla,” Suzy mendengus.

“Mau berdansa?”

Suzy menatap Kai, “Aku tidak bisa berdansa.”

“Kalau begitu injak saja kakiku. Aku akan menuntunmu untuk berdansa.”

“Itu akan menyakitkan dan membosankan untukmu,” kata Suzy, tidak melepas tatapan datarnya kepada Kai.

“Kalau begitu aku suruh salah satu dari mereka berdansa denganmu. Bagaimana?” kata Kai sambil menunjuk gerombolan anak laki-laki di ujung ruangan.

“Shirreo!” Suzy sontak menolak.

Kai mendengus dan kemudian menarik tangan Suzy, “Kajja!” Ia menuntun Suzy untuk berdansa.

“Mwo?” Suzy mengikuti Kai yang menarik lengannya ke tengah-tengah aula.

“Hanya lakukan apa yang aku perintahkan,” kata Kai sambil menggenggam tangan kiri Suzy dan mengangkatnya ke atas, agak tinggi dari bahunya sendiri.

“Aku benar-benar tidak bisa berdansa—“ Suzy agak gugup ketika Kai melingkarkan tangan kiri ke pinggulnya. Ia benar-benar tidak tahu bagaimana cara berdansa.

Kai tersenyum nakal kepada Suzy begitu ia berhasil menarik tubuh Suzy untuk lebih dekat dengannya, “Letakkan tangan kananmu di bahuku.”

Suzy pun dengan ragu-ragu meletakkan tangan kanannya di bahu kiri Kai. Ia tiba-tiba haus begitu menghirup aroma khas dari Kai.

“La-lalu bagaimana?” tanya Suzy, “Apa sedekat ini kita berdansa?”

Mendengar pernyataan Suzy, Kai tertawa kecil, “Kalau aku ke kanan, kau ke kiri. Aku ke kiri, kau ke kanan.”

“Eo? Semudah itu?” Suzy takjub karena beberapa detik selanjutnya, ia sudah bisa mengimbangi ritme dari Kai. Sesuai dengan lagu yang dinyanyikan Krystal.

“Kenapa Krystal menyanyikan lagu ini?” kata seorang murid perempuan yang kemudian menarik perhatian murid-murid yang lainnya, “Apa karena Kai berhenti berdansa dengannya?”

Suzy mendengar perkataan murid tersebut. Ia menatap Kai heran, “Oh ya. Kenapa kau berhenti berdansa dengan Krystal?” bisiknya.

“Geunyang..,” Kai malas menjawab pertanyaan Suzy dengan volume biasa.

Murid-murid yang lainnya pun mulai memperhatikan Kai dan Suzy yang tengah berdansa. Sementara sebagian murid yang membawa kamera, merekam momen Krystal yang sedang menyanyikan lagu I Really Hate Her dengan penuh penjiwaan.

“Geu ae jjam silhdda~” Krystal menyanyikan bagian ini dengan penuh penekanan. Ia pun meneteskan air matanya sambil menatap Kai dan Suzy dari atas panggung.

Murid-murid yang menyaksikan Krystal pun jadi simpatik. Mereka pun langsung menafsirkan jika Krystal sangat membenci wanita yang sedang bersama dengan Kai. Yaitu Suzy. Perhatikan mereka pun beralih ke arah Suzy yang tampak panik dan tidak biasa dengan tatapan sinis dari orang-orang di sekitarnya.

“Apa Krystal—“ Suzy memperlambat ritmenya. Ia juga agak menjauh dari Kai.

“Bagaimana bisa begitu Kai dan Krystal selesai berdansa, Suzy merayu Kai untuk berdansa dengannya?” hasut seorang gadis dengan volume yang lumayan besar.

“Kim Jong In—“

Krystal menggunakan microphone-nya untuk memanggil Kai. Kai pun menoleh dan berhenti berdansa dengan Suzy.

“Aku—tidak mengerti kenapa aku bisa meneteskan air mata begitu melihatmu dengan asistenmu itu. Padahal dia hanya asisten,” kata Krystal. Membuat Suzy melongo.

“Bagaimana bisa dia—“ gumam Suzy. Ia memendam amarahnya. Mengapa bisa Krystal menyebutnya dengan ‘asistenmu itu’? Bukannya Krystal dan dia itu dekat?

“MUNGKIN KAU MENCINTAINYA!” teriak salah satu siswa dari ujung ruangan.

Krystal tersenyum, “Benar. Mungkin aku mencintaimu, Jong In-a.”

Semua orang menoleh ke arah Kai sambil melongo. Mereka tidak percaya Krystal menyatakan cintanya kepada Kai di hadapan orang banyak. Sungguh aksi yang benar-benar membuat orang takjub.

Kai menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya sebentar. Ia juga tidak percaya, namun ia tahu Krystal akan melakukan ini karena ia dan Krystal adalah kekasih sewaktu trainee.

“Apakah kita akan berpacaran secara diam-diam?” tanya Krystal.

“Bukankah itu terdengar menyenangkan?” Kai balik tanya.

Krystal melemparkan senyumannya yang selalu membuat Kai terpesona kepadanya, “Sepertinya menyenangkan..”

Kai mengangkat kepalanya dan melirik sebentar ke arah Suzy.

“Kenapa aku melakukan ini?” Krystal bertanya kepada Kai, “Menurutmu kenapa?”

“Waeyo??” semua murid di aula menyahut.

“Aku benar-benar ingin kembali ke sisimu,” kata Krystal tulus, “Kau masih ingat janjimu saat kita masih dalam masa training?”

“Kita tidak akan berpisah, ‘kan?” tanya Krystal.

“Berpisah sebentar saja, Soo Jung-a,” kata Kai.

“Wae?”

“Demi debutmu. Aku ingin kau dan grup-mu fokus debut dan tidak mengundang banyak anti nantinya,” kata Kai.

“Apa kita akan kembali lagi?”

“Ya, setelah kita berdua debut.”

 

“Setelah kita berdua debut,” kata Krystal, “Kau berjanji untuk bersatu lagi.”

Suzy mendongak untuk melihat ekspresi Kai. Jadi tidak hanya Sulli, tapi Krystal juga pernah dengannya?

“Kau malah bersama Sulli saat itu!” bentak Krystal yang otomatis membuat semua orang menatap sinis Sulli yang sedang berdiri bersebelahan dengan Sehun.

Sehun menoleh ke arah Sulli yang tampak khawatir dengan situasi ini.

“Kau terus bersikap seolah-olah kau tidak mengenalku lebih lama,” kata Krystal lagi, “Sekarang katakan padaku.”

Kai menatap Krystal. Begitu juga Krystal. Kai sudah menebak-nebak apa yang akan Krystal katakan selanjutnya.

“Apa kau mencintaiku?” tanya Krystal.

Mata setiap orang kini tertuju kepada Kai. Tidak terkecuali, Suzy yang berdiri di sebelahnya. Entah bagaimana, Kai kini meraih pergelangan tangan Suzy. Suzy tidak mengerti apa yang akan dilakukan Kai padanya selanjutnya.

“EO! Aku mencintaimu,” seru Kai sambil menarik tangan Suzy agar Suzy berdiri di hadapannya, “Aku mencintaimu, Suzy-yya..”

Setiap gadis yang melihat Kai mendekatkan wajahnya ke wajah Suzy kini menjerit. Namun, hanya Krystal yang berdiri mematung di atas panggung.

Kedua tangan Kai memegangi wajah Suzy. Dan kemudian, ia mencium bibir Suzy. Suzy sendiri kagok, dan hanya bisa mengikuti apa yang dilakukan Kai. Dia tidak bisa menghindar, karena kakinya pun terasa sangat kaku begitu bibir Kai dan bibirnya menyatu. Matanya melotot tidak percaya mendapatkan ciuman kedua dari Kai.

“A-apa?” Suzy juga ikut yadong begitu melihat Kai yang topless dari dekat.

Dengan sigap, Kai mengambil posisi di atas Suzy. Tangan Suzy menahan lengan Kai.

“Ap-apa yang mau kau-kau lakukan?” Suzy tidak bisa menatap Kai.

Kai memperhatikan dengan baik wajah Suzy. Matanya tertanam di bibir merah Suzy yang pecah-pecah, “Bibirmu pecah-pecah,” katanya, sedikit mendesah. Akibatnya, Suzy sekarang benar-benar yadong.

Pelan-pelan, Kai mendekatkan wajahnya ke wajah Suzy dan mulai meletakkan bibirnya di atas bibir Suzy. Ia menciumi Suzy, sementara Suzy masih belum percaya dengan apa yang Kai sedang lakukan kepadanya.

Baru sadar ia sudah terlena dengan Kai, ia mendorong tubuh Kai dan menyalakan saklar dengan tergesa-gesa. Kai juga baru sadar bahwa dia sudah melakukan sebuah kesalahan besar. Untung saja dia tidak melakukannya begitu jauh.

Suzy mengatur nafasnya sambil duduk di atas kasur. Begitu pula Kai. Mereka berhadap-hadapan. Hening. Hanya suara nafas mereka yang terdengar.

“Aku akan tidur di sofa,” ujar Suzy dengan suaranya yang agak serak sembari mengambil guling dan selimutnya keluar kamar.

Sementara Suzy flashback, Kai belum melepaskan ciumannya juga. Semua orang pun memanfaatkan momen ini untuk dijadikan berita hangat esok hari. Namun Kai tidak peduli, karena yang ia lakukan menurutnya sudah benar. Ia sudah menyatakan perasaannya yang sebenarnya kepada Suzy.

“Kau merebut ciuman pertamaku. Dan ciuman kedua juga?”

“Sungguh ini juga ciuman keduaku. Dalam seumur hidupku, aku belum pernah menyium seorang yeoja selain kau, Baesuz.”

“Apa kau benar-benar mencintaiku? Atau kau hanya akting di depan semuanya?”

“Menurutmu?”

“Kau ber-akting.”

“Apa kau membaca 1001 fakta Kai EXO?”

“Iya, aku membacanya.”

“Apa kau membaca kalimat bahwa aku tidak bisa ber-akting?”

“Sepertinya aku sudah tahu jawabannya..”

Advertisements

4 comments

  1. rifqa0390 · September 8, 2015

    Belum ending kan???
    Soalnya nanggung abiz…
    Gimana kisah suzy,kai trz perasaan sulli n sikap krystal mendatang trz sehun…
    Ya ampun…
    Masih sangat2 penasaran…

  2. ayu candra · September 9, 2015

    Waduhhh jd rumit gini. Astagaaa kacau. Gmna lanjutannya. Kai gmna coba ngejanjiin balik ama krys malah pacaran ama sulli sekrang ngapain coba ama suzy. Astagaaa

  3. Athena BaeZy · September 9, 2015

    Wah seneng banget kai nyatain cintanya ke suzy di depan umum, hohoow
    fighting ne thor:)

  4. Kai Suzy · September 11, 2015

    ahh ga suka karakter krystal di part ini 😦 , tpi gpp kan kai udh nyatain perasaan nya ke zyeonn, di depan umum lagi wahhhh, oh iya chingu next mya jgn lama-lama ya aku penasaran sm kelanjutan nya, fighting!!! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s