[PART 10/END] Exotic Love, Exotic Girl!

Untitled_副本

Title : EXOtic Love, EXOtic Girl ! *마지막 부분*

Cast : Kai, Suzy, Krystal, Sulli, Sehun, Minzy, JB

Rating : PG-16

Genre : Romance, Comedy

“Annyeonghaseyo..,” sapa Suzy dengan sopannya kepada Nyonya Kim, ibu kandung Kai.

“Annyeonghaseyo,” Nyonya Kim menyambut Suzy dengan ramah, “Apa kau gadis yang membuat Kai tergila-gila sampai menciummu di depan umum?”

“Eomma,” Kai melihat senyum nakal di wajah ibunya.

“Ah.. itu—“ Suzy bingung.

“Eomma! Noona kemana?” Kai mengalihkan pembicaraan.

“Dia menginap di tempat temannya. Untung sekali kau membawa yeojachingumu kesini! Aku kesepian sekali!” kata Nyonya Kim girang.

“Jadi, Suzy bisa tidur di kamar Eomma?” tanya Kai.

“Kenapa harus tidur denganku? Kau yang tidur denganku!” Nyonya Kim menunjuk-nunjuk Kai.

“Aku tidak mau tidur denganmu!”

“Kalau begitu kalian tidur bersama saja!” seru Nyonya Kim. Membuat Suzy terperangah. Ternyata buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

“Eommonim—“ rengek Suzy.

“Baiklah,” Kai menarik lengan Suzy, “Aku akan membawanya ke kamar mandi. Dia agak sedikit kucel ‘kan?”

“Setelah mandi dia akan jadi cantik sekali. Dia calon menantuku!” kata Nyonya Kim kepada Kai yang sudah menggeret Suzy sampai kamarnya, “Aku akan membawakan pakaian Noona-mu kesana. Aishh.. aku sudah punya calon menantu perempuan!”

Kai tertawa kecil sembari menutup pintu kamarnya setelah Suzy masuk juga, “Ne, Eomma!”

BRAK! Pintu kamar tertutup agak keras, “Apa kau selalu menutup pintu seperti itu?” tanya Suzy kepada Kai.

“Mandilah saja dulu! Nanti Eomma akan membawakan pakaian ganti,” kata Kai sambil mendorong Suzy ke kamar mandi.

“Jjakkaman!” Suzy berhenti di ambang pintu kamar mandi. Kai pun menoleh ke arahnya.

“Wae?” tanya Kai.

“Aku butuh sesuatu—itu—“

“Mwo?”

“Apa akan baik-baik saja jika aku mengatakannya?” gumam Suzy.

……..

“Ini,” Kai menyerahkan pembalut kepada Suzy. Dan Suzy pun menerimanya dengan kasar. Bagaimana bisa Kai tidak punya sopan santun disaat-saat seperti ini, “Kalau butuh lagi kakak perempuanku meninggalkan banyak seperti itu di kamar.”

“Bagaimana bisa kau memberikannya kepadaku dengan cara yang tidak sopan seperti tadi?” omel Suzy sambil menutup pintu kamar mandi.

Beberapa menit kemudian Suzy keluar kamar mandi dan langsung melihat pemandangan yang—yah, Kai melepas kaus lengan pendeknya di hadapan Suzy. Dengan ragu-ragu, Suzy melangkah ke arah ranjang yang berada di dekat Kai.

“Apa kau selalu melepas kaus-mu ketika akan tidur?” tanya Suzy tanpa sedikitpun melihat ke arah Kai.

Kai meletakkan kausnya di punggung kursi meja komputernya, “Kau tidur disitu,” kata Kai sambil menunjuk ranjang yang diduduki Suzy. Kemudian ia berjalan gontai ke sofa panjang yang ada di kamarnya.

Suzy menatap punggung Kai, “Serius?”

Kai langsung merebahkan tubuhnya ke sofa, “Oh ya! Lemparkan aku guling!”

“Aku tidak bisa tidur tanpa guling—“ rengek Suzy.

Mendengar rengekan Suzy, Kai menatap Suzy tajam, “YYA! Sudah sangat beruntung kau ku perbolehkan tidur disana! Kau bisa memeluk bantal kalau begitu!”

Suzy mendengus kemudian melemparkan guling kepada Kai dengan lemparannya yang lumayan bagus. Kai pun mengangkapnya dengan bagus juga. Beberapa detik kemudian, Kai memutar balik tubuhnya ke punggung sofa, memunggungi Suzy yang tidur menghadap ke arahnya.

“Kai Oppa!” panggil Suzy, “Maksudku Kai saja!”

Kai tertawa kecil, “Hmm?”

Suzy tahu Kai menertawakannya. Iya, dia selalu saja keceplosan memanggil seseorang dengan sebutan Eonni atau Oppa. Padahal dia tahu sebelumnya orang itu seumuran dengannya bahkan lebih muda darinya. Ia berdeham, “Gomawo.”

It’S Me by Sunny and Luna

“MWO?” Kai tidak dengar Suzy mengatakan apa karena Suzy mengatakannya dengan sangat lirih. Ia menoleh ke arah Suzy, “Apa yang kau katakan?”

“Gomawo,” ucap Suzy sekali lagi dengan volume yang lumayan keras, “Kau benar-benar seorang idola yang baik.”

Kai tersenyum kemudian ia kembali memejamkan matanya, mencoba untuk tidur di sofa untuk pertama kalinya.

___

Entah kenapa rasanya Sehun khawatir dengan Sulli yang terus-terusan berada di dalam ruangan Tuan Lee. Segera lah Sehun yang sedari tadi bermain di front desk SM Building naik ke lantai atas, ke ruangan Tuan Lee dengan menggunakan lift.

“Apa yang ia lakukan begitu lama disana?” gumam Sehun sambil memperhatikan pintu lift yang otomatis terbuka begitu ia menekan tombolnya.

Sulli muncul begitu lift terbuka. Ia melihat Sehun berdiri di luar sana. Kemudian ia menundukkan kepalanya kembali, seperti apa yang tadi ia lakukan begitu keluar dari kantor Tuan Lee. Ia berjalan keluar lift.

“Sulli-yya, apa yang kau lakukan disana? Kenapa begitu lama?” tanya Sehun begitu Sulli beralih ke sisi kanannya.

“Aku merayu Tuan Lee dengan aegyo-ku,” kata Sulli.

Sehun ingin tertawa. Tapi ia menahannya karena melihat wajah Sulli yang kusut. Dalam hatinya ia membatin, bagaimana bisa merayu seorang petinggi hanya dengan aegyo?

“Agaknya aku tahu apa jawaban Tuan Lee.”

Sulli menoleh ke arah Sehun, “Apa yang kau pikirkan sekarang?”

“Kalau aku benar, kau mau berikan aku hadiah apa?” tanya Sehun.

“Akan kutraktir makan siang dan pagi besok,” Sulli menimbang-nimbang dengan wajah kusutnya. Pasti Sehun menjawabnya dengan benar setelah melihat wajahnya yang kusut ini.

“Oke. Kalau aku salah?” tanya Sehun lagi.

Sulli tersenyum, “Memelukmu dan memberikanmu ppoppo?”

Sehun sedikit kaget mendengar jawaban Sulli, “Aku yakin aku tidak akan salah.”

“Apa jawabannya?” Sulli balik tanya.

“Kau berhasil. Iya ‘kan?” pikiran Sehun berubah karena melihat Sulli yang tiba-tiba cerah seperti ini.

Sulli terdiam. Pikirannya kosong seketika, “Eo?”

“Wae? Benar ‘kan?” Sehun ragu-ragu.

“Jawabannya salah. Mana mungkin aku bisa merayu Tuan Lee dengan aegyo-ku? Apa kau sedikit tidak waras?” Sulli menatap Sehun tidak percaya, “Bagaimana bisa kau menjawab bahwa aku berhasil?”

“Jadi kau tidak berhasil?”

“Eo.”

“Jadi apa kau mau memelukku dan memberikanku ppoppo? Disini?” Sehun mengelus pipinya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana Sulli mencium pipinya dan juga memeluknya.

“Itu janjiku. Aku harus menepatinya,” kata Sulli sambil meraih lengan Sehun.

“Tunggu!” Sehun menepis lengan Sulli dengan lembut, “Apa kau menyukaiku? Kau mau memelukku dan menciumku?”

Sulli mendengus, “Apa kau tidak mau menerima hukuman setelah kau salah menebak?”

Kini Sehun yang mendengus. Tubuhnya jadi kaku segera, “Baiklah. Hanya sekejap.”

Sambil berjalan beberapa langkah mendekati Sehun, Sulli mendecakkan lidah dan memeluk Sehun sekejap. Kemudian ia juga mengecup pipi Sehun sekilas, “PPOPPO!”

Setelah memberikan Sehun hukuman, Sulli mundur beberapa langkah. Kemudian berangsur pergi, “Aku ke dorm dulu. BYE!”

“Tunggu,” Sehun meraih lengan Sulli.

Sulli menoleh, “Wae?”

“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Apa kau menyukaiku?”

Sulli tersenyum dan kemudian menepuk-nepuk bahu Sehun, “Aku sunbae-mu. Jadi berhati-hatilah dengan sunbaemu, maknae hoobae!”

“Jadi?”

“Di dalam hatiku—hanya ada Kim Jong In. Tapi aku tidak tahu siapa yang akan mengisi hatiku nantinya, setelah aku mendengar Jong In dan Suzy berpacaran,” kata Sulli, “Aku harus segera tidur. Aku harus melakukan latihan besok pagi untuk comeback!”

Sementara Sulli berlari meninggalkan SM Building, Sehun memegangi dadanya yang sebelah kiri sambil mengatur nafasnya, “Kenapa aku bisa jadi gugup karena dipeluk dan diberi ppoppo oleh sunbae-ku sendiri?” gumamnya.

___

Dua jam berlalu. Suzy masih belum bisa tidur karena tidak ada yang bisa ia peluk. Ia sudah mencoba untuk memeluk bantal. Tapi lehernya pegal karena tidak memakai bantal. Ia jadi susah tidur. Padahal besok pagi, ia harus membantu Nyonya Kim dalam mengerjakan pekerjaan rumah yang tidak mungkin dilakukan kakak perempuan Kai yang baru saja pulang menginap.

“Assh..,” Suzy mengambil posisi duduk dan menatap punggung Kai dari kejauhan. Kemudian ia bangkit dari kasur kesayangan Kai dan mulai berjalan ke arah Kai.

Dengan ragu-ragu, Suzy mencoba membangunkan Kai dengan metode berbisik, “Kai-yya!”

Kai tidak bergerak sama sekai. Kemudian Suzy mencoba metode selanjutnya. Metode menggoyangkan lengan, “Kai-yya! Kai!”

Akhirnya, Kai bangun. Ia membuka matanya perlahan dan menoleh ke belakang. Didapatinya Bae Suzy menatapnya memelas, “Wae?”

“Aku tidak bisa tidur..,” kata Suzy.

Kai mendengus dan mengambil posisi duduk di sofa, “Lalu aku harus apa?”

“Biar aku yang tidur di sofa dengan guling, dan kau yang tidur di kasur tanpa guling. Bagaimana?” tawar Suzy. Ia tersenyum kepada Kai begitu manisnya, sehingga Kai membalas senyumannya.

“Sudah kubilang aku tidak bisa tidur tanpa guling,” kata Kai sambil berjalan membawa gulingnya, menuju kasur. Suzy pun mengikutinya.

“Aku juga tidak bisa tidur tanpa memeluk sesuatu!” Suzy mengikuti Kai yang mulai berbaring di kasur dengan guling di pelukan Kai sendiri, “Rasanya sangat menakutkan—“

Kai menoleh ke arah Suzy, “Kalau takut, kau tidur disini saja.”

“Eoddi?” Suzy menaikkan nada bicaranya.

“Disini, di ranjang ini!” Kai menggebuk-gebuk kasur di bawah tubuhnya.

“Mwo? Aku bahkan belum pernah tidur bersama ayahku. Kenapa aku harus tidur bersama seorang pria untuk pertama kalinya dan pria itu adalah idolaku sendiri?”

Kai menatap Suzy dan dengan gerakannya yang super cepat, ia menarik lengan Suzy ke arahnya. Ia mendapatkan Suzy dalam pelukannya sekarang. Sebesar apapun tenaga Suzy yang digunakan untuk melawan Kai, tetap saja tenaga Kai lebih besar. Suzy pun mengalah. Ia mendongak melihat wajah Kai yang sepertinya gugup, sama sepertinya sekarang.

“Kai,” panggil Suzy. Suaranya hampir tidak terdengar, “Jangan bilang kau akan tidur dengan posisi seperti ini?”

“Ingat, kau ini lucky fan-ku. Fan yang benar-benar beruntung bisa tidur denganku dalam satu ranjang,” kata Kai sambil menarik Suzy lebih dalam ke pelukannya, “Kalau kita dalam posisi seperti ini, kita berdua sama-sama bisa tidur.”

“Bagaimana bisa?” gumam Suzy dalam pelukan Kai. Wajahnya sangat dekat dengan dada dan leher Kai.

“Kita saling memeluk seperti ini—rasanya sangat nyaman,” kata Kai sambil memejamkan matanya.

“Kai-yya!” panggil Suzy lagi.

“Hmm?”

“Sebaiknya kau pakai kembali kausmu. Aku tidak bisa tidur sementara jantungku terus berdegup dengan volume yang tidak normal seperti ini—“

Kai membuka matanya dan ia membenarkan perkataan Suzy.

“Aku bahkan bisa mendengar degup jantungmu juga disini,” kata Suzy sambil berusaha mendongak melihat wajah Kai seperti apa.

Kai pun sadar, ia juga bisa mendengar degup jantungnya sendiri. Dengan segera ia melepaskan Suzy dari pelukannya dan mengambil posisi duduk untuk mengatur nafasnya. Suzy yang setengah takut, Kai akan yadong lagi- pun mengambil posisi duduk juga seperti Kai. Ia mengambil kaus Kai yang tidak jauh darinya dan memberikannya kepada Kai.

Kai menoleh dan menatap kausnya yang berada di tangan Suzy. Kemudian ia berganti menatap Suzy.

“Pakai! Aku tidak mau ada yadong kedua,” kata Suzy.

“Yadong kedua?” gumam Kai, “Aku selalu yadong di malam hari—“

“MWO?!” Suzy menelan ludahnya, “Sebaiknya aku tidur di sofa saja—“ ujarnya sambil meraih guling dan berjalan cepat ke arah sofa di kamar itu.

Kai tertawa kecil melihat Suzy yang sudah siap-siap tidur di sofa. Bergegas ia memakai kausnya karena mungkin Suzy akan takut melihatnya yadong dalam keadaan topless. Ia sendiri juga takut jika benar-benar yadong malam ini, akan melakukan yang tidak-tidak terhadap Suzy. Ia menggeleng cepat berharap itu tidak terjadi karena Suzy sekarang gadis yang sangat ia sukai. Jadi tidak mungkin baginya untuk melukainya dan mempermainkannya.

“Aku bercanda,” kata Kai yang sudah mengenakan kausnya dan tiduran memunggungi Suzy yang ada di sofa.

Suzy menoleh ke belakang, “Eo?”

Kai mendengus, “Apa kau berniat untuk selalu takut dan menghindariku ketika aku yadong?”

Suzy kembali menghadap ke punggung sofa dan mempererat pelukannya terhadap guling, “Aku takut.”

“Wae?” tanya Kai.

“Kau sudah menciumku dua kali. Aku takut kau merasa ingin mendapatkan lebih dan melakukan yang—“

“Aku tidak mungkin melakukannya terhadapmu,” potong Kai.

Suzy terhenyak. Suara Kai yang berat dan empuk itu tiba-tiba membuatnya nervous, “Karena kau tidak menyukaiku?”

“Justru karena aku menyukaimu,” jawab Kai sambil memejamkan mata.

Kau menyukaiku? Batin Suzy tidak percaya, “Menyukaiku sebagai fan?”

“Bukan.”

“Sebagai asistenmu?”

“Kau sudah jadi mantan asisten EXO.”

“Sebagai teman?”

“Apa kau temanku?”

Suzy menoleh ke belakang dengan kesal, “Aku ingin jadi temanmu!”

“Tapi aku ingin kau jadi yeojachingu-ku,” Kai tertawa, “Eoddohke?”

Suzy menahan nafasnya, “Yeoja—chingu?”

Kai tersenyum tipis. Ia bisa membayangkan bagaimana wajah Suzy saat ini.

“Tapi aku ingin melihatmu dengan Krystal,” ujar Suzy dengan volume pelan, “Eoddohke?”

Kai berhenti tersenyum dan membuka matanya dengan segera. Ia menoleh ke belakang, dan Suzy pun menatapnya. Namun ia tetap diam.

“Di lain sisi—aku juga ingin bersamamu,” kata Suzy.

“Aku ingin bersamamu,” kata Kai sembari menatap Suzy serius, “Aku mencintaimu.”

“Aku fan-mu.”

“Aku tidak ingin kau jadi fan-ku. Jadilah yeojachinguku.”

“Krystal-lah yeojachingumu yang sebenarnya. Dia sedang menunggumu,” kata Suzy sambil kembali ke posisi sebelumnya, yaitu menghadap ke punggung sofa. Ia tahu Kai masih melihat ke arahnya dengan posisi yang sama, “Aku—hanya seorang fan-mu. Lucky fan saja.”

Author POV end

Suzy POV

“Di lain sisi—aku juga ingin bersamamu,” kataku.

“Aku ingin bersamamu,” kata Kai sembari menatapku serius, “Aku mencintaimu.”

“Aku fan-mu.”

“Aku tidak ingin kau jadi fan-ku. Jadilah yeojachinguku.”

“Krystal-lah yeojachingumu yang sebenarnya. Dia sedang menunggumu,” kataku sambil kembali ke posisi sebelumnya, yaitu menghadap ke punggung sofa. Aku tahu Kai masih melihat ke arahku dengan posisi yang sama, “Aku—hanya seorang fan-mu. Lucky fan saja.”

Aku menutup kedua mataku yang sudah mulai panas ini. Kemudian aku juga semakin erat memeluk gulingku. Tenggorokkanku sakit dan nafasku tidak teratur. Dan beberapa detik kemudian aku bisa mendengar Kai mendengus dan mulai kembali ke posisi tiduran memunggungiku. Aku melirik ke belakang sebentar dan kembali menatap punggung sofa, dan menutup mataku.

“Terserah kau saja,” katanya setelah mendengus tadi.

Terserah? Apa kau menyerah kepadaku begitu saja? Tidak bisakah kau memaksaku sekali lagi? Aku benar-benar ingin memilikimu, sama seperti Krystal yang juga ingin memilikimu. Tapi sepertinya Krystal lebih pantas denganmu. Bukan aku. Aku hanya seorang fan-mu, seorang gadis yang benar-benar tergila-gila kepadamu sampai rasanya ingin mati. Kau adalah idola, sedangkan aku adalah fan.

Mataku berair, dan akhirnya aku menangis dengan keadaan diam. Aku berusaha untuk tidak menimbulkan suara apapun agar Kai tidak curiga. Namun, masih saja ada suara yang kutimbulkan karena aku menangis semenangis-nangisnya.

Suzy POV end

Setahun kemudian…..

Author POV

“Coba kau menatap kamera dengan tatapan sexy,” perintah si sutradara kepada Sehun yang sedari tadi belum bisa melakukannya. Ini gara-gara Sulli terus memperhatikannya di belakang sang sutradara. Ia jadi malu terhadap yeojachingu-nya itu.

Selain Sulli, Krystal juga datang untuk melihat pembuatan MV comeback EXO. Ia duduk di samping Kai yang sedang sibuk dengan penataan rambutnya. Ia agak tidak nyaman dan tidak percaya diri dengan rambutnya yang dikepang banyak ke belakang.

“Sudahlah—“ ucap Krystal sambil menatap wajah Kai di cermin, “Diapakan saja rambutmu, kau sudah tampan.”

Kai menoleh ke arah Krystal dan tersenyum tipis, “Aku harus melakukan yang terbaik demi fans-ku.”

Tiba-tiba saja Kai teringat Suzy. Sudah setahun ini, setelah menginap di rumahnya semalam dan paginya pergi tanpa pamit padanya, ia tidak melihat Suzy lagi.

“Ngomong-ngomong kau tahu dimana Suzy sekarang?” tanya Kai kepada Krystal.

Krystal menghindari tatapan Kai, “Entah sudah berapa kali kau menanyakannya dalam setahun ini.”

Kai menelan ludahnya sendiri, “Bukan itu maksudku. Aku—“

“Aku tidak tahu dia ada dimana,” ucap Krystal.

Kai memperhatikan air muka Krystal dari samping. Dia mengaku dia salah terus bertanya-tanya tentang Suzy kepada Krystal selama setahun ini. Seperti yang Suzy inginkan, dia dan Krystal sekarang menjalani hubungan yang sama dengan Sehun dan Sulli.

“Mianhae,” tutur Kai.

Krystal menoleh ke arah Kai, “Eo. Gwencana..”

“JONGIN!”

Kai menoleh ke sumber suara. Itu suara Yoon So Hee. Pasti Luhan sudah menyelesaikan kissing scene dengan Yoon So Hee. Sekarang gilirannya, “Eo, Noona!”

“Arrasseo,” jawab So Hee sembari membetulkan letak rambutnya yang agak berantakan. Sementara itu, Kai berjalan ke arahnya.

Melihat Kai mendekat, So Hee tersenyum manis kepadanya. Ia pun membalas senyuman manis So Hee. Gigi-gigi sejajar milik So Hee, dan juga wajah innosen itu—membuatnya kembali teringat kepada Bae Suzy yang menghilang.

 

“Tapi ngomong-ngomong Yoon So Hee akan melakukan scene apa saja saat di MV? Apakah ada kissing scene?” tanya Suzy tiba-tiba.

“Tentu saja ada kissing scene.”

“Siapa yang melakukannya?”

“Yoon So Hee..”

“Maksudku dengan siapa dia akan melakukan kissing scene?”

“Mungkin saja denganku atau dengan Sehun.”

“Sehun belum melakukan ciuman pertamanya bukan?”

“Eo. Bagaimana kau tahu?”

“Selain 1001 Fakta EXO-K Kai, aku juga baca yang versi Sehun.”

“So Hee-Noona,” Kai duduk di lantai berhadapan dengan So Hee.

“Eo?” So Hee masih tersenyum kepada Kai.

“Kau mengingatkanku kepada seseorang,” ucap Kai.

“Mengingatkanmu tentang siapa? Jung Soo Jung?” So Hee melirik ke arah Krystal yang menatap ke arahnya.

Kai tersenyum tipis, “Dia ciuman pertamaku. Pasti kau juga akan menerima ciuman pertama dariku ‘kan?”

So Hee melongo, “Siapa ciuman pertamamu? Apa dia mendapatkan ciuman pertama darimu juga?”

“Sama sepertimu, Noona.” Kai tertawa kecil melihat wajah So Hee yang super-innosen.

“Jadi—anggap saja aku ciuman pertamamu,” lagi-lagi So Hee tersenyum.

Kai mengacak-acak rambut So Hee gemas. Walaupun Yoon So Hee lebih tua darinya satu tahun, tetapi dia tetap hoobae-nya. Senyum polos milik So Hee membuatnya terlalu gemas dan geregetan sampai-sampai ia membuat si penata rambut mengomel.

“Kai-ssi. Aku sudah berulang kali menata rambutnya. Kenapa kau mengacak-acaknya?” omel si penata rambut sambil menata ulang rambut So Hee.

Kai dan So Hee saling menatap dan kemudian tertawa berbarengan, “Jeosonghamnida,” tuturnya segera.

“CAMERA!” seru si sutradara, “ROLLING! AC—TION!”

___

Suzy berada di kerumunan penonton di Mcountdown hari ini. Ia sudah menonton debut JJ Project dan comeback 2NE1 dengan Minzy sebagai personel baru. Sekarang gilirannya menonton comeback stage milik EXO. Lengkap dengan lightstick hijau dan kertas manila hijau yang bertuliskan “KAI, LONG TIME NO SEE!”. Ia sengaja menuliskannya karena dia sangat merindukan idolanya itu.

Ada apa dengan Minzy dan Jae Bum? Mereka keluar dari SM Entertainment berbarengan. Minzy bosan disana, dan akhirnya karena bakat dance-nya, ia pun direkrut YG Entertainment untuk debut bersama 2NE1 dengan single I Love You yang langsung meledak di pasaran.

Sementara itu, Jae Bum melarikan diri ke JYP Entertainment. Tadinya, ia berencana untuk bekerja jadi stylish 2PM semenjak ia tertarik dengan dunia fashion, sekaligus ia adalah fans dari 2PM. Eh—tidak tahunya ia malah dilatih dance dan rap disana. Petinggi JYP Entertainment, J.Y. Park pun juga memasukkannya dalam daftar drama JYP terbaru, Dream High 2. Tanpa ragu-ragu, Im Jae Bum menerima tawaran itu. Yah—walaupun rating drama itu sepanjang ditayangkan kurang memuaskan.

Comeback stage untuk EXO akhirnya dimulai. Dengan opening yang megah, EXO pun muncul di stage dengan dandanan mereka yang berbeda dari dandanan debut mereka. Kali ini mereka cenderung bad-boy style dengan single comeback mereka, WOLF.

……..

Setelah perfomance comeback, lampu-lampu sorot pun dimatikan. Namun, pandangan Kai masih tertanam di kerumunan fans. Ia mencari-cari sosok Bae Suzy.

Sehun menepuk pundak Kai, “Apa kau mencarinya?” bisiknya. Dia tahu microphone masih menyala.

Kai menatap Sehun dan kemudian jari telunjuknya mengetuk-ketuk microphone di dekat mulutnya. Masih menyala. Ia pun maju ke panggung lagi. Karena tindakan mengejutkannya itu, fans-pun berteriak histeris.

“Terima kasih sudah menonton comeback kami,” ucap Kai. Suaranya terdengar dari backstage, dan membuat petugas soundsystem kebingungan.

“Kai!” Suho memanggil Kai dengan suara yang lirih.

“Aku ingin mengatakan sesuatu kepada lucky fan-ku,” kata Kai lagi. Sekali lagi membuat fans berteriak histeris.

“Aish…! Mwoyya?” Baekhyun mengacak-acak rambutnya.

Suzy terus memperhatikan Kai di atas stage. Ia menurunkan lightstick dan kertas manila tulisan tangannya. Dan berkatnya melakukan itu, Kai curiga dan terus melihat ke arahnya yang kebetulan memakai topi hip hop warna-warni.

Kai sendiri juga melihat sosok perempuan aneh yang sangat familiar di matanya. Sosok perempuan yang adalah Suzy itu, membuatnya penasaran dengan tulisan yang baru saja Suzy turunkan, “Lama tidak bertemu setelah lulusan, Baesuz!”

Mendengar namanya disebut, Suzy terhenyak. Ia pun kabur dari lautan fans dengan diam-diam agar Kai tidak curiga. Dan betul saja, Kai tidak menyadari jika lucky-fan-nya sudah pergi.

“Aku tidak tahu kau dimana. Tapi aku yakin kau menonton comeback EXO saat ini. Disini. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu. Karena kau itu benar-benar gadis yang eksotik di mataku. Di kepalaku, di otakku. Dimanapun,” kata Kai.

Teriakan EXOTICs –nama fans EXO- pun menggema. Sementara Suzy sudah berhasil keluar dari kerumunan penonton live Mcountdown, mata Kai terus mencari-cari keberadaannya. Suzy tahu itu karena ia ingin melihat Kai untuk terakhir kalinya, karena setelah ini dia akan ke Amerika untuk menggapai mimpinya sebagai penyanyi seriosa. Sebenarnya Suzy ingin memberikan sebuah salam terakhir untuk Kai. Khusus untuk Kai. Namun, ia tahu Kai tidak ada waktu longgar akhir-akhir ini. Ia harus berangkat besok siang. Tidak ada waktu lagi. Dengan cepat ia meninggalkan gedung yang jadi tempat terakhir ia melihat Kai.

Dari kejauhan, Suzy bisa mendengar Kai mengatakan sesuatu dengan lembut di microphone.

“Bogoshippeo,” ucap Kai yang kemudian mundur beberapa langkah ke backstage.

Suzy menghentikan langkahnya, “Nado.”

Gimana endingnya? Agak gantung dan kurang memuaskan ya? Mian heheheh ini ff udah lama banget. Udah sekitar 2 tahun dan baru selesai di post sekarang wkwkwk. Oh iya, untuk sementara kayaknya blog ini hiatus dulu karena admin/author jbsung mau fokus buat UN /ceilah dan berhubung juga belum ada ff yang udah siap buat di post. Soalnya on writing semua hehehe. Thanks buat yang udah baca^^

Advertisements

3 comments

  1. rifqa0390 · September 12, 2015

    Ya ampun…
    Kirain ending’y bkalan kaizy….
    Tp apa yg terjadi???
    Oh tuhan,suzy bener2 berbesar hati…
    😟😟😟😟

  2. Athena BaeZy · September 12, 2015

    Ya tuhan, pingin kaizy bersatu, bikin sequel doong thor;)
    fighting nr:)

  3. Kai Suzy · September 18, 2015

    aku kira ending nya juga Kaizy, tpi ternyata tidak 😦 chingu! bikin sequel jebal? pengen deh Kaizy bersatu tpi nnti aja, kan harus fokus dulu ke UN nya, fighting buat UN nya ne! ditunggu juga sequel nya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s