[PART 9] Exotic Love, Exotic Girl!

Untitled_副本

Title : EXOtic Love, EXOtic Girl !

Cast : Kai, Suzy, Krystal, Sulli, Sehun, Minzy, JB

Rating : PG-16

Genre : Romance, Comedy

“BAGAIMANA INI BISA TERJADI!” Lee Soo Man membanting koran yang baru saja ia terima dari Im Jae Bum, “PANGGILKAN KAI!”

“Ne-“ Jae Bum benar-benar takut kali ini karena Tuan Lee marah besar. Seharusnya ia tidak  memperlihatkan koran yang berita utamanya adalah apa yang terjadi malam tadi. Tapi setidaknya ini lebih baik daripada tidak memberikannya.

Minzy yang baru saja keluar dari ruang latihannya melihat Im Jae Bum berlari keluar dari kantor Soo Man. Ia mengikuti Jae Bum, “Asisten Im!”

Jae Bum menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Minzy, “Wae?”

“Ada apa?” tanya Minzy begitu berdiri di hadapan Jae Bum.

“Kejadian tadi malam membuat Tuan Lee marah besar. Jadi aku harus memanggil Kai,” kata Jae Bum di tengah-tengah ia mengatur nafasnya.

“Kalau begitu kau ikut aku naik motor saja. Ppali!” Minzy menarik lengan Jae Bum keluar dari SM Building menuju ke area parkir.

____

Di tengah-tengah kegusaran di dorm, Minzy dan Jae Bum datang dengan helm di kedua kepala mereka. Wajah mereka begitu panik begitu menatap Kai.

“Wae? Tuan Lee?” Kai berusaha tenang.

“Eo. Aku akan mengantarmu dengan sepeda motor, jadi cepatlah. Sebelum Tuan Lee mengeluarkanmu dari SM Entertainment!” kata Jae Bum.

Minzy melepas helm-nya dan kemudian melemparkannya ke arah Kai yang berdiri tidak jauh darinya, “Dimana Suzy?” tanyanya kepada Kai.

Kai tidak berencana untuk menjawab pertanyaan Minzy. Ia mengenakan helm Minzy dengan hati-hati dan kemudian menghilang bersama Im Jae Bum, meninggalkan Minzy serta kegusaran di dorm EXO-K.

“Apa kau tidak tahu?” Chanyeol mendekati Minzy.

“Tentang apa?”

“Suzy baru saja dipecat. Tadi manajer kami kemari dan menghajarnya habis-habisan,” kata Chanyeol jujur.

“Mwo?” Minzy menyipitkan matanya, “Kenapa kalian tidak menghentikannya?”

“Karena dia adalah manajer kami—“ kata Suho yang tiba-tiba muncul dari belakang Chanyeol.

“Bukan hanya asisten yang harus menjaga kalian! Kalian juga harus menjaga Asisten Bae! Dia hanya seorang anak perempuan lugu yang harus dilindungi!” omel Minzy. Kemudian dia menoleh ke arah Suho, “Neo, ternyata benar-benar bukan malaikat pelindung! Apa-apaan aku masuk agensi yang memiliki artis sampah seperti kalian? Lebih baik aku dan Suzy keluar dari sini daripada jadi sampah seperti kalian!”

Chanyeol dan Suho saling pandang sementara Minzy keluar dorm membanting pintu utama.

Author POV end

Suzy POV

Aku dipecat. Sebenarnya aku tidak mau, dan tidak ingin pergi. Rasanya sakit ketika Tuan Lee membentakku dan menyuruhku keluar dari kantor SM segera karena aku hanya membuat EXO turun pamor. Rasanya lebih sakit dari dihardik manajer EXO tadi.

Koper yang sedikit isinya ini, rasanya berat sekali ketika aku terus-terusan menggeretnya. Apalagi kaki-kaki ini. Begitu melihat banyak sekali fans dan wartawan di luar sana, aku jadi ogah untuk keluar.

Aku yakin kejadian semalam hanya akal-akalan Kai untuk menghindari pertanyaan Krystal. Sebenarnya ia bingung diantara Sulli dan Krystal. Ia tidak bisa mengakui perasaannya yang sebenarnya kepada Sulli, karena Sulli jauh dari jarak pandangnya. Jadi, demi mempertahankan imej-nya, dia mempermainkan perasaanku lagi.

Begitu aku membuka pintu kaca besar yang –aku-tidak-mau-sentuh- ini, puluhan fans melempariku dengan beberapa tomat dan lightstick. Aku tidak bisa menghindar begitu saja karena ini memang salahku. Salahku untuk datang ke pesta tadi malam. Bukan, salahku untuk jadi asisten EXO-K.

“HENTIKAN!” teriak salah-satu fotografer yang kemudian berhasil menghentikan aksi lempar para fans EXO yang tidak terima idolanya mencium asisten idolanya.

Aku menunduk. Aku penasaran siapa wanita itu, tapi aku benar-benar malu rasanya jadi aku simpan dulu rasa penasaranku.

“Jangan menghakiminya seperti ini!” seru wanita yang lebih pendek dariku beberapa senti. Kurang lebih tingginya 150-160an.

“Apa yang kau tahu tentang ini, Ahjumma?!” jerit salah satu fans.

“Apa kau mau tahu aku siapa?” kata wanita itu lagi, “Tapi ngomong-ngomong berhentilah memanggilku Ahjumma!”

Semua orang diam dan menatapnya aneh. Aku menoleh ke arahnya sementara ia membuka topinya. Dan ketika topinya terbuka, rambut cokelat sebahupun tergerai indah. Siapa dia?

“Jeon Bo Ram Eonni?” desisku setelah melihatnya.

Ia tersenyum kepada semua orang di hadapannya. Bagaimana semua orang tidak mengenalinya? Ia sekarang adalah salah satu fotografer kebanggaan Seoul dan bekerja untuk JYP Entertainment. Ia adalah teman baik dari 2PM Chansung dan SNSD Taeyeon. Juga, ia adalah yeojachingu Super Junior Donghae.

Boram Eonni mengerling ke arahku bersamaan dengan datangnya Chansung Oppa dan Taeyeon Eonni. Apa-apaan ini? Apa mereka merencanakan ini sebelumnya? Kenapa mereka muncul bersamaan?

“Sekarang semuanya bubar!” seru Taeyeon Eonni.

“Sebaiknya kalian pulang saja sebelum Tuan Lee murka kepada kalian semua!” sambung Chansung Oppa dengan nada cerianya yang khas.

Boram Eonni tertawa puas begitu semua orang mengomel-omel dan kemudian bubar. Ia dan kedua kawannya itu menggiringku ke suatu tempat.

Suzy POV end

Author POV

“Kau tahu ‘kan apa yang sedang terjadi diluar sana?” Tuan Lee melemparkan retorika kepada Kai.

Kai tidak menjawab. Ia hanya menunduk.

“Apa kau sekarang sedang merasa bersalah?” tanya Tuan Lee lagi.

“Aku tidak bersalah,” jawab Kai enteng.

“Mworago?” Tuan Lee tertegun mendengar jawaban dari anak SM kesayangannya itu.

“Kubilang aku tidak bersalah. Kau boleh mengusirku dari sini. Dan aku akan mendapatkannya,” kata Kai lagi.

“Mendapatkan apa?” Tuan Lee bingung, “Apa yang kau maksud?”

Kai mendengus dan menatap Tuan Lee, “Bae Suzy.”

Tuan Lee tertawa begitu mendengar jawaban Kai yang menurutnya adalah jawaban paling bodoh yang pernah ia dengar seumur hidup, “Setelah kau mempermainkan perasaannya, kau mencintainya?”

Kai mengernyitkan dahi. Sepertinya ia pernah mendengarnya dari mulut Suzy. Tapi mempermainkan perasaan apa? Tentang apa? Kapan? Dan bagaimana tepatnya itu terjadi?

“Kau memang asisten yang tidak ada gunanya. Buat apa kau main-main diluar? Apakah kau tidak tahu kami disini capek dan butuh makanan?” Kai terus membentak Suzy, “Kau malah—“

PLAK. Tamparan dari Suzy mendarat keras di pipi Kai. Semua yang menyaksikan jadi tidak berani melerai mereka berdua. Ini pertengkaran pertama di dorm mereka. Dan juga baru pertama kali mereka melihat Kai semarah itu.

Suzy sadar betul apa yang sudah ia lakukan, “Bukankah itu sakit? Jadi berhentilah mempermainkan perasaanku!”

Setelah mengatakan itu, Suzy melempar undangan yang rencananya akan ia berikan secara baik-baik itu ke arah Kai. Kemudian dia menaiki anak tangga secepat mungkin karena tahu semua orang dibawah memperhatikannya dan takjub melihat tamparan pertamanya kepada seorang laki-laki.

 “JONG IN-A!”

“Eo?”

“Dia—akan menyatakan cinta untukmu!”

“Siapa kau?“

 “DIA BAE SUZY!” seru Sehun.

“Kau yang namanya Bae Suzy?”

“Eo. Wae?”

“Kau—m-m-mau ap-apa tadi.. kata Soo Jung?”

“Aku hanya ingin memberimu ini,”

“Gomawo. Aku akan buka nanti di dorm,”

Ya, benar. Dia berjanji akan membuka surat dari Suzy setibanya di dorm. Tapi gara-gara Baekhyun, Kai tidak bisa membaca surat itu secara tuntas. Apakah itu yang namanya mempermainkan perasaan? Tapi jika iya, bagaimana Suzy tahu jika Kai tidak selesai membaca suratnya?

“Kenapa tidak tidur di sofa?”

“Apakah kau tidak berpikir secara logis? Seorang rookie jebolan SM Entertainment yang tampan ini tidur di sofa di ruang TV?”

“Ya, tidak usah tidur saja! Kenapa di kamarku? Nanti aku tidur dimana?”

“Hanya tidur bersamaku saja, apa susahnya?”

“HA-NYA?” Suzy menatap Kai sinis. Kemudian ia melepaskan genggaman Kai dari tangannya, “Aku memang fan-mu. Tapi aku tidak murahan.”

Apakah secara tidak sengaja Kai melukai hati Suzy sewaktu yadong berat kali itu?

“Apakah kau sedang berfikir tentang kenapa aku menyebutkan kata-kata ‘mempermainkan perasaan’ tadi?” tanya Tuan Lee kepada Kai.

“Apa kau tahu sesuatu?” tanya Kai serius kepada Tuan Lee.

“Sungguh bodoh! Kenapa aku menyukaimu padahal kau sesungguhnya kau ini hanya laki-laki yang bodoh?” Tuan Lee bangkit dari kursinya, sementara Kai menatapnya penuh kebingungan. Tuan Lee membuka pintu utama kantor.

“Kenapa kau tidak menendangku keluar?” ujar Kai.

“Bagaimana bisa aku mengeluarkanmu sementara sudah lama ia menunggumu keluar dari sini dengan dua jaket di tanganmu?” kata Tuan Lee yang kemudian menutup pintu kantornya, membuat Kai duduk disana sendirian.

Author POV end

Kai POV

Aku tidak bisa duduk diam begitu mendengar perkataan Tuan Lee tadi.

 

“Bagaimana bisa aku mengeluarkanmu sementara sudah lama ia menunggumu keluar dari sini dengan dua jaket di tanganmu?”

Jaket? Apakah Suzy meninggalkan jaket disini? Tapi dia tidak pernah memberitahuku tentang itu, jadi bagaimana bisa aku tahu? Apa petunjuknya ia tinggalkan dalam surat itu?

Aku langsung menggeledah isi kantor Tuan Lee. Dimana jaket couple itu? Aku harus cepat-cepat pergi dan menemuinya supaya aku bisa menjelaskan semuanya bahwa aku benar-benar menyukainya, dan tidak berniat mempermainkan perasaannya. Ini hanya kesalahpahaman saja.

Di dalam laci Tuan Lee pasti ada sesuatu. Aku membukanya dan benar. Ternyata disana ada dua buah jaket cokelat yang sama persis. Jaket couple yang pastinya disebutkan dalam 1001 fakta EXO-K Kai. Ya, jaket ini adalah jaket yang ingin sekali aku pakai dengan kekasihku. Dan saat itu kekasihku adalah Sulli. Jadi aku ingin memakainya dengan Sulli.

Oh! Ada sebuah surat lagi di dalam tudungnya.

Aku lupa membuat surat lagi. Pakai ini dengan Sulli. Jadi, kalian tidak perlu membuat pernyataan di media. Hanya perlu membuka mulut para netter. Hehe 😀

 

Kenapa dia bisa tahu aku dan Sulli berpacaran? Ini pasti sudah lama di laci Tuan Lee. Kenapa Tuan Lee tidak segera memberitahuku?

Kai POV end

Author POV

“Gomapseumnida,” Suzy memberikan hormat sembilan puluh derajat kepada Jeon Bo Ram, 2PM Chansung, dan SNSD Taeyeon setelah ia mengatakan kepada mereka bahwa ia baik-baik saja jika menunggu bus sendirian di halte.

“Tapi aku tidak yakin dengannya. Dia pasti akan di-bully lagi nanti di bus,” kata Taeyeon yang bersiap-siap akan pergi ke dorm-nya.

“SM tidak akan memilih asisten yang lembek,” kata Chansung kepada Taeyeon, “Contohnya kita bertiga!”

Taeyeon dan Boram tertawa, “YYA! Apa kita dipilih? Kita dipaksa!” kata Boram.

“Geurae!” Taeyeon setuju dengan pernyataan Boram.

“Gwencanayo,” kata Suzy sembari tersenyum kepada Three Musketeers itu.

Boram mendekati Suzy dan kemudian membersihkan sedikit tomat-tomat di bahu Suzy, “Aku tahu, kau mirip denganku dulu..”

“Apanya yang mirip—“ ujar Chansung yang kemudian disambut dengan tatapan sinis Boram, “Tingginya saja sudah jauh berbeda.”

“Tapi aku dan dia sama-sama manis,” kata Boram.

“Baiklah..,” Chansung menyerah, “Jika tidak manis, tidak akan jadi yeojachingu Donghae Hyung.”

“Jangan dengarkan perkataan-perkataan yang membuatmu—“ Boram bernasihat kepada Suzy. Tapi belum selesai ia bicara, Chansung memotongnya.

“Apa maksudnya jangan dengarkan perkataan?” Chansung nyolot, “Jadi kita sekarang bukan Three Musketeers lagi!”

Taeyeon dan Suzy tertawa. Sementara Boram mendecakkan lidah, “Apa aku menyebut namamu tadi, Hwang Chansung? Diamlah! Aku sedang berbicara kepada penerus generasiku!”

Chansung meringis, “Jadi bukan aku.”

“BUKAN!” bentak Boram yang kemudian tersenyum manis ke arah Suzy, “Pokoknya hiraukan ucapan orang yang membuatmu menderita secara batin. Aku tahu kau bukan semacam orang  yang gampang ditindas.”

Melihat kilatan mata Boram yang sangat meyakinkan, Suzy menangguk dengan mantap sembari melempar senyumnya yang manis. Setelah itu ia mengucapkan selamat tinggal kepada pahlawannya hari ini.

Segera, begitu Three Musketeers pergi ke tujuan masing-masing, Suzy duduk di halte untuk menunggu bus jurusan ruko Minzy. Ia tahu beberapa hari yang lalu ruko itu tutup. Tapi ia tidak tahu lagi mau dimana.

Karena kepalanya sedari tadi menunduk, Suzy tidak menyadari jika ada seseorang berdiri di depannya. Mengenakan sepatu yang sepertinya baru saja dicuci dan juga celana tanggung. Dia tangan kiri orang itu, bertengger sebuah jaket cokelat yang sepertinya ia pernah melihatnya dimana. Tidak asing lagi.

“Baesuz,” suara itu… suara yang sering ia dengar di dorm EXO. Kelihatan sekali orang itu berlari untuk sampai kesini. Nafasnya yang terengah-engah, membuat Suzy yakin akan hal itu.

Sepertinya Suzy tahu siapa orang itu. Ia mendongak dan mendapatkan Kai dengan wajah khawatir di tengah-tengah mengatur nafas, “K-Kai?”

“Apa kau bodoh?!” Kai melemparkan jaket yang ada di tangannya ke arah Suzy. Agak lemah, karena dia cukup capek berlari ke halte ini untuk menemui Suzy, “Kenapa rumit sekali untuk mendapatkan hadiah seperti ini? Kau hanya tinggal memberikannya saja kepadaku.”

Suzy menatap jaket yang ada di pangkuannya. Kemudian ia melihat jaket yang dikenakan Kai. Ia terperangah, “Kau menemukannya?”

“Eo,” jawab Kai sambil duduk di sebelah Suzy.

“Kenapa kau memberikannya kepadaku?” tanya Suzy, “Kau harus memakainya dengan Sulli.”

“Kami sudah putus,” kata Kai.

“Mwo?” Suzy terhenyak, “Kapan?”

“Itu tidak penting. Tapi bagaimana bisa kau tahu hal itu? Apa Krystal?”

Suzy menelan ludahnya, “Itu juga tidak penting.”

Kai tersenyum. Kemudian ia melihat beberapa potongan tomat busuk di rambut Suzy. Tangannya bergerak ke arah itu, dan menyingkirkannya. Karena heran, Suzy menoleh ke arahnya sambil menatapnya aneh, “Mianhae..”

Setelah menyingkirkan semua kotoran di rambut Suzy, tangan Kai beralih membelai rambut Suzy yang basah-basah kering itu. Suzy jadi tambah merasa aneh, “Apa kau menyukaiku?”

Mendengar Suzy menanyakan hal seperti itu, Kai berhenti membelai rambut Suzy. Ia jadi teringat Krystal.

“Apa kau mencintaiku?” tanya Krystal.

 

“Aku berharap aku tidak mendengar pertanyaan semacam itu lagi darimu,” kata Kai sambil bangkit berdiri, “Jadi dimana tempat tinggalmu? Aku akan mengantarmu kesana.”

Suzy ikut bangkit dari bangku halte. Tangannya menggenggam erat jaket cokelat yang beberapa hari ini menginap di laci meja kantor Lee Soo Man, “Ruko Minzy tutup.”

Kai mencari-cari bus yang lewat, “Jadi kau selama ini hidup bersama trainee Gong?”

“Apa kau mengenalnya?” tanya Suzy.

“Aku sering bermain ke ruang latihannya. Tidak sering juga. Kadang-kadang kami menari bersama juga,” aku Kai.

“Tapi Minzy tidak menceritakan apapun kepadaku—“

Kai menoleh ke arah Suzy, “Bagaimana jika kau di rumahku dulu sementara waktu? Ada eomma dan juga noona-ku disana.”

Suzy menggigit bibir bagian bawahnya, “Lebih baik aku menunggu Minzy selesai latihan saja.”

“Dia tidur sekamar dengan So Hee sekarang,” kata Kai sambil melemparkan smirk ke arah Suzy.

“So Hee? Siapa So Hee?” Suzy benar-benar tidak tahu jika Minzy dekat dengan trainee lainnya, “Apakah Wonder Girls Sohee?”

“Yoon So Hee, trainer lainnya. Dia akan jadi model MV baru EXO—“ Kai membelalakkan matanya, “Seharusnya ini rahasia kan?”

Suzy tertawa kecil, “Dari lahir aku memang ditakdirkan untuk jadi lucky fan.”

Kai juga tertawa, “Naik ke punggungku. Sekarang,” katanya sambil berlutut membelakangi Suzy.

“Tidak menunggu bus?” Suzy ragu-ragu, “Aku ini cukup berat.”

Kai tersenyum tipis dan tangannya menarik kedua betis Suzy ke arahnya. Otomatis, Suzy jatuh ke punggungnya. Ia pun berdiri selagi Suzy ada di punggungnya. Dengan sekuat tenaga, “Ouggh jinjja! Ternyata memang benar-benar berat!”

“Makanya turunkan aku saja,” Suzy panik. Kelemahannya yang paling memalukan akhirnya diketahui juga oleh mantan idolanya yang sekarang berubah jadi pria yang dicintainya.

“Mana mungkin aku menurunkan seorang lucky fan di awal perjalanan,” kata Kai sembari berjalan menuju rumahnya yang sebenarnya tidak jauh, “Oh ya! Nanti tidur denganku saja.”

BUK! Suzy memukul bahu Kai dengan tinjunya, “Apa kau sedang yadong lagi?”

“Eomma dan Noona akan tidur satu ranjang. Ada kamar lagi, tapi sedang direnovasi. Hanya ada kamarku dan ruang tamu. Apa kau mau tidur di sofa? Jika kau bangun siang, siap-siap saja disemprot ludah Noona!” ujar Kai.

“Aku tidak mau ke rumahmu!” jerit Suzy sembari berontak supaya Kai menurunkannya.

“Aku ingin kau ke rumahku! Aku akan memperkenalkan lucky fan yang berhasil mendapatkan ciuman pertamaku!” jerit Kai.

“Sst…,” Suzy memperingatkan Kai, “Kau mau semua orang tahu ini?”

Kai tertawa, “Ciuman pertamaku, ternyata adalah asistenku sendiri.”

“Tapi ngomong-ngomong Yoon So Hee akan melakukan scene apa saja saat di MV? Apakah ada kissing scene?” tanya Suzy tiba-tiba.

“Tentu saja ada kissing scene.”

“Siapa yang melakukannya?”

“Yoon So Hee..”

“Maksudku dengan siapa dia akan melakukan kissing scene?”

“Mungkin saja denganku atau dengan Sehun.”

“Sehun belum melakukan ciuman pertamanya bukan?”

“Eo. Bagaimana kau tahu?”

“Selain 1001 Fakta EXO-K Kai, aku juga baca yang versi Sehun.”

“Jadi kau bukan hanya fan-ku?”

“Di setiap grup aku punya dua idola. Di EXO-K, kau dan Sehun. Di EXO-M aku suka Kris Oppa dan Xiumin Oppa. Kemudian di Super Junior ada Heechul Oppa, juga Shindong Oppa.”

“Kau ini penghianat atau apa?” kata Kai sambil menghentikan langkahnya, “Turun!”

“Sebenarnya aku tidak mau turun…”

“Tadi kau minta turun. Sekarang kau tidak  mau turun?”

“Berada di gendonganmu ini sangat nyaman, Oppa.”

“Oppa?”

“Eommo!” Suzy melipat bibirnya, “Sebenarnya aku adalah orang yang sering keceplosan memanggil seseorang dengan Oppa atau Eonni hanya karena aku merasa lebih imut dibanding mereka.”

“Bagaimana bisa ada orang sepertimu?”

Ending Theme : Falling by J.Y. Park

TBC

Advertisements

6 comments

  1. aprilkim · September 12, 2015

    SEru..kaizy lucu banget..smoga hubungan kaizy ga ada yg ngerusak..penasaran sama reaksi keluarga kai pas dia bawa suzy pulang ke rumahnya

  2. rifqa0390 · September 12, 2015

    ??????
    Gak tau kenapa gak dapat feelnya utk part yg ini…
    Maaf ya chingu??
    Tapi tetap semangat ya utk nulis part berikutnya dan cerita2 yg lain…
    Fighting💪💪💪💪

  3. elfa95 · September 12, 2015

    binggung mau comment
    yg terbaik aja buat kaizy
    next figting!!!

  4. ayu candra · September 12, 2015

    Wkwkwk astaga akhirnya. Ehmmm itu ga ada orang ang dijalan. Mereka gendong2an gitu?wkwkwk

  5. ayu candra · September 12, 2015

    Omo endinhnya suzy tetep sebagai fans nya kai?
    Kasian mereka.

  6. Kai Suzy · September 18, 2015

    Aigoo suzy lucu hahaha, tpi kasian sih gara” kejadian itu zyeonn dipecat, trus bnyk yg ga suja sm zyeonn, untung ada three musketeers/? hahaha, next nya end 😦 ahhh aku bakak kangen cerita lucu kaizy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s